Bulan senantiasa menampakkan wajah cantikya, bulan selalu menemani malam malam kita yang kesepian dan kegelapan. Namun, sadarkah kamu bahwasanya wajah bulan yang selama ini kita lihat hanya separuh saja. Sedangkan separuhnya lagi kita tidak pernah melihatnya.
Bagian bulan yang terlihat dari bumi tidak pernah berubah.
Lalu apa misteri dari The Dark Side of the Moon atau sisi gelap bulan?.
Mari kita bahas.
Banyak yang menganggap sisi gelap bulan ini benar-benar tidak disinari cahaya sama sekali. Hal ini sudah berakar sejak zaman kuno misalnya, orang selalu percaya bahwa ada satu sisi bulan yang selalu dalam keadaan gelap.
Sebenarnya, sisi gelap bulan hanya tipuan sudut pandang manusia di Bumi. Seluruh permukaan bulan faktanya disinari oleh matahari. Sehingga sisi gelap yang tak terlihat dari Bumi lebih tepat jika disebut dengan sisi terjauh bulan atau Far Side of The Moon.
Hal ini dikarenakan, bulan mengorbit yang mana satu putaran bisa memakan waktu hampir sama dengan waktu yang dibutuhkannya untuk mengorbit mengelilingi Bumi. Dengan kata lain, bulan berputar pada porosnya sendiri satu kali selama orbitnya mengelilingi Bumi.
Sehingga hal ini menyebabkan salah satu sisinya selalu menghadap manusia di Bumi selama periode orbit bulan. Peristiwa inilah yang disebut Tidal Locking atau tidally locked.
Contoh dari fenomena Tidal Locking ada pada olahraga ‘lontar martil’ (hammer throw). Untuk mendapatkan tenaga dan menciptakan momentum, sebelum melontarkan martil, atlet akan berputar beberapa kali terlebih dahulu sambil mengayunkan martil.
Momen saat atlet berotasi sambil mengayun martil ini menggambarkan orientasi visual dari wajah Bulan (yaitu martil), jika dilihat dari Bumi (yaitu sang atlet). Kondisi ini menyebabkan hanya sisi Bulan yang sama yang menghadap ke Bumi, yang kita kenal sebagai “the dark side of the Moon”.
Itu cukup jelas menggambarkan, mengapa Bulan seakan terkunci di orbit Bumi sehingga kita hanya melihat satu sisi Bulan yang terus menghadap Bumi.
Dark Side di Bulan sudah pernah diulas sejak lama oleh astronot William Anders setelah menjalankan misi Apollo 8 tahun 1968 silam. Dimana bagian Dark Side Bulan tampak seperti tumpukan pasir. Area ini banyak diisi oleh benjolan dan lubang.
Konon, banyak teori yang bermunculan bahwa Bulan memiliki misteri. Dikatakan, pada sisi gelap bulan itulah berkembang suatu kehidupan cerdas. Nampaknya, para makhluk-makhluk tersebut sangat strategis dalam memilih tempat untuk membangun pusat peradaban mereka disana, karena tidak mudah terpantau dari bumi.
Ufology menyebut pangkalan makhluk-makhluk itu sebagai “Luna”. Mereka mengatakan ada sebuah pangkalan makhluk asing di Bulan yang sangat rahasia. Walaupun masih sebatas spekulasi.
Lalu, benarkah ada suatu pangkalan kehidupan cerdas di bulan yang sangat misterius?.
Banyak laporan fenomena kejadian aneh di permukaan bulan. Seperti benda hitam mirip anak panah yang gesit hilir mudik dari ujung bulan ke ujung yang lain.
Juga ada laporan lain yang mengatakan muncul beberapa obyek-obyek misterius di sekitar bulan.
Muncul laporan mengenai adanya sebuah “jembatan” misterius dipermukaan bulan sepanjang beberapa mil.
Pembahasan mengenai keberadaan alien memang tidak ada habisnya. Keberadaan makhluk luar angkasa itu semakin membuat penasaran, sehingga muncul teori yang menyebut adanya pangkalan alien di bulan.
Para ilmuwan mengatakan, Bulan mungkin pernah menjadi rumah bagi para alien. Makhluk ekstraterestial ini diduga bisa sampai ke sana setelah ledakan meteorit. Dan ketika itu terjadi, kondisi atmosfer Bulan mungkin lebih bisa dijadikan tempat tinggal dibanding sekarang.
Bulan memiliki kondisi untuk mendukung bentuk kehidupan yang sederhana sekitar empat miliar tahun lalu – terjadi selama puncak aktivitas vulkanik.
Pada saat itu, Bulan memuntahkan sejumlah besar gas yang sangat panas dan uap air. Gas-gas tersebut kemungkinan terbentuk menjadi cairan di permukaan dan menciptakan atmosfer yang membuat alien bertahan di sana.
Bulan juga diperkirakan terbungkus dalam medan magnet yang menjaga setiap bentuk kehidupan di sana tetap aman dari angin matahari yang mematikan.
Bukti paling awal kehidupan di Bumi berasal dari sekitar 3,5 atau 3,8 miliar tahun lalu dalam bentuk sianobakteria. Kala itu, tata surya merupakan tempat penuh kekerasan, ditandai dengan benturan meterorit yang kerap terjadi.
Menurut peneliti, ada kemungkinan beberapa kehidupan terbawa ke Bulan dari salah satu ledakan meteor tersebut.
Sumber :
https://twitter.com/semestasains/status/1340987420649476096
https://techno.okezone.com/read/2023/04/07/56/2794974/mengenal-istilah-sisi-gelap-bulan-begini-penjelasannya
https://nasional.kompas.com/read/2015/08/06/102611431/Tak.Pernah.Terlihat.Begini.Tampang.Sisi.Gelap.Bulan.
https://kutukamus.wordpress.com/2019/01/18/dark-side-of-the-moon/
https://astronesia.blogspot.com/2013/09/video-ini-ungkap-sisi-gelap-bulan-dark.html
https://www.techno.id/techpedia/tahun-2018-tiongkok-targetkan-sisir-dark-side-di-bulan-1601164.html
https://www.facebook.com/media/set/?set=a.454368771292583.108770.319084274821034&type=3&paipv=0&eav=AfZTbsQbaAXES7IvDbzK2QzFV8Z9EuQMPbpH0QGX9WUrUftQWuy9_oJjvbJMmx5F4VE&_rdr
https://www.aplikasipc.com/misteri-adanya-kehidupan-di-bulan/
https://www.dream.co.id/stories/30-tahun-tak-terpecahkan-misteri-pangkalan-alien-di-bulan-akhirnya-terungkap-2212149.html
https://nationalgeographic.grid.id/read/13905437/apakah-alien-pernah-tinggal-di-bulan-ini-penjelasan-ilmuwan
No comments:
Post a Comment