Thursday, May 15, 2014
Pinokio Hanya Bisa 13 Kali Berbohong
Pinokio hanya bisa mengatakan 13 kebohongan, demikian simpulan penelitian yang dihajat Centre for Interdisciplinary Science Universitas Leichester. Lebih dari 13 kali berbohong, hidungnya yang terus memanjang akan mematahkan tulang lehernya.
Pinokio adalah boneka kayu yang dibuat oleh penulis Italia Carlo Collodi pada 1883. Dalam dongeng Collodi, boneka yang kemudian diceritakan bernyawa ini akan memanjang hidungnya dua kali lipat untuk setiap kebohongan yang diucapkannya.
Steffan Llewellyn dari Universitas Leicester menyatakan kepala Pinokio beratnya 4,18 kg dan hidungnya enam gram, dengan panjang awal 1 inci atau 2,54 cm.
Dari perhitungan itu, ia menyimpulkan bahwa ketika hidung tumbuh sampai 140 meter, maka gaya yang diberikan ke bawah akan menyebabkan lehernya patah. Ukuran panjang itu setara dengan 13 kali kebohongan yang diucapkannya.
Penelitian hidung Pinokio ini merupakan bagian dari "tantangan" University of Leicester bagi para mahasiswa untuk menerapkan prinsip-prinsip ilmiah dalam dongeng populer. Karya mereka telah dipublikasikan dalam Journal of Topics Interdisciplinary Science. Termasuk dalam makalah yang diterbitkan adalah penelitian bertajuk "Apakah Winnie the Pooh mengalami kekurangan vitamin B12?"
Sumber :
http://forum.viva.co.id
Rahasia Merpati yang Selalu Pulang ke Rumahnya
Siapa yang tak kenal si imut burung merpati. Barangkali kamu pernah melihat burung merpati yang diterbangkan oleh seseorang lalu kamu akan akan terkagum-kagum karena biasanya burung merpati itu akan kembali lagi ke tempatnya semula. Wow, hebat sekali ya! Sungguh tajam ingatan si burung. Yak merpati merupakan salah satu jenis burung dengan kemampuan mengingat yang cukup baik. Ia dapat mengingat dimana rumahnya, bahkan ketika ia berada di tempat yang sangat jauh sekalipun.
Ternyata, bukan hanya ingatannya saja yang membuatnya mudah mengenali tempat asalnya, merpati juga memiliki kemampuan visual yang hebat. Mereka mampu melihat dan mengenali dengan baik setiap bentang alam yang mereka lewati.
Dari situ, mereka dapat memprediksikan lokasi relatif mereka terhadap rumah atau tempat asalnya. Keahlian ini juga dilengkapi dengan kemampuan mereka mengasosiasikan suatu lokasi dengan aroma dan kondisi angin di tempat itu. Kemampuan itu sangat berguna bagi mereka untuk mengingat suatu tempat yang baru pertama kali dilalui.
Selain itu, merpati juga memiliki sistem kompas internal! Hebat! Bagaimana bisa? Merpati memiliki kemampuan untuk mengetahui arah berdasarkan posisi matahari. Tapi, bagaimana jika matahari tidak terlihat, misalnya saat cuaca sedang mendung?
Hmm, diduga bahwa mereka juga memiliki sistem kompas lainnya yang bisa mendeteksi posisi berdasarkan medan magnet bumi. Terdapat beberapa titik dalam tubuh merpati yang disinyalir mengandung komponen magnetis sehingga mereka mampu mendeteksi dan menghitung posisi berdasarkan medan magnet bumi. Wah, mirip dengan kompas yang biasa kita gunakan, ya.
Jadi, tidak heran kalau merpati bisa selalu pulang ke rumahnya meskipun sedang pergi jauh.
http://forum.viva.co.id
Saturday, March 22, 2014
Superbenua Gondwana Tenggelamkan Sahara Samudera Atlantik
Bagaimana bentuk superbenua Gondwana sekitar 130 juta tahun yang lalu? Superbenua Gondwana merupakan daratan luas, selama ratusan juta tahun benua Amerika Selatan, Afrika, Antartika, Australia dan India tergabung menjadi satu daratan. Geoscientists dari University of Sydney dan GFZ German Research Centre for Geosciences telah menunjukkan bukti melalui penggunaan lempeng tektonik dan pemodelan numerik tiga dimensi, Sahara Samudera Atlantik Tenggelam akibat aktifitas tektonik pada saat pemisahan Superbenua Gondwana.
Superbenua Gondwana terbentuk sebelum Pangea, kemudian menjadi bagian Pangea hingga akhirnya terpecah. Gondwana diperkirakan menjadi satu antara 570 hingga 580 juta tahun yang lalu sehingga East Gondwana bergabung dengan West Gondwana. Supebenua ini terpisah dari Laurasia 200 hingga 180 juta tahun yang lalu (Era pertengahan Mesozoikum), selama terpecahnya Pangea bergeser jauh ke selatan.
Benua besar termasuk Inti Crotons di Amerika Utara (Laurentian), Baltica dan Siberia bergabung menjadi satu membentuk superbenua Pangea pada periode Permian. Ketika memasuki periode Jurassic, superbenua Pangea terpecah menjadi dua bagian yaitu superbenua Gondwana dan Laurasia.
Amerika Selatan mulai terpisah secara perlahan ke arah Barat dan membuka Samudera Atlantik sekitar 110 juta tahun lalu. Gondwana Timur mulai memisahkan daratan sekitar 120 juta tahun lalu, pada saat itu India mulai bergerak perlahan ke Utara. Australia terpisah dari benua Antartika sejak peride Kapur Akhir 80 juta tahun lalu, tetapi pemekaran dasar laut terjadi 40 juta tahun lalu selama Epos Eosen periode Paleogen. Sementara New Zealand mungkin terpisah dari Antartika anatar 130 hingga 85 juta tahun lalu.
Sisa-sia superbenua Gondwana saat ini bisa terlihat pada daratan bumi selatan, termasuk Antartika, Amerika Selatan, Arfika, Madagaskar, dan benua Australia, sementara Semenanjung Arab dan India bergeser ke utara. Beberapa organisme dikenal telah bertahan hidup sejak adanya superbenua Gondwana misalnya tanaman Proteaceae, flora Antartika. Berbagai macam flora fauna hidup selama jutaan tahun, hutan Laurel di Australia, New Caledonia dan New Zealand terpisah oleh pergeseran benua 85 juta tahun lalu tetapi masih mempertahankan tanaman dan hewan peninggalan superbenua Gondwana.
Mengapa Sahara Samudera Atlantik Tenggelam?
Sampai saat ini, penyebab fragmentasi superbenua Gondwana masih diperdebatkan, superbenua pertama terpecah sepanjang pantai Afrika Timur dan Barat sebelum terjadinya pemisahan Amerika Selatan dan Afrika. Sekarang, tepi kedua benua sepanjang samudera Atlantik Selatan dan struktur bawah permukaan laut memberikan wawasan penting bagaimana proses terbentuknya Afrika dan Amerika Selatan.
Mengapa Atlantik Selatan membentuk cekungan raksasa dan berbeda dengan bagian Atlantik Utara? Menurut Sascha Brune, perpanjangan disepanjang Atlantik Selatan dan sistem retakan di Afrika Barat telah membagi benua Amerika dan Afrika menjadi dua bagian yang hampir sama, menghasilkan Atlantik Selatan dan Sahara Samudera Atlantik.
Model numerik kompleks memberi penjelasan sederhana yaitu, semakin besar sudut antara tren retakan dan arah ektensional (perpanjangan) maka semakin banyak kekuatan yang diperlukan untuk mempertahankan sistem retakan (Rift). Retakan Afrika Barat menampilkan orientasi hampir Orthogonal sehubungan dengan adanya perpanjangan ke arah barat superbenua Gondwana.

Superbenua Gondwana terbentuk sebelum Pangea, kemudian menjadi bagian Pangea hingga akhirnya terpecah. Gondwana diperkirakan menjadi satu antara 570 hingga 580 juta tahun yang lalu sehingga East Gondwana bergabung dengan West Gondwana. Supebenua ini terpisah dari Laurasia 200 hingga 180 juta tahun yang lalu (Era pertengahan Mesozoikum), selama terpecahnya Pangea bergeser jauh ke selatan.
Aktifitas Tektonik Superbenua Gondwana
Benua besar termasuk Inti Crotons di Amerika Utara (Laurentian), Baltica dan Siberia bergabung menjadi satu membentuk superbenua Pangea pada periode Permian. Ketika memasuki periode Jurassic, superbenua Pangea terpecah menjadi dua bagian yaitu superbenua Gondwana dan Laurasia.
Amerika Selatan mulai terpisah secara perlahan ke arah Barat dan membuka Samudera Atlantik sekitar 110 juta tahun lalu. Gondwana Timur mulai memisahkan daratan sekitar 120 juta tahun lalu, pada saat itu India mulai bergerak perlahan ke Utara. Australia terpisah dari benua Antartika sejak peride Kapur Akhir 80 juta tahun lalu, tetapi pemekaran dasar laut terjadi 40 juta tahun lalu selama Epos Eosen periode Paleogen. Sementara New Zealand mungkin terpisah dari Antartika anatar 130 hingga 85 juta tahun lalu.
Sisa-sia superbenua Gondwana saat ini bisa terlihat pada daratan bumi selatan, termasuk Antartika, Amerika Selatan, Arfika, Madagaskar, dan benua Australia, sementara Semenanjung Arab dan India bergeser ke utara. Beberapa organisme dikenal telah bertahan hidup sejak adanya superbenua Gondwana misalnya tanaman Proteaceae, flora Antartika. Berbagai macam flora fauna hidup selama jutaan tahun, hutan Laurel di Australia, New Caledonia dan New Zealand terpisah oleh pergeseran benua 85 juta tahun lalu tetapi masih mempertahankan tanaman dan hewan peninggalan superbenua Gondwana.

Mengapa Sahara Samudera Atlantik Tenggelam?
Sampai saat ini, penyebab fragmentasi superbenua Gondwana masih diperdebatkan, superbenua pertama terpecah sepanjang pantai Afrika Timur dan Barat sebelum terjadinya pemisahan Amerika Selatan dan Afrika. Sekarang, tepi kedua benua sepanjang samudera Atlantik Selatan dan struktur bawah permukaan laut memberikan wawasan penting bagaimana proses terbentuknya Afrika dan Amerika Selatan.
Mengapa Atlantik Selatan membentuk cekungan raksasa dan berbeda dengan bagian Atlantik Utara? Menurut Sascha Brune, perpanjangan disepanjang Atlantik Selatan dan sistem retakan di Afrika Barat telah membagi benua Amerika dan Afrika menjadi dua bagian yang hampir sama, menghasilkan Atlantik Selatan dan Sahara Samudera Atlantik.
Quote:
| Akibat aktifitas tektonik, retakan sepanjang Equator Atlantik lebih besar daripada retakan Afrika Barat. Hal ini menyebabkan wilayah itu punah (tenggelam) menghindari pecahnya benua Afrika. |
Sejarah Zona Waktu di Indonesia
SANDFORD Fleming, perencana perjalanan kereta api dan teknisi asal Kanada, baru saja ketinggalan kereta ketika dia mengunjungi Irlandia dalam tahun 1876. Dia bingung. Jadwal keberangkatan kereta ternyata tak sesuai dengan waktu sebenarnya. Dia mengira kereta berangkat malam, tetapi kereta telah berangkat pada pagi hari. Ada perbedaan meridian antara Fleming dengan jadwal yang disusun oleh orang Irlandia. Ini karena kala itu belum ada pembagian waktu secara baku. Tiap negeri, tiap kota memiliki aturan waktunya sendiri. Akibatnya, orang asing sering salah mengerti waktu jika berkunjung ke suatu negeri jauh.
Sejak peristiwa itu, Fleming berpikir tentang kebutuhan ukuran pembagian waktu yang baku. Sebagai perencana perjalanan kereta jarak jauh, dia tak mau ada kekacauan jadwal hanya karena orang salah membaca waktu.
Berdasarkan waktu rotasi bumi yang dibulatkan, 24 jam, dan derajat bumi, 360o, Fleming membagi bumi ke dalam 24 zona waktu. Titik nol atau toloknya berasal dari Greenwich yang berada di bujur 0o. Ini berarti, waktu di tiap garis bujur selebar 15o dapat berbeda satu jam lebih lambat atau lebih cepat dari Greenwich. Semakin ke timur, waktu berbeda satu jam lebih cepat daripada Greenwich (+). Sebaliknya, semakin ke barat, waktu berbeda satu jam lebih lambat (-). Selisih waktu paling cepat dari Greenwich adalah 12 jam, pun jua dengan selisih paling lambatnya. Usul ini disepakati secara internasional melalui sebuah Konferensi Meridian Internasional di Washington DC pada Oktober 1884.
Di Hindia Belanda, koloni Belanda, pembagian waktu belum sepenuhnya mengikuti standar Greenwich Meridian Time (GMT). Belanda, meskipun tercatat sebagai negara yang menyetujui konferensi itu, belum merumuskan pembagian waktu untuk koloninya. Belanda baru menetapkan pembagian waktu pada 1908.
Staats Sporwegen (jawatan kereta api) meminta kepada pemerintah untuk menyusun sebuah zona waktu (mintakad) demi kelancaran perjalanan kereta di Jawa. Ketika itu, Hindia Belanda telah memiliki “greenwich” sendiri sebagai titik nol derajatnya, Jawa Tengah. Melalui Gouvernements besluit 6 Januari 1908, Jawa Tengah dan Batavia memiliki perbedaan waktu dua belas menit. Itu artinya, Batavia lebih lambat 12 menit dari Jawa Tengah. Peraturan ini diterapkan secara resmi pada 1 Mei 1908 dan hanya berlaku untuk wilayah Jawa dan Madura. Di luar wilayah itu, pemerintah tidak mengaturnya.
Wilayah Sumatera Barat dan Timur dan Balikpapan menjadi wilayah luar Jawa pertama yang mendapatkan pembagian waktu. Pemerintah mulai membagi waktu ketiga wilayah itu pada 22 Februari 1918. Padang tercatat memiliki perbedaan waktu 39 menit lebih lambat daripada Jawa Tengah, sedangkan Balikpapan berselisih 8 jam 20 menit lebih cepat dari Greenwich. Peraturan pembagian waktu selanjutnya, 1 Januari 1924, tidak mengubah pembagian waktu tersebut secara berarti. Peraturan itu hanya menetapkan selisih waktu antara Jawa Tengah dengan Greenwich adalah 7 jam 20 menit lebih cepat dari Greenwich. Di luar peraturan itu, pembagian waktu tiap daerah ditentukan oleh Hoofden van Gewestelijk Bestuur in Buitengewesen.
Memasuki 1930-an, penerbangan internasional dari Hindia Belanda ke Singapura dan Autralia dibuka. Peraturan mengenai pembagian waktu harus dirumuskan ulang. Hindia Belanda, untuk pertama kalinya, terbagi atas enam zona waktu sejak 11 November 1932 melalui peraturan Bij Gouvernment Besluit van 27 Juli 1932 no. 26, Staatsblad No .412. Selain pertimbangan penerbangan, kebiasaan masyarakat pemakai jam matahari juga menjadi alasan keluarnya peraturan ini. Pemerintah kolonial berharap masyarakat itu tak dirugikan dengan pembagian waktu ini. Dalam pembagian waktu ini, selisih waktu tiap zona adalah 30 menit.
Peraturan ini menjadi tak berlaku kala Belanda menyerahkan Hindia kepada Jepang pada 1942. Jepang menyesuaikan pembagian waktu di Hindia dengan kebutuhan militer dan propagandanya. Peraturan itu berlaku sejak 20 Maret 1942 sampai dengan 16 September 1945. Akibatnya, waktu di tiap wilayah Hindia disamakan dengan waktu Tokyo (GMT + 9). Sejarawan Didi Kwartanada mengatakan penyesuaian waktu dengan Tokyo itu untuk memudahkan mengatur daerah pendudukan Jepang di Asia. “Namun Jawa paling terpengaruh karena waktunya harus maju satu setengah jam lebih dulu dari biasanya. Yang paling susah orang yang biasa sholat subuh jam 04:00 jadi jam 02:30 malam,” kata doktor sejarah alumnus National University of Singapore itu.
Bukan hanya itu, anak sekolah pun mesti berangkat sekolah lebih pagi dari biasanya, pada pukul 05:30 subuh. Pemberlakuan itu menimbulkan banyak kekacauan di masyarakat. Didi merujuk kepada buku Tjamboek Berdoeri, sebuah memoar karya Kwee Thiam Tjing, yang mengisahkan betapa orang-orang Jawa di bawah Jepang yang harus menyesuaikan waktu Tokyo. “Kwee Thiam Tjing menulis kalau dia sering ngantuk karena harus bangun tidur lebih cepat dari biasanya,” katanya.
Bukan hanya jam, sistem penanggalan pun disesuaikan dengan penanggalan sumera, yang membuat orang Indonesia jauh lebih tua 660 tahun dari orang Jepang. Didi mengatakan, “Tahun 1942 disetarakan dengan 2602 tahun sumera yang berarti umur orang Jawa jauh lebih tua 660 tahun dari orang Jepang.” Bahkan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pun menggunakan tahun sumer, yakni 2605, bukan 1945.
Ketika Belanda kembali menduduki sebagian daerah di Indonesia pada 1947, zona waktu di Indonesia terbagi tiga. Ini karena Belanda mengubah zona waktu Indonesia secara sepihak. Tiap zona berselisih GMT + 6, + 7, dan + 8, kecuali Papua yang berselisih GMT + 9. Tidak diketahui secara pasti pertimbangan apa yang melatarbelakangi pembagian waktu ini. Namun, pembagian ini tak berlangsung lama. Pada 1950, Belanda mengakui kedaulatan Indonesia. Dengan demikian, Indonesia kembali ke pembagian enam zona waktu dengan selisih 30 menit tiap zona. Aturan ini tertuang dalam Keppres RI No. 152 Tahun 1950 yang mulai berlaku pada 1 Mei 1950. Hanya Irian yang masih menggunakan peraturan Belanda tahun 1947 karena masih diduduki Belanda.
Keppres itu bertahan selama 13 tahun. Pada 1963, Indonesia hanya terbagi atas tiga zona waktu: barat, tengah, dan timur. Irian Jaya yang telah kembali ke dalam wilayah Indonesia masuk zona timur bersama daerah tingkat I Maluku karena terletak pada 135 derajat bujur timur. Selisih waktunya dengan GMT adalah + 9. Daerah Tingkat I dan istimewa di Sumatera, Jawa, Madura, dan Bali masuk zona barat karena terletak pada 105 derajat bujur timur. Wilayah-wilayah ini berselisih + 7 dari GMT. Zona Indonesia Tengah meliputi Daerah Tingkat I di Kalimantan, Sulawesi, dan Nusa Tenggara. Letak bujurnya adalah 120 derajat bujur Timur dan berselisih + 8 dari GMT. Itu artinya, ada selisih satu jam di tiap zona. Pembagian ini dikukuhkan melalui Keppres No. 243 Tahun 1963. Beberapa pertimbangannya antara lain, segi sosial, agama, efisiensi ekonomi, dan penyederhanaan. Pembagian itu dimulai secara resmi sejak 1 Januari 1964.
Keberatan-keberatan segera muncul dari beberapa kalangan sejak diterapkannya pembagian tiga zona itu. Mereka menilai pembagian waktu itu janggal. Orang-orang di Sabang dan Pontianak harus bangun lebih pagi karena jam terbit matahari menjadi lebih awal. Tak sesuai dengan waktu terbit sebenarnya. Apalagi kota Pontianak ternyata justru tidak masuk zona barat walaupun terletak dalam bujur yang sama dengan Tegal. Sementara itu, Bali justru masuk zona barat meski terletak dalam bujur zona tengah.
Atas beberapa pertimbangan lain seperti pariwisata dan keberatan sebagian kalangan, pemerintah mengeluarkan peraturan baru mengenai pembagian waktu melalui Keppres RI No. 41 Tahun 1987. Tidak ada perubahan pembagian zona waktu dalam peraturan baru tersebut. Indonesia tetap terbagi atas tiga zona waktu. Hanya beberapa daerah yang ditukar zona waktunya. Bali, misalnya, masuk ke zona tengah karena pertimbangan pariwisata, sedangkan Kalimantan Barat dan Tengah ditarik masuk ke zona barat dari zona tengah. Pembagian waktu ini berlangsung hingga sekarang meski usul perubahan pembagian waktu menjadi satu zona terus berkembang akhir-akhir ini.
Kini pemerintah menggulirkan wacana untuk menyatukan zona waktu di seluruh wilayah Republik. Hal tersebut dikemukakan oleh Menko Bidang Perekonomian Hatta Rajasa, Minggu, 11 Maret lalu di Jakarta. Menurutnya penyatuan zona waktu dilakukan dengan alasan efisiensi kinerja sekaligus meningkatkan aktivitas ekonomi.
Quote:
Berdasarkan waktu rotasi bumi yang dibulatkan, 24 jam, dan derajat bumi, 360o, Fleming membagi bumi ke dalam 24 zona waktu. Titik nol atau toloknya berasal dari Greenwich yang berada di bujur 0o. Ini berarti, waktu di tiap garis bujur selebar 15o dapat berbeda satu jam lebih lambat atau lebih cepat dari Greenwich. Semakin ke timur, waktu berbeda satu jam lebih cepat daripada Greenwich (+). Sebaliknya, semakin ke barat, waktu berbeda satu jam lebih lambat (-). Selisih waktu paling cepat dari Greenwich adalah 12 jam, pun jua dengan selisih paling lambatnya. Usul ini disepakati secara internasional melalui sebuah Konferensi Meridian Internasional di Washington DC pada Oktober 1884.
Di Hindia Belanda, koloni Belanda, pembagian waktu belum sepenuhnya mengikuti standar Greenwich Meridian Time (GMT). Belanda, meskipun tercatat sebagai negara yang menyetujui konferensi itu, belum merumuskan pembagian waktu untuk koloninya. Belanda baru menetapkan pembagian waktu pada 1908.
Staats Sporwegen (jawatan kereta api) meminta kepada pemerintah untuk menyusun sebuah zona waktu (mintakad) demi kelancaran perjalanan kereta di Jawa. Ketika itu, Hindia Belanda telah memiliki “greenwich” sendiri sebagai titik nol derajatnya, Jawa Tengah. Melalui Gouvernements besluit 6 Januari 1908, Jawa Tengah dan Batavia memiliki perbedaan waktu dua belas menit. Itu artinya, Batavia lebih lambat 12 menit dari Jawa Tengah. Peraturan ini diterapkan secara resmi pada 1 Mei 1908 dan hanya berlaku untuk wilayah Jawa dan Madura. Di luar wilayah itu, pemerintah tidak mengaturnya.

Wilayah Sumatera Barat dan Timur dan Balikpapan menjadi wilayah luar Jawa pertama yang mendapatkan pembagian waktu. Pemerintah mulai membagi waktu ketiga wilayah itu pada 22 Februari 1918. Padang tercatat memiliki perbedaan waktu 39 menit lebih lambat daripada Jawa Tengah, sedangkan Balikpapan berselisih 8 jam 20 menit lebih cepat dari Greenwich. Peraturan pembagian waktu selanjutnya, 1 Januari 1924, tidak mengubah pembagian waktu tersebut secara berarti. Peraturan itu hanya menetapkan selisih waktu antara Jawa Tengah dengan Greenwich adalah 7 jam 20 menit lebih cepat dari Greenwich. Di luar peraturan itu, pembagian waktu tiap daerah ditentukan oleh Hoofden van Gewestelijk Bestuur in Buitengewesen.
Memasuki 1930-an, penerbangan internasional dari Hindia Belanda ke Singapura dan Autralia dibuka. Peraturan mengenai pembagian waktu harus dirumuskan ulang. Hindia Belanda, untuk pertama kalinya, terbagi atas enam zona waktu sejak 11 November 1932 melalui peraturan Bij Gouvernment Besluit van 27 Juli 1932 no. 26, Staatsblad No .412. Selain pertimbangan penerbangan, kebiasaan masyarakat pemakai jam matahari juga menjadi alasan keluarnya peraturan ini. Pemerintah kolonial berharap masyarakat itu tak dirugikan dengan pembagian waktu ini. Dalam pembagian waktu ini, selisih waktu tiap zona adalah 30 menit.
Peraturan ini menjadi tak berlaku kala Belanda menyerahkan Hindia kepada Jepang pada 1942. Jepang menyesuaikan pembagian waktu di Hindia dengan kebutuhan militer dan propagandanya. Peraturan itu berlaku sejak 20 Maret 1942 sampai dengan 16 September 1945. Akibatnya, waktu di tiap wilayah Hindia disamakan dengan waktu Tokyo (GMT + 9). Sejarawan Didi Kwartanada mengatakan penyesuaian waktu dengan Tokyo itu untuk memudahkan mengatur daerah pendudukan Jepang di Asia. “Namun Jawa paling terpengaruh karena waktunya harus maju satu setengah jam lebih dulu dari biasanya. Yang paling susah orang yang biasa sholat subuh jam 04:00 jadi jam 02:30 malam,” kata doktor sejarah alumnus National University of Singapore itu.
Bukan hanya itu, anak sekolah pun mesti berangkat sekolah lebih pagi dari biasanya, pada pukul 05:30 subuh. Pemberlakuan itu menimbulkan banyak kekacauan di masyarakat. Didi merujuk kepada buku Tjamboek Berdoeri, sebuah memoar karya Kwee Thiam Tjing, yang mengisahkan betapa orang-orang Jawa di bawah Jepang yang harus menyesuaikan waktu Tokyo. “Kwee Thiam Tjing menulis kalau dia sering ngantuk karena harus bangun tidur lebih cepat dari biasanya,” katanya.
Bukan hanya jam, sistem penanggalan pun disesuaikan dengan penanggalan sumera, yang membuat orang Indonesia jauh lebih tua 660 tahun dari orang Jepang. Didi mengatakan, “Tahun 1942 disetarakan dengan 2602 tahun sumera yang berarti umur orang Jawa jauh lebih tua 660 tahun dari orang Jepang.” Bahkan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pun menggunakan tahun sumer, yakni 2605, bukan 1945.
Ketika Belanda kembali menduduki sebagian daerah di Indonesia pada 1947, zona waktu di Indonesia terbagi tiga. Ini karena Belanda mengubah zona waktu Indonesia secara sepihak. Tiap zona berselisih GMT + 6, + 7, dan + 8, kecuali Papua yang berselisih GMT + 9. Tidak diketahui secara pasti pertimbangan apa yang melatarbelakangi pembagian waktu ini. Namun, pembagian ini tak berlangsung lama. Pada 1950, Belanda mengakui kedaulatan Indonesia. Dengan demikian, Indonesia kembali ke pembagian enam zona waktu dengan selisih 30 menit tiap zona. Aturan ini tertuang dalam Keppres RI No. 152 Tahun 1950 yang mulai berlaku pada 1 Mei 1950. Hanya Irian yang masih menggunakan peraturan Belanda tahun 1947 karena masih diduduki Belanda.
Keppres itu bertahan selama 13 tahun. Pada 1963, Indonesia hanya terbagi atas tiga zona waktu: barat, tengah, dan timur. Irian Jaya yang telah kembali ke dalam wilayah Indonesia masuk zona timur bersama daerah tingkat I Maluku karena terletak pada 135 derajat bujur timur. Selisih waktunya dengan GMT adalah + 9. Daerah Tingkat I dan istimewa di Sumatera, Jawa, Madura, dan Bali masuk zona barat karena terletak pada 105 derajat bujur timur. Wilayah-wilayah ini berselisih + 7 dari GMT. Zona Indonesia Tengah meliputi Daerah Tingkat I di Kalimantan, Sulawesi, dan Nusa Tenggara. Letak bujurnya adalah 120 derajat bujur Timur dan berselisih + 8 dari GMT. Itu artinya, ada selisih satu jam di tiap zona. Pembagian ini dikukuhkan melalui Keppres No. 243 Tahun 1963. Beberapa pertimbangannya antara lain, segi sosial, agama, efisiensi ekonomi, dan penyederhanaan. Pembagian itu dimulai secara resmi sejak 1 Januari 1964.
Keberatan-keberatan segera muncul dari beberapa kalangan sejak diterapkannya pembagian tiga zona itu. Mereka menilai pembagian waktu itu janggal. Orang-orang di Sabang dan Pontianak harus bangun lebih pagi karena jam terbit matahari menjadi lebih awal. Tak sesuai dengan waktu terbit sebenarnya. Apalagi kota Pontianak ternyata justru tidak masuk zona barat walaupun terletak dalam bujur yang sama dengan Tegal. Sementara itu, Bali justru masuk zona barat meski terletak dalam bujur zona tengah.
Atas beberapa pertimbangan lain seperti pariwisata dan keberatan sebagian kalangan, pemerintah mengeluarkan peraturan baru mengenai pembagian waktu melalui Keppres RI No. 41 Tahun 1987. Tidak ada perubahan pembagian zona waktu dalam peraturan baru tersebut. Indonesia tetap terbagi atas tiga zona waktu. Hanya beberapa daerah yang ditukar zona waktunya. Bali, misalnya, masuk ke zona tengah karena pertimbangan pariwisata, sedangkan Kalimantan Barat dan Tengah ditarik masuk ke zona barat dari zona tengah. Pembagian waktu ini berlangsung hingga sekarang meski usul perubahan pembagian waktu menjadi satu zona terus berkembang akhir-akhir ini.
Kini pemerintah menggulirkan wacana untuk menyatukan zona waktu di seluruh wilayah Republik. Hal tersebut dikemukakan oleh Menko Bidang Perekonomian Hatta Rajasa, Minggu, 11 Maret lalu di Jakarta. Menurutnya penyatuan zona waktu dilakukan dengan alasan efisiensi kinerja sekaligus meningkatkan aktivitas ekonomi.
Friday, December 20, 2013
Gurun Misterius Nazca Tempat Alien Mendarat
Garis-garis Nazca merupakan rangkaian geoglif yang terletak di Gurun Sechura, khususnya di Gurun Nazca, daerah yang panjangnya lebih dari 80 km antara kota Nazca dan Pampa di Peru.
Daratan ini terpencil dari Teluk Peruvian yang terdiri dari Pampas San Jose (Jumana), Socos, El Ingenio dan lain-lainnya di provinsi Nazca, seluas 400km. di selatan Lima, meliputi area sekitar 450km2 padang gurun pasir dan lereng Andes. Geoglif ini diperkirakan dibuat oleh kebudayaan Nazca antara 200 SM dan 700 M.
Terdapat ratusan gambar, dari yang sederhana sampai yang rumit, seperti gambar burung, laba-laba, monyet, ikan, ikan hiu, llama, dan kadal. Juga banyak garis-garis yang lurus walau sudah menjelajah bukit dan lembah. Selain itu juga terdapat runway mirip landasan pesawat terbang sederhana.
Nazca adalah salah satu tempat didunia yang sampai saat ini masih banyak diliputi misteri. Banyak pertanyaan-pertanyaan muncul mengenai asal usulnya.
Garis-garis Nazca sendiri baru mulai marak diperbincangkan pada era tahun 1920-an, bermula dari cerita penumpang pesawat terbang yang melintas daerah Nazca, mengaku seperti melihat garis-garis samar membentuk berbagai macam bentuk makhluk hidup dengan dimensi yang besar. Tahun 1920-an merupakan era baru dalam penerbangan komersial di wilayah Amerika.
Sejak kabar penemuan itu, para arkeolog dari seluruh belahan dunia berbondong-bondong datang ke daerah Nazca untuk melihat dan meneliti lebih lanjut mengenai garis-garis Nazca.
Tidak diketahui dengan pasti siapa yang membuat garis-garis Nazca. Teori utama adalah bahwa peradaban Nazca yang membuatnya, dengan menggunakan peralatan dan teknologi sederhana. Teori ini didukung dengan ditemukannya keramik dan pasak kayu di beberapa ujung garis.
Cahuachi kota yang hilang.
Di Pampa, sebelah selatan dari garis Nazca, para arkeolog menemukan kota dari para pembuat garis yang telah hilang, Cahuachi. Dibangun kurang lebih 2000 tahun lalu, yang secara misterius ditinggalkan 500 tahun kemudian. Penemuan baru pada Cahuachi adalah merupakan awal bagi kita untuk orang-orang Nazca dan mengungkap misteri dari garis Nazca.
Cahuachi muncul sebagai harta karun dari budaya Nazca. Saat Orefici dan timnya menggali, menemukan lukisan-lukisan dari tembikar, teknik-teknik kuno penyulaman yang dikembangkan orang-orang Nazca, memberikan pandangan bagaimana kemungkinan garis itu dibuat, dan fungsinya bagi mereka selama kurang lebih 1500 tahun lalu.
Yang palng menarik adalah penemuan manusia yang tidak ada habisnya. Yang mencengangkan adalah penemuan mumi dari para penduduk Nazca itu sendiri di tanah kering pada gurun Peruvian. Mereka telah mengenal proses mumifikasi sama seperti kebudayaan Mesir Kuno.
Pertamanya Cahuachi dipercaya sebagai tempat militer, tapi sekarang dikenal sebagai tempat untuk upacara-upacara ritual, dan bukti baru dari Orefici juga mengukuhkan pendapat ini. Cahuachi terungkap telah ditinggalkan setelah banyak bencana alam yang menimpa kota itu. Tapi sebelum mereka meninggalkannya, orang-orang Nazca mengubur kotanya dengan tanah gersang, yang sampai sekarang tetap berupa gundukan ditengah gurun.
Komposisi dari Garis Nasca
Batu koral yang menutupi permukaan gurun, mengandung ferrous oxide (belerang). Pembongkaran selama berabad-abad, telah memberikan patina (fragmen) gelap padanya. Ketika batu-batu kerikil ini disingkirkan, warnanya kontras dengan lapisan dibawahnya. Pada tahap ini, garis lebih kelihatan beralur dengan warna yang lebih kelihatan, meskipun di beberapa saat, hanya kelihatan seperti jejak. Di kasus lain, batunya memperjelas garisnya dan gambaran dari gundukan menyamping dengan ukuran berbeda. Beberapa gambaran, misalnya, terutama pada awal-awal, dibuat dengan menghapus semua batu kerikil dari garis luar, dan dengan begini, akan menjadi lebih kelihatan.
Geoglyph Nazca
Berikut adalah ukuran-ukuran dari beberapa bentuk terkenal dari geoglyph Nazca:


Geoglyph Lainnya
Garis Nazca adalah kumpulan geoglyph paling menakjubkan didunia. Ada juga beberapa geoglyph besar di Mesir, Malta, Mississipi & California, Chili, Bolivia, dll. Tapi geglyph Nazca, dikarenakan jumlah, karakter, dimensi, dan terusan budaya, karena mereka dibuat dan dibuat lagi seiring dengan periode prehispanic, membentuk kumpulan arkeologis yang menakjubkan sekaligus membingungkan.
Dataran Nazca
Dataran Nazca sangatlah unik, dengan kemampuannya mempertahankan tanda-tanda yang ada diatasnya, berdasarkan kombinasi dari iklim (salah satu yg terkering di Bumi, dengan curah hujan 20menit dalam setahun), dan juga tanah datar dan berbatu yang meminimalisasi efek dari angin ditanah.
Dengan tidak adanya debu atau pasir untuk menutupi datarannya, serta hujan yang sedikit untuk mengikisnya, garis-garisnya cenderung tidak berubah ataupun tertutup. Factor-faktor ini, digabungkan dengan adanya lapisan bawah tanah dengan warna yang lebih cerah dari permukaan gurun, memungkinkan lahan yang luas, yang bisa ideal untuk digunakan bagi seniman yang ingin menghilangkan eksistensinya di dunia. Jadi lokasi nya memang sengaja ditentukan agar tidak memperngaruhi kondisi geoglyph tsb.
Konsentrasi dan penjajaran dari garis-garis memastikan bahwa pembuatannya membutuhkan pekerja jangka panjang yang bekerja secara intensif, seperti ditunjukkan dengan gaya dari desain-desain, yang juga berhubungan dengan tingkatan berbeda dari perubahan budaya.
Ada 2 tipe desain : pertama adalah macam-macam benda dan bentuk lain dari garis geometric. Sebelumnya terdiri dari bentuk binatang, tanaman, objek seperti bentuk anthropomorphis dari jaman kolosal yang dibuat dengan garis-garis yang sangat jelas. Dari sekian bentuk-bentuk, yang disimpan oleh Maria Reiche dan beberapa pengoleksi, sudah diketahui sekitar 70 buah.
Teori Erich von Däniken
Banyak garis-garis yang acak dan terkesan tidak memiliki pola. Garis itu terlihat seperti garis berpencar secara acak seperti mengarah ke daerah-daerah terpencil, bersilangan tanpa alasan jelas.
Berikut adalah teori pembentukan Nasca Lines Oleh Erich von Däniken. Meski begitu banyak teori yang dikeluarkan oleh banyak ilmuwan, teori Erich von Däniken adalah salah satu teori yang paling terkenal.
Teori Erich adalah teori dengan pendekatan paling akurat untuk memecahkan misteri Nazca. Dia berpikir bahwa dahulu, ada tamu dari bintang lain yang mengunjungi bumi dan bernama Nazca.
Mereka mendarat ditempat ini , pada saat melandas, batu ini tersapu dengan pesawat bertenaga roket. Semakin dekat, kekuatannya pun bertambah dan meluaskan daerah yang tersapu itu. Pada saat ini, kargo mereka pun muncul.
Selanjutnya, alien itupun menghilang dan membuat orang bingung. Mereka pun mencoba memanggil kembali Tuhannya dengan mulai menggambar garis, bentuk, dan trapezenya. Daniken tak pernah mengatakan kalau alienlah yg membuat formatnya. Dia menemukan zodiak dan formasi kaca, kemudian membandingkan dgn vasis modern atau simbol Papi.
Daratan ini terpencil dari Teluk Peruvian yang terdiri dari Pampas San Jose (Jumana), Socos, El Ingenio dan lain-lainnya di provinsi Nazca, seluas 400km. di selatan Lima, meliputi area sekitar 450km2 padang gurun pasir dan lereng Andes. Geoglif ini diperkirakan dibuat oleh kebudayaan Nazca antara 200 SM dan 700 M.
Terdapat ratusan gambar, dari yang sederhana sampai yang rumit, seperti gambar burung, laba-laba, monyet, ikan, ikan hiu, llama, dan kadal. Juga banyak garis-garis yang lurus walau sudah menjelajah bukit dan lembah. Selain itu juga terdapat runway mirip landasan pesawat terbang sederhana.
Nazca adalah salah satu tempat didunia yang sampai saat ini masih banyak diliputi misteri. Banyak pertanyaan-pertanyaan muncul mengenai asal usulnya.
Garis-garis Nazca sendiri baru mulai marak diperbincangkan pada era tahun 1920-an, bermula dari cerita penumpang pesawat terbang yang melintas daerah Nazca, mengaku seperti melihat garis-garis samar membentuk berbagai macam bentuk makhluk hidup dengan dimensi yang besar. Tahun 1920-an merupakan era baru dalam penerbangan komersial di wilayah Amerika.
Sejak kabar penemuan itu, para arkeolog dari seluruh belahan dunia berbondong-bondong datang ke daerah Nazca untuk melihat dan meneliti lebih lanjut mengenai garis-garis Nazca.
Tidak diketahui dengan pasti siapa yang membuat garis-garis Nazca. Teori utama adalah bahwa peradaban Nazca yang membuatnya, dengan menggunakan peralatan dan teknologi sederhana. Teori ini didukung dengan ditemukannya keramik dan pasak kayu di beberapa ujung garis.
Cahuachi kota yang hilang.
Di Pampa, sebelah selatan dari garis Nazca, para arkeolog menemukan kota dari para pembuat garis yang telah hilang, Cahuachi. Dibangun kurang lebih 2000 tahun lalu, yang secara misterius ditinggalkan 500 tahun kemudian. Penemuan baru pada Cahuachi adalah merupakan awal bagi kita untuk orang-orang Nazca dan mengungkap misteri dari garis Nazca.
Cahuachi muncul sebagai harta karun dari budaya Nazca. Saat Orefici dan timnya menggali, menemukan lukisan-lukisan dari tembikar, teknik-teknik kuno penyulaman yang dikembangkan orang-orang Nazca, memberikan pandangan bagaimana kemungkinan garis itu dibuat, dan fungsinya bagi mereka selama kurang lebih 1500 tahun lalu.
Yang palng menarik adalah penemuan manusia yang tidak ada habisnya. Yang mencengangkan adalah penemuan mumi dari para penduduk Nazca itu sendiri di tanah kering pada gurun Peruvian. Mereka telah mengenal proses mumifikasi sama seperti kebudayaan Mesir Kuno.
Pertamanya Cahuachi dipercaya sebagai tempat militer, tapi sekarang dikenal sebagai tempat untuk upacara-upacara ritual, dan bukti baru dari Orefici juga mengukuhkan pendapat ini. Cahuachi terungkap telah ditinggalkan setelah banyak bencana alam yang menimpa kota itu. Tapi sebelum mereka meninggalkannya, orang-orang Nazca mengubur kotanya dengan tanah gersang, yang sampai sekarang tetap berupa gundukan ditengah gurun.
Komposisi dari Garis Nasca
Batu koral yang menutupi permukaan gurun, mengandung ferrous oxide (belerang). Pembongkaran selama berabad-abad, telah memberikan patina (fragmen) gelap padanya. Ketika batu-batu kerikil ini disingkirkan, warnanya kontras dengan lapisan dibawahnya. Pada tahap ini, garis lebih kelihatan beralur dengan warna yang lebih kelihatan, meskipun di beberapa saat, hanya kelihatan seperti jejak. Di kasus lain, batunya memperjelas garisnya dan gambaran dari gundukan menyamping dengan ukuran berbeda. Beberapa gambaran, misalnya, terutama pada awal-awal, dibuat dengan menghapus semua batu kerikil dari garis luar, dan dengan begini, akan menjadi lebih kelihatan.
Geoglyph Nazca
Berikut adalah ukuran-ukuran dari beberapa bentuk terkenal dari geoglyph Nazca:
Garis Nazca adalah kumpulan geoglyph paling menakjubkan didunia. Ada juga beberapa geoglyph besar di Mesir, Malta, Mississipi & California, Chili, Bolivia, dll. Tapi geglyph Nazca, dikarenakan jumlah, karakter, dimensi, dan terusan budaya, karena mereka dibuat dan dibuat lagi seiring dengan periode prehispanic, membentuk kumpulan arkeologis yang menakjubkan sekaligus membingungkan.
Dataran Nazca
Dataran Nazca sangatlah unik, dengan kemampuannya mempertahankan tanda-tanda yang ada diatasnya, berdasarkan kombinasi dari iklim (salah satu yg terkering di Bumi, dengan curah hujan 20menit dalam setahun), dan juga tanah datar dan berbatu yang meminimalisasi efek dari angin ditanah.
Dengan tidak adanya debu atau pasir untuk menutupi datarannya, serta hujan yang sedikit untuk mengikisnya, garis-garisnya cenderung tidak berubah ataupun tertutup. Factor-faktor ini, digabungkan dengan adanya lapisan bawah tanah dengan warna yang lebih cerah dari permukaan gurun, memungkinkan lahan yang luas, yang bisa ideal untuk digunakan bagi seniman yang ingin menghilangkan eksistensinya di dunia. Jadi lokasi nya memang sengaja ditentukan agar tidak memperngaruhi kondisi geoglyph tsb.
Konsentrasi dan penjajaran dari garis-garis memastikan bahwa pembuatannya membutuhkan pekerja jangka panjang yang bekerja secara intensif, seperti ditunjukkan dengan gaya dari desain-desain, yang juga berhubungan dengan tingkatan berbeda dari perubahan budaya.
Ada 2 tipe desain : pertama adalah macam-macam benda dan bentuk lain dari garis geometric. Sebelumnya terdiri dari bentuk binatang, tanaman, objek seperti bentuk anthropomorphis dari jaman kolosal yang dibuat dengan garis-garis yang sangat jelas. Dari sekian bentuk-bentuk, yang disimpan oleh Maria Reiche dan beberapa pengoleksi, sudah diketahui sekitar 70 buah.
Teori Erich von Däniken
Banyak garis-garis yang acak dan terkesan tidak memiliki pola. Garis itu terlihat seperti garis berpencar secara acak seperti mengarah ke daerah-daerah terpencil, bersilangan tanpa alasan jelas.
Berikut adalah teori pembentukan Nasca Lines Oleh Erich von Däniken. Meski begitu banyak teori yang dikeluarkan oleh banyak ilmuwan, teori Erich von Däniken adalah salah satu teori yang paling terkenal.
Teori Erich adalah teori dengan pendekatan paling akurat untuk memecahkan misteri Nazca. Dia berpikir bahwa dahulu, ada tamu dari bintang lain yang mengunjungi bumi dan bernama Nazca.
Mereka mendarat ditempat ini , pada saat melandas, batu ini tersapu dengan pesawat bertenaga roket. Semakin dekat, kekuatannya pun bertambah dan meluaskan daerah yang tersapu itu. Pada saat ini, kargo mereka pun muncul.
Selanjutnya, alien itupun menghilang dan membuat orang bingung. Mereka pun mencoba memanggil kembali Tuhannya dengan mulai menggambar garis, bentuk, dan trapezenya. Daniken tak pernah mengatakan kalau alienlah yg membuat formatnya. Dia menemukan zodiak dan formasi kaca, kemudian membandingkan dgn vasis modern atau simbol Papi.
Misteri Abracadabra
Kalian mungkin sering mendengar seorang pesulap menyebut mantra "Abracadabra" setiap kali melakukan aksinya. Kata tersebut sangat ampuh. Tapi apakah kalian tahu misteri apa dan darimana kata mantra itu berasal?
Sejumlah teori menceritakan asal dari mantra misterius Abracadabra itu, sebagian meyakini berasal dari para penyembah berhala atau memanggil setan sehingga harus dihindari pengucapannya. Memang susah diperdebatkan karena tak ada bukti otentik asal kata misteri ini.
Pendapat lain meyakini Abracadabra berasal dari kata Ibrani yang memiliki arti " ayah , anak , dan roh kudus " (ab , ben , dan ruach hakodesh). Terdengar sangat trinitas? Mungkin. Tapi banyak pula yang meyakini kata tersebut tidak mewakili kekristenan. Karenanya ada pula yang mengaitkan dengan bahasa Aram "Avra kadavra".
Nah, bagi penggemar buku/film Harry Potter tentu ingat kata yang mirip dan sering digunakan yakni "Avada Kedavra". Menurut sang penulis JK Rowling, mantra itu berarti "Biarkan sesuatu dihancurkan."
Sesuai arti menghancurkan yang disebut Rowling, tampaknya kata tersebut ada kaitannya dengan makna asli; menghancurkan penyakit. Catatan tertua penggunaan Abracadabra ditemukan milik Serenus Sammonicus, orang bijak di masa Roma kuno yang mencatat:
"Ada sebuah penyakit yang disebut hemitriateos dan sangat mematikan. Cara menyembuhkannya hanya dengan cara menulis pada perkamen kata 'Abracadabra'. Caranya menulis baris demi baris. Pada setiap baris berikutnya hilangkan huruf terakhirnya hingga tinggal tersisa huruf 'A'. Lalu gantungkan pada leher. Banyak orang bilang kalau ditambah lemak singa bakal lebih efektif."
Dari catatan Sammonicus ini berarti mantra Abracadabra telah digunakan jauh sejak imperium Yunani. Sehingga muncullah teori lain menyebut kata ini berasal dari "abraxas" yakni numerologi Yunani sebagai penambah hari agar dalam setahun lengkap menjadi 365 hari. Kata ''abraxas" menjadi penyempurna, dan mungkin akhirnya digunakan sebagai bagian dari mantra penyembuh penyakit.
Lalu di tahun 1722, Daniel Defoe menulis Journal of Plague Year bahwa hingga abad 18 masih banyak orang percaya pada kekuatan jimat "Abracadabra."
Entah bagaimana kata misterius itu hilang dengan sendirinya memasuki abad 19 dan mantra misterius tersebut malah kemudian populer di kalangan pesulap.
Sejumlah teori menceritakan asal dari mantra misterius Abracadabra itu, sebagian meyakini berasal dari para penyembah berhala atau memanggil setan sehingga harus dihindari pengucapannya. Memang susah diperdebatkan karena tak ada bukti otentik asal kata misteri ini.
Pendapat lain meyakini Abracadabra berasal dari kata Ibrani yang memiliki arti " ayah , anak , dan roh kudus " (ab , ben , dan ruach hakodesh). Terdengar sangat trinitas? Mungkin. Tapi banyak pula yang meyakini kata tersebut tidak mewakili kekristenan. Karenanya ada pula yang mengaitkan dengan bahasa Aram "Avra kadavra".

Nah, bagi penggemar buku/film Harry Potter tentu ingat kata yang mirip dan sering digunakan yakni "Avada Kedavra". Menurut sang penulis JK Rowling, mantra itu berarti "Biarkan sesuatu dihancurkan."
Sesuai arti menghancurkan yang disebut Rowling, tampaknya kata tersebut ada kaitannya dengan makna asli; menghancurkan penyakit. Catatan tertua penggunaan Abracadabra ditemukan milik Serenus Sammonicus, orang bijak di masa Roma kuno yang mencatat:
"Ada sebuah penyakit yang disebut hemitriateos dan sangat mematikan. Cara menyembuhkannya hanya dengan cara menulis pada perkamen kata 'Abracadabra'. Caranya menulis baris demi baris. Pada setiap baris berikutnya hilangkan huruf terakhirnya hingga tinggal tersisa huruf 'A'. Lalu gantungkan pada leher. Banyak orang bilang kalau ditambah lemak singa bakal lebih efektif."
Dari catatan Sammonicus ini berarti mantra Abracadabra telah digunakan jauh sejak imperium Yunani. Sehingga muncullah teori lain menyebut kata ini berasal dari "abraxas" yakni numerologi Yunani sebagai penambah hari agar dalam setahun lengkap menjadi 365 hari. Kata ''abraxas" menjadi penyempurna, dan mungkin akhirnya digunakan sebagai bagian dari mantra penyembuh penyakit.
Quote:
Penggunaan jimat "Abracadabra" pada leher tampaknya tetap dipercaya turun-temurun oleh sebagian orang hingga abad pertengahan. Misalnya di tahun 1500-an Eva Rimmington Taylor menulis The Troublesome Voyage of Capt. Edward Fenton yang berbunyi: "Banester sayth yt menyembuhkan 200 orang dalam satu tahun dari malaria dengan menggantung jimat Abracadabra pada leher mereka." |
Entah bagaimana kata misterius itu hilang dengan sendirinya memasuki abad 19 dan mantra misterius tersebut malah kemudian populer di kalangan pesulap.
Misteri, Bahtera Nabi Nuh Berbentuk Lingkaran
Selama puluhan tahun para ahli sejarah berusaha mengungkapkan kebenaran tentang bahtera nabi Nuh, mulai dari penemuan bangkai kapal diatas gunung Ararat hingga dugaan lain menyatakan berada diatas gunung Himalaya. Semua itu hanya untuk membuktikan bahwa mitos yang menjadi literatur budaya dan agama adalah benar adanya.
Bukti baru yang dikeluarkan oleh sekelompok arkeolog Inggris mengungkapkan bahwa bahtera nabi Nuh berbentuk lingkaran, terbuat dari alang-alang dan panjang bahtera diperkirakan sama dengan ukuran enam bus berlantai dua (bus bertingkat). Dengan kata lain, bahwa bahtera itu tidak sebesar apa yang dipikirkan selama ini, bahtera raksasa yang besar, tetapi lebih mirip piring yang terapung diatas air?
Bukti Baru Bentuk Bahtera Nabi Nuh
Para arkeolog telah menjelajahi dunia unutk membuktikan fakta terhadap kisah bahtera nabi Nuh dalam kisah banjir besar, tetapi karena dokumentasi yang dimiliki sangat sedikit hal ini menjadi mitos turun temurun, dan salah satu cerita itu tertulis dalam perjanjian lama. Kisah banjir besar menceritakan sebuha kapal besar yang mengangkut pengikut nabi Nuh beserta hewan dan tumbuhan yang bisa diselamatkan.
Tetapi menurut Irving Finkel seorang asisten penjaga skrip Mesopotamia kuno, bahasa dan budaya dari departemen British Museum, dia mengklaim bahwa bahtera nabi Nuh merupakan Coracle lingkaran dan terlihat sangat berbeda dari gambaran tradisi yang beredar. Semua analisis ini dituliskan dalam buku berjudul 'The Ark Before: Decoding the Story of the Flood' dimana Dr Irving mengungkap simbol kode yang tertulis pada lembaran yang terbuat dari tanah liat berusia 4000 tahun. Lembaran kuno ini menurutnya merupakan kunci dari penafsiran baru tentang mitos bahtera Nuh.
Bukti itu diperkirakan berasal dari sebuah tablet tanah liat, dokumen tunggal persegi panjang seukuran telapak tangan, mungkin dibuat sekitar 4000 hingga 4700 tahun lalu tercakup dalam tulisan paku (Cuneiform) yang berisi tentang rincian instruksi manual untuk membangun sebuah bahtera. Finkel juga termasuk salah seorang yang ahli dalam mengartikan skrip Cuneiform kuno, dia menemukan teks berisi petunjuk untuk membangun Coracle berlingkar dengan diameter 65 meter, dilengkapi dengan dinding setinggi 6 meter. Diperkirakan panjang dan tingginya sama dengan enam bus berlantai dua.
Teks itu menceritakan, bahwa Tuhan berbicara kepada Atram Hasis, seorang raja Sumeria yang merupakan sosok Nuh dalam versi sebelumnya dari cerita bahtera ini. Bahtera nabi Nuh diperkirakan terbuat dari tali yang berasal dari tanaman sejenis alang-alang, mereka membangun dinding tahan air dengan lapisan aspal, serta hewan yang dimuat masing-masing berpasangan. Tablet ini awalnya ditemukan di Timur Tengah oleh Leonard Simmons, seorang yang bertugas di RAF antara tahun 1945 hingga 1948. Namun artefak kuno tersebut tidak bisa dianalisa, sehingga tidak ada hasil penelitian apapun, hingga pada akhirnya anak Simmons Daouglas membawa artefak tersebut ke British Museum pada tahun 2008.
Dalam catatan sejarah dan literatur yang beredar, kisah bahtera nabi nuh tercatat dalam tiga agama utama di dunia, yaitu Kristen, Yahudi dan Islam. Menurut salah satu kitab menceritakan bahwa Allah mengirim banjir besar sebagai hukuman atas suatu umat dan mengatakan kepada nabi Nuh untuk membangun sebuah bahtera serta mengisi kapal dengan pengikutnya dan setiap jenis hewan berpasangan. Kisah yang diungkapkan Irving Finkel setidaknya menambah sederatan dokumen sejarah penting tentang adanya banjir besar. Apakah yang dimaksud dalam tulisan tersebut adalah Nuh seperti yang diceritakan dalam alkitab?
Di tahun 2010, sekelompok penjelajah Cina dan Turki meyakini adanya peninggalan bahtera nabi Nuh berada diatas gunung Ararat, Turki. Tetapi menurut Profesor Martin Biddle, Profesor dari Universitas Oxford menyatakan bahwa tidak ada bukti apapun yang memperkuat mitos keberadaan bahtera nabi Nuh yang ditemukan diatas gunung Ararat Turki.
Bukti baru yang dikeluarkan oleh sekelompok arkeolog Inggris mengungkapkan bahwa bahtera nabi Nuh berbentuk lingkaran, terbuat dari alang-alang dan panjang bahtera diperkirakan sama dengan ukuran enam bus berlantai dua (bus bertingkat). Dengan kata lain, bahwa bahtera itu tidak sebesar apa yang dipikirkan selama ini, bahtera raksasa yang besar, tetapi lebih mirip piring yang terapung diatas air?
Bukti Baru Bentuk Bahtera Nabi Nuh
Para arkeolog telah menjelajahi dunia unutk membuktikan fakta terhadap kisah bahtera nabi Nuh dalam kisah banjir besar, tetapi karena dokumentasi yang dimiliki sangat sedikit hal ini menjadi mitos turun temurun, dan salah satu cerita itu tertulis dalam perjanjian lama. Kisah banjir besar menceritakan sebuha kapal besar yang mengangkut pengikut nabi Nuh beserta hewan dan tumbuhan yang bisa diselamatkan.
Tetapi menurut Irving Finkel seorang asisten penjaga skrip Mesopotamia kuno, bahasa dan budaya dari departemen British Museum, dia mengklaim bahwa bahtera nabi Nuh merupakan Coracle lingkaran dan terlihat sangat berbeda dari gambaran tradisi yang beredar. Semua analisis ini dituliskan dalam buku berjudul 'The Ark Before: Decoding the Story of the Flood' dimana Dr Irving mengungkap simbol kode yang tertulis pada lembaran yang terbuat dari tanah liat berusia 4000 tahun. Lembaran kuno ini menurutnya merupakan kunci dari penafsiran baru tentang mitos bahtera Nuh.
Bukti itu diperkirakan berasal dari sebuah tablet tanah liat, dokumen tunggal persegi panjang seukuran telapak tangan, mungkin dibuat sekitar 4000 hingga 4700 tahun lalu tercakup dalam tulisan paku (Cuneiform) yang berisi tentang rincian instruksi manual untuk membangun sebuah bahtera. Finkel juga termasuk salah seorang yang ahli dalam mengartikan skrip Cuneiform kuno, dia menemukan teks berisi petunjuk untuk membangun Coracle berlingkar dengan diameter 65 meter, dilengkapi dengan dinding setinggi 6 meter. Diperkirakan panjang dan tingginya sama dengan enam bus berlantai dua.

Teks itu menceritakan, bahwa Tuhan berbicara kepada Atram Hasis, seorang raja Sumeria yang merupakan sosok Nuh dalam versi sebelumnya dari cerita bahtera ini. Bahtera nabi Nuh diperkirakan terbuat dari tali yang berasal dari tanaman sejenis alang-alang, mereka membangun dinding tahan air dengan lapisan aspal, serta hewan yang dimuat masing-masing berpasangan. Tablet ini awalnya ditemukan di Timur Tengah oleh Leonard Simmons, seorang yang bertugas di RAF antara tahun 1945 hingga 1948. Namun artefak kuno tersebut tidak bisa dianalisa, sehingga tidak ada hasil penelitian apapun, hingga pada akhirnya anak Simmons Daouglas membawa artefak tersebut ke British Museum pada tahun 2008.
Dalam catatan sejarah dan literatur yang beredar, kisah bahtera nabi nuh tercatat dalam tiga agama utama di dunia, yaitu Kristen, Yahudi dan Islam. Menurut salah satu kitab menceritakan bahwa Allah mengirim banjir besar sebagai hukuman atas suatu umat dan mengatakan kepada nabi Nuh untuk membangun sebuah bahtera serta mengisi kapal dengan pengikutnya dan setiap jenis hewan berpasangan. Kisah yang diungkapkan Irving Finkel setidaknya menambah sederatan dokumen sejarah penting tentang adanya banjir besar. Apakah yang dimaksud dalam tulisan tersebut adalah Nuh seperti yang diceritakan dalam alkitab?
Quote:
| Karena dan bagaimanapun, kapal yang dibangun menurut skrip kuno tersebut hampir mirip dengan sebuah piring yang mengapung diatas air. Padahal pada waktu itu diperkirakan sudah ada teknologi tentang pembuatan kapal layar yang jauh lebih efisien. |
Di tahun 2010, sekelompok penjelajah Cina dan Turki meyakini adanya peninggalan bahtera nabi Nuh berada diatas gunung Ararat, Turki. Tetapi menurut Profesor Martin Biddle, Profesor dari Universitas Oxford menyatakan bahwa tidak ada bukti apapun yang memperkuat mitos keberadaan bahtera nabi Nuh yang ditemukan diatas gunung Ararat Turki.
Subscribe to:
Posts (Atom)

