Thursday, February 8, 2024

Misteri Kabut London Tahun 1952

Sebuah kabut misterius menyelimuti London, menutup kota itu dengan lapisan tebal polutan yang mencekik jalan napas, lalu membunuh ribuan orang dan hewan. Mereka tewas karena kesulitas bernapas. Misteri itu muncul tahun 1952. 

Peristiwa tersebut dikenal dengan Kabut Asap London '52 atau Kabut Asap Besar atau dalam bahasa Inggris disebut dengan The Great Smog. Great Smog of London melanda kota London beserta sekitar delapan juta penduduknya. Peristiwa ini terjadi pada musim dingin diakibatkan oleh cuaca dingin yang bercampur dengan fenomena meteorologi antisiklon dan kondisi cuaca yang berangin. 

Peristiwa ini berlangsung dari hari Jumat, 5 Desember sampai hari Selasa, 9 Desember 1952, dan kemudian tersebar dengan cepat ke seluruh kota setelah perubahan cuaca.

Ketika kabut tersebut pertama kali menyelimuti London pada Desember 1952, warga tak begitu memperhatikannya. Meskipun menyebabkan gangguan besar pada jarak pandang penglihatan, dan bahkan juga merambah ke area di dalam ruangan, peristiwa ini tidak dianggap sebagai peristiwa penting pada saat itu, karena London telah melalui berbagai peristiwa yang berhubungan dengan polusi udara pada masa lalu. 

Rupanya, sebagian besar warga London memang sudah terbiasa dengan polusi udara sejak tahun 1280, namun Great Smog menjadi kabut asap terbesar yang pernah menimpa London.

Namun beberapa hari kemudian, jarak pandang berkurang hingga menjadi 1 meter di beberapa tempat, transportasi ditutup, dan ribuan orang menderita masalah pernapasan. Hanya dalam hitungan hari, daya pandang masyarakat berkurang tajam hanya sampai tiga kaki. Alhasil London lumpuh total. Transportasi tak bisa beroperasi dan ribuan orang menderita masalah pernapasan. 

Diperkirakan 4.000 orang meninggal karena kabut tersebut, sedangkan 150.000 lainnya menjalani perawatan di rumah sakit. Namun, ada juga yang memperkirakan kematian karena kabut mencapai 12.000 jiwa.

Sebuah studi mencatat bahwa ada peningkatan 19,8 persen masyarakat terkena penyakit asma. Terutama pada anak-anak yang selama 12 bulan pertama mereka dilahirkan terkena Great Smog. Selanjutnya, peningkatan 7,9 persen ditemukan pada mereka yang berada dalam kandungan selama peristiwa kabut asap tersebut. Hal ini berkontribusi pada peningkatan angka kematian, bahkan di antara mereka yang selamat.

Selain itu, 35 kendaraan mengalami tragedi dalam satu kecelakaan, dan beberapa orang terluka dalam tabrakan lainnya. Sangat sulit untuk memastikan jumlah kematian yang disebabkan oleh kecelakaan akibat kabut asap.

Diketahui pula bahwa paru-paru sapi yang mati tersebut berwarna hitam. Kerusakan paru-paru ini juga terjadi pada masyarakat yang tinggal di London pada saat itu, terutama mereka yang tinggal di daerah dengan polusi udara tinggi dalam jangka panjang. Selama Great Smog, burung-burung bahkan menderita karena kabut asap di dataran rendah membuat mereka menabrak gedung.

Hal yang paling mengenaskan dari fenomena ini adalah tidak ada yang bisa dilakukan, selain menunggu kabut itu hilang dengan sendirinya. 


Diduga hal ini disebabkan proses kimia yang berkombinasi dengan kabut alami sebagai akibat dari pembakaran batu bara, di mana proses tersebut menciptakan kabut asam mematikan yang mengubah langit menjadi gelap. Kabut itu lalu menyelimuti seluruh kota.

Batu bara dikenal sebagai salah satu sumber bahan bakar paling kotor menurut sifatnya. Berbagai inisiatif batu bara bersih untuk mencoba mengurangi polusi yang dihasilkan batu bara, hanya sedikit yang berhasil. Sayangnya, mencoba membersihkan batu bara justru jauh tidak efisien karena membutuhkan banyak energi tambahan yang harus dikeluarkan.                     

Meski yakin dengan pemicu munculnya kabut pembunuh, para peneliti belum bisa memastikan mengapa sulfur dioksida berubah menjadi sulfur beracun. 

Tingkat keasaman yang tinggi menciptakan awan asam sulfat, dan membahayakan mereka yang terpapar polusi.Hujan asam selalu dikaitkan dengan polusi udara. Saat membakar bahan bakar fosil, sulfur dioksida dan nitrogen oksida masuk ke atmosfer. Bahan kimia ini kemudian bercampur dengan air, membentuk asam yang menyerupai hujan, dalam kasus Great Smog, asam ini terperangkap dalam kelembapan kabut itu sendiri. 

Kabut alami diketahui mengandung banyak partikel berukuran sangat kecil.


Kabut mematikan yang terjadi di London pada 1952 dianggap polusi udara paling mematikan sepanjang sejarah Eropa. Kisah kabut di kota ini bahkan sampai diangkat dalam salah satu episode di serial The Crown.

Peristiwa ini dianggap sebagai polusi udara terburuk dalam sejarah Inggris, dan menghasilkan pengaruh besar terhadap penelitian lingkungan, peraturan pemerintah, dan kesadaran publik tentang hubungan antara kondisi udara yang bersih dengan kesehatan. 

Peristiwa Kabut Asap Besar ini menyebabkan beberapa perubahan dalam praktik dan peraturan pemerintah mengenai udara bersih, termasuk dengan disahkannya Undang-Undang Udara Bersih atau kebijakan Clear Air Act pada tahun 1956 oleh parlemen Inggris.

Undang-Undang ini dibuat untuk mengatur emisi domestik serta industri. Peraturannya adalah dengan mengurangi penggunaan batu bara, dan persyaratan untuk memproduksi tungku baru yang lebih ramah lingkungan.Saat ini, batu bara menyumbang sangat sedikit dari energi yang dihasilkan di Inggris. Negara ini mengklaim bahwa sepenuhnya bebas dari batu bara untuk beberapa waktu. 

Great Smog of London 1952

Terkuak, Misteri 'Kabut Pembunuh' 12.000 Jiwa di London pada 1952

Diperbarui 16 Nov 2016, 19:07 WIB

London - Pada 1952, sebuah kabut misterius menyelimuti London, menutup kota itu dengan lapisan tebal polutan yang mencekik jalan napas, lalu membunuh ribuan orang dan hewan.

Selama ini penyebab pasti maut yang menyebar lewat udara tersebut belum diketahui. Namun, belakangan sebuah tim peneliti internasional mengatakan bahwa mereka telah memecahkan misteri tersebut.

Dalam analisis baru, para peneliti menitikberatkan proses kimia yang berkombinasi dengan kabut alami sebagai akibat dari pembakaran batu bara, di mana proses tersebut menciptakan kabut asam mematikan yang mengubah langit menjadi gelap.

Dikutip dari Daily Mail, Rabu (16/11/2016), ketika kabut tersebut pertama kali menyelimuti London pada Desember 1952, warga tak begitu memperhatikannya. Namun beberapa hari kemudian, jarak pandang berkurang hingga menjadi 1 meter di beberapa tempat, transportasi ditutup, dan ribuan orang menderita masalah pernapasan.

Pada awalnya diperkirakan 4.000 orang meninggal karena kabut tersebut, di mana 150.000 lainnya harus menjalani perawatan di rumah sakit. Namun menurut studi lain, diperkirakan kematian akibat peristiwa itu mencapai 12.000 jiwa.

Dengan menggunakan data populasi modern di China, peneliti menentukan bahwa peristiwa itu merupakan hasil dari percampuran partikel asam sulfat dengan kabut alami yang menutupi seluruh London.

"Orang-orang tahu bahwa sulfat adalah kontributor besar untuk kabut tersebut, dan partikel sulfat terbentuk dari sulfur dioksida yang dilepaskan oleh pembakaran batu bara yang digunakan di rumah dan pembangkit listrik, serta sarana lain," ujar Profesor Kimia di Texas A&M University, Renyi Zhang.

"Tapi cara sulfur dioksida berubah menjadi asam sulfat belum jelas," imbuh Zhang.

"Hasil kami menunjukkan bahwa proses ini difasilitasi oleh nitrogen dioksida, yang merupakan produk lain dari hasil pembakaran batu bara, dan awalnya terjadi pada kabut alami," jelas dia.

Zhang mengatakan, aspek kunci lainnya dalam perubahan sulfur oksida menjadi asam sulfat adalah, ia menghasilkan partikel asam yang kemudian menghambat proses tersebut.

"Kabut alami mengandung 10 kali partikel mikrometer lebih besar, dan bentuk asam cukup tipis. Penguapan dari partikel kabut itu menyebabkan partikel kabut asam lebih kecil yang menutupi kota " jelas Zheng.


Polusi Udara di China

Menurut para peneliti, reaksi kimia serupa sering terjadi di China saat ini--negara yang memiliki 16 kota dengan polusi terparah di dunia. Namun, masalah polusi China tidak sepenuhnya sama.

Negara tersebut telah mengalami pertumbuhan industri dan manufaktur besar-besaran selama beberapa dekade, di mana sebagian besar emisinya berasal dari pembangkit listrik, mobil, dan pupuk.

"Perbedaannya di China adalah kabut tipis dimulai dari nanopartikel yang lebih kecil, dan proses pembentukan sulfat hanya bisa terjadi dengan amonia untuk menetralisir partikel," ujar Zhang.

"Di China, sulfur dioksida biasanya dihasilkan oleh pembangkit listrik, nitogren dioksida dari pembangkit listrik dan mobil, sera amonia berasal dari penggunaan pupuk dan mobil."

Warga mengenakan masker saat kabut asap menyelimuti Beijing, China, Senin (30/11). Pemerintah setempat mengumumkan keadaan siaga dan menyarankan warga Beijing untuk berada dalam rumah karena kandungan polusi udara yang berbahaya. 

"Sekali lagi, proses kimia yang tepat harus saling mempengaruhi dalam kabut mematikan yang terjadi di China. Sementara kabut London memiliki tingkat keasaman tinggi, kabut China pada dasarnya netral," tambah dia.

Kabut mematikan yang terjadi di London pada 1952 dianggap polusi udara paling mematikan sepanjang sejarah Eropa. Peristiwa itu mendorong penerimaan Clean Air Act pada 1956 oleh Parlemen Inggris.

Dengan memecahkan misteri kabut di London, para peneliti mengatakan bahwa itu juga bisa menambah wawasan yang dapat membantu mencari solusi adanya polusi udara di China.

"Adanya pemahaman yang lebih baik tentang kimia udara memegang kunci untuk mengembangkan tindakan peraturan yang efektif di China," ujar Zhang.

"Pengurangan emisi nitrogen oksida dan amonia tampaknya efektif dalam memutuskan proses pembentukan sulfat," imbuh dia.

https://www.liputan6.com/global/read/2653685/terkuak-misteri-kabut-pembunuh-12000-jiwa-di-london-pada-1952



Terkuak, Misteri `Kabut Pembunuh` 62 Tahun Silam

16 Nov 2016

Terkuak, Misteri `Kabut Pembunuh` 62 Tahun Silam Kabut Tebal Membuat Kota London Gelap Gulita 

Misteri itu muncul tahun 1952. London tiba-tiba diserang kabut yang menyelimuti kota itu dengan tingkat polusi yang membunuh ribuan orang dan hewan. Mereka tewas karena kesulitas bernapas. Selama 62 tahun kabut pembunuh itu menjadi misteri. Hingga tim peneliti dari berbagai negara mengklaim telah menemukan jawaban dari misteri tersebut.

Mereka berhasil menguak tabir misteri kabut pembunuh tersebut setelah melihat kasus hampir serupa yang kini melanda beberapa kota besar di China dan negara lain.

Saat pertama kali muncul di Desember 1952, warga London dikejutkan dengan kehadiran kabut yang menyelimuti kota mereka. Hanya dalam hitungan hari, daya pandang masyarakat berkurang tajam hanya sampai tiga kaki.

Alhasil London lumpuh total. Transportasi tak bisa beroperasi dan ribuan orang menderita masalah pernapasan. Kondisi semakin mencekam setelah 4.000 orang meninggal, bersamaan dengan ribuan binatang dan 150 ribu orang dirawat. Studi terakhir menyebutkan ada sekitar 12 ribu warga London tewas karean kabut pembunuh tersebut.

Apa penyebabnya?

Dari pengalaman tersebut, para peneliti kemudian mengaitkan kabut pembunuh tersebut dengan kondisi China yang diselimuti asap.

Dalam analisa terbarunya, para peneliti menilai proses pencampuran kabut alami dan asap pembakaran batu bara telah menciptakan kabut beracun yang membuat langit menjadi gelap. Kabut itu lalu menyelimuti seluruh kota.

"Publik sudah tahu bahwa zat sulfat berkontribusi besar pada kabut, dan partikel sulfur yang beracum terbentuk dari sulfurdioksida yang dilepaskan dari rumah dan pabrik," kata Renyi Zhang, profesor kehormatan dan anggota Harold J. Haynes Chair of Atmospheric Sciences dan profesor kimia dari Texas A&M University.


Ada Misteri tak Terungkap

Meski yakin dengan pemicu munculnya kabut pembunuh, para peneliti belum bisa memastikan mengapa sulfur dioksida berubah menjadi sulfur beracun.

"Hasil penelitian kamu menujukan proses ini difasilitasi oleh nitrogen dioksida, yaitu produk buangan lain dari pembakaran batu bara, dan muncul di awal pembentukan kabut,"

Kabut alami diketahui mengandung banyak partikel berukuran sangat kecil.

China Diambang Bahaya?

Masih menurut para penliti, kandungan kimia serupa beberapa kali terlihat di era modern khususnya di China yang memiliki 16 kota paling tercemar di dunia. Meski masalah polusi di China memang tak bisa dianggap sama dengan kabut pembunuh London.

Perbedaannya, asap di China terbentuk dari partikel nano yang lebih kecil dan proses pembentukan sulfat hanya bisa terjadi saat amonia menetralisir partikel-partikel.

Di china, unsur sulfur dioksida sebagian besar berasal dari pabrik pembangkit listrik sedangkan nitrogen dioksida muncul dari pembangkit dan kendaraan bermotor. Amonia sendiri bersumber dari penggunaan pupuk dan kendaraan bermotor.

"Kabut pembunuh di China hanya akan muncul jika proses pembentukan bahan kimia terbentuk. Menariknya, kabut pembunuh di London mengantung unsur beracun, sementara China masih bersifat netral,"

Peristiwa Kabut Pembunuh 1952 London dikenal sebagai kejadian polusi udara paling mematikan dalam sejarah Eropa. Bahkan peristiwa ini membuat parlemen Inggris mengeluarkan kebijakan Clear Air Act di tahun 1956.

Dengan terpecahkannya misteri kabut pembunuh London, para peneliti berharap bisa membantu China mengatasi masalah ini.

"Kami yakin telah membantu memecahkan misteri kabut London 1952 sekaligus membantu memberikan ide pada China untuk memperbaiki kualitas udaranya,"

https://www.dream.co.id/stories/terkuak-misteri-kabut-pembunuh-62-tahun-silam-161116e.html


Kabut Asap London 1952

Kabut Asap London '52 atau Kabut Asap Besar (bahasa Inggris:The Great Smog) adalah suatu peristiwa polusi udara parah yang melanda Kota London, Inggris pada bulan Desember 1952. Peristiwa ini terjadi pada musim dingin diakibatkan oleh cuaca dingin yang bercampur dengan fenomena meteorologi antisiklon dan kondisi cuaca yang berangin. 

Polusi udara sebagian besar berasal dari penggunaan batubara yang kemudian membentuk lapisan tebal kabut asap di langit kota. Peristiwa ini berlangsung dari hari Jumat, 5 Desember sampai hari Selasa, 9 Desember 1952, dan kemudian tersebar dengan cepat ke seluruh kota setelah perubahan cuaca.

Meskipun menyebabkan gangguan besar pada jarak pandang penglihatan, dan bahkan juga merambah ke area di dalam ruangan, peristiwa ini tidak dianggap sebagai peristiwa penting pada saat itu, karena London telah melalui berbagai peristiwa yang berhubungan dengan polusi udara pada masa lalu. Namun, laporan medis dalam minggu-minggu berikutnya memperkirakan bahwa lebih dari 4.000 orang tewas dan 100.000 lebih mengalami gangguan pernapasan akut akibat menghirup kabut asap. Penelitian yang lebih baru menunjukkan bahwa jumlah korban tewas jauh lebih besar, yaitu sekitar 12.000 jiwa.

Peristiwa ini dianggap sebagai polusi udara terburuk dalam sejarah Inggris, dan menghasilkan pengaruh besar terhadap penelitian lingkungan, peraturan pemerintah, dan kesadaran publik tentang hubungan antara kondisi udara yang bersih dengan kesehatan. Peristiwa Kabut Asap Besar ini menyebabkan beberapa perubahan dalam praktik dan peraturan pemerintah mengenai udara bersih, termasuk dengan disahkannya Undang-Undang Udara Bersih pada tahun 1956.

https://id.wikipedia.org/wiki/Kabut_Asap_London_1952



Kabut Asap Campur Polusi Batu Bara, 12 Fakta Great Smog of London

20 Aug 21                           

Ini bukan fiksi dan ini bukan fantasi. Ini adalah sebuah peristiwa nyata dari fenomena polusi udara di Bumi, tepatnya di London. Hampir 70 tahun yang lalu, Great Smog of London melanda kota London beserta sekitar delapan juta penduduknya. Kabut asap London ini adalah sebuah tragedi yang diakibatkan oleh cuaca dingin bercampur dengan fenomena meteorologi antisiklon. Selain itu ditambah dengan adanya kondisi cuaca yang berangin serta polusi, menjadikan kabut asap tebal di London.Pada saat kabut membahayakan ini berakhir, ribuan orang tewas. Hal yang paling mengenaskan dari fenomena ini adalah tidak ada yang bisa dilakukan, selain menunggu kabut itu hilang dengan sendirinya. 

Mari kita simak fakta Great Smog of London lebih lanjut. 

1. Terjadinya kabut asap London

Cuaca London yang sangat dingin, ditambah kombinasi dari pembakaran batu bara oleh warga dan pabrik industri menyebabkan kabut asap menumpuk di langit kota. Dari aktivitas ini, London sempat diterpa kegelapan selama 5 hari. Akibat kabut asap ini, aktivitas kota London sempat terhenti. Jarak pandang yang rendah membuat masyarakat kesulitan ketika mengendarai mobil. Di malam hari, lampu pijar yang biasanya menerangi jalan juga tidak banyak membantu. Kisah kabut di kota ini bahkan sampai diangkat dalam salah satu episode di serial The Crown.                                        

2. Istilah 'kabut asap' sudah ditemukan di London pada awal abad ke-20

Kabut asap bukanlah kejadian alami. Kata itu merupakan gabungan dari 'asap' dan 'kabut', yang ditemukan oleh seorang warga London pada tahun 1905. Kabut asap terjadi ketika uap air tercemar dengan berbagai polutan pada peradaban modern karena menjamurnya polusi udara. Polusi ini menciptakan awan tebal yang bercampur elemen terburuk dari asap serta air.Rupanya, sebagian besar warga London memang sudah terbiasa dengan polusi udara sejak tahun 1280an, namun Great Smog menjadi kabut asap terbesar yang pernah menimpa London.

3. Great Smog menyebabkan 4.000 hingga 12.000 kematian manusia

BBC memperkirakan bahwa jumlah kematian akibat kabut asap ini sekitar 12.000 orang, meskipun pada saat itu diperkirakan mendekati 4.000 orang. Angka 4.000 didasarkan pada mereka yang meninggal karena komplikasi paru-paru dan masalah lain yang terkait langsung dengan polusi.Sebuah studi mencatat bahwa ada peningkatan 19,8 persen masyarakat terkena penyakit asma. Terutama pada anak-anak yang selama 12 bulan pertama mereka dilahirkan terkena Great Smog. Selanjutnya, peningkatan 7,9 persen ditemukan pada mereka yang berada dalam kandungan selama peristiwa kabut asap tersebut. Hal ini berkontribusi pada peningkatan angka kematian, bahkan di antara mereka yang selamat.Selain itu, 35 kendaraan mengalami tragedi dalam satu kecelakaan, dan beberapa orang terluka dalam tabrakan lainnya. Sangat sulit untuk memastikan jumlah kematian yang disebabkan oleh kecelakaan akibat kabut asap.

4. Apakah warga London panik saat terjadi Great Smog? 

Salah satu hal menarik tentang Great Smog of London adalah tidak adanya masyarakat yang panik. Pertama, warga London sudah terbiasa dengan kabut asap. Mereka pun menyebut kabut asap sebagai 'sup kacang'. Tidak seperti hari pertama yang agak cuek, di hari ketiga Great Smog, warga London justru mulai cemas dengan kabut asap tersebut. The Verge mengungkapkan bahwa warga London tidak menyadari betapa berbahayanya kabut asap tersebut. Informasi berita belum secepat sekarang, warga tidak mengetahui apa yang sedang terjadi secara keseluruhan.Meskipun mungkin ada teman, anggota keluarga, atau tetangga yang sekarat, mereka tidak mengaitkannya dengan masalah lingkungan yang sedang terjadi pada saat itu.

5. Great Smog of London juga mengandung zat asam berbahaya

Beberapa ilmuwan yakin bahwa zat asam dapat berkontribusi pada kematian selama Great Smog. Meskipun ini tidak dibahas pada saat itu, tapi hal ini telah dieksplorasi oleh para ilmuwan selanjutnya.Menurut sebuah studi oleh para peneliti di Texas A&M, ada kemungkinan bahwa tingkat keasaman yang tinggi menciptakan awan asam sulfat, dan membahayakan mereka yang terpapar polusi.Hujan asam selalu dikaitkan dengan polusi udara. Saat membakar bahan bakar fosil, sulfur dioksida dan nitrogen oksida masuk ke atmosfer. Bahan kimia ini kemudian bercampur dengan air, membentuk asam yang menyerupai hujan, dalam kasus Great Smog, asam ini terperangkap dalam kelembapan kabut itu sendiri. 

6. Inisiatif pemerintah dengan adanya Great Smog

Sebelum Great Smog, industrialisasi London telah berkembang pesat, dan pemerintah mengekspor sebagian besar batu bara unggulannya untuk menghasilkan keuntungan. Dilansir laman History.com, pemerintah tidak segera mengambil tindakan ketika Great Smog terjadi, karena kabut sudah biasa di London. Batu bara dikenal sebagai salah satu sumber bahan bakar paling kotor menurut sifatnya. Berbagai inisiatif batu bara bersih untuk mencoba mengurangi polusi yang dihasilkan batu bara, hanya sedikit yang berhasil. Sayangnya, mencoba membersihkan batu bara justru jauh tidak efisien karena membutuhkan banyak energi tambahan yang harus dikeluarkan.                     

7. Warga London menolak inisiatif pemerintah

Warga London menolak banyak inisiatif dengan berbagai alasan. Contohnya, seperti saat warga tak mau menyingkirkan perapian terbuka karena dianggap tidak adanya sirkulasi udara serta memperburuk kesehatan. Pejabat kesehatan tidak menanggapi masalah ini dengan serius, jadi, warga London terus menggunakan perapian batu bara yang asapnya menggumpal ke lingkungan sekitar.

8. Banyak yang meninggal bukan karena Great Smog itu sendiri

Banyak yang meninggal selama Great Smog London bukan karena kabut asap itu sendiri. Mereka meninggal karena jatuh ke Sungai Thames, lalu tenggelam akibat jarak pandang yang rendah. Membuat banyak pejalan kaki tidak bisa melihat langkah mereka sendiri.London sebagai kota besar, memiliki insiden kecelakaan karena polusi sebelumnya. Salah satunya adalah Great Stink, saat itu Sungai Thames dipenuhi kotoran dan hewan mati. Dari kejadian ini, menyebabkan segala macam penderitaan serta penyakit di masyarakat. Faktanya, Great Stink-lah yang mendorong warga London untuk menjaga sirkulasi udara di rumah agar tetap baik, mereka percaya bahwa bau busuk bisa membunuh mereka.

9. Warga London mengenakan masker selama Great Smog

Mungkin memakai masker selama pandemi COVID-19 dianggap tidak biasa. Namun sebenarnya, penggunaan masker sudah dilakukan warga London pada masanya untuk melindungi diri dari polusi.Baik masker kain maupun masker medis, terlihat di foto-foto selama Great Smog. Masker ini mungkin cukup efektif mengurangi jumlah kabut asap yang masuk ke paru-paru, dan tidak saja digunakan di luar ruangan, tetapi juga di dalam ruangan. Beberapa orang bahkan bereksperimen dengan menggunakan semacam penutup kepala yang terbuat dari bahan transparan.

10. Hewan juga mengalami dampak dari Great Smog

Karena kejadian ini, tercatat 11 sapi betina mati lemas selama peristiwa kabut asap, dan beberapa peternak mengenakan masker gas untuk ternak mereka. Diketahui pula bahwa paru-paru sapi yang mati tersebut berwarna hitam.Kerusakan paru-paru ini juga terjadi pada masyarakat yang tinggal di London pada saat itu, terutama mereka yang tinggal di daerah dengan polusi udara tinggi dalam jangka panjang. Selama Great Smog, burung-burung bahkan menderita karena kabut asap di dataran rendah membuat mereka menabrak gedung.

11. Great Smog masih menjadi polusi terburuk di London, tetapi ada kabut asap lain yang tak kalah membahayakan

Ada beberapa peristiwa kabut mematikan terkait polusi lainnya di London, namun dilansir dari Pusat Lingkungan dan Masyarakat Rachel Carson, kabut asap London dianggap sebagai yang terburuk.Secara global, ada banyak contoh kabut asap berbahaya, seperti St. Louis Smog, Meuse River Valley Smog, dan Donora Smog.Donora Smog terjadi pada tahun 1948, menewaskan 20 orang dan melukai 6.000 orang lainnya — jumlah yang luar biasa mengingat populasi Donora, Pennsylvania, hanya 14.000 pada saat itu. Donora Smog terjadi karena emisi dari pabrik lokal dan kabut asap ini berlangsung selama lima hari.Demikian pula pada tahun 1930, Meuse River Valley Smog (Kabut Asap Lembah Sungai Meuse) menewaskan hingga 60 orang di Belgia. Hal ini terjadi akibat kombinasi dari polusi udara industri dan masalah iklim. St Louis Smog tahun 1939 juga terjadi karena inversi suhu.

12. Upaya untuk mengatasi udara bersih, empat tahun setelah Great Smog of London

Atas kejadian ini, akhirnya pemerintah Inggris melakukan beberapa kontrol terhadap polusi udara London pada tahun 1952. Hasilnya, mereka merilis Clean Air Act atau Undang-Undang Udara Bersih pada tahun 1956. Undang-Undang ini dibuat untuk mengatur emisi domestik serta industri. Peraturannya adalah dengan mengurangi penggunaan batu bara, dan persyaratan untuk memproduksi tungku baru yang lebih ramah lingkungan.Saat ini, batu bara menyumbang sangat sedikit dari energi yang dihasilkan di Inggris. Negara ini mengklaim bahwa sepenuhnya bebas dari batu bara untuk beberapa waktu. Namun, beberapa orang percaya bahwa polusi udara tetap menjadi salah satu ancaman kesehatan terbesar di Inggris.

https://www.idntimes.com/science/discovery/amelia-solekha/fakta-great-smog-of-london-c1c2.

Monday, February 5, 2024

Misteri Bencana Tahun 536

Tahun 536 M atau pertengahan abad ke-6 merupakan salah satu tahun terburuk sekaligus merupakan periode terburuk bagi mahluk hidup di Bumi, sehingga disebut dengan Masa Kegelapan. Dijuluki sebagai Masa Kegelapan atau Tahun Kegelapan", karena pada tahun 536 suhu di bumi turun drastis dan matahari diredupkan oleh kabut besar yang menghalangi sinarnya mengenai bumi selama 24 jam sehari selama 18 bulan.

Antara tahun 535 dan 536 Masehi, serangkaian peristiwa iklim besar terjadi dan dapat dengan mudah digambarkan sebagai bencana global. "Setiap hari, matahari bersinar selama sekitar empat jam, dan tetap saja cahaya ini hanya bayangan yang lemah. Semua orang menyatakan bahwa matahari tidak akan pernah mendapatkan cahaya penuhnya lagi.

Pada tahun tersebut muncul kabut misterius yang menutupi Eropa, Timur Tengah dan sebagian Asia, sehingga terjadi kegelapan - sepanjang hari dan malam - selama 18 bulan. Suhu pada musim panas turun 1,5 Celcius menjadi 2,5 C, memulai dekade terdingin dalam 2.300 tahun terakhir. Salju turun pada musim panas di Cina; panen gagal; orang kelaparan.

Di Irlandia terjadi tidak ada persediaan roti dari tahun 536-539. Tahun 541, wabah pes atau yang disebut sebagai Wabah Justinian terjadi di pelabuhan Pelusium, Romawi di Mesir.

Di Tiongkok dan Jepang, tahun 536 terjadi kelangkaan air, terjadi kekeringan besar dan banyak kematian terjadi akibatnya. Ratusan ribu mil persegi sawah menjadi tidak subur. Sehingga menyebabkan banyak populasi meninggal dan yang selamat memakan mayat untuk bertahan hidup. 

Peristiwa bencana juga melanda Korea, Amerika, Eropa, Afrika, dan Australia. 

Sesuatu yang aneh terjadi di langit. Kabut misterius dan berdebu muncul di langit, menghalangi Matahari untuk memancarkan sinarnya ke bumi. Pengurangan cahaya mengakibatkan pengurangan panas di planet ini. 

Hujan yang turun pun bukannya memberikan kesejukan, malah menjadi warna merah darah dan kotor. Kondisi yang tidak baik itulah yang membuat akhirnya penguapan terganggu yang menyebabkan tidak turunnya hujan.

Bagai efek domino, kejadian ini merembet dari satu masalah ke masalah lainnya. Dari kekeringan, lalu berdampak ke gagalnya panen, sehingga membuat kelaparan massal,

Kurangnya hujan dan musim dingin yang sangat panjang mengakibatkan gagal panen dan burung serta satwa liar lainnya musnah. Kelaparan dan wabah penyakit melanda banyak daerah dan ada banyak kematian.

Data arkeologi dan geologi mengungkapkan bukti perubahan iklim. Studi yang dilakukan pada batang pohon, misalnya, menunjukkan bahwa tahun 536 Masehi adalah tahun yang terdingin dalam 1.500 tahun.

Bahkan di Tiongkok sendiri, berembus kabar turunnya salju saat musim panas. Era ini sempat disebut zaman es mungil.


Mengapa letusan gunung berapi mempengaruhi suhu global?. 

Ketika gunung berapi meletus, ia memuntahkan belerang, bismut, dan zat lain tinggi ke atmosfer. Di sana zat-zat tersebut "membentuk selubung aerosol yang memantulkan cahaya matahari kembali ke luar angkasa sehingga mendinginkan planet ini.

Letusan mengeluarkan sejumlah besar aerosol sulfat ke atmosfer, yang mengurangi radiasi matahari yang mencapai permukaan bumi dan mendinginkan atmosfer selama beberapa tahun. Gas sulfur dan berbagai partikel yang terbang ke angkasa yang membuat perubahan iklim.


Sumber awan misterius menjadi sebuah misteri.

Para ilmuwan masih meneliti tiga kemungkinan: asteroid, komet, atau erupsi gunung. 

Dengan mencocokkan catatan es jejak kimiawi ini dengan catatan iklim cincin pohon, menemukan bahwa hampir setiap musim panas yang tidak biasa selama 2500 tahun terakhir didahului oleh letusan gunung berapi.

Para peneliti melakukan analisa terhadap es dari gletser Swiss, dimana kemungkinan misteri tahun 536 terjadi sebuah letusan vulkanik dahsyat di Islandia - atau kemungkinan di Amerika Utara - yang menyemburkan asap di belahan utara bumi. Lalu juga terjadi dua letusan besar lainnya kemudian terjadi pada tahun 540 dan 547.

Ada dugaan lain bahwa penyebabnya adalah Nenek Moyang dari Induk Gunung Krakatau di Selat Sunda, yaitu Gunung Batuwara.


Bukti lain yang tak terduga ditemukan dalam teks kuno Pustaka Raja Purwa yang kemungkinan menggambarkan erupsi dahsyat gunung yang berada di Selat Sunda, antara Jawa dan Sumatra pada tahun 535. Tepat di lokasi Gunung Krakatau berada.

Digambarkan, suara guntur menggelegar datang dari Gunung Batuwara atau Pulosari. “Bumi berguncang hebat, kegelapan mutlak, petir dan kilat. Lalu, angin ribut datang disertai guyuran hujan lebat dan badai mematikan yang menggelapkan seluruh dunia.”

Pustaka Raja Purwa menyebut, banjir bandang datang dari Gunung Batuwara, menerjang ke arah timur ke Gunung Kamula (Gunung Gede). Kitab kuno itu kemudian mengklaim, erupsi dahsyat membuat area luas di dekatnya amblas hingga di bawah permukaan air laut, menciptakan selat yang kini memisahkan Jawa dan Sumatra.

Persoalan lain, erupsi yang digambarkan dalam naskah itu disebut terjadi pada tahun 338 Saka atau 416 Masehi, bukan tahun 535. Diduga bahwa letusan Krakatau yang digambarkan terjadi pada tahun 416 oleh Kitab Raja-Raja Jawa sebenarnya terjadi pada tahun 535–536, tidak ada bukti lain tentang letusan seperti itu pada tahun 416.

Jadi, benarkah nenek moyang Krakatau, Gunung Batuwara erupsi pada tahun 553?. Dan apakah peristiwa itu yang memicu malapetaka level dunia?.


Sumber :

https://www.bbc.com/indonesia/majalah-46453144

https://nationalgeographic.grid.id/read/133091107/bencana-iklim-tahun-536-tahun-kegelapan-dan-kaitannya-dengan-krakatau?page=all

https://www.liputan6.com/news/read/5349588/jawaban-misteri-malapetaka-dunia-535-536-ada-di-selat-sunda-dipicu-nenek-moyang-gunung-krakatau?page=4

https://nationalgeographic.grid.id/read/133035584/536-m-adalah-tahun-terburuk-di-bumi-dalam-catatan-sejarah-kuno?page=all

https://id.wikipedia.org/wiki/Musim_dingin_vulkanis_536

https://soreang.suara.com/read/2022/10/10/153946/536-masehi-tahun-paling-seram-untuk-manusia-hidup

https://www.idntimes.com/science/discovery/abraham-herdyanto/alasan-536-masehi-adalah-tahun-terburuk-untuk-manusia?page=all

https://makassar.tribunnews.com/2021/01/09/tahun-536-sejarah-terburuk-manusia-salju-turun-di-musim-panas-pandemi-covid-19-tak-ada-apa-apanya?page=all

https://news.okezone.com/read/2018/12/08/18/1988455/tahun-536-disebut-jadi-periode-terburuk-bagi-makhluk-hidup

Sunday, February 4, 2024

Misteri Area 51

Semua kisah berawal pada tahun 1989, seorang pria bernama Robert Lazart mengklaim bahwa dia pernah bekerja di pusat teknologi alien di sebuah lokasi yang disebut Area 51. Lazart mengklaim telah melihat beberapa foto medis dari alien dan menyebut bahwa pemerintah menggunakan fasilitas itu untuk memeriksa UFO. 

Kemudian, jauh sebelumnya lagi, pada 1947, beredar klaim bahwa di pangkalan Area 51 terdapat pesawat luar angkasa dan alien sebagai pilotnya, setelah pesawat itu jatuh di Roswell, negara bagian New Mexico. 

Namun kemudian dikatakan bahwa pesawat jatuh yang dimaksud sebenarnya adalah balon cuaca. 

Lalu bagaimana sebenarnya misteri yang menyelimuti Area 51?.

Mari kita bahas?.

Area 51 adalah bagian dari pangkalan udara militer yang dikenal sebagai Pangkalan Udara Angkatan Udara Nellis. Wilayah ini secara resmi dikenal sebagai Pangkalan Udara Angkatan Udara Nellis - Area 51 atau Groom Lake, dan merupakan lokasi tes dan pelatihan militer yang sangat rahasia. 

Didirikan pada tahun 1955, Area 51 sejak itu menjadi pusat penelitian dan pengembangan pesawat terbang, teknologi militer canggih, dan sistem senjata.

Area 51 adalah nama di peta untuk area di dalam Nevada National Security Site tempat pemerintah AS menggelar operasi rahasia. Lapangan terbang di Area 51 disebut Bandara Homey, dan fasilitas keseluruhannya sering disebut sebagai Danau Groom yang merupakan danau kering dekat bandara. 

Karyawan Area 51 mencapai fasilitas tersebut melalui pesawat. Mereka terbang masuk dan keluar dari terminal terbatas di Bandara Internasional McCarran dengan salah satu dari beberapa pesawat tak bertanda yang diizinkan terbang melalui wilayah udara di atas Area 51 (wilayah udara R-4808N).

Area 51 dibangun pada era Perang Dingin antara AS dan Uni Soviet, sebagai fasilitas untuk menguji dan mengembangkan pesawat, termasuk pesawat U-2 dan SR-71 Blackbird. Pada tahun-tahun awal Perang Dingin, AS dan Uni Soviet berupaya mengembangkan teknologi yang memberikan keunggulan dari negara lawan. 

Banyak sekali informasi mengenai pencapaian ilmiah, seperti roket atau senjata dan juga cara menanam lebih banyak pangan atau membuat bahan bakar lebih efisien dirahasiakan sebagai isu keamanan nasional.

CIA juga mengklaim, Area 51 berstatus rahasia demi menjaga informasi dari Uni Soviet, daripada menutupi penemuan pesawat alien. Namun demikian, pada 11 Juli 2019, lebih dari 1,5 juta orang mengatakan mereka akan menghadiri acara Facebook berjudul "Storm Area 51, They Can't Stop All of Us".

Meski fasilitas itu dibuka pada 1955, keberadaanya baru secara resmi diakui oleh badan intelijen CIA pada Agustus 2013.  Pada tahun 2013, pemerintah secara terbuka mengakui bahwa Area 51 digunakan untuk pengembangan dan uji coba pesawat militer yang sangat rahasia, termasuk drone dan pesawat terbang tak berawak. 

Empat bulan setelah pengungkapan oleh CIA, Presiden AS kala itu, Barack Obama, menjadi presiden pertama AS yang mengungkap Area 51 kepada publik. Meskipun citra satelit situs tersebut sempat dibatasi, sejak 2018 pangkalan tersebut telah terlihat di Google Maps. 

Dan meskipun pemerintah Amerika Serikat secara resmi mengakui keberadaan Area 51, rincian operasionalnya tetap dirahasiakan. Kerahasiaan Area 51 telah memicu berbagai teori konspirasi yang menarik perhatian banyak orang. 

Beberapa teori konspirasi yang populer termasuk adanya teknologi atau pesawat luar angkasa eksperimental yang dihasilkan dari sisa-sisa pendaratan alien, adanya laboratorium penelitian tentang teknologi waktu dan perjalanan antar dimensi, hingga dugaan penelitian manusia untuk proyek rahasia pemerintah.

Klaim lain adalah beberapa orang melihat adanya UFO di atas dan di dekat situs itu, sementara lainnya mengaku telah diculik oleh alien dan bahkan menjadi objek eksperimen, sebelum akhirnya dikembalikan ke Bumi.


Sumber :

https://www.kompas.com/cekfakta/read/2022/06/13/130900582/mitos-area-51-awal-mula-konspirasi-hingga-militer-as-buka-dokumen?page=all.

https://www.viva.co.id/edukasi/1623650-5-misteri-dan-kontroversi-area-51-si-tanah-terlarang

https://www.bbc.com/indonesia/majalah-49764576

https://internasional.republika.co.id/berita/rzuc3u383/fakta-seputar-misteri-area-51

https://www.kompas.com/tren/read/2023/08/02/071500365/12-fakta-tentang-area-51-pangkalan-yang-kerap-dikaitkan-dengan-ufo-dan.

https://radarsemarang.jawapos.com/destinasi/723349673/tempat-rahasia-sampai-pendaratan-ufo-mengungkap-misteri-area-51-di-gurun-nevada-yang-penuh-teori-konspirasi?page=2

https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20220721103025-199-824246/area-51-di-nevada-jadi-tempat-penyimpanan-pesawat-alien-benarkah/2.

Saturday, February 3, 2024

Baru Alien di Gunung Merapi

Alien dan UFO selalu menjadi topik menarik untuk dibahas. Hal ini dikarenakan alien dan UFO tetap menjadi misteri bagi manusia yang mendiami bumi diantara berjuta-juta planet dan bintang. Kali ini kita akan membahas misteri batu alien yang ada di Indonesia. Lebih tepatnya di Sleman Yogyakarta, yang kini menjadi tempat wisata lereng Gunung Merapi. 

Batu Alien ini oleh beberapa pengunjung dianggap merupakan batu meteor dari luar angkasa. Namun, sebenarnya keberadaan batu ini tak ada hubungannya sama sekali dengan luar angkasa bahkan alien. 

Lalu batu alien ini apa?. Dan asal usulnya batu alien ini bagaimana?.

Mari kita bahas.

Batu Alien berada di daerah Cangkringan, tepatnya di di Dusun Jambu, Kepuharjo, Cangkringan, Sleman. Di sana kita bisa bertamasya menikmati indahnya panorama pegunungan dengan bentangan perbukitan nan sejuk serta megahnya gunung Merapi.

Jika berkunjung, wisata ini berjarak sekitar 25 Km dari Kota Yogyakarta. Jarak tempuh sekitar 45 menit berkendaraan. Para pengunjung wisata ini bisa melalui akses umum yaitu jalan lingkar Jogja utara. Lalu yang dituju adalah arah utara menuju perempatan Kaliurang. Pada saat sampai pada pertigaan Pakem maka belok ke kanan menuju arah timur.

Daerah tersebut biasanya akan lumayan ramai, terutama pada Sabtu dan Minggu serta hari-hari libur lainnya. Untuk menjangkau lokasi wisata tersebut, di kawasan lereng Gunung Merapi, para wisatawan sudah dipersiapkan mobil Jeep. Keberadaan Jeep tersebut akan mengantar wisatawan menikmati wisata di lereng Gunung Merapi yang akan dimanjakan dengan spot menarik. 

Konon, batu besar ini terbawa lahar panas akibat erupsi Merapi pada tahun 2010 silam. Erupsi Gunung Merapi tahun 2010 lalu tersebut menyisakan kepedihan bagi warga sekitar. Luapan awan panas dan lava panas telah menerjang wilayah sisi selatan Merapi sejauh 17 kilometer dari puncak gunung teraktif di Indonesia itu.

Adapun lokasi bebatuan unik tersebut sejarahnya dulu merupakan perkampungan Desa Jambu yang terkena luapan lahar dari erupsi Gunung Merapi pada tahun 2010. Dari erupsi dahsyat tersebut mengakibatkan Desa Jambu rata dengan tanah karena terkubur luapaan lahar Merapi. Akibat erupsi tersebut menyebabkan sebanyak 150 kepala keluarga tersapu di daerah tersebut.

Jejak dahsyatnya letusan Gunung Merapi bisa dilihat dari kawasan yang diterjang lava panas, hingga kini kita masih bisa menyaksikan saksi bisu keganasan lahar merapi tersebut.


Semula, batu besar ini hanya nampak seperti bongkahan batuan vulkanik biasa, namun ketika kita mendekat dan memperhatikannya dari sudut tertentu anda akan melihat sebuah teksur wajah pada batu tersebut. Secara rinci batu unik tersebut lengkap dengan kepala manusia, misalnya seperti memiliki telinga kanan, mata kanan, hidung, mata kiri, mulut, pakai peci, dan dagu. Pada penampakan belakangnya maka akan terlihat seperti mirip dengan hewan singa sehingga akan semakin membuat warga tertarik.

Batu besar tersebut menyerupai wajah Alien. Semua bentuk keunikan yang dimiliki Batu Alien adalah asli dari bentukan alami bukan hasil ukir manusia.

Nama alien sebenarnya sekedar plesetan saja. Warga lokal awalnya menyebut itu adalah batu 'alihan' dalam bahasa Jawa. Jika diartikan pada bahasa Indonesia maksudnya adalah batu pindahan dari puncak Merapi yang telah terseret sejauh 7 kilometer hingga sampai kampung Jambu. 


Terlepas dari teori yang beredar, tempat ini menyajikan pemandangan yang sangat menarik dan membuat pengunjung merasa seolah-olah berada di tempat yang jauh dari dunia ini.

Wisata Batu Alien mengajarkan kita, bahwa di balik sebuah bencana ada rencana lain dari Yang Maha Kuasa. 


Sumber :

https://www.perpustakaankarmelindo.org/index.php?p=show_detail&id=202189

https://jogja.tribunnews.com/2018/03/06/batu-alien-bongkahan-batu-vulkanik-yang-terlempar-dari-perut-merapi.

https://www.viva.co.id/arsip/603568-kisah-batu-alien-muntahan-erupsi-merapi

https://www.liputan6.com/regional/read/4965678/asal-mula-nama-batu-alien-di-gunung-merapi

https://www.rri.co.id/wisata/235195/mengenal-wisata-batu-alien-yogyakarta-bongkahan-vulkanik-merapi

https://www.selingkarwilis.com/travel/85010674559/unik-mendunia-wisata-batu-alien-yogyakarta-yang-muncul-dari-letusan-dahsyat?page=2

https://niagatour.com/batu-alien-cangkringan/

https://sumenep.jatimnetwork.com/pariwisata-budaya/67410484866/ini-baru-beda-wisata-lava-merapi-dan-batu-alien-keindahan-alam-dan-misteri-yang-menarik-di-yogyakarta?page=2

Friday, February 2, 2024

Misteri The Dropa Stone

Konon, ditemukan artefak yang menjadi bukti bahwa alien benar ada, serta pernah turun dan singgah di Bumi. Artefak tersebut disebut dengan batu Dropa.

Apa itu batu Dropa?. Misteri apa yang menyelimutinya?.

Mari kita bahas.

Cerita mengenai Batu Dropa dimulai tahun 1938. Batu dropa ditemukan di Gunung Baian-Kara-Ula, Perbatasan China dan Tibet. Sebuah ekspedisi arkeolog, yang dipimpin Chi Pu tei, menemukan sebuah gua yang tampaknya dihuni oleh makhluk primitif jaman dulu. 

Di dinding gua, terukir pictogram tentang surga, yang berisi: Matahari, Bulan, Bintang, dan bumi dengan titik-titik menghubungkan semuanya. Kemudia mereka menemukan sebuah batu berbentuk disk yang terkubur setengah di tanah, yang jelasnya sangat bagus bentuk nya untuk makhluk seprimitif mereka. 

Ukuran batu tersebut kira2 berdiameter 9 inchi. Dan setelah di teliti, umur dari batu tersebut kira2 antara 10.000-12.000 tahun yang lalu. Dan kemudian ditemukan 716 plate lain nya, dan setial plate/lempengan berisi rahasia yang sangat besar. Isi lempengan tersebut berisi tulisan hieroglip (hieroglyphic).

Dr. Tsum Um Nui, pada tahun 1962, dengan susah payah berusaha menerjemahkan setiap karakter dari batu tersebut ke tulisan tangan. Tulisan di batu tersebut sangat lah kecil, sehingga dia memerlukan magnifying glass(kaca pembesar) untuk membacanya dengan jelas. 

Seiring dengan berjalan waktu, timbul banyak pertanyaan. Karena usia batu tersebut diperkirakan berusia 10.000 tahun, bagaimana makhluk primitif bisa membuat batu sedemikian sempurna bulat seperti disk? Bagaimana mereka menulis tulisan yang mikroskopik (kecil)?. 

Siapakah mereka dan apa tujuannya dibuat batu-batu tersebut? Satu per satu karakter telah diterjemahkan, dan mulai membentuk arti. Setiap kalimat mulai bisa dimengerti. Dia menemukan tulisan di batu bahwa tulisan tersebut ditulis oleh seseorang (atau bisa kita bilang “sesuatu”) yang menyebut diri mereka The Dropa.

Setelah dia menyelesaikan semua terjemahan, dia membuat paper dan mempresentasikan penemuan dia di depan petinggi uneversitas untuk di publikasi ke umum. Reaksi mereka begitu empatic, keputusan mereka : paper tersebut tidak akan dipublikasi. 

Bahkan, pihak universitas melarang dia untuk mempublikasikan, atau pun membicarakan penemuan dia sedikit pun. Universitas memutuskan bahwa dunia tidak boleh tahu mengetahui The Dropa dan nasib mereka berkunjung ke bumi. 

Batu Dropa bercerita tentang pesawat luar angkasa dari planet lain yang mengalami kecelakaan dan mendarat di gunung Baian-Kara-Ula, Himalaya. Awak pesawat luar angkasa, the dropa, kemudian menemukan makhluk primitf di dalam gua di gunung tersebut. Cerita selanjutnya, The dropa tidak berhasil memperbaiki pesawatnya dan tidak bisa kembali ke planet mereka, dan mereka terdampar di Bumi.


Kisah tentang penemuan batu Dropa (Dropa Stones) sebenarnya cukup simpang siur. Bagaimana awalnya penemuan batu tersebut dan di mana kemudian diteliti dan disimpan. Tidak heran banyak kontroversi beredar seputar cakram batu ini, termasuk kalau batu Dropa hanyalah artefak palsu. 

Banyak yang menerima klaimnya. Lagi-lagi, banyak orang yang menganggap hal itu sebagai hal yang benar-benar palsu. Tapi mana yang benar?. Dropa stone sebenarnya adalah buku harian para alien (makhluk dunia lain)?. Atau, batu biasa tergeletak di sebuah gua di Tibet??.

Sayangnya tidak ada catatan bahwa pada tahun 1938 pernah diadakan ekspedisi oleh tim dari universitas Beijing ke Bayan Kara Ula untuk memperkuat hal ini. Juga tidak pernah ada catatan mengenai ilmuwan bernama Tsum Um Nui. 

Suku Dropa memang ada dan mendiami wilayah Tibet utara. Namun suku ini bukan suku pigmi, melainkan berukuran seperti manusia biasa dan hidup secara nomadik.

Semoga kita menjadi orang yang kritis untuk membuka tabir kebenaran.


Sumber :

https://conspiracystoryexplained.blogspot.com/2013/11/bukti-kedatangan-alien-pada-masa.html

https://www.merinding.com/2020/12/batu-batu-dropa-dropa-stones.html

https://mysteriesrunsolved.com/id/dropa-stone/

http://www.enigmablogger.com/2009/12/lempeng-lolladoff-dan-batu-dropa-bukti.html

Thursday, February 1, 2024

The Dark Side of the Moon

Bulan senantiasa menampakkan wajah cantikya, bulan selalu menemani malam malam kita yang kesepian dan kegelapan. Namun, sadarkah kamu bahwasanya wajah bulan yang selama ini kita lihat hanya separuh saja. Sedangkan separuhnya lagi kita tidak pernah melihatnya. 

Bagian bulan yang terlihat dari bumi tidak pernah berubah. 

Lalu apa misteri dari The Dark Side of the Moon atau sisi gelap bulan?.

Mari kita bahas.


Banyak yang menganggap sisi gelap bulan ini benar-benar tidak disinari cahaya sama sekali. Hal ini sudah berakar sejak zaman kuno misalnya, orang selalu percaya bahwa ada satu sisi bulan yang selalu dalam keadaan gelap.

Sebenarnya, sisi gelap bulan hanya tipuan sudut pandang manusia di Bumi. Seluruh permukaan bulan faktanya disinari oleh matahari. Sehingga sisi gelap yang tak terlihat dari Bumi lebih tepat jika disebut dengan sisi terjauh bulan atau Far Side of The Moon.

Hal ini dikarenakan, bulan mengorbit yang mana satu putaran bisa memakan waktu hampir sama dengan waktu yang dibutuhkannya untuk mengorbit mengelilingi Bumi. Dengan kata lain, bulan berputar pada porosnya sendiri satu kali selama orbitnya mengelilingi Bumi. 

Sehingga hal ini menyebabkan salah satu sisinya selalu menghadap manusia di Bumi selama periode orbit bulan. Peristiwa inilah yang disebut Tidal Locking atau tidally locked.


Contoh dari fenomena Tidal Locking ada pada olahraga ‘lontar martil’ (hammer throw). Untuk mendapatkan tenaga dan menciptakan momentum, sebelum melontarkan martil, atlet akan berputar beberapa kali terlebih dahulu sambil mengayunkan martil.

Momen saat atlet berotasi sambil mengayun martil ini menggambarkan orientasi visual dari wajah Bulan (yaitu martil), jika dilihat dari Bumi (yaitu sang atlet). Kondisi ini menyebabkan hanya sisi Bulan yang sama yang menghadap ke Bumi, yang kita kenal sebagai “the dark side of the Moon”.

Itu cukup jelas menggambarkan, mengapa Bulan seakan terkunci di orbit Bumi sehingga kita hanya melihat satu sisi Bulan yang terus menghadap Bumi.



Dark Side di Bulan sudah pernah diulas sejak lama oleh astronot William Anders setelah menjalankan misi Apollo 8 tahun 1968 silam. Dimana bagian Dark Side Bulan tampak seperti tumpukan pasir. Area ini banyak diisi oleh benjolan dan lubang.


Konon, banyak teori yang bermunculan bahwa Bulan memiliki misteri. Dikatakan, pada sisi gelap bulan itulah berkembang suatu kehidupan cerdas. Nampaknya, para makhluk-makhluk tersebut sangat strategis dalam memilih tempat untuk membangun pusat peradaban mereka disana, karena tidak mudah terpantau dari bumi.

Ufology menyebut pangkalan makhluk-makhluk itu sebagai “Luna”.  Mereka mengatakan ada sebuah pangkalan makhluk asing di Bulan yang sangat rahasia. Walaupun masih sebatas spekulasi.

Lalu, benarkah ada suatu pangkalan kehidupan cerdas di bulan yang sangat misterius?.

Banyak laporan fenomena kejadian aneh di permukaan bulan. Seperti benda hitam mirip anak panah yang gesit hilir mudik dari ujung bulan ke ujung yang lain. 

Juga ada laporan lain yang mengatakan muncul beberapa obyek-obyek misterius di sekitar bulan.

Muncul laporan mengenai adanya sebuah “jembatan” misterius dipermukaan bulan sepanjang beberapa mil.


Pembahasan mengenai keberadaan alien memang tidak ada habisnya. Keberadaan makhluk luar angkasa itu semakin membuat penasaran, sehingga muncul teori yang menyebut adanya pangkalan alien di bulan.



Para ilmuwan mengatakan, Bulan mungkin pernah menjadi rumah bagi para alien. Makhluk ekstraterestial ini diduga bisa sampai ke sana setelah ledakan meteorit. Dan ketika itu terjadi, kondisi atmosfer Bulan mungkin lebih bisa dijadikan tempat tinggal dibanding sekarang.

Bulan memiliki kondisi untuk mendukung bentuk kehidupan yang sederhana sekitar empat miliar tahun lalu – terjadi selama puncak aktivitas vulkanik.

Pada saat itu, Bulan memuntahkan sejumlah besar gas yang sangat panas dan uap air. Gas-gas tersebut kemungkinan terbentuk menjadi cairan di permukaan dan menciptakan atmosfer yang membuat alien bertahan di sana.

Bulan juga diperkirakan terbungkus dalam medan magnet yang menjaga setiap bentuk kehidupan di sana tetap aman dari angin matahari yang mematikan.

Bukti paling awal kehidupan di Bumi berasal dari sekitar 3,5 atau 3,8 miliar tahun lalu dalam bentuk sianobakteria. Kala itu, tata surya merupakan tempat penuh kekerasan, ditandai dengan benturan meterorit yang kerap terjadi.

Menurut peneliti, ada kemungkinan beberapa kehidupan terbawa ke Bulan dari salah satu ledakan meteor tersebut.



Sumber :
https://twitter.com/semestasains/status/1340987420649476096
https://techno.okezone.com/read/2023/04/07/56/2794974/mengenal-istilah-sisi-gelap-bulan-begini-penjelasannya
https://nasional.kompas.com/read/2015/08/06/102611431/Tak.Pernah.Terlihat.Begini.Tampang.Sisi.Gelap.Bulan.
https://kutukamus.wordpress.com/2019/01/18/dark-side-of-the-moon/
https://astronesia.blogspot.com/2013/09/video-ini-ungkap-sisi-gelap-bulan-dark.html
https://www.techno.id/techpedia/tahun-2018-tiongkok-targetkan-sisir-dark-side-di-bulan-1601164.html
https://www.facebook.com/media/set/?set=a.454368771292583.108770.319084274821034&type=3&paipv=0&eav=AfZTbsQbaAXES7IvDbzK2QzFV8Z9EuQMPbpH0QGX9WUrUftQWuy9_oJjvbJMmx5F4VE&_rdr
https://www.aplikasipc.com/misteri-adanya-kehidupan-di-bulan/
https://www.dream.co.id/stories/30-tahun-tak-terpecahkan-misteri-pangkalan-alien-di-bulan-akhirnya-terungkap-2212149.html
https://nationalgeographic.grid.id/read/13905437/apakah-alien-pernah-tinggal-di-bulan-ini-penjelasan-ilmuwan