Saturday, February 17, 2024

Misteri Makam Bung Karno di Blitar

Selain sebagai proklamator, Soekarno juga menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia pertama sejak 1945 hingga 1967.  Nama Soekarno diambil dari seorang panglima perang dalam kisah Bharata Yudha yaitu Karna. Soekarno lahir di Peneleh, Surabaya. Lalu dimana beliau wafat dan dikebumikan?. Yuk kita bahas dengan Kang Manise.


Hari Minggu, tanggal 17 Desember 2023 lalu, calon presiden Koalisi Indonesia Maju, yaitu Prabowo Subianto berziarah ke makam Soekarno di Blitar. Sebelumnya lagi, pada hari Rabu tanggal 12 Maret 2014 calon presiden dalam Pemilihan Presiden 2014, yaitu Jokowi juga bertolak ke Blitar untuk melakukan ziarah ke makam Soekarno di Blitar. Dan lain sebagainya. Kira-kira apa alasan orang melakukan ziarah ke makam Soekarno di Blitar?


Beberapa orang saat melakukan ziarah ke makam Soekarno di Blitar mendapatkan suasana atau aura yang berbeda, bagaimana dengan pengalaman dari Kang Manise kemarin?


Lalu kira-kira ada pengalaman apa lagi lainnya yang menarik?

Thursday, February 15, 2024

Misteri Khonsu di Mesir

Marc Spector adalah mantan tentara bayaran yang kemudian menjadi agen CIA. Ketika dia diserang dan hampir tewas di gurun Mesir, dia diselamatkan oleh imam Khonshu, dewa bulan Mesir. Spector kemudian kembali ke Amerika Serikat dan mengadopsi identitas baru sebagai Moon Knight, berjuang melawan kejahatan dengan bantuan Khonshu.

Salah satu fitur paling menarik dari Moon Knight adalah identitas ganda dan konflik internal yang dimilikinya. Marc Spector tidak hanya Moon Knight, tetapi juga Steven Grant, seorang milyuner yang sukses, dan Jake Lockley, seorang sopir taksi di jalanan kota New York. Konflik internal antara identitas-identitas ini sering kali menjadi sorotan dalam cerita Moon Knight, memperkaya karakternya dengan lapisan-lapisan kompleks.

Moon Knight memiliki kemampuan bela diri yang sangat terlatih dan memiliki kekuatan fisik yang luar biasa. Yang paling menonjol adalah konsepsi bahwa kekuatannya berasal dari Khonshu, memberinya visi khusus di malam hari dan kekuatan yang meningkat di bawah cahaya bulan.

Moon Knight memiliki hubungan yang sangat erat dengan dewa Khonshu dalam mitologi Mesir. Khonshu adalah salah satu dewa utama dalam agama Mesir Kuno yang dipuja sebagai dewa bulan, penjaga waktu, dan pelindung orang yang berjuang melawan kejahatan. 

Dalam momen kritis ketika Spector hampir mati, dia mengalami penglihatan Khonshu yang menjanjikan kesempatan hidup baru dengan syarat menjadi agen dan pembela bagi dewa tersebut. Spector menerima tawaran tersebut dan, setelah menyelamatkan diri, dia mengadopsi identitas baru sebagai Moon Knight, menggunakan kekuatan dan kebijaksanaan Khonshu untuk melawan kejahatan di dunia.

Khonshu tidak hanya memberikan Moon Knight kekuatan fisik dan keahlian, tetapi juga mempengaruhi kehidupan pribadi dan psikologisnya. Moon Knight secara teratur berkomunikasi dengan Khonshu melalui dialog internal, sering kali memberikan bimbingan, motivasi, atau bahkan tuntutan untuk melakukan tindakan tertentu. Hubungan ini menciptakan lapisan yang kompleks dalam karakter Moon Knight, dengan pertarungan antara keterikatannya pada keadilan dan komitmen kepada dewa yang memungkinkannya bertahan.


Dalam pantheon dewa-dewa Mesir Kuno yang kaya dan beragam, Dewa Khonsu menonjol sebagai salah satu figur yang penuh misteri dan keanggunan. Dikenal sebagai dewa bulan, pengobatan, dan keberuntungan, Khonsu memiliki tempat penting dalam kepercayaan dan praktik keagamaan masyarakat Mesir Kuno. Dengan atributnya yang unik dan perannya dalam mitologi, Khonsu memberikan wawasan yang menarik tentang kekayaan spiritual dan budaya kuno tersebut.

Dewa Khonsu merupakan dewa dalam agama Mesir Kuno yang dipuja sebagai dewa bulan, pengobatan, dan keberuntungan. Ia digambarkan sebagai seorang pemuda dengan kepala singa dan kadang-kadang memegang tongkat atau bulan sabit sebagai lambang kekuasaannya atas bulan. Khonsu juga terkait erat dengan dewa Matahari, Amun-Ra, dan dewa-dewa lainnya dalam pantheon Mesir.

Sebagai dewa bulan, Khonsu dianggap memiliki pengaruh yang kuat atas siklus bulan dan fenomena terkait dengan waktu. Dia dianggap sebagai penjaga waktu dan sering kali disebut sebagai "Penguasa Waktu". Selain itu, Khonsu juga dipuja sebagai dewa penyembuhan dan pengobatan, dengan kuasa untuk menyembuhkan penyakit dan memberikan perlindungan kepada orang sakit.

Khonsu memiliki kuil-kuil dan kultus-kultus yang didedikasikan untuknya di berbagai tempat di Mesir Kuno, terutama di Thebes (sekarang Luxor), kota suci di mana dia sering kali dipuja bersama dengan Amun dan Mut. Para imam dan pendeta yang melayani di kuil-kuil Khonsu bertanggung jawab atas ritual-ritual keagamaan dan upacara persembahan untuk memuliakan dewa tersebut.

Dalam mitologi Mesir Kuno, Khonsu sering kali terlibat dalam berbagai cerita dan legenda yang mencerminkan perannya sebagai dewa bulan dan pengobatan. Dia kadang-kadang dianggap sebagai anak Amun dan Mut, dan diceritakan dalam beberapa legenda tentang pencarian dan pertempuran melawan kejahatan.

Meskipun kepercayaan kepada dewa-dewa Mesir Kuno telah lama hilang, warisan Khonsu dan mitologi Mesir tetap hidup dalam berbagai karya seni, sastra, dan budaya populer modern. Gambar-gambar dan patung-patung Khonsu dapat ditemukan di museum-museum di seluruh dunia, sementara cerita-cerita tentangnya sering kali menjadi subjek dalam novel, film, dan permainan video.

Dewa Khonsu adalah contoh yang menarik dari kekayaan spiritual dan budaya Mesir Kuno. Dengan atributnya yang unik dan perannya yang penting dalam mitologi, Khonsu memberikan wawasan yang berharga tentang pandangan dunia dan kepercayaan orang Mesir Kuno serta memberikan warisan yang berharga bagi dunia modern yang terus mengagumi dan menghormati kekayaan sejarah tersebut.

Wednesday, February 14, 2024

Misteri Hari Valentine

Kisah Hari Valentine bisa ditelusuri dari era Romawi Kuno, terkait kepercayaan paganisme. Tiap tanggal 13-15 Februari, warga Romawi kuno merayakan Lupercalia. Upacara dimulai dengan pengorbanan dua ekor kambing jantan dan seekor anjing.

Kemudian, pria setengah telanjang berlarian di jalanan, mencambuk para gadis muda dengan tali berlumuran darah yang terbuat dari kulit kambing yang baru dikorbankan. Walaupun mungkin terdengar seperti semacam ritual sesat sadomasokis, itu dilakukan orang-orang Romawi lakukan sampai tahun 496 Masehi. Sebagai ritus pemurnian dan kesuburan.

Puncak Lupercalia pada 15 Februari, di kaki Bukit Palatine, di samping gua -- yang diyakini menjadi tempat serigala betina menyusui Romulus and Remus -- pendiri kota Roma dalam mitologi Romawi.


Pada tahun 496 Masehi, Paus Gelasius I melarang Lupercalia dan menyatakan 14 Februari sebagai Hari Santo Valentine.

Tapi siapa Santo Valentine?.

Sedikit yang mengetahui sejarah dan legenda di balik hari Valentine. Valentine berasal dari kisah seorang santo Katolik Roma yang hidup pada abad ke-3, yakni Santo Valentinus. 

Santo Valentine dipukuli dan berakhir dengan tragis dengan dipancung pada tanggal 14 Februari 278 Masehi. Eksekusi ini terjadi dikarenakan dia dianggap menentang kebijakan seorang kaisar bernama Claudius II. 

Sumber lain menyebutkan bahwa Sejarah Hari Valentine bermula dari kematian seorang imam dan uskup di Terni, Italia, bernama Santo Valentine pada 269 Masehi. Dan akhirnya Hari Valentine dirayakan setiap tanggal 14 Februari karena St. Valentine tutup usia pada 14 Februari 269 M.


Claudius II dikenal kaisar yang kejam setelah membuat pasukan Roma terlibat dalam berbagai pertempuran berdarah. Dia ingin membuat Roma selalu menang dalam peperangan dan kenyataannya terlihat sulit untuk diwujudkan dikarenakan banyak bala tentara yang engga untuk terjun ke medan perang dikarenakan terikat pada istri ataupun kekasih mereka. Mengetahui hal tersebut, Claudius II melarang semua para tentara Roma melakukan pernikahan ataupun pertunangan. 

Diam-diam pendeta Santo Valentinus.

Santo Valentinus diyakini telah melakukan pernikahan secara sembunyi-sembunyi di bawah pemerintahan Kaisar Romawi Claudius II yang melarang pernikahan bagi para prajurit. Santo Valentinus memberikan bunga kepada pasangan yang menikah secara rahasia sebagai tanda kasih sayang dan cinta.

Namun, kisah lain yang juga terkait dengan hari Valentine adalah kisah tragedi dari Santo Valentinus. Menurut legenda, Santo Valentinus dipenjarakan karena tidak mau mengikuti perintah Kaisar Claudius II. Saat di penjara, Santo Valentinus bertemu dengan putri dari gardu penjaga bernama Asterius. Mereka berdua saling jatuh cinta dan Valentinus diyakini telah menyembuhkan kebutaan Asterius sebelum dieksekusi pada tanggal 14 Februari.

Sejak saat itu, tanggal 14 Februari diabadikan sebagai hari kasih sayang dan cinta bagi banyak orang di seluruh dunia. 


Perbedaan perayaan Valentine zaman dulu hingga zaman kini sangatlah jauh. Pada zaman Romawi kuno, 14 Februari merupakan hari kasih sayang yang mewajibkan semua orang untuk memperingati dan juga meliburkan berbagai kegiatan. 

Fakta lainnya adalah, pada zaman dahulu perayaan dimulai pada tanggal 15-nya Tidak sama dengan saat ini yang hanya merayakan ketika tanggal 14 saja. Pada tanggal 15 Februari sering kali diadakan sebuah perayaan bernama Festival Lupercalia yang umumnya disebut sebagai festival kesuburan. 

Namun seiring perkembangan zaman budaya ini mulai berubah dan tradisi ini diganti hanya dengan mengungkapkan kasih sayang ketika hari Valentine tiba.


Kebiasaan Hari Valentine – mengirim kartu ucapan (dikenal sebagai "valentine"), memberikan kembang gula dan mempersembahkan bunga – dikembangkan di Inggris dan menyebar di negara berbahasa Inggris pada abad ke-19. Pada akhir abad ke-20 dan awal abad ke-21, kebiasaan tersebut menyebar ke negara lain, seperti Halloween, atau aspek tertentu Natal, (seperti Sinterklas).

Hari Valentine dirayakan di banyak negara Asia Timur. Orang Singapura, Tiongkok, dan Korea Selatan paling banyak mengeluarkan uang untuk hadiah Valentine.


Sumber :

https://www.liputan6.com/global/read/826354/misteri-mitos-dan-asal-usul-kelam-hari-valentine

https://www.fimela.com/lifestyle/read/5526795/sejarah-di-balik-hari-valentine-yang-penuh-misteri?page=2

https://majalahsunday.com/wow-ini-dia-misteri-hari-valentine-yang-jarang-diketahui/

https://www.kompas.com/stori/read/2023/02/09/170000279/sejarah-hari-valentine-berawal-dari-sepucuk-surat-cinta?page=all.

https://news.detik.com/berita/d-4427963/sejarah-dan-legenda-di-balik-hari-valentine.

https://id.wikipedia.org/wiki/Hari_Kasih_Sayang

Monday, February 12, 2024

Misteri Identitas Zodiac Killer: Sebuah Penyelidikan pada Kasus yang Belum Terpecahkan

Ketika berbicara tentang pembunuhan berantai yang paling menakutkan dalam sejarah Amerika Serikat, salah satu nama yang sering muncul adalah Zodiac Killer. Identitasnya tetap menjadi misteri yang belum terpecahkan hingga saat ini. 

Dalam satu dekade terakhir, kasus ini telah menjadi pusat perhatian dari para peneliti kriminal, detektif amatir, dan penggemar misteri di seluruh dunia. Dengan menggunakan teknologi modern dan upaya kolaboratif, upaya terus dilakukan untuk mengungkap siapa sebenarnya sosok di balik topeng kejahatan yang menyeramkan ini.


Zodiac Killer adalah seorang pembunuh berantai yang aktif terutama di California Utara pada akhir 1960-an hingga awal 1970-an. 

Namanya diambil dari serangkaian surat ancaman yang dia kirimkan ke media dan polisi, yang diakhiri dengan tanda tangan berbentuk lingkaran dengan garis diagonal melalui tengahnya - seperti lambang zodiak.

Zodiac Killer terkenal karena mengirim surat ancaman dan kode yang tidak terpecahkan kepada media. Identitasnya tetap menjadi misteri, meskipun ia mengklaim telah membunuh 37 orang. 

Selama periode tersebut, ia diketahui telah melakukan setidaknya lima pembunuhan yang terkonfirmasi.

Salah satu aspek yang paling menonjol dari Zodiac Killer adalah cara ia beroperasi dan interaksi dengan media. Ia sering kali menulis surat-surat kepada surat kabar lokal dengan ancaman dan kode yang disandikan yang dia klaim akan mengungkapkan identitasnya. 

Beberapa kode berhasil diterjemahkan, tetapi sebagian besar tetap menjadi teka-teki. Ia juga terkenal karena kemampuannya mengelak dari penangkapan, membuatnya menjadi sosok yang sangat menakutkan bagi masyarakat dan penegak hukum.


Meskipun banyak teori telah diajukan, identitas sebenarnya dari Zodiac Killer tetap menjadi misteri yang belum terpecahkan. Beberapa teori mengusulkan bahwa ia adalah seorang psikopat yang terisolasi, sementara yang lain berpendapat bahwa ia mungkin memiliki hubungan dengan lembaga penegak hukum atau bahkan menjadi tokoh publik yang terkenal. 

Namun, tidak ada bukti yang cukup kuat untuk menetapkan identitasnya.

Meskipun kasus ini sudah berusia puluhan tahun, upaya untuk mengidentifikasi Zodiac Killer tidak pernah berhenti. Dengan kemajuan teknologi forensik dan analisis DNA, beberapa sampel bukti yang tersimpan telah diuji kembali dengan harapan menemukan kecocokan. 

Selain itu, komunitas detektif amatir terus bekerja sama untuk menggali informasi baru dan memeriksa teori-teori yang ada.

Zodiac Killer tetap menjadi salah satu misteri kriminal yang paling menarik dan menakutkan dalam sejarah. Identitasnya yang tidak diketahui dan kemampuannya untuk menghindari tangkapan membuatnya menjadi sosok yang selalu menarik perhatian publik. 

Meskipun upaya untuk mengungkap kebenarannya terus berlanjut, kita mungkin tidak pernah mengetahui siapa sebenarnya sosok di balik topeng kejahatan ini. Namun, komunitas yang berdedikasi untuk memecahkan kasus ini terus berjuang, menunjukkan bahwa harapan untuk keadilan tidak akan pernah padam.


Dari empat sandi yang dia hasilkan, dua masih belum terpecahkan, dan satu baru berhasil dipecahkan pada tahun 2020. 

Si pembunuh berantai menyebut dirinya sebagai “Zodiac” dalam banyak surat yang dia kirimkan ke redaksi. Surat pertamanya datang secara bersamaan pada tanggal 31 Juli 1969, ditujukan ke koran regional San Francisco Chronicle, San Francisco Examiner dan Vallejo Times-Herald. 

Ia mengklaim bertanggung jaab atas dua serangan pertama. Tetapi dia belum menggunakan julukan Zodiac saat itu. 

Nama Zodiac baru muncul setelah surat berikutnya, yang dikirim ke Examiner pada 4 Agustus 1969. Tidak pernah diketahui mengapa si pembunuh memberi dirinya nama itu, namun media mulai menjulukinya "Pembunuh Zodiak" atau Zodiac Killer.

Salah satu faktor unik tentang kasus Zodiac Killer adalah sandi terkenal yang terkadang dikirimkannya bersama surat-suratnya. Ada total empat sandi, masing-masing diberi nama sesuai jumlah karakter dalam sandi. 
  • Sandi pertama, sandi Z 408, dikirim dalam 3 bagian dalam tiga surat berbeda ke surat kabar pada tanggal 31 Juli 1969, yakni Sandi Z 408 bagian 1, Sandi Z 408 bagian 2, Sandi Z 408 bagian 3. 
  • Sandi kedua adalah Z 340, termasuk dalam surat yang dikirim ke San Francisco Chronicle pada tanggal 8 November 1969. 
  • Sandi ketiga, Z 13 ada dalam surat tertanggal 20 April 1970 kepada San Francisco Chronicle. 
  • Sandi terakhir, sandi Z 32, juga dikirim ke San Francisco Chronicle pada 26 Juni 1970.
Sayangnya, hanya dua sandi yang berhasil dipecahkan.

Sandi pertama, sandi Z 408, dipecahkan oleh tim suami-istri hanya sekitar 20 jam setelah dipublikasikan. Namun, sandi Z 340 baru dipecahkan baru-baru ini, pada bulan Desember 2020.

Kedua sandi tersebut menunjukkan kesenangan yang dirasakan Zodiac saat menghabisi korbannya. 

Dalam video yang diposting di YouTube, perancang web asal Virginia, David Oranchak, mengatakan ia memecahkan sandi itu bersama dengan matematikawan terapan asal Australia, Sam Blake; dan Jarl Van Eycke dari Belgia, seorang manajer gudang dan teknisi perangkat lunak pemecah kode.

Pesan yang disebut Oranchak sebagai "tak lebih dari usaha mencari perhatian dari Zodiac", terdiri dari beberapa baris huruf kapital dan simbol.

Tim pemecah kode, yang menggunakan kecerdikan manusia dan program komputer untuk menafsirkan pesan tersebut, mendedikasikan upaya mereka kepada para korban pembunuhan beserta kerabat mereka.

Mengkonfirmasi pemecahan kode tersebut, FBI mengatakan akan terus mencari keadilan bagi mereka yang terbunuh.

Saturday, February 10, 2024

Misteri Zodiac Killer

Kasus Pembunuhan Zodiac Killer 

Zodiac Killer adalah seorang pembunuh berantai yang terkenal karena mengirim surat ancaman dan kode yang tidak terpecahkan kepada media. Identitasnya tetap menjadi misteri, meskipun ia mengklaim telah membunuh 37 orang. Pelaku diduga melakukan aksinya di beberapa tempat di California, Amerika Serikat sekitar tahun 1960 hingga awal 1970.

https://www.viva.co.id/gaya-hidup/inspirasi-unik/1634816-7-kasus-pembunuhan-paling-misterius-di-dunia-ada-dari-indonesia


4 Alasan Zodiac Killer Masih Misterius Walau Zaman Sudah Canggih

Jumat, 12 Agu 2022 12:15 WIB

Zodiac Killer adalah salah satu pembunuh berantai paling terkenal dalam sejarah dan sampai saat ini, sosoknya masih misterius, belum bisa ditangkap polisi. Bahkan dengan berbagai macam perkembangan teknologi saat ini, Zodiac Killer masih mampu menyembunyikan diri.

Dikutip detikINET dari SfGate, berikut 4 alasan mengapa Zodiac Killer yang setidaknya membunuh 5 korban antara tahun 1968 sampai 1969 masih lolos dari kejaran aparat:

Tidak ada bukti DNA yang kuat

Pelacakan penjahat melalui identifikasi DNA sangat akurat dan merupakan teknologi terobosan bagi kepolisian. Namun jejak DNA dari Zodiac Killer tidak kuat lantaran kebanyakan ia membunuh dengan cara menembak lalu melarikan diri.

Kode Rahasia Zodiac Killer Dipecahkan FBI, Apa Isinya?

Satu-satunya kasus dia melakukan kontak adalah di Danau Berryessa, di mana dia menghabisi korban dengan tusukan pisau berkali-kali. Satu-satunya sampel DNA yang mungkin adalah dari perangko yang ada di salah satu suratnya.

Sampel itu pernah diselidiki insentif pada tahun 2022 oleh kepolisian San Francisco. Namun sampel itu tak menyajikan profil DNA lengkap. Juga bisa jadi bukan miliki Zodiac Killer, melainkan pembawa suratnya misalnya.

Sketsa Zodiac Killer tak berguna

Sketsa Zodiac Killer adalah seorang pria berkacamata dengan rambut dan bibir tipis. Namun sketsa itu tidak menunjukkan ciri khas berarti sehingga banyak orang mengidentifikasinya sebagai temannya atau tetangganya.

Misalnya kacamatanya dilepas pun, malah akan makin membingungkan. Dua korban selamat Zodiac Killer, Hartnell dan Michael Mageau, tak bisa melihat jelas sang pembunuh karena pelaku mengenakan masker serta memancarkan senter.

Ada seorang polisi mengaku melihatnya berjalan menjauh dari tempat kejahatan, tapi hanya sekilas. Itu pun bisa jadi yang dilihatnya bukan sang pembunuh Zodiac Killer melainkan orang biasa di sekitar.

Surat Zodiac Killer tidak jelas

Pembunuh dengan pseudonym 'Zodiac' ini kerap mengirimkan pesan ejekan kepada pers yang ditulis melalui sandi. Surat-surat pertama dikirim dalam tiga media di Bay Area, masing-masing berisi bagian sandi yang berbeda.

Tapi tidak banyak informasi yang disajikan di surat itu untuk mengungkap identitas sang pembunuh. Banyak kalimatnya adalah plagiat dari film pendek, opera sampai film. Baru-baru ini, FBI mengkonfirmasi sandi yang dikaitkan dengan Zodiac Killer dipecahkan oleh warga sipil,

Lebih lanjut, meski berhasil memecahkan kode ini, tim pemecah kode mengaku kecewa karena sandi tidak berisi informasi apa pun yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi si pembunuh.

Zodiac Killer berhenti tepat waktu

Beberapa meyakini Zodiac Killer masih beraksi setelah pembunuhan sopir taksi Paul Stine. Namun itulah terakhir kali dapat dipastikan pembunuhnya adalah dirinya. Mungkin ia benar-benar sudah berhenti karena takut teridentifikasi dan tertangkap polisi.

Saat itu, dia sudah dilihat sekilas oleh tiga orang dan aparat sudah menemukan petunjuk penting. Maka dia tidak lagi membunuh agar tetap aman. Lagipula, ia sepertinya sudah mendapatkan apa yang ia inginkan.

Zodiak Killer tampaknya tak terobsesi untuk terus membunuh melainkan untuk mendapatkan ketenaran. Dan dia telah mendapatkannya, namanya dibicarakan di mana-mana.

https://inet.detik.com/cyberlife/d-6230656/4-alasan-zodiac-killer-masih-misterius-walau-zaman-sudah-canggih.


Misteri Zodiac Killer, Pembunuh Berantai yang Terkenal dengan Sandinya, Identitas Belum Terungkap

Minggu, 14 Januari 2024 06:39 WIB

Zodiac Killer dan sandi-sandinya. Kasus misteri pembunuhan berantai Zodiac Killer, menantang koran lokal dengan mengirimkan kode misterius, sampai saat ini belum terungkap siapa sosoknya. Zodiac Killer adalah nama samaran dari seorang pembunuh berantai tak dikenal yang menjalankan aksinya di California Utara, Amerika Serikat (AS) pada akhir tahun 1960-an.

Kasus Zodiac Killer disebut-sebut sebagai kasus pembunuhan paling terkenal yang belum terpecahkan dalam sejarah Amerika Serikat. Mengutip San Francisco Chronicle, Zodiac terkonfirmasi membunuh lima orang di San Francisco Bay Area antara Desember 1968 dan Oktober 1969.

Ia beroperasi di lingkungan pedesaan, perkotaan, dan pinggiran kota. Korban Zodiac Killer adalah pasangan muda dan seorang sopir taksi pria. Serangannya yang diketahui terjadi di Benicia, Vallejo, Napa County, dan Kota San Francisco. Dua korbannya yang terluka selamat.

Sketsa Pembunuh Zodiak.

Meski hanya 5 korban tewas yang terkonfirmasi, Zodiac mengaku membunuh 37 tujuh korban. Zodiac menciptakan namanya dalam serangkaian pesan yang dia kirimkan ke surat kabar regional, termasuk San Francisco Chronicle.

Ia pernah mengancam akan melakukan pembunuhan besar-besaran dan pemboman jika suratnya tidak dipublikasikan. Beberapa surat berisi kriptogram atau sandi, di mana si pembunuh mengklaim bahwa ia mengumpulkan korbannya sebagai budak untuk akhirat.

Dari empat sandi yang dia hasilkan, dua masih belum terpecahkan, dan satu baru berhasil dipecahkan pada tahun 2020. Meskipun banyak teori mengenai identitas si pembunuh, satu-satunya tersangka yang pernah disebutkan secara publik adalah Arthur Leigh Allen, mantan guru sekolah dasar dan terpidana pelaku kejahatan seksual yang meninggal pada tahun 1992.

Zodiac berhenti mengirimkan pesan sekitar tahun 1974.

Departemen Kepolisian San Francisco (SFPD) menandai kasus ini "tidak aktif" pada bulan April 2004, tetapi membukanya kembali sebelum Maret 2007. Kasus ini juga masih terbuka di kota Vallejo, serta di Napa dan Solano.

Departemen Kehakiman California masih menyimpan berkas kasus terbuka mengenai pembunuhan Zodiac sejak tahun 1969.

4 Kasus yang Terkonfirmasi: 5 Orang Tewas, 2 Selamat

Berikut 4 kasus pembunuhan yang dikonfirmasi polisi dilakukan oleh Zodiac.

20 Desember 1968

David Faraday (17), dan teman kencannya, Betty Lou Jensen (16), diserang saat mereka sedang bersantai di Lake Herman Road, Benicia. Tiba-tiba, Zodiac Killer menyelinap ke arah mereka dan langsung menembakkan pistol semi-otomatis kaliber 22.

Pasangan muda itu tewas seketika.

4 Juli 1969

Darlene Ferrin (22), dan temannya Michael Mageau (19), pergi ke tempat parkir terpencil di Blue Rock Springs Park di Vallejo untuk mengobrol. Sebuah mobil berhenti di sisi pengemudi. Siluet di dalam mobil memperhatikan mereka sejenak sebelum tancap gas. Tetapi mobil itu putar balik beberapa menit kemudian dan berhenti di sisi penumpang. Penembak melepaskan lima tembakan melalui jendelanya.

Hanya Mageau yang selamat.

27 September 1969

Cecelia Shepard (22), sedang duduk di atas selimut bersama teman lama dan mantan pacarnya Bryan Hartnell (20), di Danau Berryessa. Seorang pria tiba-tiba keluar dari semak-semak dengan mengenakan kostum bertudung dengan simbol bidik senapan di dadanya (simbol itu menjadi simbol Zodiac yang digunakan dalam surat-suratnya). Zodiac kemudian menikam mereka berulang kali. Hartnell berhasil selamat dan mampu mendeskripsikan kostum Zodiac secara detail.

Foto pintu mobil Bryan Hartnell, di mana Zodiac Killer menulis rincian serangannya terhadap Hartnell dan Cecelia Shepard

11 Oktober 1969

Paul Stine (29), bekerja pada shift malam sebagai sopir taksi. Dia dipanggil oleh seorang pria di Geary Street San Francisco. Setelah mengantar penumpang tersebut ke Presidio Heights, dia ditembak mati dengan pistol semi-otomatis 9 mm. Pembunuhnya mengirimkan sepotong kemeja Stine ke Chronicle dengan surat yang menyatakan ia membunuh Stine. Pintu taksi yang berlumuran darah adalah salah satu bukti terkait Zodiac Killer dari Departemen Kepolisian San Francisco. Meskipun pembantaiannya berlangsung kurang dari setahun, julukan itu tetap melekat dalam sejarah karena identitas Zodiac Killer tidak pernah tertangkap.

Bagaimana asal usul julukan Zodiac Killer?

Si pembunuh berantai menyebut dirinya sebagai “Zodiac” dalam banyak surat yang dia kirimkan ke redaksi. Surat pertamanya datang secara bersamaan pada tanggal 31 Juli 1969, ditujukan ke koran regional San Francisco Chronicle, San Francisco Examiner dan Vallejo Times-Herald. Ia mengklaim bertanggung jawwab atas dua serangan pertama. Tetapi dia belum menggunakan julukan Zodiac saat itu. Nama Zodiac baru muncul setelah surat berikutnya, yang dikirim ke Examiner pada 4 Agustus 1969. Tidak pernah diketahui mengapa si pembunuh memberi dirinya nama itu, namun media mulai menjulukinya "Pembunuh Zodiak" atau Zodiac Killer.

Pesan berkode Zodiac Killer

Salah satu faktor unik tentang kasus Zodiac Killer adalah sandi terkenal yang terkadang dikirimkannya bersama surat-suratnya. Ada total empat sandi, masing-masing diberi nama sesuai jumlah karakter dalam sandi. Sandi pertama, sandi Z 408, dikirim dalam 3 bagian dalam tiga surat berbeda ke surat kabar pada tanggal 31 Juli 1969, yakni Sandi Z 408 bagian 1, Sandi Z 408 bagian 2, Sandi Z 408 bagian 3. Z 408 bagian satu (atas), bagian dua (tengah) dan bagian 4 (bawah). Sandi kedua adalah Z 340, termasuk dalam surat yang dikirim ke San Francisco Chronicle pada tanggal 8 November 1969. Sandi Z 13 ada dalam surat tertanggal 20 April 1970 kepada San Francisco Chronicle. Sandi terakhir, sandi Z 32, juga dikirim ke San Francisco Chronicle pada 26 Juni 1970.

Sayangnya, hanya dua sandi yang berhasil dipecahkan.

Sandi pertama dipecahkan oleh tim suami-istri hanya sekitar 20 jam setelah dipublikasikan. Namun, sandi Z 340 baru dipecahkan baru-baru ini, pada bulan Desember 2020.

Z 340

Kedua sandi tersebut menunjukkan kesenangan yang dirasakan Zodiac saat menghabisi korbannya. Ia juga menjelaskan keyakinannya bahwa korban yang ia klaim di kehidupan ini akan menjadi “budaknya” di akhirat. Surat berkode – penuh dengan huruf, angka, dan simbol campur aduk – berbunyi:

“Saya harap Anda bersenang-senang saat mencoba menangkap saya."

“Saya tidak takut dengan kamar gas karena kamar gas akan mengirim saya ke surga lebih cepat karena saya sekarang mempunyai cukup banyak budak yang bisa bekerja untuk saya."

Zodiac Killer nampaknya menuliskan namanya dalam sandi ketiga, yang dinamakan Z 32, tapi belum ada yang berhasil memecahkan sandi itu. Sedangkan sandi terakhir, Z 32 berisi map atau lokasi si pembunuh mengklaim memasang bom. Tetapi sekali lagi sandi itu belum terpecahkan.

Z 32

Mengapa identitas Zodiac Killer begitu sulit diungkap?

Zodiac Killer menggunakan penyamaran dan jarang meninggalkan bukti langsung di TKP. Dia menargetkan korban secara acak dan sering mengubah metode pembunuhannya, yang semuanya menyulitkan penyelidik untuk melacaknya melalui cara investigasi yang umum.

Tersangka

Kasus Zodiac telah memunculkan banyak tersangka selama bertahun-tahun. Ketika ditanya siapa tersangka nomor satu, reporter Chronicle Kevin Fagan mengatakan Arthur Leigh Allen “mungkin pilihan terbaik." Mantan reporter Chronicle Robert Graysmith dan mendiang inspektur pembunuhan San Francisco Dave Toschi, juga beranggapan sama. Allen — seorang pria Vallejo yang meninggal pada tahun 1992 — masih menjadi satu-satunya tersangka yang secara resmi ditetapkan oleh penyelidik.

Pada tahun 1996, detektif San Francisco menyelidiki kemungkinan seorang teroris bernama Ted Kaczynski sebagai Zodiac. Alasannya, Ted Kaczynski tinggal di Bay Area pada 1967-1969, bersamaan dengan pembunuhan terkonfirmasi di California. Kaczynski juga pernah menandatangani buku tahunan SMA dengan simbol yang mirip dengan Zodiac.

Klaim lainnya adalah pada tahun 2009 ketika Deborah Perez menuduh ayahnya, Guy Ward Hendrickson, adalah Zodiac. Perez, seorang agen real estat di Orange County, mengatakan dia menemani ayahnya dalam setidaknya dua pembunuhan dan memiliki sepasang kacamata berbingkai tanduk berwarna coklat yang menurutnya diambil ayahnya dari korban Paul Stine. Penyelidik mengatakan mereka tidak menerima apa pun dari Perez, namun akan menyelidiki ceritanya.

Seiring berjalannya waktu, para saksi dan calon tersangka telah menua, meninggal, atau menghilang, sehingga kasus yang tidak terselesaikan ini hampir mustahil untuk diselesaikan.

Apakah ada petunjuk Zodiac Killer baru?

Meskipun kasus ini secara resmi tidak terselesaikan selama beberapa dekade, detektif internet amatir terus mencoba menguak misteri Zodiac. Pada tahun 2021, tim penyelidik swasta yang menamakan diri mereka Case Breakers mengatakan bahwa Zodiac adalah seorang pria yang tinggal di kaki bukit Sierra yang meninggal pada tahun 2018.

Tetapi pejabat polisi mengatakan bahwa informasi tersebut tidak berlaku.

Juga pada tahun 2021, Fayçal Ziraoui, seorang konsultan bisnis dari Paris, mengklaim bahwa dia telah memecahkan dua sandi dan mengidentifikasi pembunuhnya sebagai Lawrence Kaye, seorang penduduk South Lake Tahoe yang telah diselidiki oleh detektif lain sebelumnya.

Kaye meninggal pada tahun 2010, dan pihak berwenang tidak pernah secara resmi mengidentifikasi dia sebagai tersangka. Kemudian pada bulan Juni 2023, Ziraoui menuduh bahwa formasi batuan yang menakutkan di Sierra Nevada adalah simbol yang sama yang digunakan Pembunuh Zodiak dalam korespondensinya selama masa terornya. Batuan tersebut disusun dalam pola tepat sasaran dengan lebar sekitar 25 kaki, di dataran tinggi setinggi 6.000 kaki yang menghadap ke Waduk Hell Hole dekat Tahoe.

Ziraoui mengatakan kepada Chronicle melalui email bahwa dia harus merahasiakan beberapa rincian penyelidikannya. Namun ia mengatakan tertarik dengan area Waduk Lubang Neraka sebelum melihat fotonya secara online. Menurut sumber yang dekat dengan penyelidikan resmi Zodiac, formasi batuan tersebut tampaknya bukan perkembangan yang memecahkan kasus.

https://www.tribunnews.com/internasional/2024/01/14/misteri-zodiac-killer-pembunuh-berantai-yang-terkenal-dengan-sandinya-identitas-belum-terungkap?page=all.


Kode misteri pembunuhan 'Zodiac Killer' terpecahkan setelah setengah abad

14 Desember 2020

Kepolisian San Francisco menerbitkan sketsa tersangka pembunuhan yang dijuluki "Zodiac Killer" pada 1969. Sekelompok pemecah kode memecahkan sandi berusia 51 tahun yang konon pernah dikirim ke surat kabar San Francisco Chronicle oleh pembunuh berantai yang dijuluki "Zodiac Killer". Pencapaian tersebut telah dikonfirmasi oleh FBI.

Si pembunuh, yang tidak pernah tertangkap, membunuh lima orang dalam rangkaian aksi penikaman dan penembakan yang meneror kawasan Teluk San Francisco pada akhir 1960-an. Pesan berisi kode yang terdiri dari 340 karakter itu adalah salah satu dari beberapa yang dikirim ke surat kabar selama rentetan pembunuhan itu terjadi. Kode tersebut diselesaikan oleh tiga orang dari AS, Belgia, dan Australia.

"Saya harap kalian bersenang-senang saat berusaha menangkap saya. Saya tidak takut dengan kamar gas karena itu akan mengirim saya ke surga lebih cepat karena saya sekarang memiliki cukup banyak budak yang bekerja untuk saya," demikian bunyi pesan yang telah dipecahkan itu, tanpa menjelaskan identitas si pembunuh.

Dalam video yang diposting di YouTube, perancang web asal Virginia, David Oranchak, mengatakan ia memecahkan sandi itu bersama dengan matematikawan terapan asal Australia, Sam Blake; dan Jarl Van Eycke dari Belgia, seorang manajer gudang dan teknisi perangkat lunak pemecah kode.

Pesan yang disebut Oranchak sebagai "tak lebih dari usaha mencari perhatian dari Zodiac", terdiri dari beberapa baris huruf kapital dan simbol.

Tim pemecah kode, yang menggunakan kecerdikan manusia dan program komputer untuk menafsirkan pesan tersebut, mendedikasikan upaya mereka kepada para korban pembunuhan beserta kerabat mereka.

Mengkonfirmasi pemecahan kode tersebut, FBI mengatakan akan terus mencari keadilan bagi mereka yang terbunuh.

Ini bukan pesan kode pertama yang dikaitkan dengan si pembunuh, menurut San Francisco Chronicle. Dua lainnya belum berhasil diterjemahkan - salah satunya mungkin berisi nama si pembunuh.

Rangkaian pembunuhan oleh si "Zodiac Killer" dimulai pada Desember 1968, ketika seorang pria dan seorang wanita ditembak mati di dalam mobil mereka. Pada Juli 1969, seorang pria dan wanita lain ditembak, tetapi pria itu selamat.

Belakangan pada tahun yang sama, seorang pria dan wanita - pasangan - ditikam di dekat danau. Hanya si pria yang selamat. Pada Oktober 1969, seorang pengemudi taksi ditembak mati di San Francisco.

Sang pembunuh, yang tidak pernah didakwa atau diidentifikasi, mengklaim telah membunuh 37 orang dalam surat yang dikirimnya ke koran-koran setempat, tetapi para penyidik telah bekerja berdasarkan total tujuh korban, lima di antara mereka korban pembunuhan berencana.

Pembunuhan tersebut telah menginspirasi dua film: Zodiac (2007), dibintangi Robert Downey Jr dan Jake Gyllenhaal, dan Dirty Harry (1971) yang dibintangi Clint Eastwood.

https://www.bbc.com/indonesia/majalah-55298203


Kisah Misteri: Sosok Zodiac Killer, Belum Terpecahkan Sejak 51 Tahun Lalu

07/01/2021, 20:20 WIB 

Pembunuh yang menyebut dirinya Zodiac Killer, tidak menghindari sorotan media. Dia justru sengaja mencari perhatian publik dan menikmati saat-saat ketika sukses mengejek polisi dengan catatan yang ditinggalkannya. Zodiac Killer, setidaknya telah membunuh 5 orang di area San Francisco Bay pada tahun 1968 dan 1969. 

Korban pertamanya, David Faraday (17) dan kekasihnya, Betty Lou Jensen (16). Keduanya ditembak mati di dekat mobil mereka jelang Natal, tepatnya pada 20 Desember 1968 di Jalan Danau Herman dekat Vallejo. Melansir Biography, pada 5 Juli 1969, Darlene Ferrin (22) dan Mike Mageau (19) yang tengah berada di dalam mobil milik Ferrin didatangi oleh Zodiac Killer yang membawa lampu senter, dan sebuah senjata api. 

Pria misterius itu menembak ke arah mereka, membunuh Ferrin dan membuat Mageau terluka parah. Kurang dari 1 jam setelah peristiwa itu, seorang pria menghubungi Departemen Kepolisian Vallejo dan mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut. Sampai pada bulan Agustus 1969, sebuah surat dikirim ke media Chronicle, harian Examiner San Francisco dan harian Vallejo Times-Herald. 

Surat itu bertuliskan, "Dear Editor, sayalah pembunuh 2 remaja pada Natal tahun lalu di Lake Herman." Surat itu berisi detail yang hanya diketahui oleh si pembunuh, menurut laporan otoritas. Dia mengancam akan membunuh lebih banyak korban jika surat itu tidak dimuat di halaman depan setiap surat kabar. 

Di dalam amplop surat itu juga berisi beberapa sandi yang kemudian diberi nama "Sandi 408". “Saya suka membunuh karena itu sangat menyenangkan,” ungkap sandi pertama yang telah dipecahkan. Sandi itu membingungkan polisi tetapi kemudian dipecahkan oleh guru sekolah Salinas, Donald Harden dan istrinya, Bettye. 

“Membunuh manusia lebih menyenangkan daripada membunuh hewan liar di hutan karena manusia adalah hewan yang paling berbahaya," ungkap sandi itu lagi. Meski begitu, sang Zodiac Killer rupanya masih meninggalkan banyak surat berisi banyak sandi dan teka-teki. 

Pada akhir 2020, sandi terakhirnya terkuak, namun sosoknya masih belum terungkap. Baca juga: Kisah Misteri: Menelusuri Sejarah Zombie di Haiti Terus berhubungan dengan polisi dan jurnalis lewat surat Saat detektif dari berbagai departemen kepolisian bergegas untuk mengidentifikasi sosok sebenarnya Zodiac Killer, dia mengirim surat lain ke pihak media Examiner di mana dia pertama kali menggunakan nama aliasnya. 

Setiap huruf yang digunakan sang pembunuh punya simbol, seperti lingkaran dengan salib, mirip tanda bidik pada teropong senapan. Salah satu perbuatan keji, mengerikan dan brutal yang dilakukan Zodiac Killer di antaranya adalah serangan 27 September 1969. 

Korbannya, Bryan Hartnell (20) dan Cecelia Shepard (22) yang keduanya tengah menikmati hari mereka di tepi Danau Berryessa. Melansir History, seorang pria muncul memegang senjata, memakai kostum bertudung kepala dengan lingkaran salib putih yang dijahit di dadanya, seperti tanda bidikan senjata. 

Dia mengatakan kepada 2 remaja itu bahwa dia baru melarikan diri dari penjara dan membutuhkan uang serta mobil untuk melarikan diri ke Meksiko. Pria itu lantas mengikat pergelangan tangan kedua remaja tersebut dengan tali jemuran plastik yang sudah disiapkan sebelumnya. 

Namun, tiba-tiba saja, pria itu menyerang Bryan sebanyak 6 kali tusukan di punggung. Lalu Shepard juga mengalami hal serupa, 10 tikaman sampai tewas.  Pria itu lalu meninggalkan jejak, berupa gambar lingkaran melintang di pintu mobil Bryan. Di sana, dia menulis juga tanggal dan lokasi serangan yang dia lakukan sebelumnya.  

Dia juga menulis tanggal hari itu, pukul 6:30 serta simbol-simbol lain. Pada pukul 19:40, seorang pria melaporkan kepada Departemen Kepolisian Napa, yang cukup dekat dengan lokasi kejadian, bahwa ada pembunuhan bertingkat. Pria itu memberikan deskripsi mobil Bryan Hartnell dan memberi petunjuk kepada petugas di mana peristiwa terjadi.  

Di akhir telepon, pria itu mengaku, "Akulah yang membunuh mereka." Meski laporan kemudian mengatakan bahwa Bryan Hartnell berhasil selamat dari luka tusukan yang dideritanya. 

Masih terus membunuh 

Tak berhenti sampai di situ, Zodiac Killer menyerang kembali korbannya pada 11 Oktober 1969. Dia menembak sopir taksi Paul Stine (28) di San Francisco. Stine diserang di persimpangan Washington dan Cherry Streets. Zodiac Killer membunuh sopir malang itu dengan menyamar sebagai penumpang. Dia membunuh Stine dengan tembakan di kepala lalu melepas sehelai kemeja yang dipakai Stine. 

Sebelum polisi tiba, pelaku sudah berjalan pergi. Ketika itu, broadcast radio polisi melaporkan rincian tersangka dengan keliru. Mereka mengatakan pelaku adalah orang kulit hitam. Petugas polisi yang datang ke lokasi  kejadian melihat seorang pria yang sesuai dengan deskripsi tentang pelaku namun karena dia berkulit putih maka dia tidak menghentikannya. 

Tak lama, Zodiac Killer lagi-lagi mengirim amplop kepada media Chronicle. Kali ini berisi kemeja dengan motif garis milik Stine yang sudah berlumuran darah. Pembunuh berdarah dingin itu terus melakukan komunikasi dengan polisi dan jurnalis selama bertahun-tahun. 

Salah satu suratnya mengancam menargetkan bus sekolah dan akan menculik anak-anak ketika mereka keluar dari bus. Penjahat itu juga mengancam akan membunuh lebih banyak lagi korban namun meski detektif mencurigai beberapa kasus yang serupa, mereka tidak bisa lagi membuktikannya. Surat-surat dari Zodiac Killer berakhir pada tahun 1974. 

Di surat terakhirnya, sang pembunuh mengatakan bahwa dia menonton film The Exorcist. Dia mengatakan, film itu adalah "komedi satir terbaik yang pernah dia saksikan." Dia mengakhiri surat itu dengan menghitung pembunuhan yang dia klaim telah dilakukannya. 

"Saya - 37, SFPD - 0," tulisnya, tanpa penjelasan lebih detail, namun FBI meyakini dia mengeklaim telah melakukan pembunuhan lebih dari 30 orang meski yang benar-benar terkait sebanyak 5 orang saja. 

Sandi terakhirnya dipecahkan namun isinya mengecewakan... David Oranchak, perancang web berusia 46 tahun yang tinggal di Virginia, mengatakan  kepada Chronicle bahwa dia telah berusaha memecahkan sandi berkode 340 dari Zodiac Killer sejak 2006. Dia berharap sandi itu akan mengarah pada siapa identitas sang pembunuh. Namun ternyata dia harus kecewa dengan hasilnya.     

Isinya tak lain merupakan "informasi sampah" dari si pembunuh yang ingin mendapat perhatian.  Sandi itu hanya berisi tentang isi hati si pembunuh. Hampir sama dengan pesan-pesan sebelumnya dari sandi yang sudah dipecahkan oleh guru dari Salinas. 

Pelaku pembunuhan berantai itu kurang lebih menuliskan pesan: "Saya harap Anda bersenang-senang saat mencoba menangkap saya. Saya tidak takut dengan kamar gas, karena kamar itu akan mengirim saya lebih cepat ke surga, karena sekarang saya memiliki cukup budak yang bekerja untuk saya. Di mana orang lain tak punya apapun ketika mencapai surga, jadi mereka takut menghadapi mati." 

Penguraian sandi itu diyakini tepat karena beberapa alasan menurut media Chronicle. Kata 'surga' yang ditulis salah eja, dianggap punya tujuan tertentu dan ada di beberapa huruf sandi zodiak. Pembunuh itu juga mengulangi kata 'budak', surat-surat sebelumnya juga menunjukkan kata itu.  

Pada surat tahun 1970, dia mengatakan, "menyiksa ke-13 budak saya yang telah menanti saya di surga." Kantor FBI di San Francisco mengkonfirmasi berita tersebut dalam sebuah pernyataan pada hari Jumat di akhir Desember 2020. 

"FBI mengetahui bahwa sandi yang dikaitkan dengan Zodiac Killer baru-baru ini dipecahkan oleh seorang warga negara," bunyi pernyataan itu. “Kasus Zodiac Killer tetap menjadi investigasi berkelanjutan untuk divisi FBI San Francisco dan mitra penegakan hukum lokal kami.” 

Oranchak tidak sendiri. Dia bersama rekan peneliti lainnya, programmer komputer asal Belgia Jarl Van Eycke dan Sam Blake, seorang matematikawan asal Australia.  Oranchak mengatakan kepada media Chronicle bahwa memecahkan sandi itu sangatlah menarik. 

“Kami sudah memikirkan solusiny. Ketika saya pertama kali mulai melihat kode Zodiak bertahun-tahun yang lalu, saya berpikir, 'Oh, saya bisa menulis program komputer dan menyelesaikannya.'” Oranchak mengatakan faktanya, tidak sesederhana itu. Sandi tersebut telah berusaha dia pecahkan selama 14 tahun dan bahkan, “sampai sekarang,” pungkasnya.

https://www.kompas.com/global/read/2021/01/07/202000570/kisah-misteri-sosok-zodiac-killer-belum-terpecahkan-sejak-51-tahun-lalu?page=all.

Mary Jane Kelly Korban Terakhir Jack The Ripper

Mary Jane Kelly yang semula pindah ke London pada tahun 1884, namun akhirnya terdampar di East End London. Kemudian pada tahun 1886, Kelly tinggal di sebuah rumah penginapan atau rumah murah dengan banyak orang yang berbagi kamar dan ruang bersama di Spitalfields.

Suatu hari, pada tanggal 9 November 1888, pemilik rumah Kelly mengirim asistennya untuk menagih uang sewa. Ketika dia mengetuk pintu, Kelly tidak menjawab. Saat mengintip melalui jendela, asisten itu melihat tubuh Kelly bersimbah darah dan termutilasi. Polisi yang datang kemudian mendobrak pintu, dan mengidentifikasi Kelly sebagai korban lain dari pembunuh berantai Jack the Ripper.

Siapakah Jack the Ripper?.

Mary Jane Kelly menjadi korban terakhir dari Jack the Ripper yang ditemukan pada 9 November 1888. Korban sebelumnya diantaranya adalah Mary Ann Nichols yang ditemukan tak bernyawa pada 31 Agustus 1888. Lalu ada Annie Chapman yang jasadnya ditemukan pada 8 September 1888. Elizabeth Stride yang ditemukan tak bernyawa di tanggal 30 September 1888. Catherine (Kate) Eddowes juga ditemukan sama persis pada 30 September 1888. 

Jack the Ripper adalah satu dari sekian banyak serial killer paling terkenal di dunia yang masih menjadi misteri sampai sekarang. Ia dikenal sebagai pembunuh sadis yang tega menghabisi beberapa perempuan. 

Sosok ini dikenal sebagai pembunuh berantai di Inggris yang kejahatannya bikin publik gempar pada Agustus sampai November 1888 silam. 

Jack the Ripper diyakini bertanggung jawab atas pembunuhan setidaknya lima wanita muda di kawasan East End London. Para korban umumnya adalah wanita yang berprofesi sebagai pekerja malam atau memiliki pekerjaan yang rentan dan tinggal di lingkungan miskin. Mereka tewas dengan cara yang mengerikan.


Jack the Ripper menjadi pembunuh pertama yang berhasil menyedot perhatian media pers kala itu. Banyak media yang meliput kisah si pembunuh. Momen ini menjadikannya sebagai seseorang yang paling ditakuti bahkan memainkan peran besar dalam menyebar kepanikan pada publik.

Luasnya liputan surat kabar terhadap misteri ini menyebabkan Ripper meraih ketenaran internasional. Istilah "ripperologi" diciptakan untuk menggambarkan kajian dan analisis mengenai kasus Ripper.

Jack the Ripper bukanlah nama sebenarnya dari sang pembunuh, melainkan nama samaran yang hingga kini masih menjadi misteri dan belum terpecahkan. Julukan lainnya yang digunakan untuk sang pembunuh pada saat itu adalah "Pembunuh Whitechapel" dan si "Apron Kulit". Ada lebih dari 100 orang yang dicurigai. 

Meskipun ada banyak upaya dari polisi untuk menangkap Jack the Ripper, pelaku tidak pernah tertangkap dan identitasnya hingga menjadi misteri. Sejumlah tersangka telah diusulkan selama bertahun-tahun, tetapi tidak ada bukti yang cukup untuk menetapkan siapa pembunuh sebenarnya.

Setelah lebih dari seratus tahun berlalu, kemajuan teknologi membantu dalam memecahkan sosok asli dari pembunuh berantai Jack the Ripper. Hasil penelitian terkait temuan DNA di syal salah satu korban bernama Catherine Eddowes. Pada syal ini terdapat 'noda forensik' yang dapat dianalisis untuk mengidentifikasi siapa Ripper sebenarnya. Hasil temuan ini mengungkap kalau pria bernama Aaron Kosminski adalah orang yang paling mendekati sebagai pemilik DNA. Sosok ini merupakan pria berusia 23 tahun asal Polandia yang berprofesi sebagai tukang cukur. Saat penelitian ini dilakukan, ilmuwan mengambil DNA dari kerabat dekat Kosminski yang masih hidup.


Hasilnya analisis genetik pun terungkap yang mendukung kalau Kosminski adalah Jack the Ripper. Meskipun begitu, masih ada banyak pro dan kontra di antara ilmuwan lain yang juga ikut menganalisis tentang pembunuh berantai Jack the Ripper ini.


Meskipun sempat terkenal sebagai lokasi tempat pembunuh berantai legendaris melakukan aksinya, kini Whitechapel justru menjadi destinasi wisata yang banyak dikunjungi oleh turis. Bahkan ada jasa travel yang membuka tour 'Jack the Ripper' di mana pengunjung akan diajak menjelajahi berbagai tempat yang dulunya diyakini sebagai lokasi pembunuhan Ripper.


Sumber :

https://www.kompas.com/cekfakta/read/2022/11/09/200200982/kisah-mary-jane-kelly-korban-terakhir-jack-the-ripper?page=all.

https://conspiracystoryexplained.blogspot.com/2024/02/jack-ripper.html

Friday, February 9, 2024

Jack the Ripper

Mengenal Jack the Ripper, Pembunuh Berantai Sadis di London yang Sosoknya Kini Masih Menjadi Misteri

Sabtu, 13 Aug 2022 15:00 WIB

Beauties, adakah di antara kamu yang menyukai kisah misteri di dunia, baik yang sudah ataupun belum terpecahkan? Salah satu kisah yang nggak akan terlupakan dan menarik buat dikulik sampai sekarang adalah serial killer pembunuhan berantai. Bukan hanya mampu menghebohkan publik, peristiwa pembunuhan secara berantai berhasil bikin ngeri sekaligus merinding. 

Sosok Jack the Ripper adalah satu dari sekian banyak serial killer paling terkenal di dunia yang masih menjadi misteri sampai sekarang. Ia dikenal sebagai pembunuh sadis yang tega menghabisi beberapa perempuan kala itu. Lantas siapa Jack the Ripper dan bagaimana kisahnya hingga terungkap sebagai pembunuh berantai? Baca informasinya sampai habis lewat artikel berikut ini, ya!


Siapa itu Jack the Ripper?

Sosok ini dikenal sebagai pembunuh berantai di Inggrisyang kejahatannya sukses bikin publik gempar saat itu. Jack the Ripper merupakan pelaku pembunuhan yang melakukan aksinya pada Agustus sampai November 1888 silam. Seperti dikutip dari British Heritage, Jack the Ripper merupakan sebuah nama samaran seorang pembunuh yang sangat terkenal.


Mengenal sosok Jack the Ripper sebagai pembunuh berantai paling terkenal di dunia.

Bukan hanya karena sosoknya yang tega membunuh korban dengan sadis, tapi Jack the Ripper adalah pembunuh pertama yang berhasil menyedot perhatian media pers kala itu. Banyak media yang meliput kisah si pembunuh. Momen ini menjadikannya sebagai seseorang yang paling ditakuti bahkan memainkan peran besar dalam menyebar kepanikan pada publik.

Saat itu pihak berwenang mendapatkan banyak surat yang mengaku sebagai pembunuh, Beauties. Tapi karena kurangnya bukti, surat-surat itu hanya dianggap sebagai penipuan. Hingga akhirnya seorang bernama George Lusk dari Komite Kewaspadaan Whitechapel menerima surat yang disertai kotak kecil berisi setengah ginjal manusia. Pengirim surat yang menamai dirinya sebagai From Hell atau Dari Neraka ini mengklaim kalau dirinyalah yang memakan setengah bagian dari ginjal itu. Lantas mengapa pembunuh berantai Jack the Ripper bisa dikenal sangat sadis?


Korban dari Jack the Ripper

Ketakutan dan kepanikan publik akan Jack the Ripper bukan tanpa alasan, Beauties. Ini karena dirinya dengan kejam membunuh banyak perempuan. Di antara lusinan perempuan yang terbunuh, pihak wewenang memutuskan ada 5 korban resmi dari Jack the Ripper yang dijuluki sebagai canonical five. Di mana semua tewas dalam kondisi yang mengenaskan dengan tubuh termutilasi.


Korban pembunuhan dari Jack the Ripper.

Melansir dari Britannica, canonical five terdiri dari Mary Ann Nichols yang ditemukan tak bernyawa pada 31 Agustus 1888. Lalu ada Annie Chapman yang jasadnya ditemukan pada 8 September 1888. Elizabeth Stride yang ditemukan tak bernyawa di tanggal 30 September 1888. Catherine (Kate) Eddowes juga ditemukan sama persis pada 30 September 1888. Terakhir ada Mary Jane Kelly yang ditemukan pada 9 November 1888.

Kelima korban pembunuhan Jack the Ripper ini ternyata punya kemiripan satu sama lainnya, Beauties. Menurut keterangan publik saat itu, semua korban Ripper adalah perempuan tuna susila. Di mana saat terjadi pembunuhan, empat di antaranya sedang menjajakan diri di jalanan. Ada juga yang berpendapat kalau Ripper adalah seorang misoginis atau pembenci perempuan. Meskipun begitu hal ini masih menjadi desas-desus yang belum terbukti kebenaranya. Lalu di mana saja Ripper menjalankan aksinya?


Lokasi Tempat Pembunuhan

Jack the Ripper melakukan pembunuhan pada kelima korbannya di tempat yang sama yaitu Whitechapel, sebuah distrik yang ada di Kota London. Masih dilansir dari berbagai sumber sebelumnya, pada masa itu Whitechapel termasuk dalam kawasan dengan ekonomi yang terbilang rendah, Beauties. Lokasi ini menjadi daerah yang kumuh dan padat penduduk dengan kemiskinan terlihat di berbagai sudut.


Lokasi tempat pembunuhan Jack the Ripper.

Meskipun sempat terkenal sebagai lokasi tempat pembunuh berantai legendaris melakukan aksinya, kini Whitechapel justru menjadi destinasi wisatayang banyak dikunjungi oleh turis, Beauties. Bahkan ada jasa travelyang membuka tour 'Jack the Ripper' di mana pengunjung akan diajak menjelajahi berbagai tempat yang dulunya diyakini sebagai lokasi pembunuhan Ripper. Lantas siapa sebenarnya Jack the Ripper?


Sosok di Balik Jack the Ripper

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, Jack the Ripper bukanlah nama sebenarnya dari sang pembunuh. Melainkan nama samaran yang sayangnya hingga kini masih menjadi misteri dan belum terpecahkan. Meskipun begitu, ada berbagai teori yang menyebutkan terkait sosok asli di balik nama 'Jack the Ripper', Beauties.


Identitas dibalik pembunuh berantai Jack the Ripper.

Pada saat kasus Ripper menggembarkan publik London kala itu, ada lebih dari 100 orang yang dicurigai. Setelah lebih dari seratus tahun berlalu, kemajuan teknologi ternyata dapat membantu dalam memecahkan sosok asli dari pembunuh berantai Jack the Ripper. The Journal of Forensic Sciences menerbitkan hasil penelitian terkait temuan DNA di syal salah satu korban bernama Catherine Eddowes. Pada syal ini terdapat 'noda forensik' yang dapat dianalisis untuk mengidentifikasi siapa Ripper sebenarnya

Hasil temuan ini mengungkap kalau pria bernama Aaron Kosminski adalah orang yang paling mendekati sebagai pemilik DNA. Sosok ini merupakan pria berusia 23 tahun asal Polandia yang berprofesi sebagai tukang cukur. Saat penelitian ini dilakukan, ilmuwan mengambil DNA dari kerabat dekat Kosminski yang masih hidup.

Hasilnya analisis genetik pun terungkap yang mendukung kalau Kosminski adalah Jack the Ripper. Meskipun begitu, masih ada banyak pro dan kontra di antara ilmuwan lain yang juga ikut menganalisis tentang pembunuh berantai Jack the Ripper ini, Beauties.

https://www.beautynesia.id/life/mengenal-jack-the-ripper-pembunuh-berantai-sadis-di-london-yang-sosoknya-kini-masih-menjadi-misteri/b-260281



Misteri Pembunuhan “Jack the Ripper” di London pada Tahun 1888

by Himalaya  Juli 29, 2023 in Story  132  1  0

Pada akhir abad ke-19, London diguncang oleh serangkaian pembunuhan brutal yang dikenal sebagai “Jack the Ripper” atau “Jack Pembunuh” – salah satu misteri kejahatan paling terkenal dalam sejarah kriminal Inggris. Rentetan pembunuhan ini terjadi pada kuartal terakhir tahun 1888, mengakibatkan kepanikan dan kekhawatiran yang melanda penduduk kota.

Jack the Ripper diyakini bertanggung jawab atas pembunuhan setidaknya lima wanita muda di kawasan East End London. Para korban umumnya adalah wanita yang berprofesi sebagai pekerja malam atau memiliki pekerjaan yang rentan dan tinggal di lingkungan miskin. Mereka tewas dengan cara yang mengerikan.

Pembunuhan oleh Jack the Ripper menghebohkan masyarakat London dan menciptakan atmosfer ketakutan yang luar biasa. Media berlomba-lomba untuk memberitakan pembunuhan ini, dan berbagai teori tentang siapa pelaku sebenarnya pun bermunculan.

Meskipun ada banyak upaya dari polisi untuk menangkap Jack the Ripper, pelaku tidak pernah tertangkap dan identitasnya tetap menjadi misteri hingga hari ini. Sejumlah tersangka telah diusulkan selama bertahun-tahun, tetapi tidak ada bukti yang cukup untuk menetapkan siapa pembunuh sebenarnya.

Kasus Jack the Ripper telah menjadi pusat perhatian banyak buku, film, dan acara televisi, menciptakan beragam teori dan spekulasi tentang identitas asli pembunuh tersebut. Meskipun kasus ini tetap tak terpecahkan, legenda “Jack the Ripper” terus hidup dan tetap menjadi objek ketertarikan banyak orang di seluruh dunia.

Misteri pembunuhan “Jack the Ripper” pada tahun 1888 tetap menjadi salah satu kasus pembunuhan terkenal dalam sejarah. Identitas pembunuhnya tetap menjadi misteri, dan kisahnya telah menjadi bagian dari legenda kriminal Inggris.

https://himalayapost.id/misteri-pembunuhan-jack-the-ripper-di-london-pada-tahun-1888/



Jack the Ripper

Jack The Ripper (bahasa Indonesia: "Jack Si Pencabik") adalah julukan paling terkenal yang diberikan kepada pembunuh berantai tak dikenal yang beraksi di kawasan miskin di sekitar distrik Whitechapel, London, pada tahun 1888. Julukan ini berasal dari sebuah surat yang ditulis oleh seseorang yang mengaku sebagai pembunuh, yang kemudian disebarkan di media. Surat tersebut secara luas diyakini adalah tipuan, dan kemungkinan ditulis oleh seorang jurnalis yang berupaya untuk meningkatkan minat publik terhadap misteri tersebut. Julukan lainnya yang digunakan untuk sang pembunuh pada saat itu adalah "Pembunuh Whitechapel" dan si "Apron Kulit".

Pembunuhan yang dilakukan Ripper umumnya menyasar korban pekerja seks komersial yang berasal dari daerah kumuh dengan cara memotong tenggorokan kemudian memutilasi perut mereka. Hilangnya organ-organ dalam dari tiga korban Ripper memunculkan dugaan bahwa pelaku memiliki pengetahuan anatomi atau bedah. Desas-desus yang menyatakan bahwa pembunuhan ini saling berhubungan merebak pada bulan September dan Oktober 1888, dan beberapa surat yang dikirimkan oleh seseorang yang mengaku sebagai pembunuh diterima oleh media dan Scotland Yard. Surat "From Hell", yang diterima oleh George Lusk dari Whitechapel Vigilance Committee (Komite Kewaspadaan Whitechapel), juga berisikan separo ginjal manusia yang diawetkan, diduga ginjal tersebut merupakan milik salah seorang korban. Karena teknik pembunuhan yang luar biasa brutal, dan karena tingginya penafsiran media terhadap misteri ini, masyarakat semakin percaya bahwa pembunuhan ini merupakan pembunuhan berantai tunggal yang dilakukan oleh "Jack the Ripper".

Luasnya liputan surat kabar terhadap misteri ini menyebabkan Ripper meraih ketenaran internasional. Serangkaian penyelidikan mengenai pembunuhan lainnya yang dikenal sebagai Pembunuhan Whitechapel hingga tahun 1891 tidak mampu menghubungkan peristiwa pembunuhan ini dengan pembunuhan pada tahun 1888, tetapi legenda Jack the Ripper tetap dipercayai. Karena misteri pembunuhan ini tidak pernah terungkap, legenda tersebut semakin kuat, yang turut diiringi dengan penelitian sejarah asli, desas-desus, cerita rakyat, dan sejarah semu. Istilah "ripperologi" diciptakan untuk menggambarkan kajian dan analisis mengenai kasus Ripper. Hingga saat ini, terdapat lebih dari seratus teori mengenai identitas Ripper, dan misteri pembunuhan ini juga telah mengilhami lahirnya berbagai karya fiksi.

Menurut teori seorang ahli criminal profiler, ada probabilitas pembunuh memanifestasikan dirinya membunuh korban untuk menunjukkan suatu kepribadian dirinya yang lain. Kurang diketahui apa maksud si "Jack The Ripper" mengirimkan surat beserta organ tubuh korban setiap kali selesai melakukan pembunuhan.


Latar belakang

Pada pertengahan abad ke-19, Inggris menerima gelombang imigran Irlandia yang memengaruhi jumlah populasi di kota-kota besar di Inggris, termasuk East End, London. Sejak 1882, pengungsi Yahudi dari Eropa Timur dan Ketsaran Rusia juga berdatangan ke kawasan yang sama. Hal ini menyebabkan paroki sipil Whitechapel di East End, London, menjadi semakin penuh sesak. Kondisi pekerjaan dan perumahan memburuk, dan perekonomian kelas bawah mulai berkembang di kawasan ini. Perampokan, kekerasan, dan ketergantungan alkohol sudah menjadi hal yang lumrah di Whitechapel, dan kemiskinan memicu banyak perempuan untuk bekerja di bidang prostitusi. Pada bulan Oktober 1888, Metropolitan Police Service (Layanan Kepolisian Metropolitan) London memperkirakan bahwa terdapat sekitar 1.200 wanita pekerja seks komersial dan 62 rumah bordil di Whitechapel. Permasalahan ekonomi ini juga disertai dengan peningkatan ketegangan sosial. Antara tahun 1886 dan 1889, berbagai aksi demonstrasi terjadi, seperti pada tanggal 13 November 1887, yang menyebabkan semakin meluasnya campur tangan polisi dan kerusuhan massa. Rasisme, kriminalitas, kerusuhan sosial, dan kemiskinan memunculkan persepsi publik bahwa Whitechapel merupakan sarang imoralitas utama di London. Pada tahun 1888, persepsi ini semakin diperkuat dengan terjadinya serangkaian pembunuhan keji dan mengerikan yang dikaitkan dengan "Jack the Ripper", mendapat liputan luas dari media yang belum pernah terjadi sebelumnya.


Pembunuhan

Lokasi dari tujuh Pembunuhan Whitechapel – Osborn Street (kanan tengah), George Yard (kiri tengah), Hanbury Street (atas), Buck's Row (paling kanan), Berner Street (kanan bawah), Mitre Square (kiri bawah), dan Dorset Street (kiri tengah)

Banyaknya serangan terhadap perempuan di East End yang terjadi selama era tersebut menambah ketidakpastian terhadap berapa banyak korban yang dibunuh oleh pelaku yang sama. Sebelas pembunuhan terpisah, yang dimulai pada tanggal 3 April 1888 hingga 13 Februari 1891, disertakan dalam investigasi Metropolitan Police Service London, dan dikenal secara kolektif sebagai "Pembunuhan Whitechapel". Terdapat berbagai opini mengenai pembunuhan ini; apakah saling berkaitan satu sama lainnya, tetapi lima dari sebelas korban pembunuhan Whitechapel, yang dikenal dengan "lima kanonis", diyakini merupakan hasil karya Ripper. Sebagian besar korban memiliki garis luka miring di tenggorokan, dimutilasi di perut dan daerah kelamin, pengambilan organ dalam, dan mutilasi wajah, kesemuanya ini dipercaya sebagai modus operandi khas Jack the Ripper. Dua kasus pertama dalam pembunuhan Whitechapel, dengan korban Emma Elizabeth Smith dan Martha Tabram, tidak termasuk dalam lima kanonis.

Smith dirampok dan dianiaya secara seksual di Osborn Street, Whitechapel, pada tanggal 3 April 1888. Sebuah benda tumpul dimasukkan ke dalam vaginanya, memecahkan peritoneumnya. Ia menderita peritonitis, dan meninggal dunia pada hari berikutnya di London Hospital. Sebelum meninggal, Smith bersaksi bahwa ia diserang oleh dua atau tiga pria, salah satunya adalah remaja. Pembunuhan ini lalu dikaitkan dengan pembunuhan setelahnya oleh media, namun sebagian besar penulis berpendapat bahwa peristiwa ini merupakan kekerasan geng dan tidak berhubungan dengan kasus Ripper.

Tabram dibunuh pada 7 Agustus 1888; ia menderita 39 luka tusukan. Kebiadaban pembunuhan, kurang jelasnya motif, kedekatannya dengan lokasi pembunuhan sebelumnya (George Yard, Whitechapel), serta upaya untuk memperkirakan pembunuhan Ripper berikutnya, membuat polisi menghubungkan kedua kasus ini. Namun, pembunuhan ini berbeda dari pembunuhan kanonis; Tabram tewas ditusuk, bukannya dimutilasi di bagian tenggorokan dan perut. Kebanyakan ahli saat ini tidak mengaitkan pembunuhan Tabram dengan pembunuhan setelahnya karena adanya perbedaan dalam pola luka.

https://id.wikipedia.org/wiki/Jack_the_Ripper