Wednesday, October 29, 2014

Rahasia Tembok Raksasa Cina


Tembok Raksasa Cina sudah ada sejak ratusan tahun. Panjangnya mencapai 8.851 km. Telah menarik perhatian peneliti mengapa tembok ini begitu kuat hingga sekarang.

Menurut ilmuwan China, Dr. Zhang Bingjian, pakar kimia dari Universitas Zhejiang, menyimpulkan rahasianya terletak pada ketan yang digunakan sebagai perekat campuran semen. Para pekerja membangun Tembok Besar pada jaman Dinasti Ming, sekitar 600 tahun silam dengan mencampurkan tepung ketan dengan kapur, sebagai bahan standar campuran perekat.

"Campuran perekat semen kuno tersebut, terdiri dari semacam campuran khusus organik dan anorganik. Komponen organik, amilopektin, berasal dari bubur ketan yang ditambahkan ke dalam campuran semen," ujar Dr. Zhang.

Komponen anorganiknya adalah kalsium karbonat dan komponen organiknya adalah amilopektin yang berasal dari ketan. Amilopektin membantu menciptakan mikrostruktur padat, menjadikan Tembok Besar lebih stabil serta memiliki kekuatan mekanis yang lebih besar.

Dr. Zhang mengatakan, penggunaan ketan, bahan makanan pokok Asia Timur, merupakan salah satu inovasi tekhnis terbesar pada saat itu, yang membantu berbagai pusara, pagoda dan tembok pada jaman Dinasti Ming dari hantaman cuaca, gempa bumi serta bencana alam lainnya.

Friday, October 17, 2014

Misteri Kisah 3 Kursi Presiden dan Wakil Presiden


Selama 33 tahun, sejak 1966 hingga tahun 1999, MPR hanya memiliki tiga kursi jati khusus untuk kursi presiden dan wakil presiden. Kenapa kursi untuk presiden dan wakil presiden hanya ada tiga? Karena sejak Soeharto dilantik pada tahun 1967, presiden tidak pernah ganti, yang ganti hanya wapresnya.

Karena itu, pada setiap pelantikan-pelantikan presiden dan wakil presiden, pihak Setjen MPR hanya menyediakan tiga kursi. Satu kursi untuk presiden, dan dua kursi lainnya untuk wakil presiden yang baru dilantik dan yang baru saja mengakhiri masa jabatannya.

Dua kursi tambahan itu baru digunakan saat pelantikan Presiden dan Wakil Presiden periode 1978-1983, yakni Soeharto dan Adam Malik. Pelantikan itu dihadiri Wakil Presiden periode 1977-1978 yakni Sultan Hamengku Buwono IX.

Pihak Setjen MPR membeli kursi keempat setelah Abdurrahman Wahid dan Megawati Soekarnoputri terpilih sebagai presiden dan wakil presiden, tahun 1999.

Jadi, kursi yang akan diduduki adalah kursi yang juga diduduki oleh presiden-presiden terdahulu ketika menghadiri sidang di MPR/DPR.

Harga tiga kursi kepresidenan yang dibeli tahun 1966 tersebut bisa mencapai Rp 1 miliar per buah.

Ketika dibeli tahun 1966, harga ketiga kursi tersebut tergolong murah. Tapi, kalau sekarang bisa Rp 1 miliar. Sebab, kursi-kursi itu bersejarah. Tentu, banyak kolektor barang antik yang tertarik kalau barang bersejarah itu dilelang.


Fenomena Jokowi


Fenomena Jokowi memperlihatkan bahwa Jokowi memang dicintai rakyat. Ada dua alasan bisa menjelaskan Jokowi bisa dicintai sedemikian rupa.

Pertama, masyarakat berpikir bahwa Jokowi itu seperti rakyat pada umumnya. Bukan seperti dari pejabat atau elite. Tidak ada jarak.

Kedua, rakyat rindu dengan sosok pemimpin yang ditemukan dalam diri Jokowi. Sederhana, bahasanya sederhana juga. Kerinduan itu yang membuat orang jadi 'gila' begitu. Ya salaman, ya menunggu berjam-jam.

Lantas, adakah korelasi antara sosok Jokowi dan harapan rakyat akan sejahtera bila dia terpilih menjadi presiden?

Kesederhanaan penampilan Jokowi, berkorelasi positif dengan komitmen Jokowi untuk membuat rakyat sejahtera.

Jokowi tidak mengutamakan dirinya sendiri. Cita-cita Jokowi melampaui dirinya sendiri. Lihat saja apa yang sudah dilakukan di Solo dan Jakarta, KJS, KJP, penyediaan rumah untuk rakyat. Jokowi mengerti apa yang dimaui rakyat.



Sumber :
http://nasional.kompas.com/read/2014/07/01/0851287/Mengapa.Orang.Menggilai.Jokowi.?utm_source=news&utm_medium=bp&utm_campaign=related&

Asal - Usul Nama Pulau Jawa



Berikut ini adalah beberapa keterangan yang terkait dengan asal usul nama bagi Pulau Jawa :

1. Claudius Ptolomeus dari Alexandria menulis cerita tentang pulau Jawa yang disebut Jabadiur. Ahli bumi bangsa Yunani itu menulis bahwa pulau itu sangat kaya, subur dan banyak mengandung emas. Orang-orang Hindu dikatakan sudah menguasai pulau yang juga disebut Jawa Dwipa itu—selain Sumatera—dan bahkan sudah memerintah disana. Selain itu dikatakan bahwa di barat pulau itu terdapat Argyre atau kota perak. Cerita ini dibuat Claudius Ptolomeus pada abad ke-2 M.

2. Fa Hien, seorang pengembara Cina yang pernah terdampar di Nusantara selama lima bulan (antara Desember 412-Mei 413) karena terserang badai mengatakan bahwa ia sempat tinggal disebuah pulau yang penduduknya belum mengenal Budha. Fa Hien menyebut pulau itu Ye-P’o-ti. Di duga Ye-P’o-ti adalah dialek Cina untuk Jawa Dwipa.

3. Gunawarman, yang sempat mengunjungi Nusantara pada tahun 420 M menyebut Cho-p’o untuk pulau yang disinggahinya. Walau ditafsir sebagai Jawa tapi sebagian kalangan juga menganggap Cho-p’o adalah sebutan bagi Jawa sekaligus Sumatera.

4. Tahun 123 M, sebuah berita Cina menyebutkan bahwa ada utusan Ye-tiao ke Cina. tidak ada keterangan lebih mengenai hal tersebut. Tetapi Ye-tiao disini ditafsir juga sebagai Jawa.

5. Tahun 1343, Ibn Batuttah sang pengelana Arab menyebut Djawah untuk Sumatera dan Moel atau Moela Djawah untuk Jawa. Giava, digunakan Marco Polo, pedagang Venisia yang sempat mendatangi India dan Nusantara untuk menyebut Jawa. Tetapi Jawa di sini dibagi menjadi dua, Jawa Kecil untuk menyebut Sumatera dan Jawa Besar untuk menyebut Jawa. Iauva, kata yang tercantum pada peta yang dibuat bangsa Belanda segera setelah kedatangannya di awal abad 16.

6. Jaoa, istilah yang diberikan oleh penulis Portugis awal untuk menyebut suku bangsa yang berasal atau menetap di Jawa ataupun keturunan mereka yang menetap di pelabuhan-pelabuhan lain di sepanjang kawasan ini.

Arjabhata yang lahir pada tahun 476 M menyebut Jawa Koti dalam bukunya, Ilmu Perbintangan. Buku tersebut berisi cerita perjalanan yang dilakukan pada tahun 234 H dan terbit pada tahun 815 M. Dalam buku itu diceritakan adanya Kerajan Hindu di Pulau Zabedj atau Jawa.

Pada kitaran abad 12, Jawa disebut Jawa Dwipa atau Jambu Dwipa oleh orang-orang Hindu-India. Waktu itu nama-nama daerah memang disebut dengan nama tanaman atau buah-buahan yang banyak hidup di wilayah tersebut. Jawa sendiri berasal dari nama sejenis padi-padian, Jawawut – makanan penduduk Jawa waktu itu. Yawadvipa juga disebut dalam epik Ramayana ketika Sugriwa, panglima bangsa wanara atau kera, bermaksud mengirim utusan untuk mencari Shinta ke pulau itu.

Adapun bangsa Arab menyebut Jawa sebagai Jaza’ir al-Jawi atau kepulauan Jawa. Hingga hari ini jemaah haji asal Indonesia sering disebut “orang Jawa” meskipun mereka berasal dari luar Jawa. Dalam bahasa Arab juga dikenal sebutan Samathrah untuk Sumatera, Sholibis untuk Sulawesi dan Sundah untuk menyebut Sunda, dan seluruhnya dikenal dengan istilah kulluh Jawi atau ‘semuanya Jawa’.

Quote:
Nama Jawa, Jawan, Yawan, Yahwa, Java, Javana, Yavana, dan seterusnya dapat diartikan sebagai putih atau terkait dengan ras-ras berkulit putih. Istilah ini berhubungan dengan Ionian di Yunani yang diduga berasal dari Timur Jauh. Kata tersebut berasosiasi dengan sveta-dvipa atau saka-dvipa atau java-dvipa yang berarti “pulau putih”, dan diartikan pula sebagai “kampung halaman”.

Jika mengikuti akar kata proto-austronesia kata Jawa memang berarti rumah. Yava dalam Sanskerta berarti tanaman jelai; sementara dalam kesusasteraan India pustaka Tamil disebut dengan nama Yavaka Dvipa. Adapun arti dari Javana adalah arif, bijaksana. Dari berbagai sumber disebutkan jika Jawa berasal dari kata Jaú atau jauh; dawa yang bermakna panjang karena sebelum terpecah seperti sekarang, Jawa adalah pulang panjang yang membentang mulai dari Sumatera hingga setidaknya Bali; kata jawa juga berasal dari kata jawi yang berarti sapi atau banteng betina.

Dari banyak asal usul nama Pulau Jawa tsb. maka yang paling benar kiranya adalah seperti dalam kesusastraan2 pustaka Tamil dan bahasa sansekerta yang menyebut Pulau Jawa dengan Yavaka Dvipa atau Jawa Dwipa yang berarti Pulau Jelai atau Pulau Padi karena sejak dahulu kala, Pulau Jawa sudah terkenal akan budidaya tanaman padinya yang berwarna berkilauan seperti warna emas ketika terkena sinar matahari, sehingga sesuai seperti apa yang dikatakan oleh Claudius Ptolemaus yang juga menyebut Pulau Jawa sebagai pulau yang banyak mengandung emas.


Sumber :
http://forum.viva.co.id

Friday, September 12, 2014

10 Geoglyph Kuno


Para ahli berusaha menghabiskan semua waktu mereka untuk meneliti dan mendokumentasikan masa lalu manusia. Namun, banyak pertanyaan yang masih belum terjawab hingga hari ini.

Bagi Anda yang suka mengunjungi sisa-sisa arkeologi kuno yang masih ada saat ini, berikut kami sajikan beberapa arkeologi kuno berupa Geoglyph atau lukisan / struktur / figur yang dibuat di permukaan tanah atau Land Art yang berusia ribuan tahun dan dapat dilihat dari angkasa, namun masih merupakan misteri yang belum terpecahkan.

Inilah situs-situs kuno berupa “seni tanah” atau land art dari masa lalu yang masih menyimpan misteri dan bikin para ilmuwan penasaran.


1. Paracas Candelabra Geoglyphs (Peru)

Paracas Candelabra atau Candelabra of the Andes, adalah salah satu geoglyphs prasejarah paling terkenal di bumi. Geoglyphs adalah gambar raksasa yang digambar pada permukaan tanah. Nazca Lines adalah geoglyphs paling terkenal di dunia yang menempati area luas 200 kilometer.

Sementara itu, Paracas Candelabra yang ditemukan pada wajah utara Semenanjung Paracas di Pisco Bay di Peru ini, menempati area seluas sekitar 180 meter. Meskipun terletak di dekat Nazca Lines, geoglyphs ini kemungkinan besar tidak dibangun oleh orang-orang Nazca.

Hal itu dibuktikan dengan ditemukannya tembikar kuno yang kemudian diteliti dengan radiokarbon dan diperkirakan berasal dari 200 tahun sebelum masehi. Namun, dibalik sejarah tentang keberadaan awal geoglyphs ini belum terpecahkan secara jelas, sehingga masih menyisakan misteri di kalangan ahli arkeologi.

Desain misterius ini sedalam dua kaki ke dalam tanah, menurut peneliti mungkin waktu dulu ditempatkan batu-batu di sekitarnya. Objek ini memiliki tinggi 595 kaki atau sekitar 180 meter, objek gambar ini cukup besar untuk dapat dilihat sejauh 12 mil dari arah laut.

Para turis yang akan mengunjungi Candelabra harus dibawah pengawasan pemandu (guide) yang bertanggung jawab dan terakreditasi saat akan melihat situs ini.

Berbagai mitos populer tentang teka-teki ini pun muncul, diantaranya: sebagai sebuah atribut untuk José de San Martín, yaitu seorang jenderal berkebangsaan Argentina dan pimpinan utama dalam berbagai perjuangan dibagian selatan Amerika Latin demi kemerdekaan dari Spanyol.

Mitos lain menunjukkan bahwa gambar itu adalah simbol Masonik (Freemasonry) dan mitos lainnya lagi beranggapan bahwa pelautlah yang membuatnya sebagai tanda untuk mereka saat akan merapat ke darat, karena objek itu bisa dilihat bermil-mil dari tengah laut. Bahkan ada kemungkinan sebagai representasi simbolis dari tanaman halusinogen yang disebut Jimson Gulma.

Ilmuwan berpendapat, bahwa tembikar yang ditemukan dari situs itu mungkin saja milik rakyat Paracas, meskipun begitu apakah mereka terlibat dalam pembuatan geoglyph belum diketahui. Alasan untuk apa Candelabra ini dibuat juga belum diketahui, meskipun kemungkinan besar adalah representasi dari bentuk trisula, sebagai penangkal petir dewa Viracocha yang kadang terlihat dalam mitologi di seluruh Amerika Selatan.


2. Uffington White Horse Geoglyphs (Inggris)

Uffington White Horse atau Kuda Putih, adalah nama dari sebuah bukit di Uffington yang memiliki ketinggian 115 meter di atas permukaan laut. Bukit dengan motif berbentuk kuda yang memiliki panjang 110 meter (374 kaki) ini diciptakan dengan menggali parit di sekelilingnya yang kemudian diisinya dengan hancuran kapur.

Di dekat bukit tersebut, wisatawan bisa menemukan tempat pemakaman dari periode Neolitik. Figure ini terletak diatas bukit White Horse Hill di paroki sipil Inggris, Uffington (di daerah dari Oxfordshire, Berkshire), sekitar 8 km (5 mil) selatan kota Faringdon dan sebalah barat kota Wantage atau 2,5 km sebelah selatan dari Uffington.

Bukit ini merupakan bagian dari lereng curam “Berkshire Downs” dan menghadap ke Vale of White Horse di utara. Sisi terbaik untuk melihat gambar adalah dari udara atau dari seberang Vale, khususnya di sekitar desa-desa dari Great Coxwell, Longcot dan Fernham.

Situs ini dimiliki dan dikelola oleh National Trust dan merupakan Monumen Kuno Terjadwal (Scheduled Ancient Monument). Hingga saat ini, situs yang diperkirakan berasal dari 1000 tahun sebelum masehi ini masih terjaga dengan baik. Hal itu kemungkinan besar dikarenakan penduduk setempat yang selalu menjaga kelestariannya.


3. Sajama Lines (Bolivia)

Sajama Lines atau “Garis-garis di Samaja”, adalah sekumpulan garis-garis di atas permukaan tanah yang ada di Bolivia bagian barat dan terlihat berupa jaringan dari ribuan (mungkin puluhan ribu) dari garis-garis yang nyaris lurus sempurna.

Garis-garis yang tampak terukir ditanah itu telah ada selama lebih dari 3.000 tahun oleh penduduk asli yang tinggal di dekat gunung berapi Sajama. Mereka membentuk jaringan berupa garis-garis yang menyelimuti hampir seluruh dataran tinggi Altiplano di Bolivia.

Luas garis ini mencapai 22.525 meter persegi atau sekitar 15 kali lebih besar dari Nazca Lines dan Paracas Candelabra. Meskipun geoglyphs itu menempati area yang sangat luas, namun sangat sedikit penelitian yang dilakukan pada situs tersebut. Tidak ada catatan rinci tentang konstruksi garis-garis itu, tetapi mereka kemungkinan besar berasal dari masa prasejarah yang dibangun oleh banyak generasi.


4. The Blythe Intaglios Geoglyphs (Amerika Serikat)

Blythe Intaglios atau Blythe Geoglyphs berada di gurun Colorado California, tempat dimana terdapat sejumlah geoglyphs. Lokasinya berada di timur dari Big Maria Mountains, atau 24 km diutara kota Blythe, atau disebelah barat jalan besar trans AS ‘Highway 95′ dekat Sungai Colorado.

Geoglyph terbesar adalah sebuah figure mirip manusia sepanjang 171 feet (52 m) yang disebut Intaglios, yang menggambarkan adegan kehidupan sehari-hari, dan yang lebih misterius figure itu seperti pemburu berjalan di atas air. Geoglyphs atau Intaglios (anthropomorphic geoglyphs) ini dibuat oleh kerikil-kerikil yang lebih berwarna terang diantara batuan yang lebih gelap, agar dapat terlihat.

Awalnya, “kerikil pictographs” ini ditemukan di padang pasir sebelah tenggara California, sedangkan figur manusia hanya ditemukan di dekat Sungai Colorado. Figure-figure yang begitu besar ini tidak pernah diamati oleh suku non-Indian sampai tahun 1930-an. Terdiri dari beberapa lusin figure dan sebuah labirin, mereka adalah satu-satunya kelompok kolektif berbentuk mirip manusia yang mana geoglyph ini dikenal di dunia dan dianggap seremonial di alam.

Geoglyph ini dibuat oleh suku Indian Majave dan suku Indian Quechan sekitar 1.000 tahun lalu, namun semuanya berkidar diantara 450 sampai 10.000 tahun yang lalu. Hingga kini, geoglyph-geoglyph itu masih diselimuti misteri.


5. The Harrat Geoglyphs (Jordania)

Dibagian timur dari Jordania adalah tempat terpencil yang ditutupi oleh gurun lava yang luas, bernama Harrat. Ternyata, di daerah itu ada beberapa geoglyph tersembunyi di tengah-tengah tempat yang alamnya tak bersahabat dan tidak dapat diakses ini.

Di daerah yang ditutupi oleh batuan basalt itu, terdapat sejumlah besar figure geoglyph aneh yang bentuknya beragam dan baru ditemukan pada tahun 2013 lalu. Hingga kini, tak ada ilmuwan yang tahu, figure geoglyph itu terbuat dari apa, oleh siapa dan untuk apa.


6. The Atacama Giant Geoglyph ( Chile)

The Atacama Giant atau el Giante de Atocama atau ‘Raksasa Atacania’ berada di gurun Atacama, yaitu sebuah kawasan berupa dataran tinggi yang mencakup luas 1.000 km di dekat pantai samudera Pasifik di Chile.

Selama tiga puluh tahun terakhir, arkeolog telah menemukan warisan sari sisa-sisa suatu budaya yang kaya dan bersembunyi di tempat yang luas dan teriso;asi ini, termasuk lebih dari 5.000 karya seni prasejarah yang tersebar di lanskap ini.

Diantaranya adalah el Giante de Atocama, sebuah sosok geoglyph berupa manusia terbesar di dunia dari zaman prasejarah, dengan panjang 119 meter. Figur ini diperkirakan berguna sebagai kalender astronomi awal atau untuk menentukan dan mengatur suatu musim. Namun itu baru perkiraan, hingga kini tak ada peneliti yang tahu untuk apa pastinya geoglyph itu dibuat.


7. The Russian Geoglyph (Russia)

Geoglyph dari Russia ini baru diketahui berkat penggunaan satelit pada gambar Google Earth tahun 2007, terlihat ada jejak misterius yang ditemukan di tanah dekat Danau Zjuratkul di Russia.

Penggalian daerah itu pada tahun 2012 lalu menemukan sebuah struktur yang sudah sangat terkubur, terdiri dari batu-batu besar dan tengahnya diisi dengan batu kerikil kecil. Ketika penggalian berakhir, muncul sosok aneh yang dapat dilihat dari udara dengan panjang 275 meter.

Para pembuat geoglyph yang tak diketahui asalnya ini menggali lapisan tanah lalu menempatkan batu-batu kerikil di lapisan bawahnya yang dibentuk mirip parit.

Figure ini memiliki empat kaki, dua tanduk, dan moncong panjang yang tidak normal, sehingga terlihat mirip sejenis Rusa yang tidak biasa pada masa kni. Menurut karbon data dan penelitian, geoglyph ini berasal dari masa era Neolitik, menjadikannya sebagai geoglyph dengan seni gambar tanah tertua di dunia.


8. The Utah Geoglyphs (Amerika Serikat)

Utah Geoglyphs berada di Canyonlands National Park yaitu disebelah tenggara Utah, adalah rumah bagi banyak ngarai berwarna-warni di mana orang-orang dari suku Indian Fremont dan Indian Anasazi meninggalkan banyak karya seni yang menakjubkan hampir seribu tahun yang lalu.

Orang-orang pada masa itu yang tinggal di sini dan berusia semakin tua diketahui adalah pelukis yang sangat kreatif dan sekaligus sebagai penulis atau pembuat Piktogram yang aneh.

Ketika figur-figur abstrak yang tidak diketahui maknanya tersebut ditemukan di dekat wilayah mereka, maka langsung ada pernyataan bahwa suku Indian Fremont dan Indian Anasazi secara logis dianggap sebagai pembuatnya. Tetapi sejauh ini belum ada bukti yang jelas tentang siapa yang sebenarnya membuat figur-figur geoglyphs dan pictograms itu, dan dibuat pada saat apa, serta mengapa figur-figur itu dibuat? Hingga kini tak ada ilmuwan yang tahu pasti.


9. The Nazca Astronaut Geoglyph (Peru)

Pada awalnya figur-figur geoglyph digurun Nazca ditemukan secara tidak sengaja, saat terlihat dari pesawat udara pada tahun 1927. ‘Garis Nazca’ atau Nazca Lines, langsung menjadi topik hangat di seluruh penjuru dunia.

Beberapa figur-figur sangat besar yang ditemukan di wilayah yang luas itu membuat arkeolog mengerutkan kening, bingung, untuk waktu yang lama. Hingga sekarang diperkirakan bahwa geoglyph itu adalah sistem pengairan yang terkait dengan kultus Nature pada masa lalu.

Tapi ada satu figur geoglyph dari pasir di atas sebuah bukit, terpisah dari yang lain, peneliti menjulukinya The Nazca Astronaut atau disebut juga The Owl-Man, yang dibuat sekitar 1.500 tahun yang lalu.

Namun apa tepatnya atau apa sebenarnya figur yang mewakili berupa entitas itu dan apa tujuannya dibuat, masih merupakan misteri yang banyak dibahas hingga masa kini.


10. Amazonian Rainforest Geoglyphs (Brazil)

The Amazon Rainforest atau Hutan Hujan Amazon, selalu diduga menjadi tempat bersembunyi banyak misteri dan sekaligus sebagai deforestasi secara terus-menerus untuk merusak alam liar.

Hingga akhirnya, para arkeolog bisa mengakses ke dalam hutan lebatnya, yang sejak dahulu masih ‘perawan’ alias tak pernah dipijak. Apa yang ada di dalamya membuat para arkeolog terperanjat, karena lebih dari 300 geoglyphs kuno telah ditemukan di negara bagian Arce itu sejak tahun 1970-an.

Siapa yang membuat masih misteri, hanya diduga para pembuatnya adalah mereka yang bekerja pada sebuah peradaban pra-Kolumbia yang telah hilang, tetapi apa tujuan mereka membuat ratusan geoglyph itu tetap tidak diketahui. Bentuk geometris yang misterius itu diukir diatas tanah dan memiliki signifikansi sejarah yang sangat besar.

Bahkan para ilmuwan berpikir, pastinya di dalam hutan tropis nan lebat ini banyak keajaiban-keajaiban lainnya yang telah hilang, dan ilmuwan tetap berharap bahwa suatu saat mereka dapat menemukan banyak penemuan-penemuan lainnya untuk membuktikan kepada dunia, bahwa benar adanya jika disana memang pernah ada peradaban dari orang-orang sejak ribuan tahun lalu, yang kini peradabannya telah hilang.


Sumber :
http://forum.viva.co.id
http://en.wikipedia.org
http://www.listofwonders.com
http://www.pasthorizonspr.com
http://www.dailygrail.com
http://www.listofwonders.com
http://www.treehugger.com

Wednesday, September 10, 2014

MK Ultra


Pada pertengahan tahun 1900an, beredar isu kalau pemerintah Amerika Serikat, dalam hal ini CIA, telah melakukan eksperimen pengendalian pikiran yang dilakukan melalui obat-obatan seperti LSD. Mereka yang mengajukan teori ini akan ditertawakan dan dianggap sebagai seorang Paranoid. Pemerintah Amerika juga tidak mengakuinya dan menganggap isu tersebut sebagai sebuah rumor yang tidak berdasar.

Namun pada tahun 1975, kongres Amerika Serikat mulai membentuk komite untuk menyelidiki aktivitas CIA di dalam negeri. Komite yang disebut Church Committe ini menemukan fakta tentang MK Ultra. CIA memang melakukan eksperimen pengendalian pikiran atau "Rekayasa Perilaku Manusia" lewat divisi Scientific Intelligent milik CIA.


Program ini dimulai tahun 1950an hingga dihentikan pada tahun 1973. Penyelidikan ini juga menemukan kalau ketua CIA saat itu, Richard Helms, telah memerintahkan pemusnahan dokumen-dokumen yang berhubungan dengan MK Ultra pada tahun itu.

Lewat undang-undang kebebasan informasi, CIA mulai melepaskan dokumen-dokumen yang tersisa ke publik hingga pada tahun 2001 MK Ultra sudah tidak dianggap sebagai proyek rahasia lagi.

Sumber:
Cracked.com
http://xfile-enigma.blogspot.com

Tuesday, August 26, 2014

Candi Borobudur dan Bom 1985


Bom Candi Borobudur adalah peristiwa pemboman peninggalan bersejarah Candi Borobudur dari zaman Dinasti Syailendra yang terletak di Borobudur, Magelang, Jawa Tengah pada hari Senin 21 Januari 1985. Peristiwa terorisme ini adalah peristiwa terorisme bermotif "jihad" kedua yang menimpa Indonesia setelah pembajakan pesawat Garuda DC 9 Woyla oleh anggota Komando Jihad pada tahun 1981.

Beberapa ledakan yang cukup dahsyat menghancurkan sembilan stupa pada candi peninggalan Dinasti Syailendra tersebut. Otak peristiwa pemboman ini disebut sebagai "Ibrahim" alias Mohammad Jawad alias "Kresna" yang oleh kepolisian penyidik peristiwa pemboman ini disebut sebagai dalang pengeboman. Walaupun begitu, sosok Mohamad Jawad, otak peristiwa peledakan Candi Borobudur ini masih belum ditemukan dan belum berhasil diringkus oleh kepolisian Indonesia hingga saat ini.


Sekelompok orang meledakkan Borobudur. Kasus ini masih menjadi misteri. ANCAMAN peledakan Borobudur beredar di media sosial pada 15 Agustus 2014. Menurut laman The Jakarta Post, ancaman berasal dari akun Facebook bernama “We Are Islamic State”. Polisi menanggapi serius ancaman itu untuk menghindari peledakan Borobudur jilid II. Sebab, sekelompok orang pernah meledakkan Borobudur pada 21 Januari 1985.

Jarum jam menunjuk pukul 01.20. Dua satpam Borobudur bergerak meninggalkan pos I untuk berpatroli rutin. Baru sepuluh menit berjalan, mereka mendengar suara keras. Sebuah ledakan! Keduanya berlarian. Pada langkah kesepuluh, mereka mendengar ledakan lagi. Dan lagi. “Ledakan terakhir pukul 03.40 adalah ledakan yang ke-9,” tulis Naning Indrati dalam “Sembilan Ledakan di Borobudur,” termuat di Rangkaian Peristiwa 1985.

Petugas Garnisun Magelang tiba pukul 04.30 dan lekas menyisir candi. Mereka melihat batu-batu candi berserakan. “Ledakan ternyata telah merusak 9 stupa berlubang: 3 yang berada di sisi timur batur pertama Arupadhatu, 2 lagi yang terdapat di batur kedua dan 4 lainnya di batur ketiga,” tulis Daoed Joesoef, mantan menteri pendidikan dan kebudayaan sekaligus tokoh pemugaran candi Borobudur, dalam Borobudur.

Pagi pukul 09.00, masyarakat dan wartawan mulai berkumpul. Tiba-tiba kegemparan melanda lagi. Petugas menemukan dua bom aktif di lantai 8 dan 9 candi. Sersan Sugianto, ahli bom dari Yon Zipur IV Polda Jateng, berhasil mencegah bom meledak.


Siang pukul 14.00,  Pangdam VII Diponegoro Mayjen Soegiarto menggelar konferensi pers. Dia berusaha menenangkan masyarakat, mengumumkan bahwa tak ada korban jiwa dan candi tak rusak berat. Tapi masyarakat tetap terkejut dan khawatir situs sakral bagi umat Budha itu hancur.

“How come?” tanya Daoed Joesoef. Dia marah dan malu bom bisa meledak di Borobudur. Indonesia seketika jadi sorotan internasional. “Ledakan yang menghancurkan itu pasti mencoreng muka Ibu Pertiwi yang beradab karena ternyata masih memiliki putra yang biadab,” tulis Daoed. Dia bilang sering menerima surat kaleng dan selebaran gelap. Isinya berupa makian, hujatan, dan kutukan; bahwa Daoed seorang kafir dan bertanggung jawab atas pembangunan berhala terbesar di tanah air.

Spekulasi pelaku peledakan pun bermunculan. Pemerintah mengarahkan kecurigaan pada kelompok Islam radikal. Ketegangan antara pemerintah dan kelompok Islam meningkat sejak peristiwa Tanjung Priok September 1984 dan penolakan asas tunggal Pancasila.  

Kiai Haji Haman Djafar, pemimpin Pondok Pesantren Pabelan yang berlokasi 8 kilometer dari Borobudur, mencoba membedakan aksi peledakan dari ajaran Islam. “…Perbuatan itu tidak mewakili perbuatan sesuatu agama, tetapi perbuatan orang marah,” kata Haman, dikutip Naning Indrati. Dia juga mengajak semua pihak agar mawas diri dan saling tepa slira.

Empat bulan setelah peledakan, polisi menangkap para pelaku. Antara lain Abdul Kadir bin Ali al-Habsyi dan Husein bin Ali al-Habsyi, dua bersaudara. Di pengadilan jaksa penuntut menuduh mereka meledakkan Borobudur sebagai balas dendam atas peristiwa Tanjung Priok 1984. Mereka menolak tuduhan jaksa, tapi pengadilan tetap memutuskan mereka bersalah. Abdul Kadir mendapat hukuman 20 tahun penjara, sedangkan Husein seumur hidup. Tapi Husein mendapatkan grasi dari pemerintah Habibie pada 23 Maret 1999.

Peledakan Borobudur masih menyisakan misteri. Sebab Mohammad Jawad, yang dituding Husein sebagai otak peledakan, sampai saat ini belum tertangkap.


Sumber :
http://id.wikipedia.org
http://historia.co.id
https://id.berita.yahoo.com