Sunday, December 24, 2023

Misteri Crop Circle

Crop circle, salah satu misteri terbesar dalam sejarah sains. Yang kira-kira sudah berlangsung hampir 400 tahun. Setelah kemunculan lebih dari 10.000 pola yang terdokumentasi selama bertahun-tahun, formasi Crop Circle masih tetap merupakan misteri sains yang besar. 

Penelitian crop circle berhadapan dengan manipulasi media, email-email yang penuh cemooh, penganut teori konspirasi, dan teori mengenai koloborasi dengan alien.

Spekulasi mengenai asal muasal crop circle telah berkembang sejak mereka pertama kali dilaporkan di Inggris tahun 1600an. Tepatnya pada tahun 1678, sebuah seri lingkaran yang muncul di Hartfordshire dianggap sebagai perbuatan iblis karena teknik pembuatannya sepertinya melampaui kemampuan manusia. 

Penjelasan sains pertama mengenai crop circle berfokus pada angin siklon. 

Ketika fenomena ini mendapatkan momentumnya, muncul formasi dengan pola baru, yaitu pola dengan banyak lingkaran. Kebanyakan pengamat menyimpulkan kalau formasi-formasi ini mengandung simbol-simbol matematika yang sangat akurat sehingga pastilah merupakan pekerjaan dari makhluk yang sangat cerdas. 

Crop circle kemudian berevolusi menjadi sebuah fenomena internasional dengan ratusan pola-pola pictograph rumit yang muncul setiap tahun di seluruh dunia. 

Walaupun setengah crop circle yang muncul berada di Inggris, formasi-formasi ini juga muncul di Eropa, Amerika, Rusia, Australia, Jepang dan India. 

Menggunakan garis konstruksi ini untuk mendemonstrasikan bahwa crop circle lebih dari sekedar pola-pola yang berada pada posisi yang random. Garis konstruksi tersebut ternyata memiliki ukuran dan posisi relatif yang membentuk sebuah karakter yang sangat eksotik. 

Fenomena crop circle bisa dijelaskan secara Fisika. Pola yang muncul bisa jadi dihasilkan dari gelombang mikro dari Bumi, laser, dan GPS. 

Pembuat crop circle dapat menggunakan perangkat berteknologi tinggi, seperti perangkat GPS untuk menempatkan bentuk dan magnetron, tabung yang menggunakan tenaga listrik dan magnet untuk menghasilkan panas tinggi, untuk merebahkan tanaman dengan kecepatan tinggi.

Masih ada beberapa pertanyaan yang belum terjawab. Pada crop circle yang asli batang gandum tidak patah tetapi hanya merunduk. Menurut ilmuwan, hal ini bisa terjadi karena semburan elektromagnetik yang menambah kelembaban batang gandum sehingga merunduk dan tidak patah.

Pertanyaan lainnya yaitu adanya lubang-lubang kecil pada batang gandum. Lubang tersebut ada karena semburan elektro yang terus-menerus merubah kelembaban batang gandum menjadi uap panas. Uap panas itu kemudian mencari jalan keluar dari batang gandum hingga munculnya lubang-lubang kecil. Pertanyaan terakhir yang sangat sulit ditiru manusia adalah adanya partikel besi mikro bermagnet pada crop circle. Pertanyaan-pertanyaan itu masih menjadi misteri mengenai keaslian crop circle.

Tidak hanya di Inggris pada khususnya, dan di luar negeri pada umumnya, fenomena ini juga pernah terjadi di Indonesia.

Crop circle muncul di areal persawahan Berbah Sleman yaitu pada tanggal 23 Januari 2011.

Kala itu, warga geger dengan munculnya pola aneh di persawahan Dusun Kracakan, Desa Jogotirto, Berbah Sleman. Batang padi roboh dan membentuk pola lingkaran besar dan kecil. Diamter lingkaran diperkirakan berkisar 15 sampai 20 meter.

Warga setempat mempercayai jejak asing ini bukan buatan manusia. Tidak sedikit juga orang yang memprediksi ini berkaitan dengan benda asing dari luar angkasa atau UFO.

Saat ini lokasi kemunculan crop circle Berbah masih tetap menjadi persawahan. Pemiliknya mempertahankan keutuhan sawah dan belum berniat menjual atau mendirikan bangunan di tempat itu.

Bahkan, komunitas pemburu UFO yang tergabung dalam Indonesia UFO Network (IUN) berkolaborasi dengan warga mendirikan monumen peringatan di lokasi munculnya crop circle.

Monumen Crop Circle (Monumen UFO) ini dibangun bertepatan dengan peringatan Indonesia UFO Day (Hari UFO Nasional) yang diperingati setiap 21 Juli di Indonesia. Pada saat itu juga, IUN menggelar Indonesia UFO Festival 2022, sebuah festival UFO yang pertama dan terbesar di Indonesia.

Bertepatan dengan 12 tahun kemunculan crop circle di Berbah, warga bersama dengan perangkat desa dan komunitas menggelar syukuran dan doa bersama di di Kedai Suru Pitoe, lokasi Monumen Crop Circle (Monumen UFO) berdiri.

Pembangunan Monumen Crop Circle di Berbah ini untuk sarana edukasi bagi masyarakat sekitar serta bisa menjadi destinasi wisata baru di Yogyakarta.

Hal ini akan dapat terwujud berkat peran aktif masyarakat setempat sangat mendukung terciptanya ranah komunikasi sains dan pengembangan pengetahuan, khususnya tentang astronomi dan space science (sains antariksa). 

No comments:

Post a Comment