Showing posts with label Truth. Show all posts
Showing posts with label Truth. Show all posts

Friday, December 22, 2023

Priory Of Sion

Sejarah Tentang Priory Of Sion Versi Martin Lunn

Martin Lunn, seorang Grand Master dari Dragon Society (atau nama lainnya Royal Dragoncourt Society, Dragoncourt Royal Family, Royal Dragon Society dan banyak lagi istilah lainnya, serta punya hubungan dengan Freemasonry itu) yang kelihatannya agak beroposisi dengan Kristen dan Gereja ini memberikan satu versi yang tak terlalu jauh dari yang digambarkan dalam DA VINCI CODE, HOLY BLOOD HOLY GRAIL, serta KNIGHTS TEMPLAR OF CHRIST. Dia membahas Priory dalam satu bab penuh, yaitu bab kedua, dan dalam edisi Indonesia-nya terdapat pada halaman 31-70. Berikut ini kutipannya:

Dibawah ini 'versi indonesia' dari buku Martin Lunn sendiri

Sebuah Permulaan

Sebagian besar “bukti” nyata dari keberadaan Biara Sion telah disimpan pada Bibliotheque Nationale di Paris; yang menurut para peneliti, ini telah membuat dokumen-dokumen yang relevan dengan kasus ini menjadi cukup sulit. Klaim-klaim cenderung mengindikasikan bahwa pihak administrasi di perpustakaan nasional Perancis berada pada pihak yang sama dengan Biara Sion, yang sejak tahun 1950-an telah menghalangi kepingan demi kepingan informasi yang ada bagi para peneliti untuk membongkarnya.

Ada dua dokumen yang secara khusus telah menarik perhatian Baigent, Leigh, dan Lincoln ketika mereka tengah menulis buku yang meyakinkan pada tahun 1982, yaitu Holy Blood, Holy Grail [3. Buku ini memiliki hubungan yang dekat dengan Da Vinci Code karena kisahnya seputar kenyataan yang ada bahwa ada sebuah komunitas rahasia yang dikenal sebagai Priory of Sion (PS) yang memiliki sejarah yang panjang dimulai dari pasukan perang Salib yang pertama hingga Knight Templars(Biarawan Ksatria) sebagai militer dan seksi keuangan. PS ini, seperti yang dilansir oleh bukuHoly Blood, Holy Grail, dipimpin olehGrand Master / Nautonnier. Tak hanya itu saja, masalahMerovingian, dan hal lain dalam buku ini menjadi sumber Dan Brown dalam membuat novel (ed. Ind).], sehubungan dengan garis darah Merovingian. Pertama, adalah Dossier Secret [4. Pada tahun 1975, Paris Bibliotheque Nationale menemukan kertas perkamen yang berisi daftar orang-orang yang termasuk anggota Biara Sion. Di dalamnya termasuk Isaac Newton, Botticelli, Victor Hugo dan Leonardo da Vinci. Kertas perkamen ini dikenal sebagai Les Dossiers Secrets (ed. Ind).] yang penuh dengan teka-teki, yaitu berupa koleksi kertas-kertas yang nampaknya tidak berhubungan satu dengan lainnya, tapi kini secara misterius bertambah dan diambil secara periodic. Kedua adalah sebuah karya yang dikenal sebagai Le Serpent Rouge (Sang Ular Merah), yang mungkin ditulis oleh Jean Cocteau, sebagaimana tersirat dari gaya tulisannya yang khas. Karya tersebut mengandung silsilah keluarga Merovingian, sebuah rencana dasar dari L’Eglise de Saint-Sulpice dan tiga-belas syair yang berhubungan dengan rasi bintang (termasuk tanda ke tiga-belas berada antara Scorpio dan Sagaitarius: Opiuchus, “The Serpent Holder”). Para pengarang yang disebutkan pada kedua dokumen ini (empat pria sekaligus) telah mati dalam situasi yang tak bisa dijelaskan.

Biara Sion atau “Prieuré de Sion”, sebagaimana dikenal di Perancis, dikatakan memiliki akar pada sebuah hermetik [5. Dalam teks Asli, “Hermetic” berbeda dengan “Hermeneutic”. Hermetik itu mempelajari okultisme dan sihir (sulap). Masih ada hubungannya dengan Dewa Hermes dan sebuah sinkretisme kombinasi antara Dewa Hermes dengan Dewa Mesir Thoth. Hermetik juga dekat dengan astrology dan alkemi. Penganut Hermetik yang mempunyai pengikut diantaranya adalah Eliphas Levi yang ‘mencipta’ Baphomet (ed. Ind).] atau masyarakat Gnostik yang dipimpin oleh seorang arif dari Mesir bernama Ormus pada tahun 46 Masehi. “Ormus” juga merupakan julukan Biara Sion, yang diambil pada tahun 1188 ktika diubah namanya dari “Order of Sion.” Pada masa ini mereka juga merujuk pada diri mereka sendiri sebagai “Ordre de la Rose-Croix Veritas” (“Order of the True Rose-Cross”) dan ini menunjukkan bahwa Biara Sion bisa jadi adalah Ordo Rosicrucian (Rosicrucian Order) yang asli.

Belum sampai abad pertengahan, segala macam organisasi yang berhubungan dengan Sion, menjadi terkenal di kalangan sejarawan. Biara Orval di Stenay (dahulu disebut “Satanicum”) yang berlokasi di Ardennes sebelah selatan Perancis, ditemukan oleh sekelompok biarawan asal Calabria di Itali pada tahun 1070, yang dipimpin oleh keturunan Merovingian “Pangeran Ursus” (diisukan menjadi cicit Dagobert II, yaitu Sigisbert VI). Para biarawan ini membentuk basis Ordo Sion di mana mereka bisa berabung bersama dengan Ordo Biara Godfroi de Bouillon di tahun 1099 – tahun di mana ia mengambil alih Yerusalem. Godfroi de Bouillon bukan hanya sebagai Duke of Lorraine, tapi ia juga sebagai keturunan Dagobert II, dan seorang Merovingian. Ia merupakan raja yang memiliki kekuasaan mutlak (lihat bab tiga untuk pembahasan lebih lengkap) [6. Teks Asli, Godfroi de Bouillon was not only the Duke of Lorraine. As a descendant of Dagobert II, he was, as a Merovingian, a rightful king. Dan Brown menuliskan nama ‘Godfroi’ dengan ‘Godefroi’. Lunn menggunakan nama ‘Godfroi’. Ini sama saja. Sama seperti jika Inggris menyebutnya dengan ‘Godfrey of Bouillon’ dan Perancis mengenalnya dengan ‘Godefroi de Bouillon’. (Ed. Ind).]. Stenay merupakan satu dari dua ibu kota Merovingian. Berada dekat hutan suci Woevres, di mana Raja Dagobert II pernah dibunuh ketika sedang berburu pada tanggal 23 Desember, 679, sebagaimana Dan Brown nyatakan, Raja ditikam matanya ketika sedang tidur di bawah pohon. Diperkirakan bahwa putra babtisnya yang telah membunuhnya di bawah perintah Pepin the Fat, Mayor istana Dagobert yang berkhianat.

Ini menimbulkan pertanyaan, bahwa pengiriman Biara Sion selalu menjadi pembaharuan bagi dinasti Merovingian dan keturunannya menuju mahkota Eropa, terutama setelah kehilangan hak mereka pasca terbunuhnya Dagobert. Lewat berbagai macam kesepakatan dan pernikahan, garis keturunan tersebut akhirnya menyebar kepada beragam bangsawan dan istana, seperti bangsawan Blanchefort, Gisors, Saint-Clair, Montesquieu, Monpézat, Poher, Luisignan, Plantard dan keluarga Hapsburg-Lorainne. Hal ini pun bertahan selama beberapa waktu di bawah pemimpin Ordo yaitu Biara Notre Dame du Mont de Sion, yang terletak di Selatan Yerusalem. Biara itu dilengkapi senjata dan dibangun di atas reruntuhan Basil Byzantium. Menurut artikel majalah Biblical Archaeology terbitan 1990, Gunung Sion nampaknya telah menjadi markas besar dari Yerusalem Ebionit. Para pengikut Yesus ini tidak menganggap Paul sebagai pemimpin yang berhak dalam Gereja Kristen, melainkan saudaranya, James.

Klaim bahwa Biara Sion, seperti Langdon kutip, “memiliki dokumentasi sejarah yang baik dari pengabdian terhadap Perawan Suci,” dan pengabdian Maria Magdalena yang mereka anggap sebagai istri Yesus Kristus, sebagai penjelmaan prinsip perempuan; ini tidak semuanya meyakinkan. Berikut tulisan Tacy Twyman dalam artikel di majalah Dagobert’s Revenge [7. Dalam bahasa Indonesia, “Dagobert’s Revenge” artinya: Balas Dendam Dagobert (ed. Ind).]:

Maria Magdalena didukung oleh banyak peneliti tentang Grail sebagai tokoh perempuan yang menakjubkan dan pemberani, mereka juga mengatakan kalau Maria Magdalena menulis injil karena Gereja telah diancam oleh kewanitaannya. Tapi, baik Magdalena maupun pihak pendeta Gereja tidak berpikir dalam bahasa yang sama, bahkan mereka juga tidak menganggap kepentingan semacam itu. Magdalena adalah ancaman bagi Gereja bukan karena ia adalah perempuan, tapi karena ia adalah ibu dari anak-anak Kristus – yang kelak menjadi penerus kerajaan dan kenabiannya. Dengan hak tersebut mereka seharusnya telah menjadi hak pewaris yang sah bukan hanya untuk Gereja Kristus, tapi juga kekuasaannya di Yerusalem (yang dalam pandangan tertentu juga berarti hegemoni yang meliputi seluruh wilayah bumi). Kedua tuntutan ini menjadi ancaman bagi Gereja, yang tidak hanya berharap menguasai dunia secara spiritual tapi secara sekuler juga; dan pihak Gereja pun mengumumkan bahwa siapa saja berhak menjadi raja tanpa melihat kelahirannya.

Godfroi de Bouillon adalah orang yang paling menyadari bahwa ia adalah anggota keluarga Grail, makanya hanya seorang Merovingian dan Raja yang berkuasa secara sah di Yerusalem yang dapat meneruskan jejak keluarganya kembali melalui garis keturunan David (the Davidic Line). Setelah menguasai Yerusalem, ia mendirikan pasukan Biarawan Ksatria. Walau pun terdapat tiga pasukan Kristen yang mengepung Palestina, Godfroi tampaknya tahu bahwa ia akan terpilih menjadi Raja Yerusalem. Setelah itu, ia menjual segalanya sebelum berangkat dan menjelaskan bahwa ia bermaksud tinggal di Yerusalem seumur hidupnya. Namun  ia menolak gelar “Raja”, dan hanya mau menerima gelar “Pelindung Kota Suci.” Baigent, Leigh, dan Lincoln melanjutkan opini bahwa kelompok biarawan Calabrian yang disebutkan di atas, menghilang tanpa ada keterangan dari Orval – penasehat kelompok non-militan yang sama yang dikenal menjadi teman perjalanan Godfroi menuju Yerusalem. Mereka juga menyarankan bahwa kelompok ini adalah orang-orang yang akan memilih Raja Yerusalem.

Ordo Sion muncul untuk menduduki biara Notre Dame du Mont de Sion dari kelembagaan umum Biara pada tahun 1118 hingga 1152. Biara-biara tersebut akhirnya dikenal sebagai Ordo militer-relijius di tahun 1127 di Troyes oleh pengadilan Count of Champagne dan Hugues de Payen terpilih sebagai kepala biarawan.

Ketika Louis VII dari Perancis kembali dari perang Salib II, ia membawa pulang 65 anggota Ordo. Tujuh  orang dari mereka masuk angkatan militer Biarawan Ksatria [8. Teks aslinya, Knight Templar; adalah pasukan ksatria yang religius ini dibentuk di zaman perang Salib yang menurut Langdon, tugassamarannya adalah mempertahankan Tanah Suci atau melindungi para peziarah yang merasa terancam. Kostum perang dari Knight Templar ini berbeda dengan pasukan yang lain. Mereka memakai jubah putih dengan tanda salib merah besar (ed. Ind).] dan semuanya membangun ulang hubungan mereka dengan Perancis di Orleans. Dokumen yang menyatakan tentang pembentukan ordo yang dibuat oleh Louis VII masih tersimpan hingga kini di Perancis.

Biara Orval menjadi kediaman bagi ordo Cistersian di tahun 1131. Ordo ini dulu pernah mengalami kondisi buruk yang serius, namun kondisi mereka akhirnya berkembang seiringan bersama para biarawan-biarawan ksatria (Templar) itu. Keduanya memperoleh kemakmuran yang luar biasa dan berbidang-bidang tanah.

Nama Ordre de Sion telah muncul pada dokumen setidaknya sejak 19 Juli 1116. Kesepakatan lebih lanjut tercatat pada tahun 1178, pelantikan Paus Alexander II dan memperkuat kepemilikikan [Catatan penulis: teks aslinya memang seperti itu. Mungkin ini merupakan salah ketik dari penerjemahnya. Yang benar (mungkin) kepemilikan.] tanah ordo bukan hanya Tanah Suci tapi juga meliputi seluruh benua Eropa.

Di tahun 1956 dokumen Chopper Scroll [9. Chopper Scroll ini adalah salah satu dari The Dead Sea Scrolls (Naskah Gulungan Laut Mati) yang menjadi penemuan arkeologi yang mengejutkan abad ini. Ditemukan oleh seorang gembala domba Badui di Gua Qumran, 10 mil dari Yerussalem yang isinya menimbulkan pandangan baru tentang masa-masa pergolakan kelahiran agama Kristen dan Yudaisme modern. Buku terbaru dari Michael Baigent dan Richard Leigh adalah The Dead Sea Scroll Deception”, yang melancarkan tuduhan bahwa penundaan itu sebagai konspirasi Vatikan untuk menyembunyikan fakta bahwa warga masyarakat Qumran adalah pemeluk agama Kristen pertama yang dipimpin oleh murid Yesus yang bernama James. (ed. Ind).] dari Qumran disingkap arti dan rahasianya di Universitas Manchester. Diungkapkan bahwa Ark of the Covenantdan sebuah harta karun besar berupa emas terpendam di bawah Kuil Solomon. Pada tahun 1979, Pierre Plantard de Saint-Clair, Biara Sion terakhir yang terkenal, mengatakan pada Baigent, Leigh dan Lincoln bahwa Biara Sion memiliki harta karun dari biara Yerusalem, yang dicuri oleh orang Roma selama masa pemberontakan tahun 66 sesudah Masehi. Kisah ini digambarkan pada Arch of Titus di Roma. Ketika kaum Visigoth mendapatkan Roma, harta karun pun ikut terjarah dan mungkin menuju Perancis selatan, dekat Rennes-le-Château, Plantard lalu segera berkata bahwa “harta karun” akan dikembalikan ke Israel kalau “waktunya sudah tepat.” Ia tidak mengatakan secara rinci apakah yang dimaksud dengan harta karun itu adalah pemahaman umum atau berupa kumpulan dokumen, atau – seperti yang Dan Brown katakan – yaitu sebuah peta untuk menunjukkan tempat Holy Grail bersembunyi.


Sumber :

https://indtruth.blogspot.com/2016/05/sejarah-tentang-priory-of-sion-versi.html

Wednesday, September 20, 2023

4 Langkah Perangi Konten LGBT

4 Langkah Perangi Konten LGBT Pada Anak ala Ning Ita Fajria Tamim 

Keberadaan konten Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) dalam media bebas kembali menghebohkan publik lewat tayangan anak-anak di kanal Youtube Kids. Tayangan tersebut diduga menyisipkan paham LGBT lantaran ada kutipan lirik berbunyi, “tapi papa dan ayahku siap membantu,”. 

Dengan artian ia diduga memiliki dua orang tua berjenis kelamin laki-laki. Merespons hal itu, Dokter sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren Nazhatut Thullab, Sampang, Jawa Timur, dr Ita Fajria Tamim menyebutkan bahwa tayangan di media, khususnya film, memiliki potensi besar untuk memengaruhi tindakan, perilaku dan gaya hidup penontonnya. 

“Ideologi apa pun itu, LGBT atau lainnya pasti mengharapkan pendukung lebih banyak untuk meyakini budaya itu, film jadi salah satu medium," kata Ning Ita, sapaannya, kepada NU Online, Jumat (25/8/2023).  

Untuk mencegah hal itu terjadi, Ning Ita, membagikan empat langkah memerangi konten LGBT pada tontonan anak, sebagai berikut:  

Memberikan pendidikan seks pada anak 

Menurutnya, dengan melakukan pendidikan seksual kepada anak-anak, mereka akan dapat memahami perilaku-perilaku menyimpang yang dilakukan LGBT. Orang tua bisa mulai membangun komunikasi yang mudah dimengerti tentang nilai-nilai fitrah seksual, sehingga nilai-nilai tersebut tertanam dan terinternalisasi sejak dini.   

“Mengenalkan fitrah seksual ketika mereka sudah  mengerti dan bisa merespons, biasanya di usia 2-3 tahun. Orang tua harus memulai mengenalkan bahwa fitrahnya laki-laki diciptakan untuk perempuan. Contohnya: ayah sama ibu, kakek dan nenek, om dan tante. 

Semua diciptakan berpasang-pasangan dengan jenis kelamin yang berbeda-beda karena fitrahnya seperti itu,” beber Ning Ita.  

“Sebaliknya, kita perlu mempertegas kalau ternyata ada orang yang suka dengan sejenisnya itu berarti menyalahi fitrah dan itu tidak diperbolehkan,” sambung dia.  


Selalu menemani anak dan menonton bersama-sama 

Ia menyebut bahwa keberadaan media sosial saat ini sudah menjadi kebutuhan bagi masyarakat, tak terkecuali anak-anak. Kemudahan akses informasi dan pengetahuan di media sosial menjadi sarana yang tidak dapat dilepaskan dalam kehidupan sehari-hari.  

Untuk itu kontrol atau pengawasan orang tua terhadap tontonan anak-anak perlu ditingkatkan. Pasalnya, beberapa tayangan anak, memang bersifat mendidik. Namun, ada juga yang tidak mendidik alias menyimpang.  

“Itu paling tidak ikhtiar yang bisa kita lakukan. Karena melepas 100 persen anak untuk tidak memegang gawai/menggunakan media sosial itu tidak mungkin di zaman sekarang,” ucap penulis buku Sekosong Jiwa Kadaver itu.  


Pengawasan dari pihak eksternal 

Tak hanya kepada orang tua, ia juga meminta kepada pihak-pihak pemangku kebijakan, dalam hal ini pemerintah untuk lebih meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai konten menyimpang yang menyasar anak-anak di media publik. 

“Karena pemerintah ini kan pemegang kebijakan kalau pemerintah berkenan untuk membuat kebijakan misalnya untuk mengurangi akses masuk paham-paham LGBT itu maka dampaknya tentu akan lebih luas. Jadi, harapannya pemerintah bisa secepatnya bertindak melawan ini,” katanya.  


Berdoa 

Selain upaya lahiriah sebagaimana yang disebutkan di atas, ia menyebut berdoa sebagai ikhtiar batin juga perlu dilakukan. "Berikutnya adalah perbanyak berdoa kepada Allah swt agar anak kita senantiasa dilindungi dari paham-paham yang menyimpang,” tandas dokter yang fokus di bidang pengembangan diri dan kesehatan mental itu. 


Sumber: 

https://www.nu.or.id/nasional/4-langkah-perangi-konten-lgbt-pada-anak-ala-ning-ita-fajria-tamim-mdsOR

Tuesday, September 5, 2023

Tidak Ada Gen yang Sebabkan Seseorang Jadi Gay

Peneliti Ungkap tak Ada Gen yang Sebabkan Seseorang Jadi Gay
Studi ilmiah menyebut faktor nongenetik yang menyebabkan seseorang jadi gay
Jumat 30 Aug 2019 


Sebuah studi ilmiah yang meneliti dasar biologis perilaku seksual telah mengkonfirmasi tidak ada istilah gen gay. Kendati begitu terdapat campuran kompleks genetika dan pengaruh lingkungan yang bisa membuat seseorang menjadi penyuka sesama jenis.

Berdasarkan penelitian yang menganalisis data tentang DNA dan pengalaman seksual dari hampir setengah juta orang, terdapat ribuan varian genetik yang terkait dengan perilaku seksual sesama jenis, sebagian besar dengan efek yang sangat kecil. Lima dari penanda genetik secara signifikan dikaitkan dengan perilaku sesama jenis. Hanya saja sejumlah peneliti berpendapat hal itu masih jauh dari prediksi tentang preferensi seksual seseorang.

 "Kami memindai seluruh genom manusia dan menemukan lokasi yang jelas terkait dengan apakah seseorang melaporkan terlibat dalam perilaku seksual sesama jenis atau tidak," kata Ahli Biologi di Institute of Molecular Medicine di Finlandia, Andrea Ganna, yang juga ikut memimpin penelitian tersebut sebagaimana dilansir dari Reuters, Jumat (30/8). 

Artinya, menurut dia penelitian tersebut menunjukkan faktor-faktor nongenetik yang menyebabkan terjadinya perilaku menyukai sesama jenis. Faktor-faktornya antara lain lingkungan, pengasuhan, kepribadian, dan pengasuhan yang jauh lebih signifikan dalam mempengaruhi pilihan pasangan seksual seseorang. Hal ini layaknya dengan kebanyakan kepribadian, perilaku, dan sifat fisik manusia lainnya. 

Penelitian ini menganalisis tanggapan survei dan melakukan analisis yang dikenal sebagai studi asosiasi genom (GWAS) dengan responden lebih dari 470 ribu orang yang telah memberikan sampel DNA dan informasi gaya hidup ke Biobank Inggris serta pengujian genetika Amerika Serikat.

Adapun perusahaan yang mendanai penelitian itu, 23andMeInc, saat ditanya mengapa mereka ingin melakukan penelitian seperti itu, tim mengatakan kepada wartawan pada konferensi jarak jauh bahwa studi sebelumnya tentang topik ini kebanyakan terlalu kecil untuk memberikan kesimpulan yang kuat. "Studi sebelumnya kecil dan kurang kuat," kata Ganna. 

Untuk itu pihaknya memutuskan untuk membentuk konsorsium internasional yang besar dan mengumpulkan data untuk (hampir) 500 ribu orang yang kira-kira 100 kali lebih besar dari penelitian sebelumnya tentang topik tersebut.  Hasilnya, yang diterbitkan dalam jurnal Science pada hari Kamis, (29/8) bahwa tidak ditemukan pola yang jelas di antara varian genetik yang dapat digunakan untuk memprediksi atau mengidentifikasi perilaku seksual seseorang secara bermakna. 

"Kami telah mengklarifikasi bahwa ada banyak keragaman di sana," Anggota di Broad Institute MIT dan Harvard yang bekerja dengan Ganna, Benjamin Neale.


Sumber :
https://ameera.republika.co.id/berita/px0n4u349/peneliti-ungkap-tak-ada-gen-yang-sebabkan-seseorang-jadi-gay

Monday, May 22, 2023

Psikopat di Dunia Kerja


5 Tipe Psikopat yang Berkeliaran di Dunia Kerja Menurut Ahli

19 May 2023 09:40


Tidak hanya dalam film, di dunia nyata juga banyak psikopat yang berkeliaran mungkin tanpa Anda disadari. Bahkan sebuah penelitian telah menemukan sifat psikopat ternyata banyak dimiliki oleh orang yang menduduki kursi pimpinan di dalam perusahaan.

Diperkirakan 1% dari populasi umum memiliki sifat psikopat, dan angka ini naik menjadi 4% di antara para pemimpin dunia bisnis. Kepala eksekutif memiliki prevalensi psikopat tertinggi, kemudian disusul narapidana.

Profesor Renata Schoeman, psikiater dan profesor di University of Stellenbosch Business School (USB), mengatakan bahwa psikopat memiliki sifat yang bisa positif dan mereka bisa sangat sukses dalam bisnis, tetapi mereka juga cenderung menciptakan lingkungan kerja yang toxic dan menciptakan konflik.

"Kami tidak berbicara tentang bos yang 'galak' di sini, tetapi bos yang suka menggertak - banyak di antaranya dapat didefinisikan sebagai psikopat korporat," kata Schoeman, dikutip dari News24.

Schoeman pun menyoroti tipe-tipe psikopat yang umumnya berkeliaran di tempat kerja. Berikut paparannya:


1. Psikopat agresif

Psikopat jenis ini cepat bosan dan tertarik pada olahraga serta aktivitas berbahaya. Didominasi laki-laki, tipe psikopat ini sangat pemarah dan kemungkinan besar agresif, kejam, sering mengamuk.


2. Psikopat karismatik

Terlepas dari pesonanya, psikopat karismatik adalah pembohong ulung. Mereka menggunakan karismanya untuk memanipulasi orang. Menurut Harvard Business Review, alasan utama di balik pesona mereka adalah karena hal itu membuat mereka bisa menutupi kecenderungan psikopatnya.


3. Psikopat narsis

Psikopat egosentris-impulsif adalah jenis psikopat narsis yang melihat dunia sebagai tempat penuh permusuhan. Yang mengerikan, mereka memandang dirinya sendiri sebagai korban dari keadaan. Mereka juga cenderung merasionalisasi perilaku agresif dan menyalahkan orang lain atas masalah atau kegagalan mereka sendiri.


4. Psikopat primer

Psikopat primer tidak berperasaan, manipulatif, dan jarang merasa ketakutan serta kecemasan. Bagian yang menakutkannya adalah mereka tidak memiliki rasa bersalah atau penyesalan. Psikopat jenis ini memiliki hubungan yang sangat kuat dengan gangguan kepribadian antisosial dan gangguan kepribadian narsistik.

Jika perilaku bos atau kolega Anda dimotivasi oleh keuntungan pribadi, dan mereka tampaknya kurang memiliki kepekaan emosional terhadap orang lain, Anda mungkin bekerja dengan seorang psikopat.

Orang dengan subtipe psikopat ini juga menunjukkan kecerdasan yang tinggi. Ini membuat mereka mampu melakukan aksi manipulatif dengan cara yang dapat diterima secara sosial.


5. Psikopat sekunder

Psikopat sekunder secara emosional tidak stabil. Meskipun sifat mereka lebih terkait dengan perilaku kriminal, psikopat tipe ini sangat mungkin ditemukan di tempat kerja. Mereka gegabah, impulsif, emosional, cemas, agresif, dan merusak diri sendiri. Namun, tidak seperti psikopat primer, mereka tidak melakukan aksi manipulatif secara terorganisir.

Psikopat sekunder mengalami rasa takut dan penyesalan, tetapi karena gangguan emosionalnya, emosi ini sering ditutupi oleh sikap agresif.

https://www.cnbcindonesia.com/lifestyle/20230519090006-33-438612/5-tipe-psikopat-yang-berkeliaran-di-dunia-kerja-menurut-ahli


Profesor Universitas New York: Banyak Psikopat yang Sukses

7 February 2023 19:10

Sebuah studi terbaru yang ditulis oleh psikolog Emma-Clementine Welsh dari Universitas Negeri New York di Binghamton, bersama dengan Profesor Mark F. Lenzenweger dalam Journal of Research in Personality menyoroti hubungan penting antara sifat psikopat dan karisma yang mencerminkan kesuksesan.

Dalam jurnal tersebut, sifat psikopat ditemukan dapat menghasilkan hasil yang sukses, baik kesuksesan pekerjaan maupun dalam hal kriminal. Studi tersebut juga menemukan bahwa beberapa individu psikopat seringkali digambarkan sebagai orang yang menawan atau karismatik karena mereka dapat berbicara dengan lancar, percaya diri, dan persuasif.

Welsh mengungkapkan bahwa meskipun psikopat yang berkarisma ini memiliki sifat-sifat tersebut, mereka belum tentu menggunakannya untuk kebaikan. Sehingga, kecenderungannya adalah mereka bisa sukses namun jarang terjadi dalam hal atau ranah yang positif, karena mereka memanfaatkan sifat karisma tersebut untuk kepentingan pribadi.

"Dengan demikian, ada kemungkinan lebih mudah bagi individu karismatik dan psikopat untuk sukses dalam menipu, memanipulasi, atau mengeksploitasi orang lain karena kemampuan tersebut," ujar Welsh dikutip dari Forbes, Jumat (17/2/2023).

Welsh mengungkapkan ada tanda-tanda bahwa kamu sedang bersama psikopat yang karismatik. Yakni, kamu merasa nyaman berada di sekitar mereka karena pesona, kepercayaan diri, dan keberanian mereka.

Seseorang yang dekat dengan sifat psikopat tersebut berisiko dieksploitasi, dimanipulasi, dibohongi, ditipu, atau bahkan ditinggalkan begitu psikopat karismatik mendapatkan apa yang mereka inginkan atau menjadi bosan.

"Mereka mungkin menawan, tetapi mereka juga akan lebih sering menyalahgunakan hak istimewa kerja, melanggar kebijakan perusahaan, mengeksploitasi karyawan lain, dan bahkan mencuri dari organisasi mereka, seringkali tanpa tertangkap atau didisiplinkan," pungkasnya.

https://www.cnbcindonesia.com/lifestyle/20230217171447-33-414827/profesor-universitas-new-york-banyak-psikopat-yang-sukses

Sunday, March 12, 2023

Money Laundering

Sejarah Singkat Money Laundering

Mitra Humas tahu tidak istilah money laundring? Kenapa kok istilahnya money Laundering? Emangnya uangnya di cuci di mesin cuci? Kayak apa ya mesin pencuci uang tsb? Nah sebelum dijelaskan Money Laundering tersebut. lebih baik dimulai dulu dari sisi sejarahnya.

Praktik Money laundering sebagai salah satu jenis kejahatan kerah putih (white collar crime) yang sebenarnya sudah ada sejak tahun 1967. Pada saat itu, seorang perompak di laut, Henry Every, dalam perompakannya terakhir merompak kapal Portugis berupa berlian senilai £325.000 poundsterling. Harta rampokan tersebut kemudian dibagi bersama anak buahnya, dan bagian Henry Every ditanamkan pada transaksi perdagangan berlian dimana ternyata perusahaan berlian tersebut juga merupakan perusahaan pencucian uang milik perompak lain di darat. 

Namun istilah Money Laundering baru muncul ketika Alphonse Gabriel Capone (Al Capone), seorang Penjahat/Mafia terkenal di Amerika yaitu antara tahun 1920-193 memulai bisnis binatu, dengan memakai si genius Meyer Lansky orang Polandia. Lansky, seorang akuntan mencuci uang kejahatan Al Capone melalui usaha binatu (Laundry). Al Capone lahir di New York City, 17 Januari 1899 dan meninggal di 25 Januari 1947. Kejahatan apa yg dilakukan oleh Al Capone ?

  • Penjualan Minuman Keras
  • Penyelundupan (senjata, Narkoba dsb)
  • Perjudian
  • Prostitusi

Dari kegiatan usaha ilegalnya tersebut Al Capone memiliki uang sebesar/tahun :

  • Dari Hasil Perjudian = U$ 25,000,000
  • Dari Hasil Penjualan Minuman Keras = U$ 60,000,000
  • Dari Hasil Premanisme = U$ 10,000,000
  • Dari Hasil Jual Beli = U$ 10,000,000

Pendapatan yang begitu besar tentunya bukan hasil dari bisnis legal, namun sulit bagi pemerintah setempat saat itu untuk melacak uang2x tersebut karena Al Capone memecah nuang-uang tersebut dalam bentuk uang cash terutama koin dan uang-uang pecahan 1-5 dolar. 

Permasalahan muncul buat Al Capone, dia berpikiran bahwa tidak mungkin menyimpan uang sebegitu besar dalam bentuk cash dirumahnya. Lalu dia berpikir keras, bagaimana cara menyimpan uang tersebut. Yang tidak memungkinkan bagi dirinya adalah Menyimpan Uang di Bank. 

Lho kenapa? karena namanya juga uang yg didapat adalah hasil usaha ilegal, nanti kalau ditanya oleh bank sumbernya darimana? Bagaimana? Apalagi uang tersebut dalam bentuk Coin dan uang recehan kertas nominal 1 dollar sampai 5 dollar, hal ini tidak diinginkan oleh Al Capone.  

Melalui Meyer Lansky seorang Akuntan jenius yang berasal dari Polandia Al Capone membangun usaha Binatu yang diberinama Laundromat. 

lho kok dia beli tempat usaha itu? pemikirannya juga sederhana, kembali kepada pendapatan Al Capone di Judi. kenapa dari judi? Iya karena hasil dari tempat judi, uangnya kan dalam bentuk koin. tapi apa hubungannya dengan tempat usaha cucian pakaian? begini bayar cucian kan pake uang recehan. jadi Al Capone membuat pemikiran seolah-olah uang recehannya tadi berasal dari hasil usaha Laundry sebelum disetor ke bank. jadi kalo ditanya oleh pihak berwenang hal itu adalah legal. 

Karena strategi ini dianggap berhasil maka tidak mungkin dia memasukan uangnya yang begitu banyak ke dalam satu laundry saja, maka dia meng-ekspansi dengan jumlah outlet diperbanyak. Nah hal ini masih memungkinkan pihak bank juga curiga, daripada bank curiga. maka dia membuat terobosan yang kedua yaitu Membeli Properti, kenapa dia membeli property? karena dia paham betul membeli property saat itu sangat menggiurkan dan menjualnya juga sangat mudah maka dipilih cara ini.  Dengan cara Jual - Beli property, uang dihasilkan adalah uang usaha legal dari hasil jual beli property. 

https://www.facebook.com/DivHumasPolri/posts/pengetahuansejarah-singkat-money-launderingmitra-humas-tahu-tidak-istilah-money-/651165894912270/

Modus Tahapan Pencucian Uang

Pencucian uang (Money Laundering) adalah suatu upaya perbuatan untuk menyembunyikan atau menyamarkan asal usul uang/dana atau Harta Kekayaan hasil tindak pidana melalui berbagai transaksi keuangan agar uang atau Harta Kekayaan tersebut tampak seolah-olah berasal dari kegiatan yang sah/legal.

Pencucian Uang umumnya dilakukan melalui tiga tahapan:

  • Tahap penempatan/placement
  • Tahap Pelapisan/Layering
  • Tahap integrasi

Untuk itu, penerapan program APU dan PPT tidak saja penting untuk pemberantasan pencucian uang dan pencegahan pendanaan terorisme, melainkan juga untuk mendukung penerapan prinsip kehati-hatian yang dapat melindungi Penyelenggara maupun pengguna jasa dari berbagai risiko yang mungkin timbul.

https://www.okbank.co.id/id/information/news/modus-tahapan-pencucian-uang


Kegiatan pencucian uang mencakup tiga langkah yang menjadi dasar operasional, meliputi: 

Placement 

Placement atau penempatan uang menjadi tindakan awal dari pencucian uang, yaitu proses masuknya uang tunai ke dalam sistem finansial. Di tahap ini, pergerakan uang sangat rawan dideteksi. Untuk menghindarinya, biasanya uang dipecah menjadi satuan yang lebih kecil agar tak mudah dicurigai. Selain itu, bisa juga menempatkan uang ke instrumen penyimpanan uang berbeda seperti dek dan deposito, menyelundupkan uang atau harta hasil tindak pidana ke negara lain, melakukan penempatan secara elektronik, dan memakai beberapa pihak lain dalam bertransaksi. 

Layering 

Layering adalah aktivitas menjauhkan uang yang diperoleh dari tindak kejahatan. Ini biasanya dilakukan dengan membeli aset, investasi, atau menyebar uang melalui pembukaan rekening bank di beberapa negara. Dalam tahap ini, suaka pajak atau tax havens akan memperlancar tidak pencucian uang. Tax havens adalah wilayah tertentu yang menyediakan fasilitas penampungan aset atau investasi asing tanpa kewajiban membayar pajak. Layering juga bisa dilakukan dengan mentransfer melalui kegiatan perbankan lepas pantai (offshore banking) dan transaksi memakai perusahaan boneka (shell corporation). 

Integration 

Integration adalah upaya menggabungkan atau memakai harta kekayaan yang sudah terlihat sah, baik dinikmati langsung, investasi ke berbagai jenis produk keuangan, membiayai bisnis sah, maupun membiayai kembali kegiatan tindak pidana. Biasanya dilakukan dengan menginvestasikan pada suatu kegiatan, penjualan dan pembelian aset, serta pembiayaan korporasi. Meski begitu, pencucian uang dalam praktiknya tidak selau berjalan bertahap, melainkan saling menggabungkan tahapan dan melakukannya secara berulang, sehingga proses pencucian uang menjadi sangat rumit dan melibatkan banyak pihak. Kejahatan pencucian uang atau money laundering termasuk kejahatan yang terorganisir rapi, sehingga tak mudah ditangani.

https://money.kompas.com/read/2023/03/10/114921926/mengenal-apa-itu-pencucian-uang-kategori-hingga-tahapannya?page=all.


Contoh-contoh Kasus Money Laundering 

Contoh-contoh kasus money laundering atau pencucian uang seperti poin-poin di bawah ini akan membuat kita tercengang:


1. “Mencuci” Uang Lewat Banyak Nama di Bank

Entah apa yang salah dalam sistem penamaan di bank, namun soal nama ini menjadi salah satu yang paling rawan dalam tindakan money laundering atau pencucian uang. Contoh kasus pencucian uang dalam hal nama ini biasanya dilakukan dengan membuat rekening bank dengan dua nama atau lebih, di mana semakin banyak rekening bank yang dibuat, semakin lancar aksi money laundering yang dilakukan.

Mengenai pembuatan rekening fiktif ini, yang di benak kita biasanya adalah salah satu rekening yang dibuat si pelaku pencucian uang adalah rekening “normal”-nya yang ia lakukan sehari-hari. Padahal sebenarnya, kasus pencucian uang atau money laundering lewat meminjam banyak nama dalam bank tidak semudah itu. Bahkan bisa jadi, semua rekening pelaku digunakan untuk saling “mencuci” uang.

Cara yang paling umum adalah memindah-mindahkan deposito fiktif dari satu rekening ke rekening lainnya lalu membuat semacam tempat penyimpanan palsu untuk menyembunyikan transaksi antar rekening. Cara lain yang serupa namun lebih pintar adalah dengan menggunakan transaksi valuta asing atau dokumen-dokumen semacam letter of credit, di mana cara ini biasanya sering dipakai pelaku yang memiliki rekening bank fiktif asal luar negeri.

Transaksi-transaksi gelap menggunakan dua nama atau lebih dalam bank ini ujung-ujungnya akan membuat uang lari entah ke mana, sehingga uang yang sudah “dilarikan” pelaku ini dapat diperlakukan semau-maunya pelaku. Dengan demikian, penggunaan dua atau lebih pada rekening bank yang “berbeda-beda namun tetap satu” membuat seorang pelaku sukses melakukan money laundering.


2. Modus Transaksi Online Fiktif

Di antara semua transaksi yang ada, transaksi online merupakan transaksi yang paling rentan dengan money laundering. Lemahnya pengamanan transaksi online semacam e-commerce membuat pencucian uang lewat transaksi fiktif menjadi sangat mudah untuk dilakukan.

Pelaku pencucian uang yang jeli akan memanfaatkan kesempatan untuk membaca kebutuhan pasar online. Misalnya, dalam sebuah situs belanja online, produk terlaris adalah pakaian. Maka, pelaku money laundering akan membuat iklan tiruan dari penjual asli pakaian tersebut, di mana pakaian yang ada memiliki bentuk, deskripsi, dan harga yang sama persis.

Masih berkaitan dengan rekening bank, bisa saja pelaku pencucian uang mengaku bahwa ia masih satu saudara dengan si penjual asli. Supaya lebih meyakinkan, ketika kita memeriksa akun media sosialnya, kita mendapati dirinya dan penjual asli terhubung di Facebook dalam status “Brother”, “Sister”, atau sejenisnya, dan saat melihat percakapan mereka memang begitu akrab dan ada foto bersama pula (padahal itu trik Photoshop tingkat dewa, hanya mata kita yang tertipu saat melihatnya).

Ada lagi trik money laundering yang lebih cerdik untuk transaksi online semacam ini, yakni menggunakan 2 rekening atau lebih untuk mengelabui korban. Karena rekeningnya berbeda (dan gaya bicara saat sedang melakukan tawar-menawar juga berbeda jauh), kita pun yakin dua orang yang sama itu adalah orang yang berbeda, tanpa sadar bahwa sebenarnya orang tersebut mengambil keuntungan dari kegiatan money laundering lewat transaksi online fiktif yang dilakukan.


3. Memanfaatkan Struktur Direksi dan Aspek Perpajakan Perusahaan

Bila dikaitkan dengan kriminalitas, kejahatan terkait dengan perusahaan hampir selalu merupakan kejahatan tingkat rumit. Semakin rumit bila aktivitas perusahaan tersebut terbagi atas dalam dan luar negeri.

Kita yang telah mengakrabi dunia kerja tentu tidak asing dengan istilah jajaran direksi dan perpajakan, mengingat kedua hal ini kerap menjadi persoalan utama perusahaan yang sedang atau selalu berekspansi. Dalam hal money laundering, jajaran direksi dan aspek perpajakan merupakan dua aspek yang paling rentan akan kejadian pencucian uang.

Misalnya, direksi dan pemegang saham yang namanya sama pada dua atau lebih perusahaan akan berisiko lebih tinggi untuk melakukan money laundering, karena direksi dan pemegang saham yang sama persis dapat melakukan apapun soal keuangan perusahaan yang mereka sukai, termasuk membeli saham perusahaan di perusahaan mereka sendiri, namun di negara lain dan lewat metode electronic transfer fund untuk menyamarkan tindak pencucian uang mereka.

Ujung-ujungnya, hal ini kaitannya erat dengan penghindaran pajak, di mana negara tax haven selalu menjadi umpan. Perusahaan di negara tax haven mengekspor barang ke negara asal yang pajaknya lebih tinggi, di saat yang sama juga menjual barang dagangan dengan harga mahal, sehingga menyebabkan invoice ganda yang dihasilkan dan pada akhirnya invoice ganda ini menjadi pencetus awal kejadian pencucian uang atau money laundering.

Tiga contoh di atas merupakan contoh kasus money laundering atau pencucian uang yang parah. Kendati pencucian uang sering terkait dengan individu, kenyataannya perusahaan yang “terlegalisir” pun dapat melakukan tindak pencucian uang secara lebih cerdik dan lihai dibandingkan perseorangan. Karena itu, penting bagi kita untuk meningkatkan kehati-hatian dalam hal tindak kriminal pencucian uang semacam ini.

https://www.simulasikredit.com/contoh-contoh-kasus-money-laundering-atau-pencucian-uang/

Monday, October 3, 2022

Tempat Lahir Soekarno

Penulis buku ungkap alasan Orba kaburkan tempat lahir Soekarno

Sabtu, 6 Juni 2015 11:03

 

Sejarawan dan penulis buku-buku tentang Soekarno, Peter Kasenda, meyakinkan jika tempat lahir Sang Proklamator RI, Ir Soekarno, memang benar-benar di Surabaya, dan bukan di Blitar seperti yang selama ini diyakini sebagian masyarakat. Dia mengakui memang ada sedikit pelencengan sejarah pada masa orde baru mengenai sosok Putra Sang Fajar tersebut.

"Saya yakin sekali Bung Karno lahir di Surabaya," ujar Peter tegas dalam sebuah diskusi di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (6/6).

"Kronologinya, sebelum prahara '65, buku-buku sejarah itu menuliskan bahwa Soekarno lahir di Surabaya. Tapi pasca '65, ada buku-buku yang beredar dan mengatakan jika Soekarno lahir di Blitar. Seolah-olah bayangan tentang Soekarno itu memang sengaja dikaburkan," katanya menambahkan.

Peter mengatakan, ada indikasi dari pemerintah orde baru untuk menyingkirkan Soekarno, agar jauh dari pusat pemerintahan. Sebab, selain menyimpangkan sejarah tempat kelahirannya, tempat pemakamannya pun sengaja diserupakan dengan kota lahir yang di kultuskan kepadanya tersebut.

Penulis lima buku tentang Soekarno itu juga menilai, pemerintah orde baru paham jika nantinya makam Soekarno akan jadi situs ziarah politik. Sehingga, keberadaan makam beliau di dekat pusat pemerintahan dianggap akan mengganggu kemapanan politik bagi rezim saat itu.

"Kenapa di Blitar? Agar imej kota itu melekat di diri Bung Karno. Lalu mengapa dimakamkan di sana juga? Padahal waktu itu kan kalau menurut testamen Soekarno yang di dapat dari 2 orang istrinya, Soekarno itu kan inginnya di makamkan di Jawa Barat, Bogor," ujar Peter.

"Tapi pemerintah penggantinya malah memakamkan di Blitar. Alasannya, itu permintaan Soekarno yang katanya ingin dimakamkan di dekat ibunya. Tapi secara politis, hal ini bisa diduga agar menjauhkan Soekarno dari pusat pemerintahan. Ini jelas konteks politik," pungkasnya.


Sumber :

https://www.merdeka.com/politik/penulis-buku-ungkap-alasan-orba-kaburkan-tempat-lahir-soekarno.html

Wednesday, February 9, 2022

9 Negara 'Berdamai' dengan Omicron

Good Bye Masker! 9 Negara Ini 'Berdamai' dengan Omicron

10 February 2022 09:00

Beberapa negara Eropa mulai mencabut pembatasan Covid-19 untuk membendung varian Omicron. Langkah ini dilakukan dengan klaim kasus yang sudah melalui puncak dan angka vaksinasi, termasuk booster, cukup tinggi.

Kebanyakan dari negara-negara ini berada di Eropa. Pelonggaran, termasuk tak memakai masker, bahkan dilakukan sejak akhir Januari lalu.


1. Inggris

Inggris merupakan negara pertama mulai berpikir untuk hidup berdampingan dengan Covid-19 Omicron. Langkah ini diambil Negeri Ratu Elizabeth itu sejak 27 Januari.

"Lonjakan infeksi Omicron sekarang telah mencapai puncaknya secara nasional," kata Perdana Menteri (PM) Boris Johnson kala mengumumkan rencana penghapusan dikutip AP.

Para pejabat mengatakan bahwa hampir 84% orang berusia di atas 12 tahun di Inggris telah mendapatkan dosis vaksin kedua. Dari mereka yang memenuhi syarat, 81% telah menerima suntikan booster.

Infeksi, kata pemerintah, juga sudah melalui masa puncak. Kasus harian Inggris sempat lebih dari 200.000 sehari sebelum turun ke rata-rata 70.000 sehari saat ini.

Johnson telah mendapat kritikan tajam karena caranya menangani Covid-19 di Inggris. Negeri Ratu Elizabeth itu merupakan salah satu negara dengan kematian Covid-19 tertinggi di dunia saat ini, 152 ribu lebin jiwa.

Ia juga terkena skandal pesta lockdown. Saat penguncian Covid-19 Inggris awal corona 2020, ia ketahuan membuat pesta dengan staff di kantornya.


2. Irlandia

Sama seperti tetangganya Inggris, Perdana Menteri Irlandia Michael Martin, mengumumkan bahwa sebagian besar pembatasan pandemi akan dibatalkan sejak Januari. Termasuk waktu tutup lebih awal dan pembatasan lainnya.

Keputusan tersebut termasuk pub, bar, dan restoran dapat beroperasi dengan jam normal dan tidak lagi memerlukan sistem kartu Covid atau jaga jarak sosial. Acara di dalam dan di luar ruangan tidak akan dikenakan batasan kerumunan dan rumah tangga yang berbeda dapat berkumpul tanpa batasan jumlah.

Imunisasi booster diyakini dapat membantu kondisi pasien Covid-19 agar tidak memburuk. "Saya rasa cukup masuk akal untuk berharap kita segera bisa keluar dari aturan-aturan Cocid-19 dibanding proyeksi sebelumnya," kata Menteri Keuangan Irlandia Paschal Donohoe.


3. Belanda

Belanda juga mencabut sejumlah pembatasan Covid-19, Januari. Ini terjadi pasca Inggris mengumumkan hal senada.

Perdana Menteri (PM) Belanda, Mark Rutte, mengatakan telah mengumumkan bahwa bar, restoran, museum, teater, dan tempat budaya lainnya akan diizinkan untuk dibuka kembali dengan syarat. Ini terjadi pasca data rawat inap lebih rendah dari prediksi awal.

"Kami mengambil langkah besar hari ini untuk membuka 'kunci' Belanda," kata Rutte pada konferensi pers di Den Haag kala itu.

Namun ia menegaskan, langkah ini bukan tanpa risiko. Sebelumnya, Belanda dikunci selama empati minggu.


4. Finlandia

Langkah pelonggaran juga diambil Finlandia. Negara ini melakukan pelonggaran pembatasan mulai Februari ini.

"Beban rumah sakit masih tinggi, tetapi bentuk penyakit yang paling serius sedang menurun dan telah ada perubahan yang lebih baik dalam perawatan intensif," kata Menteri Kesehatan Finlandia Hanna Sarkkinen di Twitter kala itu dikutip Euronews.

Namun ia mendorong warga untuk divaksinasi. Pembatasan yang dilonggarkan antara lain restoran, yang akan tetap buka hingga pukul 21:00, dengan batasan hingga 75% kapasitas.


5. Denmark

Denmark mengucapkan selamat tinggal ke masker dan kartu kesehatan Covid-19. Negeri itu menjadi negara Uni Eropa (UE) pertama yang mencabut semua pembatasan pandemi meski masih mengalami rekor kasus corona terutama varian Omicron.

Kewajiban masker dan kartu kesehatan Covid-19 tak berlaku lagi sejak 1 Februari. Bukan cuma itu, pembatasan jam operasional bar dan restoran juga ditiadakan. Klub malam juga sudah dibuka kembali.

Pelonggaran itu dilakukan ketika Denmark mencatat sekitar 40.000-50.000 kasus Covid baru setiap hari atau 1% dari 5,8 juta penduduk negara itu. Hanya beberapa pembatasan yang masih diberlakukan, seperti ke para pelancong yang tidak divaksinasi, yang datang dari negara non-Schengen.


6. Prancis

Di Prancis, pemerintah telah melonggarkan beberapa aturan pembatasan setelah adanya penurunan kasus infeksi Covid-19 awal Februari. Kini mengenakan masker di luar ruangan tidak lagi diwajibkan dan batas kapasitas penonton untuk teater, konser, pertandingan olahraga, dan acara lainnya telah dicabut.

Bekerja dari rumah (work from home) juga tidak lagi menjadi satu keharusan. Namun, pemerintah menekankan WFH tetap sangat disarankan.

Sejak Januari, bukti bukti vaksin diperlukan untuk sejumlah hal, seperti mengakses bar dan restoran hingga transportasi umum jarak jauh. Sebelumnya, izin kesehatan juga dapat diperoleh dengan tes Covid-19 negatif terbaru.

Ke depan, pemerintah juga akan kembali membuka klub malam yang tutup sejak Desember, 16 Februari. Makan dan minum juga akan diizinkan di stadion dan bioskop.


7. Norwegia

Sementara itu, di Norwegia, pemerintahan pimpinan Perdana Menteri Jonas Gahr Stoere mengatakan restoran akan kembali diizinkan untuk menyajikan alkohol di luar jam 11 malam. Bekerja dari rumah (wfh) tidak lagi wajib dan batas 10 pengunjung di rumah pribadi akan dihapus.

Langkah ini dilakukan negara Nordik itu di saat kasus sedang meninggi. Jonas mengatakan meski kasus meningkat, jumlah keterisian rumah sakit cukup sedikit mengingat vaksinasi yang sudah cukup mencakup porsi besar populasi.


8. Italia

Negeri itu mencabut aturan wajib masker di luar ruangan, Selasa (8/2/2022) lalu. Pemerintah mengklaim situasi sudah membaik.

Meski demikian, masker masih akan diperlukan di wilayah ramai dan dalam ruangan. Aturan baru akan berlaku 11 Februari hingga 31 Maret.

Sementara itu, pemerintah juga berjanji akan meningkatkan batas kehadiran penonton di stadion olahraga. Dari 50% kapasitas luar dan 35% kapasitas dalam, menjadi 75% kapasitas luar dan 60% kapasitas dalam.

Tingkat infeksi Covid-19 baru dan rawat inap di Italia memang menurun secara bertahap dalam beberapa pekan terakhir. Tetapi jumlah kematian tetap tinggi, dengan antara 300 dan 450 kematian hampir setiap hari.


9. Swedia

Pemerintah Swedia mengumumkan "pandemi telah berakhir". Semua pembatasan Covid-19 bahkan sudah dicabut, Rabu (8/2/2022).

Ini dilakukan meski tekanan pada sistem perawatan kesehatan masih tinggi. Bahkan, sejumlah ilmuwan sudah meminta pemerintah bersabar memerangi pandemi.

Mengutip Reuters, pemerintah menyebut ada dua alasan mengapa ini dilakukan pemerintah. Pertama, angka vaksinasi tinggi dan varian Omicron yang diyakini tidak terlalu parah.

"Seperti yang kita ketahui pandemi ini, saya akan mengatakan ini sudah berakhir," kata Menteri Kesehatan Lena Hallengren ke surat kabar setempat Dagens Nyheter.

Ia pun menambahkan bahwa Covid-19 di negeri itu, tidak lagi diklasifikasikan sebagai penyakit berbahaya bagi masyarakat. Sejak awal pandemi, Swedia memang menjadi negara yang kontroversial karena tak melakukan penguncian dan melakukan pendekatan pembatasan sukarela.

Saat ini, bar dan restoran akan diizinkan untuk tetap buka setelah jam 11 malam lagi dan tanpa batasan jumlah tamu. Batas kehadiran untuk tempat-tempat dalam ruangan yang lebih besar juga dicabut, seperti penggunaan tiket masuk vaksin.

Sementara itu, dari data lapangan, rumah sakit Swedia masih merasakan tekanan. Ada sekitar 2.200 orang dengan Covid-19 yang membutuhkan perawatan di rumah sakit per kemarin.

Sebanyak 114 kematian baru juga dilaporkan. Secara total 16.182 orang telah meninggal karena infeksi Covid-19 di negara itu.

"Kita harus memiliki sedikit lebih banyak kesabaran, menunggu setidaknya beberapa minggu lagi. Dan kita cukup kaya untuk terus melakukan pengujian," kritik profesor virologi di Universitas Umea Swedia, Fredrik Elgh ke pemerintah.

"Penyakit ini masih menjadi beban besar bagi masyarakat," tegasnya.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) sebenarnya memberi peringatan soal ini. Lembaga PBB itu mengatakan banyak negara belum mencapai puncak kasus varian Omicron Covid-19 itu.

Karenanya WHO meminta langkah-langkah pelonggaran harus dilakukan secara perlahan dan hati-hati. Apalagi faktanya, di banyak negara, masih banyak individu yang belum mendapat vaksin dan menjadi rentan.

"Kami mendesak agar berhati-hati karena banyak negara belum melewati puncak Omicron. Banyak negara memiliki tingkat cakupan vaksinasi yang rendah dengan individu yang sangat rentan dalam populasi mereka," kata Pemimpin Teknis WHO Maria Van Kerkhove dalam briefing online, pekan lalu.

"Jadi sekarang bukan saatnya untuk melonggarkan semuanya sekaligus. Kami selalu mengimbau, selalu sangat berhati-hati, dalam menerapkan intervensi serta mencabut intervensi tersebut secara perlahan, selangkah demi selangkah. Karena virus ini cukup dinamis."

Hal yang sama juga dikatakan Direktur Jenderal WHO Tetras Adhanom Ghenbreyesus. Ia mengaku prihatin dengan narasi yang beredar di beberapa negara belakangan ini.

"Karena vaksin, dan karena penularan Omicron yang tinggi dan tingkat keparahan yang lebih rendah, mencegah penularan tidak mungkin lagi, dan tidak lagi diperlukan," katanya menyinggung sejumlah negara.

"Masih terlalu dini bagi negara mana pun untuk menyerah atau menyatakan kemenangan."

Sementara itu, Kepala kedaruratan WHO Mike Ryan meminta negara-negara memetakan strategi sendiri untuk keluar dari pandemi. Dan, tidak ikut-ikutan negara lain karena situasi yang dihadapi mungkin berbeda.

"Saya pikir ini adalah fase transisi bagi banyak negara, tidak setiap negara dalam situasi yang sama," ujarnya.

"Negara-negara yang membuat keputusan untuk membuka diri secara lebih luas juga perlu memastikan kapasitas untuk memperkenalkan kembali tindakan (pembatasan Covid-19), dengan penerimaan masyarakat, jika diperlukan. Jika kita membuka pintu dengan cepat, sebaiknya kamu juga bersiap bisa menutupnya dengan sangat cepat juga."

Di data Worldometers, Kamis (9/2/2022), ada 403 juta warga bumi terinfeksi Covid-19 dengan 5,7 juta kematian sejak pandemi mewabah di Wuhan, China akhir 2019. Namun ada 323 juta warga dunia berhasil pulih.


Sumber :

https://www.cnbcindonesia.com/news/20220210081320-4-314245/good-bye-masker-9-negara-ini-berdamai-dengan-omicron/3

Sunday, August 22, 2021

Studi Terbaru Asal Usul COVID-19

Bocoran Asal Usul COVID-19 dari Studi Terbaru Diungkap, Fix dari Luar China?

Jumat, 20 Agu 2021 08:30 WIB


Asal usul COVID-19 masih menjadi misteri. Studi baru kembali mengungkap fakta asal muasal COVID-19 yang menunjukkan penularan Corona terjadi lebih dulu di luar China.

Menurut laporan tersebut, virus Corona beredar di Italia pada akhir Agustus atau awal September 2019. Beberapa bulan sebelum kasus COVID-19 pertama resmi dilaporkan.

Laporan dimuat dalam studi analisis sampel pasien di Italia Utara, tahun 2019, dengan judul 'Molecular evidence for SARS-CoV-2 in samples collected from patients with morbilliform eruptions since late summer 2019 in Lombardy, Northern Italy'. Ada 16 peneliti melaporkan hasil studi setebal 27 halaman tetapi belum peer reviewed.

Mereka menemukan bukti dari penyelidikan 435 sampel kulit yang dikumpulkan di wilayah Lombardy, Italia terkait campak dan rubella dari 2018 hingga awal tahun. Dari sampel kulit tersebut, para peneliti di Universitas Milan dan Institut Kesehatan di Roma mengungkap infeksi SARS-CoV-2 ditemukan di 13 subjek.

"Di mana kasus positif paling awal adalah pada 12 September 2019," sebut para peneliti, dikutip dari Xinhua News.

Sementara itu, tidak ada bukti infeksi yang jelas ditemukan dalam 281 sampel yang dikumpulkan antara Agustus 2018 dan Juli 2019, menurut laporan tersebut.

"Kami memperkirakan nenek moyang SARS-CoV-2 dari infeksi manusia yang diketahui muncul pada akhir Juni-akhir Agustus 2019," kata para peneliti.

Asal usul Corona masih menjadi perdebatan hingga kini. Tidak sedikit yang menilai COVID-19 'bocor' dari laboratorium Wuhan. Karenanya, WHO meminta investigasi ulang asal usul Corona di lab Wuhan tersebut, untuk menepis tudingan yang beredar.

Namun, China belum menyetujui permintaan investigasi asal usul Corona tersebut. China berdalih, permintaan tersebut tidak ilmiah dan hanya berkaitan dengan kepentingan politik.

"Kami menentang penelusuran politik... dan mengabaikan laporan bersama (yang dikeluarkan setelah kunjungan tim ahli WHO ke Wuhan pada Januari), kata wakil menteri luar negeri Ma Zhaoxu pada wartawan, dikutip dari Channel News Asia.


Sumber:

https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5689092/bocoran-asal-usul-covid-19-dari-studi-terbaru-diungkap-fix-dari-luar-china

Thursday, July 22, 2021

Kasus Covid-19 Pertama : Desember di Prancis?

Pasien virus corona pertama di Prancis: Kasus Covid-19 pertama terjadi pada Desember, saat perhatian dipusatkan di Wuhan

6 Mei 2020


Seorang dokter mengatakan virus corona di Prancis satu bulan lebih awal dari yang diperkirakan pada bulan Januari.

Seorang pasien yang dirawat di sebuah rumah sakit dekat Paris pada tanggal 27 Desember karena diduga pneumonia, ternyata terkena virus corona, menurut dokter yang merawat.

Ini berarti virus corona kemungkinan ada di Eropa hampir sebulan lebih awal dari perkiraan sebelumnya.

Dr Yves Cohen mengatakan tes yang diambil saat itu dan baru-baru ini dites kembali. Hasilnya positif Covid-19.

Pasien yang telah sembuh tersebut mengatakan dirinya tidak menyadari di mana dia terkena virus itu karena tidak melakukan perjalanan ke luar negeri.

Mengetahui kasus pertama adalah kunci dalam memahami penyebaran virus.

Organisasi Kesehaan Dunia (WHO) menyatakan kemungkinan akan semakin banyak kasus-kasus yang kemudian diketahui terjadi sebelumnya.

Juru bicara WHO, Christian Lindmeier mendorong berbagai negara untuk memeriksa catatan kasus sejenis agar mendapatkan gambaran yang lebih jelas terkait wabah ini.

Kementerian kesehatan Perancis mengatakan kepada BBC bahwa pemerintah mendapatkan konfirmasi kasus itu dan akan mempertimbangkan untuk melakukan penyelidikan lanjutan jika memang diperlukan.

Perancis bukanlah satu-satunya negara yang menemukan tes yang dilakukan dan kemudian menunjukkan kasus Covid-19 telah terjadi sebelumnya.

Dua minggu lalu, otopsi di California mengungkapkan kematian terkait corona di Amerika Serikat terjadi satu bulan lebih awal dari pada perkiraan sebelumnya.


Tertular dari istri yang bekerja di bandara

Dr Cohen, ketua unit gawat darurat di rumah sakit Avicenne dan Jean-Verdier di dekat Paris mengatakan pasien kasus pertama yang dimaksud adalah pria berumur 43 tahun dari Bobigny, timur laut Paris.

Dia mengatakan kepada BBC bahwa pasien tersebut terinfeksi sekitar tanggal 14 -22 Desember, karena gejala virus corona baru muncul lima sampai 14 hari kemudian.

Amirouche Hammar masuk rumah sakit pada tanggal 27 Desember karena mengalami batuk kering, demam dan sulit bernafas – gejala yang kemudian diketahui sebagai indikasi utama virus corona.

Ini berarti empat hari sebelum kantor WHO China mengumumkan kasus pneumonia yang tidak diketahui penyebabnya diketahui terjadi di kota Wuhan, China.

Hammar mengatakan kepada media Perancis, BFMTV bahwa dirinya tidak pernah meninggalkan Perancis sebelum sakit.

Dr Cohen mengatakan dua dari anak pasiennya juga sakit, sementara istrinya tidak memperlihatkan gejala apapun.

Tetapi Dr Cohen menekankan istri pasien bekerja di toko serba ada di dekat bandara Charles de Gaulle dan kemungkinan dia kontak dengan orang-orang yang baru kembali dari China.

Istri pasien itu mengatakan “seringkali pelanggan datang langsung dari bandara, masih membawa koper mereka”.

“Kami berpikir kemungkinan dia seseorang yang tidak menunjukkan gejala,” kata Dr Cohen.


Perhatian ke Wuhan, penyebaran penyakit tidak terawasi di Eropa - Analisa wartawan kesehatan BBC Michelle Roberts

Apakah virus corona memang sudah ada di Eropa sejak akhir tahun 2019, beberapa minggu sebelum diketahui secara resmi dan dinyatakan sebagai ancaman disana?

Ini adalah pemikiran yang muncul setelah dokter Perancis merawat pasien di Paris dengan seluruh gejala corona beberapa waktu sebelum Natal.

Apakah ini mengubah pengetahuan kita? Memang terdapat kemungkinan hasil tes sebuah kesalahan, sehingga tidak mengubah apapun.

Tetapi jika benar, ini berarti penyebaran penyakit tidak terawasi di Eropa sementara seluruh perhatian dipusatkan ke Wuhan China.

Tentu saja laboratorium di Eropa yang memiliki sampel dari pasien dengan gejala serupa sekitar periode itu berkeinginan untuk melakukan tes virus corona untuk lebih meneliti apa yang dapat dipelajari lebih lanjut terkait penyakit baru ini. mengungkapkan penyakit baru ini.


Transmisi di Eropa

Sampai sekarang yang kita anggap sebagai tiga kasus pertama Perancis terkonfirmasi pada tanggal 24 Januari.

Dua orang dari mereka pernah mengunjungi Wuhan – tempat wabah pertama kali diketahui muncul – orang ketiga adalah anggota keluarga mereka.

Tes positif Hammar mengisyaratkan virus sudah ada di Perancis jauh sebelumnya.

Transmisi pertama dari manusia ke manusia di dalam Eropa sampai sekarang diketahui terjadi antara seorang pria Jerman yang terinfeksi rekannya warga China yang mengunjungi Jerman dari tanggal 19 – 22 Januari.

Rowland Kao, profesor epidemiologi hewan dan ilmu data di University of Edinburgh, mengatakan jika terkonfirmasi, maka kasus Hammar menggarisbawahi kecepatan infeksi dari tempat yang seperti jauh, ke tempat lain dunia.

"Ini berarti waktu bagi kita untuk melakukan pengkajian dan pengambilan keputusan menjadi sangat pendek,” kata Prof. Kao.


Bagaimana kasus baru diketahui?

Dr Cohen mengatakan kepada BBC bahwa dirinya berpikir untuk memeriksa semua pasien di UGD yang diduga terkena pneumonia antara tanggal 2 Desember sampai 16 Januari.

Dia menemukan 14 pasien dengan hasil tes negatif radang paru-paru. Dia mencairkan sampel beku dan mengetes untuk mengetahui apakah terdapat Covid-19.

Dia mengatakan dari 14 sampel, satu buah positif Covid-19. Tes kedua pada sampel yang sama juga memberikan hasil positif. Dia menambahkan pemindaian dada pasien juga sejalan dengan gejala Covid-19.

Laporan lengkapnya akan dikeluarkan minggu ini dan akan diterbitkan International Journal of Antimicrobial Agents, kata Dr Cohen.


Sumber :

https://www.bbc.com/indonesia/dunia-52550097

Kasus Covid-19 Pertama : November di Wuhan?

Pasien Pertama Covid-19 Ditemukan, Bantu Lacak Sumber Virus Corona 

Peneliti terus berusaha untuk mengungkap bagaimana dan dari mana virus SARS-CoV-2, yang sekarang menjadi pandemi global ini, menjangkiti manusia. Salah satu yang dilakukan adalah dengan melacak pasien pertama virus SARS-CoV-2. 

Sebelumnya ilmuwan mencurigai kalau virus tersebut berasal dari kelelawar yang melompat ke hewan lain, selanjutnya menularkan ke manusia. Namun kini virus corona telah menyebar di antara orang-orang tanpa perantara hewan. 

Itu mengapa jika peneliti dapat melacak kasus paling awal, mereka mungkin dapat mengidentifikasi hewan inang tempat virus bersembunyi. 

Selain itu, peneliti juga butuh memahami bagaimana penyakit ini menyebar dan menentukan kasus yang tak terdokumentasi berkontribusi terhadap penularannya akan sangat meningkatkan pemahaman tentan ancaman virus ini. 

Dan kini berdasarkan data yang diperoleh South Morning China Post, kasus pertama pertama virus corona berhasil terlacak. Seorang individu berusia 55 tahun yang berasal dari provinsi Hubei, China disebut menjadi orang pertama yang terjangkit Covid-19. 

Kasus tersebut menurut data tercatat pada 17 November 2019, atau sebulan lebih awal dari catatan dokter di Wuhan. 

Setelah terjadi kasus 17 November 2019, sekitar satu hingga lima kasus baru dilaporkan setiap hari. Pada 15 Desember, total infeksi mencapai 27. Kasus harian tampaknya telah meningkat setelah itu, dengan jumlah kasus mencapai 60 pada 20 Desember 2019. 

Dokter di China baru menyadari jika mereka sedang menghadapi penyakit baru akhir Desember 2019. Pada 27 Desember 2019, Zhang Jixian, seorang dokter dari RS Pengobatan Terpadu China dan Barat China Provinsi Hubei memberi tahu otoritas kesehatan bahwa penyakit disebabkan oleh virus corona baru. 

Saat itu, lebih dari 180 orang telah terinfeksi. Meski pasien kasus 17 November 2019 ini telah terindentifikasi, masih ada keraguan benarkan individu tersebut benar menjadi orang pertama yang terjangkit. Masih ada kemungkinan kasus yang lebih awal lagi untuk ditemukan. 

Sementara itu para ahli di seluruh dunia tak berhenti untuk terus mempelajari virus SARS-CoV-2, menguji vaksin, serta memberikan perawatan supaya pandemi global ini segera berlalu.


Sumber:

https://www.kompas.com/sains/read/2020/03/18/140300223/pasien-pertama-covid-19-ditemukan-bantu-lacak-sumber-virus-corona.

Kasus Covid-19 Pertama : Oktober di Eropa?

Bukan di China, COVID-19 Kemungkinan Lebih Dulu Muncul di Eropa


Jum'at, 23 Juli 2021 - 05:13 WIB


Sebuah studi terbaru ungkap kemungkinan COVID-19 lebih dulu muncul di Eropa dari pada di China. 

Sebuah hasil studi terbaru yang dilakukan oleh para ilmuwan Italia menunjukkan bahwa COVID-19 mungkin lebih dulu muncul di Eropa dari pada di China . Menurut hasil studi tersebut, virus Corona baru telah muncul di Italia pada awal Oktober 2019, dua bulan sebelum Beijing memberi tahu dunia tentang kasus pneumonia yang disebabkan oleh virus yang tidak diketahui.

Para peneliti menguji ulang sampel darah individu untuk kanker paru-paru sebelum pandemi. Tiga sampel ditemukan mengandung antibodi terkait virus Corona, IgM, yang menunjukkan bahwa seseorang baru saja terinfeksi.

"Hasil pengujian ulang ini menunjukkan bahwa apa yang kami laporkan sebelumnya pada pasien tanpa gejala adalah sinyal yang masuk akal dari sirkulasi awal virus di Italia," terang Giovanni Apolone, salah satu peneliti, kepada Financial Times yang dinukil

Namun, hasilnya tidak memberikan bukti konklusif tentang infeksi SARS-CoV-2. Menurut penelitian, tidak ada sampel yang mengandung kadar yang cukup dari masing-masing dari tiga jenis antibodi yang dianggap sebagai bukti infeksi oleh Universitas Erasmus di Belanda, fasilitas yang berafiliasi dengan WHO.

Salah satu ilmuwan yang terlibat dalam penelitian, Gabriella Sozzi, mengatakan hal ini mungkin terjadi karena pada awal pandemi virus kurang agresif dan menular.

Studi ini tidak menjawab pertanyaan tentang asal usul virus Corona baru, tetapi temuannya kemungkinan akan memulai perdebatan tentang masalah ini. Kasus COVID-19 pertama yang diketahui dilaporkan di kota Wuhan di China pada Desember 2019, dengan Eropa melaporkan kasus pertamanya pada Januari 2020. Namun, penelitian selanjutnya menunjukkan bahwa penyakit menular itu bisa muncul di benua itu pada awal November 2019.

Perkembangan terbaru ini terjadi ketika Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan pemerintahan Joe Biden secara terpisah melakukan penyelidikan tentang asal-usul penyakit menular, yang menurut Universitas John Hopkins telah menewaskan 4,1 juta orang di seluruh dunia.


Sumber :

https://international.sindonews.com/read/490218/41/bukan-di-china-covid-19-kemungkinan-lebih-dulu-muncul-di-eropa-1626988069

Kasus Covid-19 Pertama : September di Italia?

Virus corona bukan lahir di Wuhan, kasus Covid-19 ditemukan di Italia lebih dahulu

Rabu, 18 November 2020 | 12:15 WIB 


Wuhan, China selama ini dikenal sebagai tempat pertama kali lahirnya virus corona. Namun penelitian menyebut menyebut virus corona diduga sudah muncul di Italia sejak September 2019.

Penelitian virus corona itu memunculkan lagi pertanyaan mengenai asal usul virus corona yang benar, maupun berapa lama pandemi ini akan berlangsung. Studi itu dihelat oleh para ilmuwan di Institut Kanker Milan dan Universitas Siena, di mana hasilnya dipublikasikan di Tumori Journal.

Penelitian virus corona itu berbasis pada analisis sampel darah dari 959 orang, diambil saat pemindaian kanker paru-paru antara September 2019 sampai Maret 2020. Dari 959 sampel, 11 persen di antaranya, atau 111 orang, ternyata mempunyai antibodi yang spesifik terhadap virus bernama resmi SARS-Cov-2 itu.

Mereka yang punya antibodi itu termasuk orang tak bergejala dan tidak menunjukkan gejala yang umum terjadi pada pasien Covid-19. Sekitar 23 sampel positif itu setelah ditelusuri ditemukan pada September 2019, di mana diduga virus itu sudah berdiam di Italia enam bulan sebelum kasus pertama terkonfirmasi.

Studi virus corona itu tak pelak kembali menjadi sorotan. Sebab, selama ini ilmuwan yakin virus corona dimulai dari kota China bernama Wuhan pada Desemner 2019. Dilansir Russian Today Minggu (15/11/2020), temuan yang didapatkan oleh peneliti "Negeri Pizza" sangat berharga karena didasarkan pada sampel darah.

Temuan ini dilaporkan lebih bisa diandalkan dibandingkan penelitian sebelumnya yang bisa saja tidak akurat dalam membaca garis waktu pandemi. Penemuan ini konsisten dengan laporan adanya kesusahan bernapas dan " flu atipikal" yang melanda Italia pada akhir tahun lalu.

Studi lain yang dirilis pada Juni lalu mengungkapkan adanya jejak virus corona di sistem pembuangan air di Italia pada akhir Desember 2019. Penelitian lain juga terjadi di negara lain, seperti di Spanyol di mana ilmuwan mengeklaim menemukan jejak Covid-19 pada Maret 2019.

Analisis dalam data rumah sakit di Amerika Serikat (AS) menemukan adanya pasien dengan "flu aneh", di mana mereka menderita "batuk berat" dan sesak napas. Berdasarkan data yang diambil oleh Universitas Johns Hopkins, secara global kasus virus corona sudah mencapai 54 juta orang. Sebanyak 1,3 juta di antaranya meninggal dunia, dengan AS menjadi negara yang paling terdampak dari kasus infeksi hingga kematian.


Sumber :

https://kesehatan.kontan.co.id/news/virus-corona-bukan-lahir-di-wuhan-kasus-covid-19-ditemukan-di-italia-lebih-dahulu

Kasus Covid-19 Pertama : Agustus di Wuhan?

Covid-19: Kajian kasus di Wuhan muncul sejak akhir Agustus, China sebut hasil itu 'sebagai hal yang konyol'

9 Juni 2020


Muncul polemik setelah satu tim pakar di AS mengatakan virus corona 'mungkin ada di Wuhan sejak akhir Agustus'.

Pemerintah China menggambarkan laporan oleh tim Universitas Harvard, Amerika Serikat, bahwa virus corona mungkin muncul di Wuhan sejak Agustus sebagai "hal yang sungguh konyol".

China melaporkan secara resmi adanya virus corona kepada Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 31 Desember 2019.

Namun tim dari Universitas Harvard, dengan menganalisis foto-foto satelit lalu lintas di sekitar sejumlah rumah sakit di Wuhan, mengatakan warga di sana mungkin telah mulai terinfeksi sejak akhir Agustus 2019.

Menanggapi temuan pakar di Amerika tersebut, juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Hua Chunying, mengatakan, "Saya rasa ini konyol, sungguh konyol mengambil keputusan berdasarkan observasi artifisal seperti volume trafik."

Hua Chunying mengatakan dirinya "terkejut ketika pertama kali mendengar kajian tersebut".

"Insting saya mengatakan, bagaimana mereka mengasumsikan munculnya virus corona dengan menganalisis jumlah kendaraan di area parkir rumah sakit? Ini kan konyol," kata Hua Chunying dalam keterangan pers di Beijing.

Yang ia tahu, pakar di Komisi Kesehatan Nasional dan di WHO "meragukan kajian tim Harvard".

Laporan Harvard tidak dievaluasi atau diulas oleh sesama saintis dan beberapa pakar mengatakan "sulit mengambil kesimpulan dari data semacam itu".

Seorang pakar di lembaga Scrippt Research Translational Institute mengatakan metode kajian tim dari Harvard "sangat tidak lansung dan tidak tepat".

Apa yang diketahui dari penelitian tim Harvard?

Sebagian warga Wuhan diperkirakan meninggalkan kota tersebut tanpa menyadari mereka terinfeksi virus corona.

Peningkatan lalu lintas yang tampak di sekitar sejumlah rumah sakit di Wuhan, Provinsi Hubei, China, mulai Agustus 2019 mungkin mengindikasikan bahwa virus corona muncul di kota itu lebih awal dari kerangka waktu yang dilaporkan.

Menurut para peneliti Universitas Harvard, foto-foto satelit tersebut menggambarkan adanya kesibukan lalu lintas di luar lima rumah sakit di Wuhan mulai akhir Agustus hingga Desember 2019.

Peningkatan lalu lintas itu bertepatan dengan kenaikan pencarian daring di Wuhan untuk informasi berkaitan dengan gejala-gejala seperti "batuk" dan "diare".

Sejauh ini virus corona diyakini pertama kali muncul di China pada bulan November 2019.

Pihak berwenang melaporkan klaster kasus-kasus pneumonia, yang penyebabnya tidak diketahui, ke WHO pada tanggal 31 Desember 2019.

"Jelas terjadi pergerakan sosial pada tingkat tertentu jauh sebelum kerangka waktu yang sebelumnya diketahui sebagai permulaan pandemi virus corona baru," kata Dr John Brownstein, ketua tim peneliti, kepada saluran televisi di AS, ABC News.

Tim peneliti mengkaji data satelit komersial yang diambil dari luar lima rumah sakit Wuhan, membandingkan data mulai dari sekitar akhir Agustus hingga Oktober tahun 2018 dengan data pada periode yang sama tahun 2019.

Dalam satu kasus, mereka menghitung adanya 171 mobil yang diparkir di salah satu rumah sakit terbesar di Wuhan, Rumah Sakit Tianyou pada Oktober 2018.

Roda perekonomian di Wuhan kembali berputar setelah sempat berhenti total selama karantina wilayah yang ketat.

Data satelit selama periode yang sama tahun 2019 menunjukkan 285 kendaraan di parkir di tempat yang sama, meningkat 67%.

Pada saat yang sama terjadi peningkatan pencarian di internet untuk kata-kata yang berhubungan dengan gejala-gejala virus corona di mesin pencari daring China, Baidu.

"Ini adalah peningkatan pencarian informasi yang menunjukkan bahwa di Wuhan sedang terjadi sesuatu," jelas Dr Brownstein.

"Masih diperlukan banyak penelitian untuk mengungkap sepenuhnya apa yang terjadi ketika itu dan untuk mempelajari tentang bagaimana wabah penyakit itu berkembang dan muncul di masyarakat. Jadi ini hanyalah poin lain dari bukti yang ada."

Apa saja dampak dari penelitian ini?

Wartawan BBC di Beijing, John Sudworth, melaporkan rangkaian data yang digunakan tim peneliti terbatas.

Misalnya, mereka tidak selalu bisa membandingkan citra satelit yang diambil pada hari yang sama pada tahun-tahun yang berturut-turut karena tutupan awan di sebagian foto.

Namun jika memang sudah terjadi infeksi - mungkin tanpa terdeteksi - sebagian orang sudah meninggalkan Wuhan dan bepergian ke luar negeri dan teori itu sesuai dengan beberapa bukti yang ditemukan di sejumlah negara bahwa kasus-kasus Covid-19 muncul lebih awal, jelas Sudworth.

Kendati demikian, mungkin tidak adil untuk menggunakan hasil penelitian ini sebagai bukti adanya upaya menutup-nutupi atau respons lambat yang dilakukan oleh China, lapor John Sudworth.

Alasannya, karena tidak ada informasi sebelumnya tentang penyakit yang mewabah di tengah masyarakat maka mungkin saja terjadi penularan tak terdeteksi sebelum diketahui secara resmi.

Penggunaan masker telah menjadi kebiasaan di China menyusul pandemi Covid-19 yang pertama kali diketahui di Wuhan, ibu kota Provinsi Hubei.

China melaporkan kasus-kasus pneumonia yang penyebabnya tidak diketahui ke WHO pada tanggal 31 Desember 2019.

Sembilan hari kemudian, pihak berwenang China mengungkapkan mereka menemukan virus corona baru (yang kemudian dinamakan Sars-CoV-2, virus yang menyebabkan penyakit Covid-19) pada sejumlah kasus pneumonia itu.

Wuhan dan kota-kota lain di China menjalani karantina wilayah pada tanggal 23 Januari 2020.

WHO menyatakan Covid-19 sebagai Darurat Kesehatan Global pada tanggal 30 Januari 2020 - menyusul temuan 82 kasus terkonfirmasi di luar wilayah China.


Sumber :

https://www.bbc.com/indonesia/dunia-52977852