KOMPAS.com — Apa itu satu kilogram? Ini mungkin salah satu pelajaran paling membosankan dalam mata pelajaran Fisika di sekolah menengah. Namun, definisi 1 kg mungkin akan mengalami perubahan.
Sejak tahun 1889, kilogram telah didefinisikan sebagai massa logam standar yang disimpan International Bureau of Weight and Measure (BIPM–dalam bahasa Perancis) yang disimpan di Sevres, Paris.
Logam standar tersebut tersusun atas 10 persen iridium dan 90 persen platinum dan begitu dibanggakan. Logam itu disimpan di tiga gelas kaca di Pavilion de Breteuil.
Pada tahun 1992, logam itu ternyata berubah. Pengukuran menunjukkan bahwa massa logam tersebut telah berubah sebesar 50 mikrogram, setara dengan butir pasir berukuran 0,4 milimeter. "Sebenarnya, kami tidak yakin apakah itu bertambah atau berkurang," kata Alain Picard, Direktur Mas Department BIPM, seperti dikutip AFP, Minggu (6/11/2011).
"Perubahan mungkin disebabkan efek permukaan, kehilangan gas pada logam, atau kontaminan," kata Picard.
Perubahan telah memicu rasa penasaran di kalangan ilmuwan. Kilogram merupakan salah satu satuan standar (Satuan Internasional/SI) yang disepakati untuk mempermudah pengukuran massa suatu besaran. Satuan internasional lain misalnya meter untuk panjang.
Tak seperti SI lain, kilogram adalah satuan terakhir yang didefinisikan dengan material. SI selanjutkan didefinisikan dengan konstanta Planck yang ditemukan pada 1899. Kontansta Planck dilambangkan dengan "h". Konstanta tersebut merujuk pada paket energi terkecil, atau quanta, yang dipertukarkan oleh dua partikel.
Dengan berubahnya massa logam standar, para ilmuwan pada 21 Oktober 2011 dalam General Conference on Weights and Measures sepakat untuk mengubah acuan pengukuran kilogram.
Nantinya, kilogram tidak lagi diukur berdasarkan massa logam yang disimpan di Sevres, tetapi berdasarkan konstanta Planck. Namun, perubahan ini mungkin tak akan dilaksanakan sebelum 2014. Para ilmuwan akan melakukan evaluasi terlebih dahulu untuk memastikan akurasi pengukuran hingga 20 bagian per miliar.
Lalu, jika nanti diaplikasikan, apakah kilogram akan berubah dan kita harus mengganti timbangan yang kita punya? Ilmuwan mengatakan, dalam keseharian, tidak akan ada perubahan apa pun. "Namun, perubahan akan memberi dampak pada pengukuran yang luar biasa akurat yang dilaksanakan oleh laboratorium yang sangat terspesialisasi," demikian press release konferensi seperti dikutip AFP.
Sejak tahun 1889, kilogram telah didefinisikan sebagai massa logam standar yang disimpan International Bureau of Weight and Measure (BIPM–dalam bahasa Perancis) yang disimpan di Sevres, Paris.
Logam standar tersebut tersusun atas 10 persen iridium dan 90 persen platinum dan begitu dibanggakan. Logam itu disimpan di tiga gelas kaca di Pavilion de Breteuil.
Pada tahun 1992, logam itu ternyata berubah. Pengukuran menunjukkan bahwa massa logam tersebut telah berubah sebesar 50 mikrogram, setara dengan butir pasir berukuran 0,4 milimeter. "Sebenarnya, kami tidak yakin apakah itu bertambah atau berkurang," kata Alain Picard, Direktur Mas Department BIPM, seperti dikutip AFP, Minggu (6/11/2011).
"Perubahan mungkin disebabkan efek permukaan, kehilangan gas pada logam, atau kontaminan," kata Picard.
Perubahan telah memicu rasa penasaran di kalangan ilmuwan. Kilogram merupakan salah satu satuan standar (Satuan Internasional/SI) yang disepakati untuk mempermudah pengukuran massa suatu besaran. Satuan internasional lain misalnya meter untuk panjang.
Tak seperti SI lain, kilogram adalah satuan terakhir yang didefinisikan dengan material. SI selanjutkan didefinisikan dengan konstanta Planck yang ditemukan pada 1899. Kontansta Planck dilambangkan dengan "h". Konstanta tersebut merujuk pada paket energi terkecil, atau quanta, yang dipertukarkan oleh dua partikel.
Dengan berubahnya massa logam standar, para ilmuwan pada 21 Oktober 2011 dalam General Conference on Weights and Measures sepakat untuk mengubah acuan pengukuran kilogram.
Nantinya, kilogram tidak lagi diukur berdasarkan massa logam yang disimpan di Sevres, tetapi berdasarkan konstanta Planck. Namun, perubahan ini mungkin tak akan dilaksanakan sebelum 2014. Para ilmuwan akan melakukan evaluasi terlebih dahulu untuk memastikan akurasi pengukuran hingga 20 bagian per miliar.
Lalu, jika nanti diaplikasikan, apakah kilogram akan berubah dan kita harus mengganti timbangan yang kita punya? Ilmuwan mengatakan, dalam keseharian, tidak akan ada perubahan apa pun. "Namun, perubahan akan memberi dampak pada pengukuran yang luar biasa akurat yang dilaksanakan oleh laboratorium yang sangat terspesialisasi," demikian press release konferensi seperti dikutip AFP.
Sumber :
AFP
No comments:
Post a Comment