Sunday, June 9, 2013

Spekulasi UFO di Area 51


KETATNYA penjagaan Area 51 memunculkan berbagai kecurigaan dan spekulasi pendaratan UFO, alien serta berbagai hal misterius lainnya. Area 51 merupakan pangkalan militer berpenjagaan ketat, terletak di atas Danau Groom yang telah kering, sekira 144 kilometer utara Las Vegas AS. Zona larangan terbang berlaku di wilayah tersebut kecuali untuk Air Force One, pesawat khusus Presiden AS. 

Penduduk sekitar, Rachel mengatakan, pembicaraan mengenai UFO merebak sejak tahun lalu ketika seorang pekerja Nevada Test mengaku melihat kapal alien mendarat di sana. Dua pekerja setempat menderita luka-luka saat mencari informasi mengenai praktek militer di sana. Hal itu membuat Presiden Clinton memberlakukan pengecualian bagi Air Force pada 1995. Bush melakukan hal serupa. Ia mengutip laporan dua pekerja yang menderita luka-luka serta laporan dua wanita yang suaminya tewas terkena bahan beracun dan berbahaya di Danau Groom pada 1994.

"Membingungkan melihat pemerintah terus menutupi ada apa di Area 51," ujar Turley, profesor di Universitas George Washington. Memo Bush memberi pengecualian kepada Air Force untuk tidak mengikuti undang-undang limbah padat berbahaya yang diberlakukan wilayah lokal, negara bagian atau pun federal dengan alasan akan mengungkap informasi rahasia. (uwie/AP) *** 

Misi Galileo di Jupiter Berakhir 

GALILEO akhirnya hancur ditelan atmosfir gas raksasa planet terbesar di galaksi bumi, Jupiter. Pesawat luar angkasa yang diluncurkan 18 Oktober 1989 di Atlantis itu diprogram untuk hancur pada 21 September 2003 setelah memasuki atmosfer Jupiter.

Misi luar angkasa itu diberi nama astronom Italia yang hidup pada abad ke-17, Galileo Galilei, penemu empat satelit utama Jupiter yaitu Ganymede, Callisto, Io dan Eropa.

Sean O Keefe, Direktur NASA mengatakan, misi senilai 1,4 miliar dolar itu merupakan misi yang benar-benar fenomenal. "Kami memperoleh informasi empat kali lebih banyak dari yang diharapkan selama lebih dari 14 tahun," ujarnya. Berkat Galileo, diketahui mengenai Jupiter dan satelitnya, diperoleh foto gunung api besar di Io, pembuktian teori bahwa Ganymede, Callisto dan Eropa memiliki sumber air bawah tanah dan laut asin di bawah permukaan es di Eropa. 

Galileo merupakan misi pertama yang diterbangkan ke planet beratmosfer gas raksasa itu dan berhasil menemukan bahwa asteroid pun memiliki satelit. Galileo telah berkelana menempuh jarak lebih dari empat setengah miliar kilometer dengan mengelilingi Jupiter selama 34 kali, mengirimkan 14.000 gambar dan sejumlah data lain. 

Tim Galileo sejak tahun lalu memutuskan pesawat luar angkasa yang sempat ditunda peluncurannya karena insiden Challenger itu harus berakhir karena hampir kehabisan bahan bakar dan tenaga. NASA tidak ingin mengambil risiko Galileo bertabrakan dengan salah satu satelit Jupiter dan menyebarkan mikroba dari bumi yang mungkin terbawa dalam penerbangan. Misi Galileo akan digantikan JIMO (Jupiter Icy Moons Orbiter) dengan pesawat luar angkasa Cassini. Namun, kita masih harus menunggu selama 15 tahun lagi, karena JIMO baru akan memasuki orbit Jupiter pada 2018. (uwie/bbc.co.uk) 

Kebohongan tentang AS dan UFO

Kompas, Minggu, 11 Agustus 1996

"Independence Day" (ID-4)


DALAM sejarah perfilman Amerika, agaknya inilah film yang secara gila-gilaan bermaksud menyombongkan Amerika Serikat sebagai pemimpin bagi bangsa lain di Planet Bumi. Dengan lantang, Presiden AS, Whitmore, mengungkapkan tanggal 4 Juli selanjutnya bukan hanya akan diingat sebagai hari ulang tahun Amerika, tetapi hari bersejarah seluruh dunia.

Film Independence Day (ID-4) ini memang dibuat secara gila-gilaan, karena didasari cerita karangan yang terlalu gila-gilaan, pengerahan manusia yang gila-gilaan, dan teknik pembuatannya pun mengerahkan segenap teknologi film yang gila-gilaan sehingga mampu menampilkan gambaran kehancuran manusia di Planet Bumi ini.

Hasil dari semua itu ternyata juga gila-gilaan. Film Independence Day menghasilkan untung gila-gilaan, karena dalam waktu 12 hari pertama pemutarannya di seluruh AS saja film ini mampu mengeruk 150 juta AS (sekitar Rp 350 milyar). Itu prestasi besar yang membuatnya berhak disebut sebagai film terlaris abad ini. Rekor yang pernah dicatat Jurassic Park (dalam lima hari memasukkan 68 juta dollar AS) pecah oleh film ini, yang dalam waktu yang sama mampu mengumpulkan 84,9 juta dollar AS dari 2.882 gedung bioskop.

Independence Day agaknya hadir pada saat tepat. Film ini seperti mengulang kehebohan masyarakat AS ketika mendengar acara radio berjudul Invasion from Mars sekitar tahun 1950-an, dan film serial War of The Worlds pada tahun 1970-an yang sama-sama menceritakan serangan makhluk dari luar angkasa terhadap Bumi. Di tengah semakin menyurutnya debat sekitar ada tidaknya makhluk hidup dari planet lain atau lebih populer dikenal dengan UFO (unidentified flying object, benda terbang tak dikenal), film garapan sutradara spesialis fiksi-ilmiah Roland Emmerich mengangkat lagi pertanyaan, apakah di jagat raya ini manusia tinggal sendirian?

Dari pertanyaan itu pulalah duet penulis Dean Devlin dan Roland Emmerich mengangkat kembali isu penting sekitar UFO, sehingga film itu tidak seluruhnya berlandaskan khayalan. Tempat yang disebut "Area-51", misalnya, sudah lama diketahui sebagai tempat penelitian rahasia yang berkaitan dengan UFO.

Naskah yang ditulis dalam waktu empat minggu penuh berisi cemooh. Independence Day secara satir mencemooh kelompok yang terus berupaya membuktikan UFO memang ada, dan sekaligus juga menyindir ketergantungan bangsa-bangsa lain di dunia ini terhadap AS.

Dengan berbagai efek visual yang mengagumkan lewat teknologi computer generated imaging seperti gambaran kehancuran yang sangat dahsyat dan pesona piring terbang yang ukurannya tak pernah tergambarkan dalam buku mana pun, Emmerich memang tak harus pusing-pusing memikirkan rasionalitas cerita. Penyelesaiannya pun dibuat sangat sederhana, cukup dengan virus komputer. Terlanjur tinggi khayalan yang disajikan sejak awal, maka khayalan pula yang disajikan di tengah dan mengakhir film ini. Presiden Whitmore dibuat menjadi pilot pesawat tempur, dan selamat dalam pertempuran udara teramat dahsyat. Sementara dampak penembakan dengan rudal berhulu ledak nuklir dianggap sama saja dengan rudal konvensional.

Namun kebohongan itu menjadi tak penting, karena penonton dibuat terkesima oleh berbagai gambar yang ditampilkan Karl Walter Lindenlaub dan timnya. Acungan jempol bahkan perlu diacungkan kepada Volker Engel dan Douglas Smith, dua pakar efek visual yang membuat Independence Day tampak seperti sungguhan.
***

ALKISAH pada tanggal 2 Juli (tahun tidak disebut tetapi menunjukkan tahun ini), radio teleskop khusus yang dibangun untuk "berkomunikasi" dengan makhluk hidup di luar Bumi menangkap sebuah sinyal aneh. Penemuan itu berlanjut dengan diketahuinya ada obyek besar tengah menuju Bumi dari arah Bulan.

Begitu mendekati atmosfer bumi, benda asing besar itu memecah menjadi beberapa bagian dan bergerak menuju kota-kota besar di beberapa belahan dunia. Benda itu ternyata piring terbang yang salah satunya kemudian "memayungi" kota Washington DC. Bersamaan dengan kedatangan piring terbang itu, secara tak sengaja sinyal "rahasia" dari piring terbang itu tertangkap pimpinan stasiun TV kabel, David Levinson (Jeff Goldblum).

Levinson menyimpulkan piring terbang yang diam tanpa memberi tanda apa-apa itu memang bermaksud menyerang dalam waktu bersamaan. Dia pun bergegas menemui Presiden Whitmore (Bill Pullman) yang sebelumnya menganggap cukup aman untuk tidak mengungsi. Perkiraan Levinson ternyata benar, piring terbang itu menyerang helikopter yang dikirim untuk mencoba berkomunikasi dengan mereka. Warga Washington yang awalnya diam terpesona, langsung gempar dan panik. Perintah pengungsian pun disampaikan, tapi kota Washington dan beberapa kota besar lain di AS dengan singkat dihancurkan. Pesawat dari planet lain itu mempunyai sistem perlindungan yang membuat senjata apa pun tidak bisa menyentuhnya. Presiden AS berlindung di pangkalan rahasia bernama "Area 51". Tempat itu ternyata menjadi tempat penelitian UFO sejak lama, dan di sana terdapat sebuah pesawat UFO beserta beberapa mayat makhluk angkasa luar itu.
Jalan keluar akhirnya diperoleh Levinson secara tak sengaja melalui ayahnya. Levinson yakin lapisan pelindung bisa dihancurkan dengan memasukkan virus komputer. Setelah dicoba dengan pesawat asing di "Area 51" itu, ternyata teori itu berhasil. Levinson bersama pilot pesawat tempur Kapten Steven Hiller (Will Smith) kemudian menyusup ke kapal induk yang menjadi markas para penyerang itu. Upaya mereka berhasil, sehingga perang di udara pun kemudian dimenangkan AS. Saat kemenangan itu tanggal 4 Juli yang merupakan Hari Peringatan Kemerdekaan AS.
***

DALAM sejarah perfilman AS, Independence Day bukanlah satu-satunya film yang bercerita tentang UFO. Kisah sekitar UFO telah ada sekitar tahun 1950-an, bahkan ada beberapa serial yang secara obyektif mencoba menggali fenomena UFO. Hasilnya, sebagaimana ditunjukkan dalam serial Sightings, banyak penemuan sekitar UFO sulit diragukan keabsahannya. Foto, gambar, dan kesaksian ribuan orang tentang UFO tidak seluruhnya merupakan "rekayasa" lewat mekanisme penyebaran informasi.

Independence Day yang mengangkat soal kedatangan UFO di atas kota Washington DC, agaknya juga berawal dari gagasan yang bukan karangan. Kejadiannya berlangsung belum lama yaitu 15 April 1992, sebagaimana diceritakan George Wingfield berdasarkan pengalamannya dan sejumlah orang lainnya. Wingfield, dosen ilmu alam yang kemudian mengkhususkan diri pada fenomena alam yang sulit dijawab, dan kemudian tertarik meneliti UFO.

Ketika tanggal kejadian itu, sebagaimana ditulis dalam buku Alien Update (Avon Books, New York, 1993), Wingfield yang tinggal di Raleigh/Durham, Carolina Utara, diundang memberikan kuliah di Smithsonian Institute di Washington DC tentang fenomena lingkaran aneh di ladang pertanian. Ketika tengah berjalan-jalan di Monumen Nasional, dia melihat lingkaran besar dan terang bergerak perlahan di atas monumen tersebut.
Puluhan orang lain yang pagi sekitar pukul 06.00 berada di sekitar monumen melihat terpesona pada benda berbentuk piringan besar itu. Selama 15 menit benda besar itu berada di atas Washington. Mereka yang menjadi saksi di sana sepakat, itu memang UFO. Tapi, UFO itu tidak menghancurkan Washington sebagaimana digambarkan dalam Independence Day. (R Sukarjaputra)


Kompas, Minggu, 11 Agustus 1996
Sisi Lain "Independence Day"
Sebuah Jawaban yang Mengejutkan

APAKAH manusia sendirian di jagat raya yang mahaluas ini? Pertanyaan itu barangkali pernah mengusik Anda, dan yang jelas mengusik ribuan manusia sejak berabad-abad lalu.
Banyak orang terusik pengakuan sejumlah orang yang mangaku melihat benda aneh yang bukan pesawat terbang biasa, melayang di udara. Para peneliti ilmu alam pun terusik oleh adanya fenomena alam yang sulit digambarkan, seperti "lukisan-lukisan" aneh di daerah pertanian atau perbukitan di Amerika Tengah. Bahkan para ahli purbakala pun tersentak melihat lukisan menyerupai gambar piring terbalik di dinding-dinding batu yang diduga bekas peninggalan bangsa Maya dan Aztec.

Melihat bukti-bukti itu orang pun bertanya, apakah benda dan makhluk itu? Apakah mereka juga penghuni Planet Bumi ini ataukah mereka berasal dari planet lain? Pertanyaan yang sangat memancing kepenasaranan namun selalu ditekan ke alam bawah sadar itu, sampai saat ini memang belum terjawab.

Film Independence Day mencoba menjawabnya dengan versi mereka sendiri. Asumsi dasarnya adalah mengakui keberadaan apa yang biasa disebut UFO (unidentified flying object). Berangkat dari situ, film yang diproduksi Twentieth Century Fox itu kemudian menjawab pertanyaan banyak warga Amerika Serikat tentang markas penelitian rahasia di tengah gurun pasir Nevada yang dikenal dengan Area-51. Maka Area-51 ini pulalah yang dijual kepada penonton Independence Day, selain sajian efek khusus dan hancurnya kota-kota besar di berbagai belahan dunia.
***

KEBERADAAN Area-51 sejak lama menjadi pertanyaan di benak warga AS. Sebagai sutradara yang pernah sukses lewat film Stargate, Roland Emmerich menangkap keingintahuan itu. Emmerich sendiri ragu. Dia tidak percaya adanya makhluk asing (aliens) namun percaya manusia tidak sendiri di jagat raya ini dan bukan satu-satunya makhluk berintelegensia tinggi di jagat raya ini. Berangkat dari keraguan itulah, Emmerich menggunakan kenyataan bahwa pemerintah AS memang mendirikan Center for Study Extra-Terrestrial Intelegence (CSETI), berikut parabola dan pemancar besarnya di sekitar New Mexico. Emmerich lalu mengarahkan penggaliannya pada Area-51.

Dalam Independence Day, markas penelitian rahasia itu memang benar-benar ada dan benar menjadi tempat penelitian temuan benda asing yang diduga dari planet lain.
Benarkah Area-51 ada? Secara formal Pemerintah AS belum mengakui keberadaannya. Namun istilah Area-51 sudah banyak diketahui dan menunjuk ke satu tempat di sisi utara The Nellis Bombing And Gunnery Range, berdekatan dengan Groom Lake, di Nevada. Area-51 ini pernah menjadi tempat rahasia pengembangan pesawat tempur siluman SR-71. Lebih ke selatan Groom Lake terdapat Papoose Lake, yang diberi kode sandi "S-4" atau "Dreamland". Di lokasi inilah diduga terdapat "piring-piring terbang" yang kini dikuasai Pemerintah AS.

Glenn Campbell, seorang peneliti UFO, menerbitkan buku berjudul Area-51 Viewer's Guide. Buku ini menggambarkan seluruh wilayah Area-51 beserta rinciannya. Buku ini ditulis dengan baik, ditunjang foto, dan secara resmi tidak dibantah Pemerintah AS. Jadi, singkatnya apa yang disebut Area-51 memang benar-benar ada. Pertanyaannya, betulkah di sana benar-benar terdapat bukti pesawat piring terbang dan makhluk-makhluk asing sebagaimana digambarkan dalam Independence Day?

Untuk mendapatkan bukti dan pengakuan saksi mata ternyata tidak mudah. Berdasarkan pengalaman ternyata banyak saksi mata sekitar UFO yang kemudian "terganggu" hidupnya karena cemoohan masyarakat di sekitarnya. Mereka menjadi bulan-bulanan media massa, peneliti UFO, dan masyarakat biasa. Oleh karena itulah, TV kini menyiarkan wawancara dengan saksi mata dengan membuat mereka hanya bayang-bayang hitam. Dalam sebuah wawancara TV Encounters dengan saksi pekerja di Area-51 yang bernama Alfred, terungkap di markas rahasia itu terdapat pesawat berbentuk piring sejak bertahun-tahun lalu.
Alfred yang nama aslinya dirahasiakan dan sudah bekerja di Area-51 sejak tahun 1961 itu dengan kata-kata pendek mengungkapkan kawannya mengatakan di sana memang pernah ada seorang makhluk bertubuh kecil, yang selamat dari jatuhnya piring terbang di sekitar Roswell, New Mexico, sekitar tahun 1950-an. Namun, makhluk itu dibawa keluar dari Area-51.


Anda boleh percaya atau tidak dengan keterangan itu. Paling tidak, Emmerich bukan semata-mata pembohong. Soal pendaratan darurat di Roswell, Area-51, ukuran piring terbang yang diperkirakan besarnya seperempat diameter bulan, seluruhnya diambil dari keterangan orang-orang yang pernah menyaksikan UFO. Khayalan Emmerich adalah melebih-lebihkan apa yang tampaknya mungkin ada itu untuk tujuan komersial film. (Independence Day/The Groom Lake Desert Rat/oki) 

Segitiga Bermuda


Sebenarnya tempat misteri ini tak benar bila dikatakan segitiga, sebab batas-batas dari petunjuk kapal-kapal atau pesawat terbang yang hilang lebih dari bentuk segitiga itu. Segitiga itupun hanya merupakan imajinasi saja. Bila kita ambil peta, kita buka di bagian Amerika Tengah, di sana terdapat banyak kepulauan Hindia Barat. 

Untuk mengetahui bagaimana bentuk dari Segitiga Bermuda itu, kita tarik garis dari kota Miami ke kota San Juan di Puerto Rico; dari San Juan ke pulau Bermuda; dan kembali ke Miami di daerah Florida, Amerika. Meskipun sebenarnya misteri Segitiga Bermuda ini “milik” orang Amerika, tak apalah kita turut memperbincangkannya. Sebenarnya tempat semacam ini ada pula di tempat lain, juga di Amerika, yaitu di sebuah danau
yang bernama Ontario, bahkan lebih “mengerikan” dari Segitiga Bermuda.

Dari berbagai kesimpulan, jarum kompas dan peralatan pesawat yang akan hilang selalu mendapat gangguan dan mereka seperti tak melihat air dan dari gejalan ini disimpulkan, di dasar laut sana tentu terdapat sebuah medan magnetik yang kuat sekali, yang sanggup mengganggu kompas atau menarik kapal itu sampai ke dasar laut yang dalam.

Tak cukup bila saya menguraikan seluruh peristiwa, dan itu juga tak menjurus pada masalah penyelesaian. Tetapi mengenai peristiwa bentuk gaib di Segitiga bermuda ini dapat dikemukakan dan mungkin teori-teori yang banyak mengenai Segitiga Bermuda. Mungkin di udara terdapat semacam gangguan atmosfir yang berupa “lubang di langit”. Ke lubang itulah pesawat terbang masuk tanpa sanggup untuk keluar lagi. Dari misteri “Lubang di Langit” ini membentuk sebuah teori tentang adanya semacam perhubungan antara dunia dengan dimensi lain. lubang di Langit itu dianggap semacam alat transportasi seperti tampak di film Star Trek. Ataukah bentuk Lubang di Langit itu UFO? Orang sering menghubungkan hilangnya pesawat kita dengan munculnya UFO. Lantas, apakah hilangnya mereka itu karena diculik oleh UFO? Malah hasilnya hanya mendapat pertanyaan tanpa jawaban.

Ada tempat di Segitiga Bermuda yang disebut Tongue of the Ocean atau “Lidah Lautan”. Lidah Lautan mempunyai jurang bawah laut (canyon) Bahama. Ada beberapa peristiwa kecelakaan di sana. Tidak banyak yang belum diketahui tentang Segitiga Bermuda, sehingga orang menghubungkan misteri Segitiga Bermuda ini dengan misteri lainnya. Misalnya saja misteri Naga Laut yang pernah muncul di Tanjung Ann, Massachussets AS, pada bulan Agustus 1917. Mungkinkah naga laut ini banyak meminta korban itu? Ataukah arus Cromwell di Lautan Pasifik yang menyebabkan adanya gelombang lautan disitu atau angin topan, gempa bumi di dasar lautan? Tak ada orang yang tahu.

Konon di sekitar kepulauan Bahama terdapat blue hole, yaitu semacam gua lautan. Dulu gua ini memang sungguh ada, tetapi setelah jaman es berlalu, gua ini terendam. Arus didalamnya sangat kuat dan sering membuat pusaran yang berdaya hisap. banyak kapal-kapal kecil atau manusia yang terhisap ke dalam blue hole itu tanpa daya, dan anehnya kapal-kapal kecil yang terhisap itu akan muncul kembali ke permukaan laut selang beberapa lama. Tapi yang menimbulkan pertanyaan ialah: Mungkinkah Blue Hole ini sanggup menelan kapal raksasa ke dasar lautan?

Misteri lain yang masih belum terungkap adalah misteri Makhluk Laut Sargasso, yang bukan semata-mata khayalan. Di Lautan Sargasso itu banyak kapal yang tak pernah sampai ke tujuannya dan terkubur di dasar laut itu. Di sana terhimpun kapal-kapal dari berbagai jaman, harta karun, mayat tulang belulang manusia. Luas Laut Misteri Sargasso ini 3650 km untuk panjang dan lebarnya 1825 km, dan di sekelilingnya mengalir arus yang kuat sekali, sehingga membentuk pusaran yang sangat luas yang berputar perlahan-lahan searah jarum jam. Didasar lautnya terdapat pegunungan yang banyak dan mempunyai tebing dan ngarai yang terjal.

Segitiga Bermuda memang menarik, sekaligus menakutkan. Konon perairan Karibia merupakan tempat yang banyak menyimpan keanehan-keanehan, seperti cahaya-cahaya yang tak jelas asalnya, bayangan-bayangan yang menakutkan, yang keluar masuk permukaan laut, bentuknya tak jelas tapi lebih besar dari ikan paus. Bentuknya seperti ubur-ubur raksasa dengan warna kulit keputihan dan pernah dilihat oleh dua orang (jadi bukan halusinasi).

“Ubur-ubur raksasa” itu seperti mampu mengganggu jarum kompas dan menyerap energi fisik. Mungkin “ubur-ubur raksasa” itu bukan binatang, melainkan pangkalan UFO yang dapat keluar masuk dari dalam laut. Keanehan lain di dekat pulau Puerto Rico, tampak suatu pancaran air raksasa yang membentuk cendawan atau kembang kol. Laut di tempat itu mempunyai kedalaman sampai 10 km. Kejadian ini sempat dilihat oleh awak pesawat Boeing 707 pada tanggal 11 April 1963. Menurut mereka cendawan air itu mempunyai garis tengah selebar 900-1800 meter dengan ketinggian separuhnya. Mungkin itu hanya percobaan nuklir dari negara Amerika atau lainnya? Tapi pihak Amerika tidak membenarkannnya, sebab tak mungkin mencoba bom di jalur penerbangan. Mungkin ledakan itu berasal dari kapal selam nuklir Thresher yang hilang sehari sebelumnya, tapi lokasi hilangnya kapal selam itu ribuan km dari sana.

Ada sebuah tempat di perairan Boca Raton, yang di sana terdapat sebuah pipa bergaris tengah 20 cm. Jelas bukan milik Amerika (untuk lebih lanjut: Orang Bumi). Peristiwa ini dilihat oleh suami istri Lloyd Wingfields. Mereka melihat sebuah tiang asap disana, dan ketika didekati oleh mereka, tampak sebuah pipa yang muncul dari dasar laut yang merupakan sumber keluarnya asap itu. Asap itu sendiri tak mengeluarkan bau dan berwarna kekuning-kuningan. Mungkinkah pipa itu tertancap dari sumber api di dasar laut? Pangkalan UFO di dasar lautkah yang menyebabkannya?

Lagipula kedalaman laut itu cukup dalam, sehingga mereka tak berani menyelam untuk melihat lebih lanjut, juga mereka melihat (sesudahnya) sebuah helikopter yang mengalami kerusakan mesin dan berusaha mendarat darurat di laut.

Melihat kenyataan-kenyataan yang ada dan bukti yang dpat dipertahankan itu, timbullah berbagai macam bentuk teori yang mungkin berbeda satu sama lain. Teori-teori yang pernah dikemukakan untuk membuka misteri hilangnya kapal itu, antara lain:

Adanya bahaya alam/gempa yang dapat menarik kapal tersedot. 
Adanya bermacam-macam arus yang berkumpul di daerah Segitiga Bermuda itu, sehingga mungkin saja arus bawah tiba-tiba berubah ke permukaan dan menyebabkan pusaran air. 
Ditemukan Blue Hole, tapi masih diragukan, karena kapal yang besar seperti tanker/kapal induk tak mungkin mampu disedot oleh Blue Hole. 

Terjadi gempa yang menyebabkan tanah retak besar dan air membentuk pusaran dan menyedot kedalamnya. 

Adanya puting beliung atau pusaran angin yang dapat menyebabkan hancurnya sebuah pesawat terbang karena dihempaskan. 
Ulasan lain, di daerah Kutub Selatan ada sebuah lubang besar yang menghubungkan dunia luar dengan dunia lain (entah benar atau tidak). Pernah ada orang bernama Admiral Bryd, melihat dari kapal terbang ke Barat di kutub selatan sebelah darat menghijau dengan danau yang tak membeku dan binatang liar mirip bison dan melihat seperti manusia-manusia purba. Sebagai ilmuwan Bryd melaporkan pristiwa itu, tapi tak ada yang mempercayainya.

Pernahkah anda mendengar kisah alien abduction yang dialami oleh Herbert Schirmer yang mempunyai pangkalan di lepas pantai Florida (Segitiga Bermuda) dan salah satu kutub bumi? Mungkin tempat itu merupakan pangkalan UFO yang bertujuan kurang baik?

Kitapun mempunyai hal yang sama seperti Segitiga Bermuda, yaitu kisah misteri Nyai Roro Kidul, sayangnya hal itu tak pernah diselidiki secara ilmiah. Apakah di sana juga terdapat pangkalan UFO? Laut Selatan dipercaya orang sebagai tempat tinggal jin. Sebuah buku karangan Muhammad Isa Dawud yang berjudul “Dialog dengan Jin Muslim” mengemukakan bahwa segitiga bermuda merupakan kawasan hunian para jin (halaman 83-96).

Apakah pesawat dan kapal yang hilang di segitiga bermuda “ditransfer” ke dimensi lain? Adakah hubungan segitiga bermuda dengan Atlantis? Adakah hubungan dengan “chupacabra” yang dijumpai di Puerto Rico (dekat Segitiga Bermuda)? Dan yang unik adalah, segitiga bermuda cukup dekat dengan peluncuran roket NASA (Florida)?

Eksperimen Philadelphia


Menurut teori Albert Einstein, mengatakan bahwa dalam perhitungan-perhitungan ilmiah, manusia tidak hanya berurusan dengan tinggi, lebar dan panjang; melainkan juga dengan satu dimensi lain, yaitu waktu. Sebuah teori Einstein menyatakan bahwa konsep ruang waktu dan energi materi bukanlah dua kesatuan yang terpisah sama sekali. Keduanya bisa terjalin dalam keadaan tertentu. Dan kalau itu benar-benar terjadi, tidaklah mustahil benda bisa muncul dan lenyap secara mendadak, seakan-seakan mengalami proses dematerialisasi. Di mana proses pelenyapan pesawat terbang, kapal dan lainnya di Segitiga Bermuda tidak lain karena peristiwa ini.

Mungkin teori Einstein itu terlalu membingungkan. Penguraian teori yang rumit tersebut adalah sebagai berikut. Suatu muatan listrik pada sebuah kumparan tentu akan menciptakan medan magnetik tertentu yang menuruti arah kedua bidang tegak dan mendatar. Dengan jalan ini, mungkin sebuah medan lain (gravitasi?) dapat diciptakan menurut prinsip resonansi. Caranya ialah dengan menggantungkan sebuah generator elektromagnetik sedemikian rupa sehingga menciptakan pulsa-pulsa magnetik. Medan yang terjadi tersebut akan mengadakan “penyatuan” dengan kedua medan tegak dan mendatar itu.

Kalau kita mengembangkan pelaksanaan teori Einstein tentang “Unified Field” (penyatuan medan) yang menyatukan medan gravitasi dan elektromagnetik ke dalam teori ruang waktu, maka medan magnetik kalau cukup kuat akan dapat meyebabkan barang/benda atau manusia berubah dimensi dan menjadi tak tampak. Pandangan teori “Unified Field” kemudian disamakan dengan peristiwa segitiga bermuda. Dengan kata lain, kita pasti akan dapat membuat sebuah alat yang diinginkan oleh para penghayal yaitu “mesin waktu”.

Sekarang marilah kita mencoba mengikuti eksperimen Philadelphia. Secara tak sengaja Angkatan Laut Amerika Serikat menemukan praktek penyatuan medan ini ketika mengadakan percobaan rahasia di sebuah kapal perusak pada tahun 1943 (ketika masih Perang Dunia II). Karena percobaan dilaksanakan di Philadelphia, maka kemudian eksperimen ini lebih dikenal sebagai Percobaan Philadelphia.

Tujuan intinya adalah menyelidiki pengaruh medan magnetik terhadapa kapal laut dan seisinya. Dua buah generator, yang satu menghasilkan pulsa magnetik dan yang satu tidak dihidupkan bersama-sama sehingga tercipta medan magnetik diatas dan disekeliling kapal. Hasilnya memang mengejutkan dan memang sangat penting, meskipun menimbulkan akibat buruk pada awak kapalnya.

Ketiga eksperimen mulai dijalankan, tampak suatu sinar kehijauan samar-samar. Perlu diketahui, bahwa laporan dari orang yang selamat dari Segitiga Bermuda, mengatakan menyaksikan kabut kehijauan. Peristiwa selanjutnya yang terjadi ialah seluruh kapal kemudian terselimuti kabut hujau dan akhirnya kapal bersama awaknya menghilang dari pandangan pengamat dan hanya garis permukaan laut yang kelihatan. Kapal itu tampak dan menghilang lagi, tampak dan menghilang lagi di daerah Norfolk, Virginia. Jadi percobaan itu dapat dikatakan sesuai dengan teori Unified Field.

Menurut seorang bekas awak kapal perusak itu, percobaan berhasil baik di lautan. Mereka telah berhasil menciptakan “ruang waktu” berbentuk spiral. Ruang waktu itu mempunyai radius sampai seratus yard atau 91 meter dari pusat pancaran magnetik, yang artinya setiap benda, manusia bila berada dalam radius itu akan lenyap dari pandangan, tetapi masih mungkin dapat diraba. Ketika kapal itu lenyap dari pemandangan, hanya lekukan kapal pada permukaan air yang tertindih kapal itu yang kelihatan. Semakin diperkuat gaya medan magnetik, mengakibatkan manusiapun turut lenyap, dan untuk dapat diketemukan, harus dengan jalan rabaan. Mereka baru tampak kembali setelah keluar dari medan magnetik itu. Istilah pelenyapan itu oleh mereka disebut “sedang mencair”.

Memang percobaan itu kelihatan berhasil, tetapi memerlukan korban yang tidak sedikit. Ada orang (awak kapal itu) yang akhir nya meninggal, ada beberapa lagi yang kehilangan ingatan. Tetapi ada juga yang membawa akibat baik. Yaitu ada orang yang indera keenamnya bertambah tajam. Yang lucunya, beberapa orang masih membawa akibat percobaan itu, yaitu kadang-kadang dengan sendirinya lenyap dan muncul lagi, baik di rumah lebih-lebih bila dijalan/dimasyarakat dapat mengejutkan orang yang melihatnya.

Percobaan Philadelpia ini sebenarnya sangat dirahasiakan. Dengan percobaan ini sekaligus diketemukan sebab-sebab kecelakaan di Segitiga Bermuda dan pembuktian teori Einstein “Unified Field” ternyata benar. Einstein sendiri belum pernah mencoba, karena ia telah meninggal dunia. Teori ini entah sengaja atau tidak telah terbukti, sehingga para ilmuwan tidak lagi meragukan. percobaan ini mengingatkan kita pada piring terbang yang menghilang bila sedang terbang. Inipun antara lain disebabkan adanya medan magnetik yang berasal dari piring terbang itu, tentunya tanpa membawa akibat apa-apa bagi awaknya.

Pesawat Q33MNYC dan Gedung WTC


Jika teman-teman melihat nomor badan pesawat yang ditabrakkan ke Gedung WTC New york (Q33MNYC). huruf-huruf itu tolong di ketik dengan huruf besar (caps lock) setelah selesai, fontnya diganti dengan font wingdings (fontnya berupa simbol)....

Kalau sudah arti dari simbol itu adalah...

Pesawat akan ditabrakkan ke gedung kembar untuk membangkitkan revolusi baru .....
...........
Alasan yang memberatkan, WTC dibangun Tahun 1980 dan saat itu masih gedung tunggal.....

Tapi alasan yang bisa membenarkan teori itu adalah....sehari sebelum di ledakkan para pekerja Yahudi di imbau cuti...........kedua, afiliasi Mossad dan CIA untuk menghancurkan gerakan-gerakan Islam (target utama selain USSR)itu bukanlah hal yang mustahil.....

Intinya peledakan itu sudah direncanakan jauh-jauh hari.........

Saturday, June 8, 2013

Api Aneh dari Yaman (Ciri Kiamat?)


Membaca artikel dengan judul "Fenomena Kemunculan Api yang Aneh di Yaman Buat Warga Panik" membuat mengingatkanku pada artikel Tanda-Tanda Kiamat Menurut Islam.

Dimana dikatakan bahwa 1 ciri kiamat dari 10 ciri kimat adalah munculnya api besar yang akan menghalau manusia menuju ke Padang Mahsyar. Api itu akan bermula dari arah negeri Yaman.



Dikutip dari m.voa-islam.com bahwa hari Jumat (07/06/13) secara tiba-tiba api dan asap keluar dari perut bumi di salah satu propinsi Yaman. Hal ini mengundang kebanyakan rasa taku penduduk propinsi tersebut, di mana mereka tidak bisa menemukan penjelasan ilmiah untuk fenomena aneh ini.

Penduduk yang tinggal di lingkungan al-Salam, kota al-Hodaidah, panik akibat meunculnya api dari bawaah tanah sebelah cekungan drainase dan lidah asap yang mengepul dari retakan bumi.
Warga Yaman mengatakan, sejak 10 hari yang lalu secara tiba-tiba asap mengepul dan keluar dari bumi. Kemudian diikuti oleh kebakaran yang mengakibatkan retakan. Dan dua hari kemudian api semakin meningkat kobarannya.

Warga menambahkan, belum ada tim khusus dari pihak yang berwenang dan otoritas daerah di propinsi tersebut yang bergerak untuk mengetahui penyebab fenomena ini yang menyebabkan kepanikan di seluruh wilayah tersebut.

Berikut link videonya:Fenomena Api & Asap di Yaman


Wednesday, May 1, 2013

Crop Circle : Pergerakan Seni Berorientasi Sains dalam Sejarah

Crop Circle menurut Ahli Fisika Richard Taylor - Pergerakan seni yang paling berorientasi sains dalam sejarah

Tuesday, April 30, 2013

Crop circle, salah satu misteri terbesar dalam sejarah sains. Setelah berlangsung hampir 400 tahun, apakah kita semakin dekat dengan jawaban dari misteri ini?

Jika kita membaca berita di media mengenai crop circle, kita masih akan menemukan ketidakjelasan. Ini menunjukkan kalau media sendiri diliputi keraguan akan sifat dari fenomena ini. Ketika Bower dan Chorley mengklaim telah membuat ratusan crop circle selama 25 tahun, media menayangkan berita tersebut dengan gegap gempita dengan headline yang menyebutkan kalau misteri ini telah terpecahkan, padahal ada ribuan crop circle lain yang tidak dibuat oleh kedua orang tersebut.

Saya sendiri masih menganggap misteri ini belum terpecahkan dan sangat heran jika media berpura-pura sebaliknya, seperti artikel BBC yang memuat berita bahwa crop circle dibuat oleh Wallabie, hewan sejenis kanguru. Apakah wallabie membuat lingkaran dalam pola fraktal dan geometri?

Karena itu, menarik melihat pendapat seorang ilmuwan yang lebih objektif, dalam hal ini ahli fisika Richard Taylor, direktur dari material science institute, University of Oregon. Ia menulis pandangannya pada tulisan yang dimuat di physicsworld.com bulan Agustus 2011 (kalian perlu registrasi terlebih dahulu untuk membacanya). Tulisan Richard Taylor ini kemudian dimuat di berbagai media dan dianggap sebagai sebuah pendekatan yang paling memungkinkan dalam mencari jawaban atas misteri crop circle dimana ia mengemukakan kemungkinan penggunaaan peralatan seperti magnetron.

Karena kehebohan tulisan ini, saya akan menerjemahkan tulisannya dari physicsworld dan membiarkan kalian membacanya sendiri. Tulisan yang panjang ini akan sangat membosankan bagi sebagian orang, namun bagi yang lain, bermanfaat untuk merefresh pengetahuan kita mengenai salah satu misteri terbesar abad ini.

Berikut adalah tulisan Prof.Richard Taylor:

Suatu malam di bulan Juli 1996, saya sedang berada di lantai atas sebuah pub di kota kecil dekat Avebury di Wiltshire, sambil menikmati liburan akhir pekan di sekitar situs prehistoris di selatan Inggris. Pada tengah malam, saya terbangun oleh suara-suara yang berasal dari tiga pria yang sedang berbincang-bincang di tempat parkir mobil di bawah. Mereka sedang memegang dan mendiskusikan selembar kertas besar. 

Setelah 15 menit diskusi yang misterius, mereka naik mobil melewati jalan kecil pedesaan. Pada malam itu, 194 crop circle yang memenuhi area hingga 115 meter muncul di ladang terdekat di Windmill Hill. Polanya merupakan sebuah persamaan yang dikembangkan oleh Gaston Julia pada tahun 1918 yang terdiri dari lingkaran-lingkaran yang membentuk tiga fraktal yang berjalin-jalin. 

Pola "Triple Julia" ini memiliki merupakan sebuah pola yang kompleks dalam matematika. Bahkan pada akhir tahun 1980an, komputer yang terbaik pun tidak memiliki kemampuan untuk menampilkannya di layar monitor. Apakah tiga orang itu yang telah mencetak pola tersebut ke sebuah ladang gandum hanya dalam tempo beberapa jam di malam hari? Jika iya, bagaimana mereka melakukannya? 

Setelah 15 tahun berlalu, para ilmuwan masih belum memecahkan misterinya. Bahkan setelah kemunculan lebih dari 10.000 pola yang terdokumentasi selama bertahun-tahun, formasi Crop Circle masih tetap merupakan misteri sains yang besar. 

Para fisikawan yang telah melakukan penelitian serius mengenai teknik yang digunakan oleh seniman crop circle telah mendapatkan berbagai hal yang luar biasa, termasuk beberapa hal yang membawa kepada aplikasi praktis seperti teknik untuk mengakselerasi pertumbuhan gandum. Dengan adanya pengumuman kalau perubahan iklim telah menekan pertumbuhan gandum hingga 3%, perkembangan ini menawarkan sebuah potensi besar bagi masyarakat. 

Namun bagaimanapun juga, tetap saja penelitian crop circle tidak ditujukan untuk mereka yang lemah hatinya karena para fisikawan yang terjun ke dunia ini harus berhadapan dengan manipulasi media, email-email yang penuh cemooh, penganut teori konspirasi, teori mengenai koloborasi dengan alien dan omong kosong New Age, belum lagi risiko akan dipandang sebagai "ilmuwan yang kurang serius" oleh para kolega mereka. 

Spekulasi mengenai asal muasal crop circle telah berkembang sejak mereka pertama kali dilaporkan di Inggris tahun 1600an. Mulai dari landak yang berguling-guling, ternak yang buang air kecil, pasangan yang menari gembira hingga tindakan dari "mowing Devil". Pada tahun 1678, sebuah seri lingkaran yang muncul di Hartfordshire dianggap sebagai perbuatan iblis karena teknik pembuatannya sepertinya melampau kemampuan manusia. Menurut sebuah laporan dari News Out of Hartfordshire pada tahun 1678, "Iblis menaruh setiap jerami dengan akurasi tinggi dalam satu malam yang jika dilakukan oleh manusia akan makan waktu berabad-abad”. 

Laporan tersebut juga menampilkan sebuah cetakan ukiran kayu yang mengindikasikan kalau batang-batang gandum di dalam lingkaran tersebut rata, tidak patah - sebuah karakteristik crop circle yang terus berlanjut hingga sekarang. 

Penjelasan sains pertama mengenai crop circle berfokus pada angin siklon. Pada tahun 1686, ilmuwan Inggris, Robert Plot, mendiskusikan formasi crop circle dalam hubungannya dengan aliran udara dari langit. Mirip dengan hal itu, pengamatan terhadap langit malam yang dilakukan oleh ilmuwan lain, John Capron, pada tahun 1880 menunjukkan adanya "auroral beam" yang disebabkan oleh angin di atas "titik lingkaran" dari sebuah formasi ladang gandum yang miring rata dengan tanah (Nature 22 290). 

Ketika fenomena ini mendapatkan momentumnya, muncul formasi dengan pola baru, yaitu pola dengan banyak lingkaran. Kebanyakan pengamat menyimpulkan kalau formasi-formasi ini mengandung simbol-simbol matematika yang sangat akurat sehingga pastilah merupakan pekerjaan dari makhluk yang sangat cerdas. Sementara abad 20 berlalu, kesimpulan ini telah memicu sebuah perdebatan hangat mengenai alien versus manusia dimana UFOlog melihat ke angkasa luar untuk menemukan pencipta crop circle sementara "cereologist" (mereka yang meneliti crop circle) berkonsentrasi untuk menemukan para hoaxer. 

Perdebatan ini dibuat rumit oleh fakta bahwa para pencipta (siapapun mereka) formasi ini jelas merupakan seorang ahli sains. Contohnya adalah satu formasi yang muncul di dekat Chibolton Observatory di Hampshire yang sepertinya merupakan jawaban atas sinyal "Search for Extraterestrial Intelligence" yang dipancarkan ke angkasa 30 tahun sebelumnya. 

Sementara perdebatan terus berlangsung, beberapa ilmuwan terus mencoba untuk mencari penjelasan alamiah alternatif. Salah satu yang paling berpengaruh adalah Terence Meaden, seorang meteorolog dan fisikawan di Dalhousie University, Kanada. Pada tahun 1980 ia meneguhkan teori Capron dengan mengajukan teori bahwa karakter geografis selatan Inggris yang miring telah mempengaruhi aliran udara lokal yang kemudian menyebabkan sebuah angin puyuh menstabilkan diri cukup lama untuk membuat sebuah lingkaran di ladang gandum. 

Penjelasan Meaden yang ilmiah itu kemudian mendapatkan pukulan berat pada tahun 1991 ketika dua pria berusia 60an tahun menyatakan kalau mereka telah membuat crop circle selama lebih dari 25 tahun. Pernyataan ini disambut dengan gembira oleh media-media Inggris. Hobi mereka dimulai pada suatu malam pertengahan tahun 1970an ketika seniman Douglas Bower menceritakan sebuah kisah kepada temannya, David Chorley, mengenai seorang petani Australia yang melaporkan melihat sebuah UFO terbang ke langit dan meninggalkan jejak lingkaran "saucer nest". Ketika Bower dan Chorley meninggalkan pub untuk pulang ke rumah, mereka melewati pinggiran desa dan kemudian menciptakan formasi pertama mereka. 

Dalam proses keisengan tersebut, kedua orang tersebut tanpa sengaja telah memicu duel 15 tahun antara seni dan fisika. Bower dan Chorley sebenarnya mencoba untuk memulai Hoax UFO. Namun ketika teori Meaden mengenai crop circle mulai mendapat perhatian, mereka meningkatkan jumlah crop circle, berharap untuk menunjukkan kalau formasi-formasi tersebut tidak berhubungan dengan cuaca. 

Meaden, di sisi lain, terbukti sebagai lawan yang kreatif. Sementara Bower dan Chorley mengungkapkan keisengan mereka kepada dunia, Meaden telah berpindah teori dari sekedar pola akibat cuaca ke electromagneto-hydrodinamic Plasma Vortex yang menjelaskan bukan hanya pola-pola multi lingkaran yang kompleks, namun juga fenomena batere traktor yang mati dan cahaya-cahaya aneh yang muncul saat terbentuknya crop circle. 

Hari ini, jika melihat ke belakang, penjelasan seperti itu terdengar seperti dibuat-buat. Namun pada puncak perdebatan, bahkan Stephen Hawking siap untuk menerima sebagian dari teori Meaden. Ketika gelombang crop circle muncul di pinggir kota dekat rumahnya di Cambridge di tahun 1991, Hawking mengatakan kepada koran lokal bahwa "crop circle pastilah merupakan hoax atau dibentuk oleh pergerakan vortex di udara".

Merasa frustasi, Bower dan Chorley kemudian membalas teori tersebut dengan sebuah pola yang di dalamnya terdapat dua lingkaran dan lima segi empat. 

Pada titik ini, bahkan Meaden mengakui kalau desain ini, yang dijuluki Pictograph oleh peneliti, merupakan hasil karya manusia. Walaupun ia tetap berargumen kalau sebuah pola yang sederhana bisa disebabkan oleh fenomena cuaca. Lagipula, setelah Bower dan Chorley mengaku membuat sekitar 250 formasi, masih ada sekitar 1.000 formasi yang belum diketahui asal-usulnya. Namun, adanya tambahan segi empat dalam formasi crop circle bukan hanya membantah teori sebab alamiah pada crop circle. Ia juga menyebabkan titik balik pada 400 tahun sejarah crop circle.  

Menciptakan Pola Matematika

Setelah Bower dan Chorley mengumumkan perbuatan mereka, pictograph yang mereka ciptakan telah menginspirasi seniman crop circle gelombang kedua. Bukannya mereda, crop circle malah berevolusi menjadi sebuah fenomena internasional dengan ratusan pola-pola pictograph rumit yang muncul setiap tahun di seluruh dunia. Walaupun setengah crop circle yang muncul berada di Inggris, formasi-formasi ini juga muncul di Eropa, Amerika, Rusia, Australia, Jepang dan India. 

Menariknya, para seniman yang mengaku telah membuat crop circle di masa lampau tidak mengetahui siapa yang bertanggungjawab atas karya-karya luar biasa yang muncul belakangan. Hal ini disebabkan oleh banyaknya seniman crop circle yang mengikuti kelaziman yang dimulai oleh para pendahulu mereka: menciptakan pictographnya secara anonymous pada malam hari dan meninggalkan lokasi tanpa adanya jejak yang tertinggal.

Walaupun para seniman itu juga seorang tradisionalis dalam kaitannya dengan hal ini, karya mereka lebih berkembang secara signifikan. Sebabnya, seniman masa kini memiliki akses ke komputer, peralatan GPS dan laser untuk membantu mereka untuk memetakan polanya, dimana Bower harus menciptakan garis-garis lurus dengan pandangan mata yang dibantu oleh kabel yang dikaitkan ke topinya. 

Para ilmuwan yang tertarik dengan matematika crop circle dan bagaimana mereka direncanakan memiliki dua opsi: Mereka dapat mengintai mobil-mobil yang diparkir di pub pedesaan pada larut malam dengan harapan menangkap basah sang seniman yang sedang bekerja, atau mereka dapat menerapkan teknik analisis pola terhadap karya-karya tersebut. Sejarah menunjukkan kalau metode pengintaian terbukti lebih berisiko. 

Usaha untuk menangkap teknik pemetaan dalam sebuah film telah memicu permainan tikus dan kucing antara seniman dan peneliti dimana kerahasiaan sang seniman biasanya berhasil mempermalukan para peneliti. 

Pada tahun 1990 misalnya, seorang peneliti crop circle ternama yang juga seorang insinyur, Colin Andrews, mengkordinasikan sebuah operasi bernama Blackbird dimana wilayah dekat Westbury, Wiltshire, dipasangi kamera pengintai oleh BBC dan dipantau oleh petugas dari departemen pertahanan. Walaupun sudah menyiapkan rencana dengan matang, saat matahari terbit keesokan paginya, sang seniman terbukti berhasil merayap di kegelapan malam, melakukan pekerjaannya dan pergi tanpa terpantau. Pada tahun 1996, para peneliti yang terlalu antusias pun dipermalukan ketika sebuah video klip hoax yang disebut Oliver Castle Crop Circle muncul ke publik. 

Jadi tidak mengherankan jika kebanyakan peneliti akan melupakan pengintaian dan mulai menganalisa pola-pola yang ditinggalkan oleh para seniman yang cerdik tersebut. Penelitian semacam ini pertama kali dipublikasikan pada tahun 1996 di Science News oleh Gerard Hawkins (yang saat itu merupakan astronom di Boston University). Ia memeriksa banyak crop circle yang muncul antara tahun 1978-1988. 25 diantaranya memiliki hanya satu lingkaran, banyak lingkaran dan lingkaran dengan cincin konsentris. Bahkan walaupun memiliki pola primitif seperti itu, Hawkin menemukan sebuah bahasa artistik yang tersembunyi. 

Ia menemukan kalau semua formasi tersebut dibuat dengan menggunakan garis konstruksi yang tersembunyi yang digunakan pada tahap desain, namun tidak muncul pada hasil akhir. Contohnya seperti yang ditunjukkan oleh garis biru pada gambar di bawah ini, sedangkan pola kuning menunjukkan hasil akhir.

Kemudian Hawkin menggunakan garis konstruksi ini untuk mendemonstrasikan bahwa crop circle lebih dari sekedar pola-pola yang berada pada posisi yang random. Garis konstruksi tersebut ternyata memiliki ukuran dan posisi relatif yang membentuk sebuah karakter yang sangat eksotik. Misalnya, rasio dari berbagai diameter dan area diantara desain tersebut ternyata memiliki kemiripan dengan “diatonic ratios” tuts putih pada sebuah piano. Rasio-rasio ini merupakan frekuensi rasio dari not “Middle D” ke C. Contohnya 297/264 Hz = 9/8. 

Gagasan bahwa formasi crop circle memiliki harmoni geometri yang fundamental yang sesuai dengan chord musik akhirnya menginspirasi beberapa musisi untuk menggunakan algoritma komputer untuk mengubah formasi tersebut menjadi melodi. Dan “penerjemah” yang paling ternama adalah Paul Vigay. Contoh musiknya bisa didengar di http://bit.ly/lbUJQq. 

Jadi, desain crop circle saat ini semakin kompleks, meliputi lebih dari 2.000 bentuk individual yang disusun menggunakan garis-garis konstruksi yang tidak terlihat oleh pengamat biasa. Peningkatan kemampuan komputer juga berarti kalau persamaan matematis yang sama dan berulang-ulang sekarang dipakai untuk menghasilkan bentuk fraktal seperti Desain Triple Julia yang muncul kembali di Swiss tahun 2010 lalu. Bentuk fraktal lain yang juga ternama adalah Mandelbrot set, Julia Set dan Koch Snowflake yang muncul secara teratur sejak tahun 1991.  


Membuat Crop Circle

Bahkan tahap awal konstruksi crop circle merupakan sebuah pekerjaan yang sulit. Kemunculan formasi triple Julia yang pertama pada Juli 1995 didahului oleh Single Julia beberapa minggu sebelumnya. 

Untuk mengukur desain “pemanasan” ini, sebuah tim yang terdiri dari 11 orang membutuhkan waktu selama 5 jam dan sebuah perusahaan penilai memperkirakan paling sedikit akan dibutuhkan waktu selama 5 hari untuk memetakan setiap bagian dari pola tiga lingkaran yang berjalin. Tetapi setelah pemetaan itu selesai, seniman-seniman crop circle masih harus menghadapi persoalan yang rumit: Jika membuat pola-pola tersebut di atas kertas saja sudah merupakan sebuah pekerjaan yang sulit, bagaimana caranya mencetak pola-pola tersebut di sebuah ladang? 

Para pembuat crop circle tradisional menggunakan “stompers” (Bilah papan yang dikaitkan dengan dua tali), benang dan penggiling kebun plus bangku untuk membantu seniman tidak merusak gandum. Walaupun penampilannya yang kuno, stompers terbukti alat yang sangat efektif untuk meratakan gandum jika digunakan oleh tangan yang berpengalaman. Namun, desain yang modern telah berevolusi melampaui kebutuhan tradisional. Pola-polanya sekarang dibentuk sehingga menghasilkan tekstur geometri yang rumit. Contohnya batang gandum di dalam setiap lingkaran pola Triple Julia ternyata membentuk spiral. Lapisan-lapisan dari batang gandum yang merunduk ternyata juga dapat dijalin, menciptakan tekstur berbayang yang dapat berubah jika terkena sinar matahari karena respon phototopic batang gandum. 

Dengan demikian, untuk mencetak pictograph berukuran besar sebelum matahari terbit, seniman-seniman masa kini harus bekerja dalam sebuah tim yang terkoordinasi dengan baik. Salah satu tim yang ternama adalah Circlemakers, dan ketika mereka mengijinkan para kru BBC merekam kegiatan mereka membuat crop circle yang terdiri dari 100 lingkaran roulette di tahun 1998, tim tersebut dapat membuat satu lingkaran setiap menit. Salah seorang anggotanya, Will Russel meringkas motivasi mereka, yaitu untuk “Mendorong batasan dalam pikiran orang-orang mengenai kemampuan manusia.” Rekan Russel, Rod Dickinson menekankan kalau pada kecepatan ini, mereka bisa membuat pola Triple Julia dalam satu malam. 

Walaupun adanya klaim seperti itu, ukuran Triple Julia yang besar dan akurat tentu saja akan jauh lebih menantang dibanding roulette milik circlemakers. Ada tanda-tanda lebih lanjut kalau pembuatan dengan metode tradisional telah mencapai batasan maksimalnya. Satu pictograph yang muncul tahun 2009 saja membutuhkan waktu 3 malam untuk menyelesaikannya. Polanya terlihat di gambar di bawah ini. 

Jika para seniman ingin mempertahankan kerahasiaan gerakan ini, jelas mereka akan membutuhkan metode konstruksi yang lebih efisien. 


Spekulasi Biofisika

Menariknya, beberapa eksperimen yang dilakukan oleh para ahli biofisika menemukan kemungkinan kalau para seniman crop circle mungkin memang telah mengubah metode mereka. 

Studi-studi independen yang diterbitkan tahun 1999 dan 2011 menunjukkan bukti adanya ekspose radiasi terhadap gandum. Pola-pola yang dipelajari adalah pola-pola yang muncul pada pertengahan tahun 1990an dan termasuk di dalamnya Triple Julia. Gambar di bawah ini menunjukkan hasil penelitian terhadap “Pulvini”, sambungan elastis yang muncul di batang gandum. 

Eltjo Haselhoff, seorang ahli fisika dan medis, menemukan kalau Pulvini pada batang gandum melengkung. Ini berbeda dengan kondisi batang gandum normal di luar crop circle. 

Walaupun beberapa faktor memang dapat menyebabkan Pulvini melengkung, seperti Gravitropism (Arah rundukan batang gandum karena gravitasi) dan Lodging (Rundukan batang gandum karena angin dan hujan), Haselhoff menolak keduanya sebagai penyebab karena rundukan yang simetris dari tengah lingkaran ke tepinya. 

Penemuan Haselhoff ini meneguhkan hasil penelitian William levengood, seorang ahli biofisika dari perusahaan konsultan pertanian, Pinelandia Biophysics Laboratory di Michigan. Levengood juga menemukan hasil yang serupa pada 95% dari 250 formasi crop circle di tujuh negara. Ia mengajukan teori kalau Pulvini yang melengkung itu diakibatkan oleh panas dari radiasi elektromagnet. Radiasi semacam itu dapat menyebabkan batang gandum jatuh dan mendingin di posisi sejajar dengan tanah. Ia juga menemukan bukti lain yang mendukung teori panas ini, yaitu perubahan pada struktur selular gandum dan banyaknya lalat mati yang terjepit di benih gandum. 

Levengood dan Haselhoff kemudian menindaklanjuti pekerjaan mereka dengan memindahkan benih gandum dari ladang dan menempatkannya di ruangan khusus yang memiliki tata cahaya, kelembaban dan temperatur yang dijaga. Mereka menemukan kalau benih yang diambil dari luar crop circle bertumbuh pada level normal, sedangkan benih dari dalam crop circle bertumbuh empat kali lebih lambat. Walaupun hasil penelitian keduanya dipublikasikan di Physiologia Plantarum, sebuah jurnal peer review yang didedikasikan untuk sains pertumbuhan tanaman, penemuan mereka gagal memulai perdebatan mengenai crop circle. 

Spekulasi keduanya juga tidak membantu sama sekali. Levengood menafsirkan hasil penelitiannya sebagai bukti teori plasma Vortex Meaden. Sedangkan Haselhoff mengajukan spekulasi bahwa sumber radiasi tersebut adalah bola-bola cahaya misterius yang sering terlihat melayang di atas crop circle. Melihat situasi tersebut, para peneliti ragu untuk mengeksplorasi lebih lanjut penemuan kontroversial itu dan penelitian Levengood dan Haselhoff tidak pernah diteguhkan ataupun ditolak oleh studi-studi berikutnya. 

Sebagai konsekuensi, penelitian mereka akhirnya hanya terus memicu perdebatan lama mengenai hoaxer manusia, efek atmosfer dan tentu saja seniman ekstra terestrial. 

Juni lalu, saya memasuki perdebatan tersebut dengan menulis di Nature bahwa seniman ekstra terestrial tidak akan perlu membengkokkan hukum apapun, namun mereka akan membutuhkan kemampuan matematika untuk merancang desain masa kini dan kesadaran saintifik untuk mengeksploitasi kemajuan teknologi. Tulisan saya ini akhirnya malah mendatangkan email-email bernada kebencian dari para UFOlog dan lainnya yang menuduh saya menyebarkan informasi yang salah sebagai bagian dari operasi konspirasi. 

Lalu saya masuk ke website konspirasi untuk melihat siapa yang menjadi partner konspirasi saya dan menemukan kalau kambing hitamnya adalah pemerintah Inggris, Jerman dan US Secret Service. 

Walaupun alien dan konspirasi pemerintah tidak dapat diabaikan dengan kepastian 100%, Occam’s Razor (yang menyatakan kalau penjelasan yang melibatkan asumsi paling sedikit adalah yang paling mungkin benar) mendukung skenario seniman manusia. Mungkinkah beberapa seniman telah menerapkan teknik fisika tersebut dengan gelombang micro? 

Menariknya, sebuah kelompok peneliti crop circle bernama BLT Research mengklaim mampu mereplika perubahan yang terjadi pada Pulvini dengan cara mengeksposenya dengan gelombang mikro yang dihasilkan dari magnetron yang diambil dari oven microwave. Magnetron masa kini sangat kecil dan ringan dan hanya membutuhkan 12 volt batere.

Haselhoff dan Levengood menggunakan prinsip Beer-Lambert yang menghubungkan antara penyerapan radiasi dengan fitur materi untuk membuat model lengkungan Pulvini. Untuk sebuah crop circle berukuran 9 meter, Model Haselhoff  mengindikasikan kalau sumber radiasi harus diletakkan 4 meter diatas titik tengah lingkaran. Setelah dipanaskan dengan sumber ini, batang gandum akan dengan mudah diarahkan sesuai dengan keinginan sehingga mempercepat waktu pembuatan crop circle. 

Walaupun hipotesis menarik ini sesuai dengan fakta yang ada, para ahli biofisika kelihatannya masih perlu untuk memperluas eksperimen awal ini jika ingin argumennya diterima. 


Masih mencari solusi

Menentukan teknologi di balik pembuatan crop circle jelas memiliki implikasi yang melampaui sekedar rasa ingin tahu atau apresiasi seni.

Jejak-jejak beberapa pola (formasi hantu) masih dapat terlihat pada ladang-ladang di masa sekarang. Ini sesuai dengan pengamatan Levengood kalau crop circle memiliki dampak terhadap pertumbuhan gandum. Crop circle akan dipanen setiap tahun dan gandum-gandum yang rusak ini akan memasuki rantai makanan manusia. Menariknya, penelitian Levengood menunjukkan kalau pertumbuhan gandum yang terhambat datang dari crop circle yang muncul lebih awal pada tanaman yang belum berkembang. Namun, ia juga melaporkan jika benih dibuang dari crop circle yang muncul di tanaman dewasa, maka tingkat pertumbuhan malah naik 5 kali lipat. Hal ini membuat Levengood mengembangkan sebuah teknologi Molecular Impulse Response yang dapat mengakselerasi pertumbuhan gandum dengan memberikannya pancaran molekular. 

Seniman Crop circle tidak akan membuka rahasianya dengan mudah.  Para peneliti yang mempelajari pictograph modern harus segera terbang ke udara untuk memotret pola terbaru sebelum hilang ditangan para pemanen. Musim panas ini, seniman tidak dikenal akan berkeliling di pinggiran desa dekat rumah anda sambil membawa perlengkapan mereka, aman karena mengetahui bahwa mereka sedang melanjutkan warisan sebuah pergerakan seni yang paling berorientasi sains di dalam sejarah. Dapatkah kalian menyingkapkan rahasia kesuksesan mereka?


Sumber :

http://www.enigmablogger.com/2013/04/crop-circle-menurut-ahli-fisika-richard.html