Sunday, June 9, 2013

Menjejak UFO dengan Kemampuan Terbatas


Berbagai upaya telah dilakukan untuk menjejak UFO. Mulai dengan cara amatiran hingga penanganan serius dengan fasilitas canggih nan rahasia milik Dephan AS di Groom Lake, Las Vegas. Namun bukan kejelasan yang didapat. Yang didapat justru teori-teori aneh. 

 Voyager, si penjelajah jagad - The Universe  

Cerita tentang kehadiran dan penampakan makhluk-makhluk pendek bermata besar dengan kendaraan ruang angkasanya yang bisa melesat cepat ini rupanya tak pernah berhenti. Kehadirannya telah dilaporkan sejak ribuan tahun lalu dan kini masih saja berlangsung. Ribuan saksi telah berkisah, namun hingga kini tetap tak ada kejelasan tentang asal-usulnya. 

Dalam rubrik fenomena kali ini Angkasa tidak mengurai perihal penampakannya, melainkan tentang upaya sekelompok ilmuwan yang berusaha memecahkan teka-teki penjelajahan menembus waktunya. Dalam hal ini, salah satu pihak yang memiliki keinginan dan niat yang begitu kuat melakukannya adalah Departemen Pertahanan AS. Meski telah berkali-kali disangkal, banyak bocoran bukti dan keterangan saksi kunci yang mengarahkan para pemerhati UFO bahwa upaya ini telah digalang sejak lama. Persisnya sejak Angkatan Darat-Udara AS (USAAF) mengakuisisi reruntukan piring terbang yang kedapatan jatuh di Roswell, New Mexico, pada 1947. 

Mungkin pembaca yang budiman pernah menyaksikan betapa dahsyatnya isi sebuah hanggar di Groom Lake, AS, yang dikenal sebagai Area 51, dalam film layar lebar The Independence Day. Di sini kita bisa menyaksikan jajaran makhluk asing bersosok aneh yang berhasil diamankan dan sebuah piring terbang yang sedang diteliti ketat. Katakan saja ini bukan rekaan Hollywood, pemirsanya pasti memiliki persepsi yang sama terhadap keberadaan Area 51 yang terletak di kawasan pangkalan militer AS yang kerap digunakan sebagai tempat uji pesawat-pesawat yang dibiayai dengan black-budget itu. Apapun benda-benda yang ada di dalamnya, Area 51 kerap disebut-sebut sebagai fasilitas penelitian tercanggih untuk segala material yang berkaitan dengan UFO. 

Popularitas dan kontroversi Area 51 sendiri mencuat untuk pertama kalinya setelah Bob Lazar pada 1989 mengklaim tempat ini dalam siaran di TV Las Vegas sebagai tempat untuk membedah makhluk dan pesawat ruang angkasa yang 'tertinggal' di Bumi. Namun, kini jangan sekali-kali kita berusaha mengintipnya. Pasalnya, seperti juga pangkalan militer rahasia AS di Tonopah, China Lake, dan White Sand, gerak-gerik penyusup telah dapat dijejak dari radius 60 mil. Pangkalan-pangkalan ini telah mendapat penjagaan ketat didukung ribuan kamera dan sensor yang terhubung langsung dengan satelit pemantau Comintelsat. Artinya, jika mencoba menyusup ke sana, wajah dan postur anda diam-diam sudah bisa 'dinikmati' ratusan petugas keamanan yang rata-rata berlencana CIA (Dinas Intelejen AS) di Washington. 

Namun kini, katakan bahwa yang mereka teliti itu benar perlengkapan UFO, setelah sekitar 50 tahun berlalu, timbul juga satu pertanyaan yang cukup mengusik. Yakni, "Sudah berhasilkah militer AS menguak rahasia paling tidak mesin dari pesawat ruang angkasa tersebut?" Persisnya, mengenai keunggulan teknis yang mampu membuat pesawat-pesawat itu melesat bak cahaya, pindah alam semesta, berhenti tiba-tiba di udara, melakukan gerakan zig-zag yang susah ditiru pesawat tempur tercanggih manapun, dan yang terakhir: keunggulan sistem jamming-nya yang mampu peralatan listrik di Bumi. 

Kalaupun berhasil, Departemen Pertahanan AS tentu saja tak akan mempublikasikannya. Penemuannya pastilah hanya akan dibuka untuk kalangan terbatas. Tetapi bagi anda yang ingin mengikuti perkembangannya, apa yang diketengahkan Kenneth Behrendt, konsultan teknik dan ahli kimia Amerika, berikut ini nampaknya cukup menarik untuk diikuti. Pandangannya cukup unik karena menentang pendapat umum. Behrendt melacaknya dari tiga piranti inti yang diduga menjadi bagian utama dari pesawat-pesawat alien itu. 


Alam semesta paralel 
Apapun itu, perihal UFO memang masih fenomenal, dalam arti paling tidak hampir semua bukti dan kesaksian tentang keberadaannya masih diluar batas nalar. Menurut Behrendt, kunci utamanya justru tidak terletak pada bagaimana pesawat-pesawat itu bisa menjelajah bintang dengan cepat. Melainkan, terletak pada piranti peredam gaya gravitasi (AMF, anti-mass field), sistem pembangkit tenaga geraknya, dan peralatan khusus yang memungkinkan mereka bisa berpindah (bukan menjelajah) alam semesta dengan cepat. Sorotan pada tiga bagian ini mengalahkan bagian-bagian eksotik lainnya seperti bentuk aerodinamik yang khas, jenis material, dan sistem propulsinya. 

"Dari sistem pembangkit tenaga geraknya itu, yang paling saya kagumi adalah efeknya yang mampu mengionisasi atmosfer di keliling pesawat. Sistem tenaga geraknya ini pula yang kemungkinan menciptakan medan gaya yang hampir selalu membuat padam peralatan listrik dan sejumlah mesin buatan manusia lainnya yang ada dalam jangkauannya," tutur Behrendt. 

Pada tahun 1950-an, industri kedirgantaraan Kanada, A.V.Roe Company, pembuat interseptor Avro Arrow yang canggih itu, pernah mencoba menduplikasi piring terbang untuk kepentingan militer dan jadi. Piring terbang yang sempat terlihat dalam film dokumenter mereka ini dilaporkan mampu terbang dan melaju hingga 600 mil/jam, namun beberapa tahun kemudian proyeknya dihentikan karena tak satupun pihak berminat terhadapnya. Proyeknya kemudian disadur AS, namun juga kandas setelah akhirnya disadari bahwa tak ada mesin buatan manusia yang mampu membawanya ke arah manuver-manuver aneh yang biasa dilakukan piring terbang yang asli. 

Itulah sebabnya, kini hampir semua penelitinya mengakui, bahwa letak keunggulan dari sistem pembangkit tenaga geraknya adalah pada kemampuannya membawa si pesawat dalam bermanuver. Dan, tidak pada kemampuannya mengantar si pesawat menjelajah ruang angkasa dengan begitu cepat. 

Menurut Behrendt, kita tak perlu lagi menaruh perhatian yang begitu mendalam pada tingkat kecepatannya, karena sejauh yang bisa dipahami lewat berbagai teori fisika moderen, kehadiran makhluk-makhluk asing itu nampaknya mustahil terlaksana jika harus menggantungkan diri pada pesawat yang memiliki kemampuan jelajah yang cepat. Pasalnya, dengan mesin secepat apapun, bahkan dari versi yang belum berhasil dirancang sekalipun, perjalanan dari alam semesta terdekat, yakni Alpha Centauri yang berjarak empat tahun cahaya, bisa dipastikan tak akan pernah obyektif karena untuk mencapai Bumi paling-tidak diperlukan waktu hingga 80.000 tahun. Dengan waktu selama ini, boleh jadi tujuan perjalanan yang sesungguhnya justru akan terlupakan di tengah jalan. Perjalanan pun kian tak berarah mengingat dalam kecepatan cahaya tak ada satu pun gelombang radio yang bisa digunakan untuk mengantar pesan dan komando taktis dari pangkalannya. 

"Untuk itu, perihal terbang dengan kecepatan cahaya atau yang lebih tinggi lagi, sepertinya memang hanya akan ada dalam film-film layar lebar," komentar seorang ilmuwan. 

"Di lain pihak, kami sendiri kini hampir yakin bahwa sepertinya tak ada cara lain bagi mereka untuk mengunjungi Bumi selain dengan cara pindah dimensi yang hingga kini masih terus ditelusuri kemungkinannya. Hal ini diperkuat dengan hasil pantauan wahana tanpa awak Voyager yang tak pernah sekalipun menemukan jejak kehidupan selama melakukan perjalanan antar planet," sambung Berhendt. 

Berkaitan dengan teori tersebut, diketahui ada beberapa kemungkinan yang kira-kira bisa dimanfaatkan para penjelajah alam semesta itu. Diantaranya, yang paling populer adalah dengan memanfaatkan gerbang bintang (stargates) yang konon memiliki korelasi dengan keberadaan lubang hitam (black hole) di sejumlah titik dalam tata surya kita. Kerap hilangnya pesawat terbang dan kapal yang sedang melintasi Segitiga Bermuda di selatan AS kabarnya juga berkaitan dengan adanya gerbang ajaib di sana yang bisa mengantarnya ke alam semesta lain yang ada di sekitar situ. Istilahnya adalah alam semesta paralel. 

Percaya atau tidak, beberapa tahun setelah Perang Dunia II usai, sekelompok ilmuwan AS pernah begitu terobsesi dengan kemungkinan menjelajah alam semesta paralel tersebut dan melakukan eksperimen berbahaya di sebuah kapal AL AS di wilayah Norfolk. Dalam proyek yang dikenal sebagai 'Philadelphia Experiment' ini sejumlah sukarelawan angkatan laut dilaporkan mengalami luka serius akibat sekujur tubuhnya terbakar, sejumlah lagi menderita sakit jiwa, dan uniknya: sejumlah lainnya menghilang begitu saja setelah berjalan menembus dinding. Ajaib! 

Berkenaan dengan raibnya personel itu, hingga kini tak satupun ilmuwan yang terlibat bisa menjawabnya. Apakah benar mereka pindah alam semesta? Kalau memang benar, lalu apakah mereka bisa kembali lagi? Dengan kemampuan yang masih terbatas, segalanya memang seakan hanya terbentur-bentur dinding yang begitu besar. (adr) 

Spekulasi UFO di Area 51


KETATNYA penjagaan Area 51 memunculkan berbagai kecurigaan dan spekulasi pendaratan UFO, alien serta berbagai hal misterius lainnya. Area 51 merupakan pangkalan militer berpenjagaan ketat, terletak di atas Danau Groom yang telah kering, sekira 144 kilometer utara Las Vegas AS. Zona larangan terbang berlaku di wilayah tersebut kecuali untuk Air Force One, pesawat khusus Presiden AS. 

Penduduk sekitar, Rachel mengatakan, pembicaraan mengenai UFO merebak sejak tahun lalu ketika seorang pekerja Nevada Test mengaku melihat kapal alien mendarat di sana. Dua pekerja setempat menderita luka-luka saat mencari informasi mengenai praktek militer di sana. Hal itu membuat Presiden Clinton memberlakukan pengecualian bagi Air Force pada 1995. Bush melakukan hal serupa. Ia mengutip laporan dua pekerja yang menderita luka-luka serta laporan dua wanita yang suaminya tewas terkena bahan beracun dan berbahaya di Danau Groom pada 1994.

"Membingungkan melihat pemerintah terus menutupi ada apa di Area 51," ujar Turley, profesor di Universitas George Washington. Memo Bush memberi pengecualian kepada Air Force untuk tidak mengikuti undang-undang limbah padat berbahaya yang diberlakukan wilayah lokal, negara bagian atau pun federal dengan alasan akan mengungkap informasi rahasia. (uwie/AP) *** 

Misi Galileo di Jupiter Berakhir 

GALILEO akhirnya hancur ditelan atmosfir gas raksasa planet terbesar di galaksi bumi, Jupiter. Pesawat luar angkasa yang diluncurkan 18 Oktober 1989 di Atlantis itu diprogram untuk hancur pada 21 September 2003 setelah memasuki atmosfer Jupiter.

Misi luar angkasa itu diberi nama astronom Italia yang hidup pada abad ke-17, Galileo Galilei, penemu empat satelit utama Jupiter yaitu Ganymede, Callisto, Io dan Eropa.

Sean O Keefe, Direktur NASA mengatakan, misi senilai 1,4 miliar dolar itu merupakan misi yang benar-benar fenomenal. "Kami memperoleh informasi empat kali lebih banyak dari yang diharapkan selama lebih dari 14 tahun," ujarnya. Berkat Galileo, diketahui mengenai Jupiter dan satelitnya, diperoleh foto gunung api besar di Io, pembuktian teori bahwa Ganymede, Callisto dan Eropa memiliki sumber air bawah tanah dan laut asin di bawah permukaan es di Eropa. 

Galileo merupakan misi pertama yang diterbangkan ke planet beratmosfer gas raksasa itu dan berhasil menemukan bahwa asteroid pun memiliki satelit. Galileo telah berkelana menempuh jarak lebih dari empat setengah miliar kilometer dengan mengelilingi Jupiter selama 34 kali, mengirimkan 14.000 gambar dan sejumlah data lain. 

Tim Galileo sejak tahun lalu memutuskan pesawat luar angkasa yang sempat ditunda peluncurannya karena insiden Challenger itu harus berakhir karena hampir kehabisan bahan bakar dan tenaga. NASA tidak ingin mengambil risiko Galileo bertabrakan dengan salah satu satelit Jupiter dan menyebarkan mikroba dari bumi yang mungkin terbawa dalam penerbangan. Misi Galileo akan digantikan JIMO (Jupiter Icy Moons Orbiter) dengan pesawat luar angkasa Cassini. Namun, kita masih harus menunggu selama 15 tahun lagi, karena JIMO baru akan memasuki orbit Jupiter pada 2018. (uwie/bbc.co.uk) 

Kebohongan tentang AS dan UFO

Kompas, Minggu, 11 Agustus 1996

"Independence Day" (ID-4)


DALAM sejarah perfilman Amerika, agaknya inilah film yang secara gila-gilaan bermaksud menyombongkan Amerika Serikat sebagai pemimpin bagi bangsa lain di Planet Bumi. Dengan lantang, Presiden AS, Whitmore, mengungkapkan tanggal 4 Juli selanjutnya bukan hanya akan diingat sebagai hari ulang tahun Amerika, tetapi hari bersejarah seluruh dunia.

Film Independence Day (ID-4) ini memang dibuat secara gila-gilaan, karena didasari cerita karangan yang terlalu gila-gilaan, pengerahan manusia yang gila-gilaan, dan teknik pembuatannya pun mengerahkan segenap teknologi film yang gila-gilaan sehingga mampu menampilkan gambaran kehancuran manusia di Planet Bumi ini.

Hasil dari semua itu ternyata juga gila-gilaan. Film Independence Day menghasilkan untung gila-gilaan, karena dalam waktu 12 hari pertama pemutarannya di seluruh AS saja film ini mampu mengeruk 150 juta AS (sekitar Rp 350 milyar). Itu prestasi besar yang membuatnya berhak disebut sebagai film terlaris abad ini. Rekor yang pernah dicatat Jurassic Park (dalam lima hari memasukkan 68 juta dollar AS) pecah oleh film ini, yang dalam waktu yang sama mampu mengumpulkan 84,9 juta dollar AS dari 2.882 gedung bioskop.

Independence Day agaknya hadir pada saat tepat. Film ini seperti mengulang kehebohan masyarakat AS ketika mendengar acara radio berjudul Invasion from Mars sekitar tahun 1950-an, dan film serial War of The Worlds pada tahun 1970-an yang sama-sama menceritakan serangan makhluk dari luar angkasa terhadap Bumi. Di tengah semakin menyurutnya debat sekitar ada tidaknya makhluk hidup dari planet lain atau lebih populer dikenal dengan UFO (unidentified flying object, benda terbang tak dikenal), film garapan sutradara spesialis fiksi-ilmiah Roland Emmerich mengangkat lagi pertanyaan, apakah di jagat raya ini manusia tinggal sendirian?

Dari pertanyaan itu pulalah duet penulis Dean Devlin dan Roland Emmerich mengangkat kembali isu penting sekitar UFO, sehingga film itu tidak seluruhnya berlandaskan khayalan. Tempat yang disebut "Area-51", misalnya, sudah lama diketahui sebagai tempat penelitian rahasia yang berkaitan dengan UFO.

Naskah yang ditulis dalam waktu empat minggu penuh berisi cemooh. Independence Day secara satir mencemooh kelompok yang terus berupaya membuktikan UFO memang ada, dan sekaligus juga menyindir ketergantungan bangsa-bangsa lain di dunia ini terhadap AS.

Dengan berbagai efek visual yang mengagumkan lewat teknologi computer generated imaging seperti gambaran kehancuran yang sangat dahsyat dan pesona piring terbang yang ukurannya tak pernah tergambarkan dalam buku mana pun, Emmerich memang tak harus pusing-pusing memikirkan rasionalitas cerita. Penyelesaiannya pun dibuat sangat sederhana, cukup dengan virus komputer. Terlanjur tinggi khayalan yang disajikan sejak awal, maka khayalan pula yang disajikan di tengah dan mengakhir film ini. Presiden Whitmore dibuat menjadi pilot pesawat tempur, dan selamat dalam pertempuran udara teramat dahsyat. Sementara dampak penembakan dengan rudal berhulu ledak nuklir dianggap sama saja dengan rudal konvensional.

Namun kebohongan itu menjadi tak penting, karena penonton dibuat terkesima oleh berbagai gambar yang ditampilkan Karl Walter Lindenlaub dan timnya. Acungan jempol bahkan perlu diacungkan kepada Volker Engel dan Douglas Smith, dua pakar efek visual yang membuat Independence Day tampak seperti sungguhan.
***

ALKISAH pada tanggal 2 Juli (tahun tidak disebut tetapi menunjukkan tahun ini), radio teleskop khusus yang dibangun untuk "berkomunikasi" dengan makhluk hidup di luar Bumi menangkap sebuah sinyal aneh. Penemuan itu berlanjut dengan diketahuinya ada obyek besar tengah menuju Bumi dari arah Bulan.

Begitu mendekati atmosfer bumi, benda asing besar itu memecah menjadi beberapa bagian dan bergerak menuju kota-kota besar di beberapa belahan dunia. Benda itu ternyata piring terbang yang salah satunya kemudian "memayungi" kota Washington DC. Bersamaan dengan kedatangan piring terbang itu, secara tak sengaja sinyal "rahasia" dari piring terbang itu tertangkap pimpinan stasiun TV kabel, David Levinson (Jeff Goldblum).

Levinson menyimpulkan piring terbang yang diam tanpa memberi tanda apa-apa itu memang bermaksud menyerang dalam waktu bersamaan. Dia pun bergegas menemui Presiden Whitmore (Bill Pullman) yang sebelumnya menganggap cukup aman untuk tidak mengungsi. Perkiraan Levinson ternyata benar, piring terbang itu menyerang helikopter yang dikirim untuk mencoba berkomunikasi dengan mereka. Warga Washington yang awalnya diam terpesona, langsung gempar dan panik. Perintah pengungsian pun disampaikan, tapi kota Washington dan beberapa kota besar lain di AS dengan singkat dihancurkan. Pesawat dari planet lain itu mempunyai sistem perlindungan yang membuat senjata apa pun tidak bisa menyentuhnya. Presiden AS berlindung di pangkalan rahasia bernama "Area 51". Tempat itu ternyata menjadi tempat penelitian UFO sejak lama, dan di sana terdapat sebuah pesawat UFO beserta beberapa mayat makhluk angkasa luar itu.
Jalan keluar akhirnya diperoleh Levinson secara tak sengaja melalui ayahnya. Levinson yakin lapisan pelindung bisa dihancurkan dengan memasukkan virus komputer. Setelah dicoba dengan pesawat asing di "Area 51" itu, ternyata teori itu berhasil. Levinson bersama pilot pesawat tempur Kapten Steven Hiller (Will Smith) kemudian menyusup ke kapal induk yang menjadi markas para penyerang itu. Upaya mereka berhasil, sehingga perang di udara pun kemudian dimenangkan AS. Saat kemenangan itu tanggal 4 Juli yang merupakan Hari Peringatan Kemerdekaan AS.
***

DALAM sejarah perfilman AS, Independence Day bukanlah satu-satunya film yang bercerita tentang UFO. Kisah sekitar UFO telah ada sekitar tahun 1950-an, bahkan ada beberapa serial yang secara obyektif mencoba menggali fenomena UFO. Hasilnya, sebagaimana ditunjukkan dalam serial Sightings, banyak penemuan sekitar UFO sulit diragukan keabsahannya. Foto, gambar, dan kesaksian ribuan orang tentang UFO tidak seluruhnya merupakan "rekayasa" lewat mekanisme penyebaran informasi.

Independence Day yang mengangkat soal kedatangan UFO di atas kota Washington DC, agaknya juga berawal dari gagasan yang bukan karangan. Kejadiannya berlangsung belum lama yaitu 15 April 1992, sebagaimana diceritakan George Wingfield berdasarkan pengalamannya dan sejumlah orang lainnya. Wingfield, dosen ilmu alam yang kemudian mengkhususkan diri pada fenomena alam yang sulit dijawab, dan kemudian tertarik meneliti UFO.

Ketika tanggal kejadian itu, sebagaimana ditulis dalam buku Alien Update (Avon Books, New York, 1993), Wingfield yang tinggal di Raleigh/Durham, Carolina Utara, diundang memberikan kuliah di Smithsonian Institute di Washington DC tentang fenomena lingkaran aneh di ladang pertanian. Ketika tengah berjalan-jalan di Monumen Nasional, dia melihat lingkaran besar dan terang bergerak perlahan di atas monumen tersebut.
Puluhan orang lain yang pagi sekitar pukul 06.00 berada di sekitar monumen melihat terpesona pada benda berbentuk piringan besar itu. Selama 15 menit benda besar itu berada di atas Washington. Mereka yang menjadi saksi di sana sepakat, itu memang UFO. Tapi, UFO itu tidak menghancurkan Washington sebagaimana digambarkan dalam Independence Day. (R Sukarjaputra)


Kompas, Minggu, 11 Agustus 1996
Sisi Lain "Independence Day"
Sebuah Jawaban yang Mengejutkan

APAKAH manusia sendirian di jagat raya yang mahaluas ini? Pertanyaan itu barangkali pernah mengusik Anda, dan yang jelas mengusik ribuan manusia sejak berabad-abad lalu.
Banyak orang terusik pengakuan sejumlah orang yang mangaku melihat benda aneh yang bukan pesawat terbang biasa, melayang di udara. Para peneliti ilmu alam pun terusik oleh adanya fenomena alam yang sulit digambarkan, seperti "lukisan-lukisan" aneh di daerah pertanian atau perbukitan di Amerika Tengah. Bahkan para ahli purbakala pun tersentak melihat lukisan menyerupai gambar piring terbalik di dinding-dinding batu yang diduga bekas peninggalan bangsa Maya dan Aztec.

Melihat bukti-bukti itu orang pun bertanya, apakah benda dan makhluk itu? Apakah mereka juga penghuni Planet Bumi ini ataukah mereka berasal dari planet lain? Pertanyaan yang sangat memancing kepenasaranan namun selalu ditekan ke alam bawah sadar itu, sampai saat ini memang belum terjawab.

Film Independence Day mencoba menjawabnya dengan versi mereka sendiri. Asumsi dasarnya adalah mengakui keberadaan apa yang biasa disebut UFO (unidentified flying object). Berangkat dari situ, film yang diproduksi Twentieth Century Fox itu kemudian menjawab pertanyaan banyak warga Amerika Serikat tentang markas penelitian rahasia di tengah gurun pasir Nevada yang dikenal dengan Area-51. Maka Area-51 ini pulalah yang dijual kepada penonton Independence Day, selain sajian efek khusus dan hancurnya kota-kota besar di berbagai belahan dunia.
***

KEBERADAAN Area-51 sejak lama menjadi pertanyaan di benak warga AS. Sebagai sutradara yang pernah sukses lewat film Stargate, Roland Emmerich menangkap keingintahuan itu. Emmerich sendiri ragu. Dia tidak percaya adanya makhluk asing (aliens) namun percaya manusia tidak sendiri di jagat raya ini dan bukan satu-satunya makhluk berintelegensia tinggi di jagat raya ini. Berangkat dari keraguan itulah, Emmerich menggunakan kenyataan bahwa pemerintah AS memang mendirikan Center for Study Extra-Terrestrial Intelegence (CSETI), berikut parabola dan pemancar besarnya di sekitar New Mexico. Emmerich lalu mengarahkan penggaliannya pada Area-51.

Dalam Independence Day, markas penelitian rahasia itu memang benar-benar ada dan benar menjadi tempat penelitian temuan benda asing yang diduga dari planet lain.
Benarkah Area-51 ada? Secara formal Pemerintah AS belum mengakui keberadaannya. Namun istilah Area-51 sudah banyak diketahui dan menunjuk ke satu tempat di sisi utara The Nellis Bombing And Gunnery Range, berdekatan dengan Groom Lake, di Nevada. Area-51 ini pernah menjadi tempat rahasia pengembangan pesawat tempur siluman SR-71. Lebih ke selatan Groom Lake terdapat Papoose Lake, yang diberi kode sandi "S-4" atau "Dreamland". Di lokasi inilah diduga terdapat "piring-piring terbang" yang kini dikuasai Pemerintah AS.

Glenn Campbell, seorang peneliti UFO, menerbitkan buku berjudul Area-51 Viewer's Guide. Buku ini menggambarkan seluruh wilayah Area-51 beserta rinciannya. Buku ini ditulis dengan baik, ditunjang foto, dan secara resmi tidak dibantah Pemerintah AS. Jadi, singkatnya apa yang disebut Area-51 memang benar-benar ada. Pertanyaannya, betulkah di sana benar-benar terdapat bukti pesawat piring terbang dan makhluk-makhluk asing sebagaimana digambarkan dalam Independence Day?

Untuk mendapatkan bukti dan pengakuan saksi mata ternyata tidak mudah. Berdasarkan pengalaman ternyata banyak saksi mata sekitar UFO yang kemudian "terganggu" hidupnya karena cemoohan masyarakat di sekitarnya. Mereka menjadi bulan-bulanan media massa, peneliti UFO, dan masyarakat biasa. Oleh karena itulah, TV kini menyiarkan wawancara dengan saksi mata dengan membuat mereka hanya bayang-bayang hitam. Dalam sebuah wawancara TV Encounters dengan saksi pekerja di Area-51 yang bernama Alfred, terungkap di markas rahasia itu terdapat pesawat berbentuk piring sejak bertahun-tahun lalu.
Alfred yang nama aslinya dirahasiakan dan sudah bekerja di Area-51 sejak tahun 1961 itu dengan kata-kata pendek mengungkapkan kawannya mengatakan di sana memang pernah ada seorang makhluk bertubuh kecil, yang selamat dari jatuhnya piring terbang di sekitar Roswell, New Mexico, sekitar tahun 1950-an. Namun, makhluk itu dibawa keluar dari Area-51.


Anda boleh percaya atau tidak dengan keterangan itu. Paling tidak, Emmerich bukan semata-mata pembohong. Soal pendaratan darurat di Roswell, Area-51, ukuran piring terbang yang diperkirakan besarnya seperempat diameter bulan, seluruhnya diambil dari keterangan orang-orang yang pernah menyaksikan UFO. Khayalan Emmerich adalah melebih-lebihkan apa yang tampaknya mungkin ada itu untuk tujuan komersial film. (Independence Day/The Groom Lake Desert Rat/oki) 

Segitiga Bermuda


Sebenarnya tempat misteri ini tak benar bila dikatakan segitiga, sebab batas-batas dari petunjuk kapal-kapal atau pesawat terbang yang hilang lebih dari bentuk segitiga itu. Segitiga itupun hanya merupakan imajinasi saja. Bila kita ambil peta, kita buka di bagian Amerika Tengah, di sana terdapat banyak kepulauan Hindia Barat. 

Untuk mengetahui bagaimana bentuk dari Segitiga Bermuda itu, kita tarik garis dari kota Miami ke kota San Juan di Puerto Rico; dari San Juan ke pulau Bermuda; dan kembali ke Miami di daerah Florida, Amerika. Meskipun sebenarnya misteri Segitiga Bermuda ini “milik” orang Amerika, tak apalah kita turut memperbincangkannya. Sebenarnya tempat semacam ini ada pula di tempat lain, juga di Amerika, yaitu di sebuah danau
yang bernama Ontario, bahkan lebih “mengerikan” dari Segitiga Bermuda.

Dari berbagai kesimpulan, jarum kompas dan peralatan pesawat yang akan hilang selalu mendapat gangguan dan mereka seperti tak melihat air dan dari gejalan ini disimpulkan, di dasar laut sana tentu terdapat sebuah medan magnetik yang kuat sekali, yang sanggup mengganggu kompas atau menarik kapal itu sampai ke dasar laut yang dalam.

Tak cukup bila saya menguraikan seluruh peristiwa, dan itu juga tak menjurus pada masalah penyelesaian. Tetapi mengenai peristiwa bentuk gaib di Segitiga bermuda ini dapat dikemukakan dan mungkin teori-teori yang banyak mengenai Segitiga Bermuda. Mungkin di udara terdapat semacam gangguan atmosfir yang berupa “lubang di langit”. Ke lubang itulah pesawat terbang masuk tanpa sanggup untuk keluar lagi. Dari misteri “Lubang di Langit” ini membentuk sebuah teori tentang adanya semacam perhubungan antara dunia dengan dimensi lain. lubang di Langit itu dianggap semacam alat transportasi seperti tampak di film Star Trek. Ataukah bentuk Lubang di Langit itu UFO? Orang sering menghubungkan hilangnya pesawat kita dengan munculnya UFO. Lantas, apakah hilangnya mereka itu karena diculik oleh UFO? Malah hasilnya hanya mendapat pertanyaan tanpa jawaban.

Ada tempat di Segitiga Bermuda yang disebut Tongue of the Ocean atau “Lidah Lautan”. Lidah Lautan mempunyai jurang bawah laut (canyon) Bahama. Ada beberapa peristiwa kecelakaan di sana. Tidak banyak yang belum diketahui tentang Segitiga Bermuda, sehingga orang menghubungkan misteri Segitiga Bermuda ini dengan misteri lainnya. Misalnya saja misteri Naga Laut yang pernah muncul di Tanjung Ann, Massachussets AS, pada bulan Agustus 1917. Mungkinkah naga laut ini banyak meminta korban itu? Ataukah arus Cromwell di Lautan Pasifik yang menyebabkan adanya gelombang lautan disitu atau angin topan, gempa bumi di dasar lautan? Tak ada orang yang tahu.

Konon di sekitar kepulauan Bahama terdapat blue hole, yaitu semacam gua lautan. Dulu gua ini memang sungguh ada, tetapi setelah jaman es berlalu, gua ini terendam. Arus didalamnya sangat kuat dan sering membuat pusaran yang berdaya hisap. banyak kapal-kapal kecil atau manusia yang terhisap ke dalam blue hole itu tanpa daya, dan anehnya kapal-kapal kecil yang terhisap itu akan muncul kembali ke permukaan laut selang beberapa lama. Tapi yang menimbulkan pertanyaan ialah: Mungkinkah Blue Hole ini sanggup menelan kapal raksasa ke dasar lautan?

Misteri lain yang masih belum terungkap adalah misteri Makhluk Laut Sargasso, yang bukan semata-mata khayalan. Di Lautan Sargasso itu banyak kapal yang tak pernah sampai ke tujuannya dan terkubur di dasar laut itu. Di sana terhimpun kapal-kapal dari berbagai jaman, harta karun, mayat tulang belulang manusia. Luas Laut Misteri Sargasso ini 3650 km untuk panjang dan lebarnya 1825 km, dan di sekelilingnya mengalir arus yang kuat sekali, sehingga membentuk pusaran yang sangat luas yang berputar perlahan-lahan searah jarum jam. Didasar lautnya terdapat pegunungan yang banyak dan mempunyai tebing dan ngarai yang terjal.

Segitiga Bermuda memang menarik, sekaligus menakutkan. Konon perairan Karibia merupakan tempat yang banyak menyimpan keanehan-keanehan, seperti cahaya-cahaya yang tak jelas asalnya, bayangan-bayangan yang menakutkan, yang keluar masuk permukaan laut, bentuknya tak jelas tapi lebih besar dari ikan paus. Bentuknya seperti ubur-ubur raksasa dengan warna kulit keputihan dan pernah dilihat oleh dua orang (jadi bukan halusinasi).

“Ubur-ubur raksasa” itu seperti mampu mengganggu jarum kompas dan menyerap energi fisik. Mungkin “ubur-ubur raksasa” itu bukan binatang, melainkan pangkalan UFO yang dapat keluar masuk dari dalam laut. Keanehan lain di dekat pulau Puerto Rico, tampak suatu pancaran air raksasa yang membentuk cendawan atau kembang kol. Laut di tempat itu mempunyai kedalaman sampai 10 km. Kejadian ini sempat dilihat oleh awak pesawat Boeing 707 pada tanggal 11 April 1963. Menurut mereka cendawan air itu mempunyai garis tengah selebar 900-1800 meter dengan ketinggian separuhnya. Mungkin itu hanya percobaan nuklir dari negara Amerika atau lainnya? Tapi pihak Amerika tidak membenarkannnya, sebab tak mungkin mencoba bom di jalur penerbangan. Mungkin ledakan itu berasal dari kapal selam nuklir Thresher yang hilang sehari sebelumnya, tapi lokasi hilangnya kapal selam itu ribuan km dari sana.

Ada sebuah tempat di perairan Boca Raton, yang di sana terdapat sebuah pipa bergaris tengah 20 cm. Jelas bukan milik Amerika (untuk lebih lanjut: Orang Bumi). Peristiwa ini dilihat oleh suami istri Lloyd Wingfields. Mereka melihat sebuah tiang asap disana, dan ketika didekati oleh mereka, tampak sebuah pipa yang muncul dari dasar laut yang merupakan sumber keluarnya asap itu. Asap itu sendiri tak mengeluarkan bau dan berwarna kekuning-kuningan. Mungkinkah pipa itu tertancap dari sumber api di dasar laut? Pangkalan UFO di dasar lautkah yang menyebabkannya?

Lagipula kedalaman laut itu cukup dalam, sehingga mereka tak berani menyelam untuk melihat lebih lanjut, juga mereka melihat (sesudahnya) sebuah helikopter yang mengalami kerusakan mesin dan berusaha mendarat darurat di laut.

Melihat kenyataan-kenyataan yang ada dan bukti yang dpat dipertahankan itu, timbullah berbagai macam bentuk teori yang mungkin berbeda satu sama lain. Teori-teori yang pernah dikemukakan untuk membuka misteri hilangnya kapal itu, antara lain:

Adanya bahaya alam/gempa yang dapat menarik kapal tersedot. 
Adanya bermacam-macam arus yang berkumpul di daerah Segitiga Bermuda itu, sehingga mungkin saja arus bawah tiba-tiba berubah ke permukaan dan menyebabkan pusaran air. 
Ditemukan Blue Hole, tapi masih diragukan, karena kapal yang besar seperti tanker/kapal induk tak mungkin mampu disedot oleh Blue Hole. 

Terjadi gempa yang menyebabkan tanah retak besar dan air membentuk pusaran dan menyedot kedalamnya. 

Adanya puting beliung atau pusaran angin yang dapat menyebabkan hancurnya sebuah pesawat terbang karena dihempaskan. 
Ulasan lain, di daerah Kutub Selatan ada sebuah lubang besar yang menghubungkan dunia luar dengan dunia lain (entah benar atau tidak). Pernah ada orang bernama Admiral Bryd, melihat dari kapal terbang ke Barat di kutub selatan sebelah darat menghijau dengan danau yang tak membeku dan binatang liar mirip bison dan melihat seperti manusia-manusia purba. Sebagai ilmuwan Bryd melaporkan pristiwa itu, tapi tak ada yang mempercayainya.

Pernahkah anda mendengar kisah alien abduction yang dialami oleh Herbert Schirmer yang mempunyai pangkalan di lepas pantai Florida (Segitiga Bermuda) dan salah satu kutub bumi? Mungkin tempat itu merupakan pangkalan UFO yang bertujuan kurang baik?

Kitapun mempunyai hal yang sama seperti Segitiga Bermuda, yaitu kisah misteri Nyai Roro Kidul, sayangnya hal itu tak pernah diselidiki secara ilmiah. Apakah di sana juga terdapat pangkalan UFO? Laut Selatan dipercaya orang sebagai tempat tinggal jin. Sebuah buku karangan Muhammad Isa Dawud yang berjudul “Dialog dengan Jin Muslim” mengemukakan bahwa segitiga bermuda merupakan kawasan hunian para jin (halaman 83-96).

Apakah pesawat dan kapal yang hilang di segitiga bermuda “ditransfer” ke dimensi lain? Adakah hubungan segitiga bermuda dengan Atlantis? Adakah hubungan dengan “chupacabra” yang dijumpai di Puerto Rico (dekat Segitiga Bermuda)? Dan yang unik adalah, segitiga bermuda cukup dekat dengan peluncuran roket NASA (Florida)?

Eksperimen Philadelphia


Menurut teori Albert Einstein, mengatakan bahwa dalam perhitungan-perhitungan ilmiah, manusia tidak hanya berurusan dengan tinggi, lebar dan panjang; melainkan juga dengan satu dimensi lain, yaitu waktu. Sebuah teori Einstein menyatakan bahwa konsep ruang waktu dan energi materi bukanlah dua kesatuan yang terpisah sama sekali. Keduanya bisa terjalin dalam keadaan tertentu. Dan kalau itu benar-benar terjadi, tidaklah mustahil benda bisa muncul dan lenyap secara mendadak, seakan-seakan mengalami proses dematerialisasi. Di mana proses pelenyapan pesawat terbang, kapal dan lainnya di Segitiga Bermuda tidak lain karena peristiwa ini.

Mungkin teori Einstein itu terlalu membingungkan. Penguraian teori yang rumit tersebut adalah sebagai berikut. Suatu muatan listrik pada sebuah kumparan tentu akan menciptakan medan magnetik tertentu yang menuruti arah kedua bidang tegak dan mendatar. Dengan jalan ini, mungkin sebuah medan lain (gravitasi?) dapat diciptakan menurut prinsip resonansi. Caranya ialah dengan menggantungkan sebuah generator elektromagnetik sedemikian rupa sehingga menciptakan pulsa-pulsa magnetik. Medan yang terjadi tersebut akan mengadakan “penyatuan” dengan kedua medan tegak dan mendatar itu.

Kalau kita mengembangkan pelaksanaan teori Einstein tentang “Unified Field” (penyatuan medan) yang menyatukan medan gravitasi dan elektromagnetik ke dalam teori ruang waktu, maka medan magnetik kalau cukup kuat akan dapat meyebabkan barang/benda atau manusia berubah dimensi dan menjadi tak tampak. Pandangan teori “Unified Field” kemudian disamakan dengan peristiwa segitiga bermuda. Dengan kata lain, kita pasti akan dapat membuat sebuah alat yang diinginkan oleh para penghayal yaitu “mesin waktu”.

Sekarang marilah kita mencoba mengikuti eksperimen Philadelphia. Secara tak sengaja Angkatan Laut Amerika Serikat menemukan praktek penyatuan medan ini ketika mengadakan percobaan rahasia di sebuah kapal perusak pada tahun 1943 (ketika masih Perang Dunia II). Karena percobaan dilaksanakan di Philadelphia, maka kemudian eksperimen ini lebih dikenal sebagai Percobaan Philadelphia.

Tujuan intinya adalah menyelidiki pengaruh medan magnetik terhadapa kapal laut dan seisinya. Dua buah generator, yang satu menghasilkan pulsa magnetik dan yang satu tidak dihidupkan bersama-sama sehingga tercipta medan magnetik diatas dan disekeliling kapal. Hasilnya memang mengejutkan dan memang sangat penting, meskipun menimbulkan akibat buruk pada awak kapalnya.

Ketiga eksperimen mulai dijalankan, tampak suatu sinar kehijauan samar-samar. Perlu diketahui, bahwa laporan dari orang yang selamat dari Segitiga Bermuda, mengatakan menyaksikan kabut kehijauan. Peristiwa selanjutnya yang terjadi ialah seluruh kapal kemudian terselimuti kabut hujau dan akhirnya kapal bersama awaknya menghilang dari pandangan pengamat dan hanya garis permukaan laut yang kelihatan. Kapal itu tampak dan menghilang lagi, tampak dan menghilang lagi di daerah Norfolk, Virginia. Jadi percobaan itu dapat dikatakan sesuai dengan teori Unified Field.

Menurut seorang bekas awak kapal perusak itu, percobaan berhasil baik di lautan. Mereka telah berhasil menciptakan “ruang waktu” berbentuk spiral. Ruang waktu itu mempunyai radius sampai seratus yard atau 91 meter dari pusat pancaran magnetik, yang artinya setiap benda, manusia bila berada dalam radius itu akan lenyap dari pandangan, tetapi masih mungkin dapat diraba. Ketika kapal itu lenyap dari pemandangan, hanya lekukan kapal pada permukaan air yang tertindih kapal itu yang kelihatan. Semakin diperkuat gaya medan magnetik, mengakibatkan manusiapun turut lenyap, dan untuk dapat diketemukan, harus dengan jalan rabaan. Mereka baru tampak kembali setelah keluar dari medan magnetik itu. Istilah pelenyapan itu oleh mereka disebut “sedang mencair”.

Memang percobaan itu kelihatan berhasil, tetapi memerlukan korban yang tidak sedikit. Ada orang (awak kapal itu) yang akhir nya meninggal, ada beberapa lagi yang kehilangan ingatan. Tetapi ada juga yang membawa akibat baik. Yaitu ada orang yang indera keenamnya bertambah tajam. Yang lucunya, beberapa orang masih membawa akibat percobaan itu, yaitu kadang-kadang dengan sendirinya lenyap dan muncul lagi, baik di rumah lebih-lebih bila dijalan/dimasyarakat dapat mengejutkan orang yang melihatnya.

Percobaan Philadelpia ini sebenarnya sangat dirahasiakan. Dengan percobaan ini sekaligus diketemukan sebab-sebab kecelakaan di Segitiga Bermuda dan pembuktian teori Einstein “Unified Field” ternyata benar. Einstein sendiri belum pernah mencoba, karena ia telah meninggal dunia. Teori ini entah sengaja atau tidak telah terbukti, sehingga para ilmuwan tidak lagi meragukan. percobaan ini mengingatkan kita pada piring terbang yang menghilang bila sedang terbang. Inipun antara lain disebabkan adanya medan magnetik yang berasal dari piring terbang itu, tentunya tanpa membawa akibat apa-apa bagi awaknya.

Pesawat Q33MNYC dan Gedung WTC


Jika teman-teman melihat nomor badan pesawat yang ditabrakkan ke Gedung WTC New york (Q33MNYC). huruf-huruf itu tolong di ketik dengan huruf besar (caps lock) setelah selesai, fontnya diganti dengan font wingdings (fontnya berupa simbol)....

Kalau sudah arti dari simbol itu adalah...

Pesawat akan ditabrakkan ke gedung kembar untuk membangkitkan revolusi baru .....
...........
Alasan yang memberatkan, WTC dibangun Tahun 1980 dan saat itu masih gedung tunggal.....

Tapi alasan yang bisa membenarkan teori itu adalah....sehari sebelum di ledakkan para pekerja Yahudi di imbau cuti...........kedua, afiliasi Mossad dan CIA untuk menghancurkan gerakan-gerakan Islam (target utama selain USSR)itu bukanlah hal yang mustahil.....

Intinya peledakan itu sudah direncanakan jauh-jauh hari.........

Saturday, June 8, 2013

Api Aneh dari Yaman (Ciri Kiamat?)


Membaca artikel dengan judul "Fenomena Kemunculan Api yang Aneh di Yaman Buat Warga Panik" membuat mengingatkanku pada artikel Tanda-Tanda Kiamat Menurut Islam.

Dimana dikatakan bahwa 1 ciri kiamat dari 10 ciri kimat adalah munculnya api besar yang akan menghalau manusia menuju ke Padang Mahsyar. Api itu akan bermula dari arah negeri Yaman.



Dikutip dari m.voa-islam.com bahwa hari Jumat (07/06/13) secara tiba-tiba api dan asap keluar dari perut bumi di salah satu propinsi Yaman. Hal ini mengundang kebanyakan rasa taku penduduk propinsi tersebut, di mana mereka tidak bisa menemukan penjelasan ilmiah untuk fenomena aneh ini.

Penduduk yang tinggal di lingkungan al-Salam, kota al-Hodaidah, panik akibat meunculnya api dari bawaah tanah sebelah cekungan drainase dan lidah asap yang mengepul dari retakan bumi.
Warga Yaman mengatakan, sejak 10 hari yang lalu secara tiba-tiba asap mengepul dan keluar dari bumi. Kemudian diikuti oleh kebakaran yang mengakibatkan retakan. Dan dua hari kemudian api semakin meningkat kobarannya.

Warga menambahkan, belum ada tim khusus dari pihak yang berwenang dan otoritas daerah di propinsi tersebut yang bergerak untuk mengetahui penyebab fenomena ini yang menyebabkan kepanikan di seluruh wilayah tersebut.

Berikut link videonya:Fenomena Api & Asap di Yaman