Sunday, November 26, 2023
Shiva Ayyadurai, Sang Penemu Email
Teori Konspirasi Tentang PCR Test
Teori Konspirasi Paling Vokal di Internet Soal Akurasi PCR Test
Senin, 06 Jul 2020 16:50 WIB
Teori konspirasi terkait virus Corona terbaru yang paling vokal dari Dr Shiva (Foto: Tech Startups)
PCR Test atau kita kenal sebagai swab test adalah cara yang dianggap memberikan tingkat deteksi virus corona yang jauh lebih tinggi dibanding rapid test. Namun pandangan ini berbeda dengan Dr VA Shiva Ayyadurai, MIT. PhD, yang disebut netizen sebagai teori konspirasi.
Dr Shiva adalah seorang ilmuwan yang memegang empat gelar dari Massachusetts Institute of Technology (MIT). Ia menyatakan secara singkat bahwa PCR Test adalah hal yang tidak bisa dijadikan patokan untuk mendeteksi virus SARS-CoV-2.
"Yang didapat dari PCR Test adalah mereka mengambil sampel dari dalam hidungmu dan sampel yang keluar berupa lendir dan sebagainya. Apa yang mereka cari jika ada virus corona akan terdapat rantai urutan RNA. Mereka mendapatkan yang mereka sebut 'primer'. Sesuatu yang mereka kira sama dengan COVID-19. Semacam mencocokkan pola. Kemudian mereka menemukan kecocokannya di sini, maka kamu dinyatakan positif," katanya dalam suatu perbincangan di YouTube.
Lantas ia membawa penemu PCR Test, Kary Mullis yang mana merupakan pemenang Nobel di bidang kimia bahwa Mullis sudah memperingatkan bahwa metode ini tidak untuk mendeteksi virus melainkan nucleic acid.
"PCR bukan bersifat kuantitatif melainkan kualitatif. Jadi, primer yang mereka cari bersifat probabilistik, tidak definitif. Jadi hanya karena hasil test-nya positif bukan berarti kamu terkena virus tersebut. Bukan berarti tidak ada virusnya, tapi ini disusupi kepentingan bagi Amerika dan seluruh dunia," tuduh Shiva.
Dr Shiva memang dikenal vokal dalam membicarakan terkait virus corona atau COVID-19 di berbagai media bahkan media sosial miliknya. Sosoknya dikenal kontroversial dan kerap membahas teori konspirasi. Kritiknya soal akurasi PCR Test pun bagi sebagian kalangan dianggap sebagai konspiratif.
Lantas sebenarnya apa itu PCR Test? Mengapa keakuratannya menjadi hal yang cenderung dipertanyakan. Mari kita belajar lebih dalam soal metode ini.
PCR atau polymerase chain reaction atau RT-PCR (real time polymerase chain reaction) menggunakan sampel usapan lendir dari hidung atau tenggorokan. Lokasi ini dipilih karena menjadi tempat virus berreplikasi.
Ahmad Rusdan Handoyo Utomo PhD, Principal Investigator, Stem-cell and Cancer Research Institute, menjelaskan bahwa rapid test bisa memberikan hasil 'false negative' yakni tampak negatif meski sebenarnya positif. Ini terjadi bila tes dilakukan pada fase yang tidak tepat.
"Data antibodi tidak selalu bersamaan dengan data PCR. Ketika data PCR menunjukkan virus RNA terdeteksi, kadang-kadang antibodi belum terbentuk," ujarnya.
Kemungkinan false negative ini juga disinggung oleh juru bicara pemerintah untuk penanganan COVID-19, Achmad Yurianto.
"Hanya masalahnya bahwa yang diperiksa immunoglobulin-nya maka kita butuh reaksi immunoglobulin dari seseorang yang terinfeksi paling tidak seminggu karena kalau belum seminggu terinfeksi atau terinfeksi kurang dari seminggu pembacaan immunoglobulin-nya akan menampilkan gambaran negatif," kata Yuri.
Terlepas dari argumen Shiva yang dianggap sebagian orang sebagai teori konspirasi, sejauh ini memang belum ada yang bisa memberikan keakuratan 100% mengenai deteksi suatu virus karena selalu ada error meski kecil peluangnya. Jika mengalami gejala COVID-19, tak ada salahnya untuk segera mengunjungi rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Sumber :
https://inet.detik.com/science/d-5082095/teori-konspirasi-paling-vokal-di-internet-soal-akurasi-pcr-test.
Tuesday, October 31, 2023
Pria Sidoarjo Gerebek Istri & Selingkuhan
Pria Sidoarjo Gerebek Istrinya Tengah Bugil Bareng Selingkuhan di Kamar Hotel
Rabu, 1 November 2023 - 00:18 WIB
Seorang pria berinisial W (38 tahun) menggerebek istrinya sendiri, AE (36), saat berduaan dalam kondisi bugil dengan pria lain, HWP (41), di sebuah kamar hotel di Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Kini kasus perselingkuhan itu ditangani Kepolisian Resor Mojokerto.
Informasi diperoleh, penggerebekan pasangan terlarang itu terjadi pada Sabtu akhir pekan lalu. Saat itu, W yang sudah lama curiga istrinya berbuat serong mengendus istrinya tengah bersama selingkuhannya di sebuah kamar hotel di Pungging, Mojokerto.
Setelah dipastikan keberadaan pasangan terlarang itu, W kemudian mengajak petugas dari Polsek Pungging untuk melakukan penggerebekan. Benar saja, saat digerebek, AE tengah berada di dalam kamar bersama HWP dalam kondisi bugil.
"Pelaku dalam keadaan telanjang setelah berhubungan badan satu kali," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Mojokerto, Ajun Komisaris Polisi Imam Mujali, Selasa, 31 Oktober 2023. Pasangan kumpul kebo itu lalu dibawa petugas Polsek Pungging ke Unit PPA Polres Mojokerto.
Saat itu juga W membuat laporan resmi dugaan perselingkuhan atau perzinaan oleh istrinya dengan pria lain, HWP. "Sudah kami lakukan pemeriksaan," kata AKP Imam.
AE dan HWP sama-sama berasal dari Tulangan, Kabupaten Sidoarjo. Berdasarkan hasil pemeriksaan, lanjut dia, AE dan HWP terjalin hubungan asmara setelah keduanya saling curhat soal masalah rumah tangga masing-masing.
"Awalnya dari curhat, akhirnya merasa nyaman," ujar Imam. Dari saling curhat itulah kemudian timbul rasa antara keduanya. AE dan HWP kemudian nekat menjalin hubungan terlarang, bahkan sampai melakukan hubungan badan.
"Menurut keterangan mereka hanya satu kali [hubungan badan]," ungkap Imam. Dia menuturkan, AE dan HWP belum ditetapkan sebagai tersangka, namun kasus sudan dinaikkan ke tingkat penyidikan. Pasal yang diterapkan ialah Pasal 284 KUHP tentang Perzinahan. Ancaman hukumannya maksimal 5 tahun penjara.
Sumber :
https://www.viva.co.id/berita/nasional/1652927-pria-sidoarjo-gerebek-istrinya-tengah-bugil-bareng-selingkuhan-di-kamar-hotel?page=all
Wednesday, September 20, 2023
4 Langkah Perangi Konten LGBT
4 Langkah Perangi Konten LGBT Pada Anak ala Ning Ita Fajria Tamim
Keberadaan konten Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) dalam media bebas kembali menghebohkan publik lewat tayangan anak-anak di kanal Youtube Kids. Tayangan tersebut diduga menyisipkan paham LGBT lantaran ada kutipan lirik berbunyi, “tapi papa dan ayahku siap membantu,”.
Dengan artian ia diduga memiliki dua orang tua berjenis kelamin laki-laki. Merespons hal itu, Dokter sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren Nazhatut Thullab, Sampang, Jawa Timur, dr Ita Fajria Tamim menyebutkan bahwa tayangan di media, khususnya film, memiliki potensi besar untuk memengaruhi tindakan, perilaku dan gaya hidup penontonnya.
“Ideologi apa pun itu, LGBT atau lainnya pasti mengharapkan pendukung lebih banyak untuk meyakini budaya itu, film jadi salah satu medium," kata Ning Ita, sapaannya, kepada NU Online, Jumat (25/8/2023).
Untuk mencegah hal itu terjadi, Ning Ita, membagikan empat langkah memerangi konten LGBT pada tontonan anak, sebagai berikut:
Memberikan pendidikan seks pada anak
Menurutnya, dengan melakukan pendidikan seksual kepada anak-anak, mereka akan dapat memahami perilaku-perilaku menyimpang yang dilakukan LGBT. Orang tua bisa mulai membangun komunikasi yang mudah dimengerti tentang nilai-nilai fitrah seksual, sehingga nilai-nilai tersebut tertanam dan terinternalisasi sejak dini.
“Mengenalkan fitrah seksual ketika mereka sudah mengerti dan bisa merespons, biasanya di usia 2-3 tahun. Orang tua harus memulai mengenalkan bahwa fitrahnya laki-laki diciptakan untuk perempuan. Contohnya: ayah sama ibu, kakek dan nenek, om dan tante.
Semua diciptakan berpasang-pasangan dengan jenis kelamin yang berbeda-beda karena fitrahnya seperti itu,” beber Ning Ita.
“Sebaliknya, kita perlu mempertegas kalau ternyata ada orang yang suka dengan sejenisnya itu berarti menyalahi fitrah dan itu tidak diperbolehkan,” sambung dia.
Selalu menemani anak dan menonton bersama-sama
Ia menyebut bahwa keberadaan media sosial saat ini sudah menjadi kebutuhan bagi masyarakat, tak terkecuali anak-anak. Kemudahan akses informasi dan pengetahuan di media sosial menjadi sarana yang tidak dapat dilepaskan dalam kehidupan sehari-hari.
Untuk itu kontrol atau pengawasan orang tua terhadap tontonan anak-anak perlu ditingkatkan. Pasalnya, beberapa tayangan anak, memang bersifat mendidik. Namun, ada juga yang tidak mendidik alias menyimpang.
“Itu paling tidak ikhtiar yang bisa kita lakukan. Karena melepas 100 persen anak untuk tidak memegang gawai/menggunakan media sosial itu tidak mungkin di zaman sekarang,” ucap penulis buku Sekosong Jiwa Kadaver itu.
Pengawasan dari pihak eksternal
Tak hanya kepada orang tua, ia juga meminta kepada pihak-pihak pemangku kebijakan, dalam hal ini pemerintah untuk lebih meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai konten menyimpang yang menyasar anak-anak di media publik.
“Karena pemerintah ini kan pemegang kebijakan kalau pemerintah berkenan untuk membuat kebijakan misalnya untuk mengurangi akses masuk paham-paham LGBT itu maka dampaknya tentu akan lebih luas. Jadi, harapannya pemerintah bisa secepatnya bertindak melawan ini,” katanya.
Berdoa
Selain upaya lahiriah sebagaimana yang disebutkan di atas, ia menyebut berdoa sebagai ikhtiar batin juga perlu dilakukan. "Berikutnya adalah perbanyak berdoa kepada Allah swt agar anak kita senantiasa dilindungi dari paham-paham yang menyimpang,” tandas dokter yang fokus di bidang pengembangan diri dan kesehatan mental itu.
Sumber:
https://www.nu.or.id/nasional/4-langkah-perangi-konten-lgbt-pada-anak-ala-ning-ita-fajria-tamim-mdsOR
Tuesday, September 5, 2023
Tidak Ada Gen yang Sebabkan Seseorang Jadi Gay
Friday, August 18, 2023
Konspirasi dan Kebohongan Pemanasan Global
Sunday, June 18, 2023
Survei Capres 2024
6 Survei Terbaru Capres 2024: Prabowo Vs Ganjar Vs Anies
19 June 2023 04:00
Pelbagai lembaga survei terus merilis hasil sigi mereka terkait elektabilitas bakal calon presiden yang diproyeksikan turut serta dalam Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden 2024. Berikut penjelasannya.
Indonesia Political Opinion (IPO)
Pada Jumat (16/6/2023), IPO merilis hasil survei elektabilitas bakal calon presiden 2024. Survei tersebut dilakukan pada periode 5-13 Juni 2023. Survei dilakukan menggunakan metode multistage random sampling (MRS) atau pengambilan sampel bertingkat dengan margin of error 2,90% dengan tingkat akurasi data 95%. Ada 1.200 orang responden yang tersebar proporsional secara nasional. Untuk menguji validitas responden, IPO melakukan spot check pada 15% dari total sampel.
Simulasi 3 nama:
- 1. Prabowo Subianto 37,2%
- 2. Anies Baswedan 31,5%
- 3. Ganjar Pranowo 26,8%
- TT/TJ/rahasia 8,2%
Lembaga Survei Nasional
LSN merilis hasil survei tingkat elektabilitas tiga bacapres secara nasional menunjukkan Prabowo unggul dengan elektabilitas sebesar 38,5%, Ganjar 32,8%, dan Anies 21,9%.
Survei tersebut digelar pada 24 Mei hingga 3 Juni 2023 di 34 provinsi. Populasi dari survei ini adalah seluruh warga negara Indonesia yang minimal telah berusia 17 tahun atau telah memiliki KTP. Total ada sebanyak 1.420 responden.
LSN mengambil responden melalui teknik pengambilan sampel secara acak sistematis (multistage random sampling). Dengan klaim margin of error +/- 2,6 persen, dan pada tingkat kepercayaan (level of confidence) sebesar 95%.
- Prabowo 38,5%,
- Ganjar 32,8%,
- Anies 21,9%.
Survei Kompas
Merujuk hasil survei Litbang Kompas Mei 2023, elektabilitas Prabowo di kalangan Nahdliyin mencapai 25,8%, naik sekitar 7% dari hasil survei pada Januari 2023. Prabowo meninggalkan Ganjar yang berada di posisi kedua dengan elektabilitas sebesar 24,9%.
Sementara itu, Anies berada di urutan ketiga dengan elektabilitas 12,3%.
Untuk diketahui, survei ini dilakukan melalui wawancara tatap muka pada 29 April hingga 10 Mei 2023. Sebanyak 1.200 responden dipilih secara acak menggunakan metode pencuplikan sistematis bertingkat di 38 provinsi di Indonesia.
Tingkat kepercayaan survei 95% dengan margin of error penelitian +-2,83 persen dalam kondisi penarikan sampel acak sederhana.
- Prabowo 25,8%
- Ganjar 24,9%.
- Anies 12,3%.
Indikator Politik Indonesia
Pada Minggu (4/6/2023), Indikator Politik Indonesia merilis survei elektabilitas capres pada Pilpres 2024.
Survei ini digelar pada 26-30 Mei 2023 terhadap 1.230 responden dipilih melalui proses pembangkitan nomor telepon secara acak, validasi, dan screening. Survei dilakukan melalui panggilan telepon oleh pewawancara yang dilatih.
Pemilihan sampel dilakukan dengan metode random digit dialing (RDD), sebuah teknik memilih sampel melalui proses pembangkitan nomor telepon secara acak. Adapun margin of error survei +/- 2,9% dengan tingkat kepercayaan 95%.
Berikut ini elektabilitas simulasi tiga nama capres versi Indikator Politik Indonesia:
- Prabowo Subianto: 38%
- Ganjar Pranowo: 34,2%
- Anies Baswedan: 18,9%
Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC)
Pada Senin (5/6/2023), SMRC merilis hasil survei bertajuk "Kualitas Popularitas dan Elektabilitas Bacapres di Pemilih Kritis" pada hari ini. Survei yang dilakukan pada 30-31 Mei 2023 melalui telepon ini dipaparkan oleh Direktur Riset SMRC, Deni Irvani.
- Ganjar Pranowo 37,9%,
- Prabowo Subianto 33,5%,
- Anies Baswedan 19,2%.
- 9,4% belum menentukan pilihan.
Dalam presentasinya, Deni menjelaskan suara Prabowo dan Ganjar seimbang, selisihnya tidak signifikan secara statistik karena kurang dari dua kali margin of error 3,3% (selisih di bawah 6,6%). Sementara suara Anies berbeda signifikan dengan kedua bacapres lainnya.
Survei terakhir dilakukan pada 30-31 Mei 2023 dengan sampel sebanyak 909 responden dipilih melalui proses pembangkitan nomor telepon secara acak. Margin of error survei diperkirakan ±3.3% pada tingkat kepercayaan 95%, asumsi simple random sampling. Wawancara dengan responden dilakukan lewat telepon oleh pewawancara yang dilatih.
LSI Denny JA
Lembaga survei LSI Denny JA memprediksi Prabowo bakal mengalahkan Ganjar di Pilpres 2024 jika Anies tidak ikut menjadi peserta. Survei yang digelar awal bulan Mei 2023 ini mengandaikan Anies gagal mendapat tiket maju Pilpres 2024 karena Mahkamah Agung memenangkan gugatan KSP Moeldoko atas kisruh kepemimpinan Partai Demokrat.
Dari skenario Pilpres tanpa Anies, Denny JA memprediksi kontestasi hanya akan diikuti Prabowo dan Ganjar. Hasilnya, survei Denny JA mencatat Prabowo memiliki elektabilitas sebesar 50,4%, sementara elektabilitas Ganjar sebesar 43,2%. Sebesar 6,4% lainnya menyatakan tidak tahu/tidak Jawab.
Pertanyaan tentang peningkatan elektabilitas Prabowo ketika head to head melawan Ganjar, LSI Denny JA menemukan faktornya, yakni karena migrasi pemilih yang awalnya mendukung Anies.
LSI Denny JA memprediksi pendukung Anies lebih banyak yang berpindah ke Prabowo dibanding migrasi ke Ganjar. Sebesar 50,8% pendukung Anies, berpindah ke Prabowo.
Sumber :
https://www.cnbcindonesia.com/news/20230619030944-4-446979/6-survei-terbaru-capres-2024-prabowo-vs-ganjar-vs-anies


