Monday, May 11, 2015

Konspirasi Tewasnya Osama Bin Laden

Jurnalis AS: Gedung Putih Berbohong soal Tewasnya Osama Bin Laden

Seorang wartawan AS pemenang hadiah Pulitzer, Seymour Hersh membuat tudingan menghebohkan terkait operasi militer AS yang menewaskan pemimpin Al Qaeda, Osama bin Laden.

Pemerintah AS, ujar Hersh, menipu dunia soal kematian Bin Laden sehingga pemerintahan Presiden Barack Obama bisa mengklaim kemenangan perang melawan Al Qaeda. Hersh menuding, pemerintah AS sebenarnya sudah mengetahui posisi Bin Laden, yang diyakini sebagai dalang selangan 11 September di New York, di kota Abottabad, Pakistan.

Di kota itu, Bin Laden selama bertahun-tahun tinggal di sebuah rumah besar yang berlokasi tak jauh dari sebuah akademi militer Pakistan. Abottabad memang dikenal sebagai kota militer Pakistan.

Kemudian Dinas Intelijen AS (CIA) mengetahui posisi Bin Laden setelah seorang pejabat tinggi intelijen Pakistan memberikan informasi itu kepada CIA dengan harapan mendapatkan hadiah uang sebesar 25 juta dolar AS.

Berdasarkan investigasinya, Hersh menyebut pemerintahan Obama sudah melakukan negosiasi dengna pemerintah Pakistan dan dinas intelijen negeri itu ISI sebelum menyerbu kediaman Bin Laden di Abottabad.

Namun, kemudian pemerintahan Obama mengatakan operasi penyerbuan ke Abottabad itu adalah sebuah operasi infiltrasi rahasia.

Dengan mengutip seorang sumber anonim, Hersh mengatakan ISI mematikan aliran listrik ke kediaman Bin Laden sebelum pasukan elite Navy SEAL menyerbu rumah itu demi mencegah intervensi militer Pakistan.

Menurut sejumlah laporan yang dikutip Hersh, tak ada baku tembak dalam penggerebekan itu dan satu-satunya peluru yang dilepaskan adalah yang memutus nyawa Osama bin Laden.
Presiden Obama menyembunyikan kebenaran di balik operasi ini menjelang pemilihan demi meningkatkan popularitas pemerintahannya. Demikian klaim Hersh.

Tudingan Hersh yang ditulis dalam sebuah artikel yang dimuat The London Review of Books, menambahkan jasad Bin Laden juga tak dimakamkam di laut seperti yang selama ini diklaim pemerintah AS. Jasad Bin Laden, klaim Hersh, sebenarnya dimakamkan pemerintah AS di wilayah Afganistan.

Hersh menambahkan, saat berpidato memberikan kabar kematian Bin Laden kepada rakyat Amerika, sebenarnya pidato Obama itu disusun secara terburu-buru.

"Rangkaian pernyataan yang tak akurat ini kemudian menciptakan kekacauan di pekan-pekan selanjutnya," demikian Hersh dalam artikelnya.

"(Tentara Pakistan) diperintahkan untuk meninggalkan kawasan di dekat kediaman Bin Laden begitu mendengar suara helikopter AS mendekat," tambah Hersh.

"Kota itu dalam keadaan gelap. Listrik dipadamkan atas perintah ISI, beberapa jam sebelum penggerebekan terjadi," masih menurut Hersh.

"Faktanya, telah terdapat kesepakatan antara pemerintah Pakistan dan tak ada pembicaraan soal hal-hal yang harus diungkap jika terjadi hal-hal yang tak diinginkan," tambah Hersh.

Demi pencitraan Obama

Selain kebohongan dalam proses penggrebekan yang menewaskan Bin Laden itu, sumber Hersh juga meragukan klaim pemerintah AS yang menyebut telah menemukan dokumen-dokumen penting di kediaman Bin Laden.

"Gedung Putih harus memberi kesan bahwa Bin Laden masih penting dalam hal operasi. Jika tidak, mengapa harus membunuhnya?" ujar sumber itu.

"Sebuah cerita palsu dibuat, bahwa terdapat jaringan kurir yang datang dan pergi membawa perintah dalam USB. Semua hanya untuk memberi citra bahwa Bin Laden masih penting," tambah sumber tersebut.

"Pasukan SEAL seharusnya menyadari adanya skema besar politik ini. Bin Laden sangat bernilai bagi para politisi, dia menjadi semacam aset pekerjaan," lanjut sang sumber.

Serangkaian kebohongan, kesalahan pernyataan dan pengkhianatan yang sengaja diciptakan ini, menurut sang sumber, memicu reaksi balasan yang tak terelakkan.

"Kerja sama dengan Pakistan mengalami kemunduran hingga empat tahun sebab negeri itu membutuhkan waktu untuk kembali mempercayai AS, khususnya dalam hubungan militer untuk melawan terorisme, sementara terorisme terus tumbuh di seluruh dunia," tambah sang sumber.

"Mereka (Pakistan) merasa Obama telah berkhianat. Pakistan kini kembali bekerja sama dengan AS karena munculnya ancaman ISIS," lanjut sumber itu.

Seorang konsultan operasi komando khusus yang juga dikutip Hersh mengatakan, pembunuhan Bin Laden merupakan sebuah teater politik yang dirancang agar prestasi pemerintahan Obama di bidang militer terlihat cemerlang. Sejauh ini, Gedung Putih belum menanggapi tudingan Hersh lewat artikelnya tersebut.


Sumber :
http://internasional.kompas.com/read/2015/05/11/16462821/Jurnalis.AS.Gedung.Putih.Berbohong.soal.Tewasnya.Osama.Bin.Laden

Wednesday, May 6, 2015

Simbol Freemason

Freemason, lambang mata satu dan dolar AS

Masyarakat sudah lama dihebohkan dengan lambang yang hanya dimengerti beberapa orang tersebut. Lantas apakah makna sebenarnya dari lambang tersebut?

Dikutip dari berbagai sumber, simbol piramida dan mata satu disebut-sebut terkait dengan Amerika Serikat. Hal itu disinyalir dari uang USD 1 merupakan simbol Freemason.

Benar tidaknya AS memiliki kaitan dengan Freemason masih menjadi perdebatan hingga kini. Namun, memaknai simbol Piramida dan mata satu pada uang 1 USD, terlihat saat menggambarkan sebuah heksagram di atasnya adalah sebuah anagram yang membentuk kata Mason. Beberapa sumber itu mensinyalir, para pendiri AS juga disebut-sebut sebagai anggota Mason.

Pemakaian Piramida dan mata satu simbol pada uang 1 USD merupakan ide presiden AS saat itu, Franklin Delano Roosevelt. Franklin disebut merupakan seorang Mason level 32.

Kelompok ini percaya di lindugi Tuhan. Simbol mata satu adalah sebuah representasi Mason atas The Great Architect of the Universe atau Tuhan.


Sumber :
http://www.merdeka.com/peristiwa/freemason-lambang-mata-satu-dan-dolar-as.html

Freemason di Indonesia

Sejarah Freemason dan lambang mata satu di Indonesia

Simbol mata satu dan segitiga selama ini diidentikan dengan Freemason. Sejak sebelum Indonesia berdiri, Freemason sudah masuk ke Indonesia. Lantas apa sebenarnya Freemason atau Freemasonry itu?

Dikutip dari berbagai sumber, Freemason adalah sebuah organisasi rahasia alias bawah tanah yang memiliki pengikut di seluruh dunia. Organisasi ini berdiri sejak ratusan tahun silam.

Untuk menjadi anggota Freemason tidaklah mudah. Sebab, Freemason adalah organisasi tertutup dan ketat dalam menerima anggota. Tujuan utama Freemason adalah membangun persaudaraan dan pengertian bersama akan kebebasan berpikir.

Anda pasti tahu lagu 'Imagine' yang dinyanyikan John Lennon? Konon katanya, lagu tersebut bercerita soal tujuan dan cita-cita yang ingin dicapai oleh Freemason.

Secara umum tujuan-tujuan pokok Freemason beberapa di antaranya yakni; menghapus semua agama, menghapus sistem keluarga, menjadikan manusia di seluruh dunia dalam sebuah kesatuan. Freemason juga dipercaya bertanggungjawab atas terjadinya tiga revolusi di dunia yakni Revolusi Prancis, Revolusi Amerika, dan Revolusi Industri di Inggris. Tak cuma itu, konon kabarnya Freemason juga ikut bertanggungjawab atas pecahnya Perang Dunia I. Bahkan, kematian Presiden Amerika Serikat, Abraham Lincoln dan John F Kennedy juga dipercaya ada peran dari Freemason.

Di Indonesia, Freemason sudah ada sejak tahun 1736. Saat itu seorang Belanda bernama Jacobus Cornelis Mattheus datang ke Indonesia bersama VOC untuk berdagang di Jakarta yang saat itu masih bernama Batavia.

Setelah beberapa lama tinggal di Batavia, Jacobus Cornelis mendirikan pusat aktivitas para anggota Freemason (logi). Waktu itu organisasi hanya menerima anggota yang berasal dari warga Belanda yang beranggotakan enam orang yang berasal dari kalangan petinggi militer dan sebagian lagi para pengusaha Yahudi.

Di Tahun 1810 Gubernur Jenderal Daendels akhirnya berhasil membekukan organisasi tersebut. Namun sayang di masa kepemimpinan Daendles berakhir organisasi ini akhirnya muncul kembali dengan membentuk anggota baru dari pedagang Tiongkok dan warga pribumi terutama para ningrat Nusantara.

Perkembangan organisasi ini sangat pesat. Beberapa tokoh-tokoh nasional dikabarkan pernah terlibat sebagai anggota Freemason, di antaranya; Raden Adipati Tirto Koesoemo, R.M. Adipati Ario Poerbo Hadiningrat dan Dr. Radjiman Wedyodiningrat.

Tahun 1767 pada umumnya dianggap sebagai awal kehadiran Tarekat Mason Bebas yang terorganisir di Jawa. Selain melakukan pertemuan di loji-loji, mereka juga kerap melakukan pertemuan rahasia di kawasan Molenvliet yang kini menjadi Jalan Gajah Mada dan Hayam Wuruk untuk membahas mengenai pendirian loji tersebut.

Di tahun 1945-1950-an, loji-loji Freemason mulai banyak berkembang di Indonesia, beberapa orang pribumi juga ikut bergabung dalam kelompok ini. Mungkin pada masa itu, keikutsertaan mereka pada kelompok ini hanya untuk mencari sesuap nasi, atau mencari aman atau bisa pula hanya karena masalah politik.Setelah berdirinya loji-loji Freemasonry, banyak rakyat yang mulai resah akan adanya gedung tersebut, bahkan oleh kaum pribumi gedung itu disebut pula sebagai Rumah Setan. Mengapa disebut Rumah Setan? Sebab, di loji itu para Mason selalu melakukan ritual pemanggilan arwah orang mati.

Setelah Indonesia merdeka, rupanya kegiatan Freemason mengusik Presiden Soekarno. Sang proklamator lantas memanggil tokoh-tokoh Freemason tertinggi Hindia Belanda yang berada di Loji Adhucstat (sekarang Gedung Bappenas-Menteng) untuk mengklarifikasi hal tersebut pada Maret 1950.

Namun, para Mason mengelak atas tudingan ritual pemanggilan arwah orang mati. Kepada Soekarno, mereka berdalih istilah Rumah Setan yang disematkan warga pribumi kepada loji-loji Freemason kemungkinan berasal dari pengucapan kaum pribumi terhadap Sin Jan (Saint Jean) yang merupakan salah satu tokoh suci kaum Freemasonry.

Namun, Bung Karno tak begitu saja percaya atas dalil mereka. Bung Karno akhirnya pada Februari 1961, membubarkan dan melarang keberadaan Freemasonry di Indonesia. Pembubaran dan pelarangan tersebut dilakukan Bung Karno dengan mengeluarkan Lembaran Negara Nomor 18/1961.

Lembaran Negara ini kemudian dikuatkan oleh Keppres Nomor 264 tahun 1962 yang membubarkan dan melarang Freemasonry dan segala derivatnya seperti Rosikrusian, Moral Re-armament, Lions Club, Rotary Blub, dan Bahaisme. Sejak itu, loji-loji mereka disita oleh negara.

Namun 38 tahun kemudian, Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) mencabut Keppres Nomor 264/1962 tersebut dengan mengeluarkan Keppres Nomor 69 Tahun 2000 tanggal 23 Mei 2000.


Sumber :
http://www.merdeka.com/peristiwa/sejarah-freemason-dan-lambang-mata-satu-di-indonesia-splitnews-3.html

Sunday, February 1, 2015

Big Bang dan Inflasi Alam Semesta

Debu Mematahkan Temuan Terbesar tentang "Big Bang" dan Inflasi Alam Semesta

Maret 2014 lalu, para ilmuwan yang tergabung dalam misi BICEP mengklaim telah menemukan gelombang gravitasi mikro yang bergerak melewati ruang dan waktu dari masa sepertriliun triliun triliun setelah Big Bang.

Gelombang gravitasi mikro tersebut merupakan jejak dari inflasi kosmos, sebuah peristiwa di mana alam semesta mengembang dengan cepat segera setelah 13,7 miliar tahun lalu.

Temuan yang merupakan hasil pengamatan area langit miskin debu kosmos bernama "lubang langit" dengan teleskop canggih di Kutub Selatan itu disebut merupakan salah satu hasil riset fisika terbesar abad ini.

Saking pentingnya, temuan itu disebut berpotensi mengantarkan ilmuwannya meraih Nobel Fisika, sama halnya dengan penemuan Higgs boson alias "partikel Tuhan" pada tahun 2012 lalu.

Menemukan gelombang gravitasi mikro berarti ilmuwan mengonfirmasi kebenaran teori inflasi kosmos yang dikemukakan oleh fisikawan Alan Guth dan Andre Linde pada tahun 1980, sekaligus mengungkap rahasia mengapa semesta menjadi begitu besar.

Kini, kajian ulang yang dilakukan oleh tim BICEP dan Plack Consortium mematahkan temuan besar itu. Gelombang gravitasi mikro yang diklaim telah ditemukan ternyata merupakan hasil noise oleh debu galaksi.

"Analisis ini menunjukkan bahwa jumlah gelombang gravitasi mungkin tak lebih dari setelah dari sinyal yang terobservasi," kata Clenn Pyrke dari University of Minnesota, anggota tim Bicep seperti dikutip New York Times, Jumat (30/1/2015)

"Kami tak bisa memastikan apakah masih ada sinyal gelombang gravitasi yang tersisa," kata Pyrke. "Pastinya, kami tak senang, tapi kami ilmuwan dan tugasnya ialah mengungkap kebenaran. Dalam proses ilmiah, kebenaran akan terkuak," imbuhnya.

Debu yang Mematahkan

Untuk membuat temuan besar tahun lalu, tim BICEP menggunakan detektor super sensitif pada teleskop di Antartika. Detektor itu akan mencari cahaya yang datang dari masa awal alam semesta, disebut radiasi gelombang mikro kosmik.

Pada dasarnya, yang dicari adalah pola putaran dalam polarisasi cahaya. Pola inilah yang menjadi dasar prediksi inflasi kosmos, gagasan bahwa semesta segera mengembang setelah Big Bang.

Pola putaran, disebut sebagai mode B, sekaligus juga merupakan jejak dari gelombang gravitasi yang terdapat seiring terjadinya peristiwa besar pembentuk alam semesta hampir 14 miliar tahun lalu.

Mendeteksi mode B bukan hal yang mudah. Dalam proses deteksi, sangat mungkin ilmuwan menemukan mode B "palsu". Itu bisa terjadi ketika gelombang mikro kosmik melewati obyek masif seperti galaksi raksasa. Efek itu harus dikurangi dalam analisis.

Hal lain yang mungkin memicu penemuan mode B "palsu" adalah debu galaksi Bimasakti. Debu tersebut bisa menghasilkan polarisasi cahaya dan pola serupa dengan mode B. Dalam analisis, efek itu harus dihilangkan.

Dalam risetnya tahun lalu, tim BICEP telah menggunakan data selengkap mungkin guna mencegah hasil palsu. Sayang, tim BICEP tak punya akses data pengamatan teleskop Planck milik Badan Antariksa Eropa (ESA).

Planck memetakan gelombang mikro di alam semesta pada sembilan frekuensi sementara tim BICEP hanya pada satu frekuensi. Alhasil, kemungkinan tim BICEP menemukan mode B palsu masih besar.

Tim BICEP dan Planck bekerjasama sejak Juni lalu untuk mengkaji ulang temuan sebelumnya. Lewat kajian ulang itu, tim menemukan bahwa sinyal yang dideteksi tim BICEP tak bisa dipisahkan dengan noise yang mungkin muncul karena debu dan galaksi.

"Hasil kerjasama menunjukkan, deteksi mode B primordial tak lagi kuat begitu emisi dari debu galaksi dihilangkan. Jadi, kita belum bisa memastikan bahwa sinyal memang jejak inflasi kosmmos," kata Jean Loup Puget, pimpinan investigasi instrumen Planck HFI, dikutip BBC, Jumat.

Bukan Akhir

Meski temuan jejak inflasi kosmos ini dipatahkan, misi untuk meneruskan lagi pencariannya masih akan terus dilanjutkan. Sejumlah eksperimen akan digelar untuk mencari mode B dengan teknologi detektor dan teleskop yang lebih canggih.

Michael Turner, kosmolog dari University of Chicago, mengungkapkan, "Kosmos yang mengembang adalah gagasan yang paling penting dalam kosmoslogi setelah Big Bang." Mengungkapnya adalah tantangan bagi para ilmuwan.

http://sains.kompas.com

Friday, January 30, 2015

Tiga Sosok Pemuda Perobek Bendera di Hotel Yamato Surabaya

Pemuda pelaku perobek bendera di Hotel Yamato itu bernama: Sidik, Hariyono dan Kusno Wibowo


Kita sering melihat tayangan di TV, arsip asli yg sering di putar di TV drama penyobekan bendera merah putih biru dan di sisakan warna merah putih. Terlihat jelas 3 orang pemuda yg naik puncak hotel yamato. Berikut adalah kisahnya.

Drama Penyobekan Bendera di Hotel Yamato

Ketika Proklamasi Kemerdekaan RI dikumandangkan, 17 Agustus 1945, rakyat Indonesia merayakan dengan suka cita. Di Surabaya, menandai kemerdekaan itu arek-arek Suroboyo satu persatu menancapkan tiang, mengibarkan bendera merah putih di berbagai sudut kota.

Pengibaran itu dilakukan secara sembunyi-sembunyi karena penjajahan Jepang belum sama sekali hilang. Namun, setelah munculnya maklumat pemerintah (31 Agustus 1945) yang menetapkan mulai 1 September 1945 bendera nasional Sang Merah Putih dikibarkan terus di seluruh Indonesia, gerakan pengibaran bendera makin meluas ke segenap pelosok kota.

Di berbagai tempat strategis dan tempat-tempat lainnya, susul menyusul bendera dikibarkan. Antara lain di teras atas Gedung Kantor Karesidenan (kantor Syucokan, gedung Gubernuran sekarang, Jl Pahlawan) yang terletak di muka gedung Kempei Tai (sekarang Tugu Pahlawan), di atas gedung Internatio, disusul barisan pemuda dari segala penjuru Surabaya yang membawa bendera merah putih datang ke Tambaksari (lapangan Gelora 10 Nopember) untuk menghadiri rapat raksasa yang diselenggarakan oleh Barisan Pemuda Surabaya.

Saat itu lapangan Tambaksari penuh lambaian bendera merah putih, disertai pekik 'Merdeka' mendengung di angkasa. Walaupun pihak Kompeitai melarang diadakannya rapat tersebut, namun mereka tidak berdaya menghadapi massa rakyat yang semangatnya tengah menggelora itu. Klimaks gerakan pengibaran bendera di Surabaya terjadi pada insiden perobekan bendera di Yamato Hoteru/Hotel Yamato atau Oranje Hotel, Jl Tunjungan 65 Surabaya.

Mula-mula Jepang dan Indo Belanda yang sudah keluar dari interniran menyusun suatu organisasi, Komite Kontak Sosial, yang mendapat bantuan penuh dari Jepang. Terbentuknya komite ini disponsori oleh Palang Merah Internasional (Intercross).

Namun, berlindung dibalik Intercross mereka melakukan kegiatan politik. Mereka mencoba mengambil alih gudang-gudang dan beberapa tempat telah mereka duduki, seperti Hotel Yamato. Pada 18 September 1945, datanglah di Surabaya (Gunungsari) opsir-opsir Sekutu dan Belanda dari Allied Command (utusan Sekutu) bersama-sama dengan rombongan Intercross dari Jakarta.

Rombongan Sekutu oleh Jepang ditempatkan di Hotel Yamato, Jl Tunjungan 65, sedangkan rombongan Intercross di Gedung Setan, Jl Tunjungan 80 Surabaya, tanpa seijin Pemerintah Karesidenan Surabaya. Dan sejak itu Hotel Yamato dijadikan markas RAPWI (Rehabilitation of Allied Prisioners of War and Internees).

Karena kedudukannya merasa kuat, sekelompok orang Belanda di bawah pimpinan Mr W.V.Ch Ploegman pada sore hari (18 September 1945, pukul 21.00), mengibarkan bendera Belanda(Merah-Putih-Biru), tanpa persetujuan Pemerintah RI Daerah Surabaya, di tiang pada tingkat teratas Hotel Yamato, sisi sebelah utara. Keesokan harinya (19 September 1945) ketika arek Surabaya melihatnya, seketika meledak amarahnya. Mereka menganggap Belanda mau menancapkan kekuasannya kembali di negeri Indonesia, dan dianggap melecehkan gerakan pengibaran bendera yang sedang berlangsung di Surabaya.

Begitu kabar tersebut tersebar di seluruh kota Surabaya, sebentar saja Jl Tunjungan dibanjiri oleh massa rakyat, mulai dari pelajar berumur belasan tahun hingga pemuda dewasa, semua siap untuk menghadapi segala kemungkinan. Massa terus mengalir hingga memadati halaman hotel serta halaman gedung yang berdampingan penuh massa dengan luapan amarah. Agak ke belakang halaman hotel, beberapa tentara Jepang tampak berjaga-jaga. Situasi saat itu menjadi sangat eksplosif.

Tak lama kemudian Residen Sudirman datang. Kedatangan pejuang dan diplomat ulung yang waktu itu menjabat sebagai Wakil Residen (Fuku Syuco Gunseikan) yang masih diakui pemerintah Dai Nippon Surabaya Syu, sekaligus sebagai Residen Daerah Surabaya Pemerintah RI, menyibak kerumunan massa lalu masuk ke hotel. Ia ingin berunding dengan Mr Ploegman dan kawan-kawan. Dalam perundingan itu Sudirman meminta agar bendera Belanda Triwarna segera diturunkan.

Ploegman menolak, bahkan dengan kasar mengancam, "Tentara Sekutu telah menang perang, dan karena Belanda adalah anggota Sekutu, maka sekarang Pemerintah Belanda berhak menegakkan kembali pemerintahan Hindia Belanda. Republik Indonesia? Itu tidak kami akui." Sambil mengangkat revolver, Ploegman memaksa Sudirman untuk segera pergi dan membiarkan bendera Belanda tetap berkibar.

Melihat gelagat tidak menguntungkan itu, pemuda Sidik dan Hariyono yang mendampingi Sudirman mengambil langkah taktis. Sidik menendang revolver dari tangan Ploegman. Revolver itu terpental dan meletus tanpa mengenai siapapun. Hariyono segera membawa Sudirman ke luar, sementara Sidik terus bergulat dengan Ploegman dan mencekiknya hingga tewas. Beberapa tentara Belanda menyerobot masuk karena mendengar letusan pistol, dan sambil menghunus pedang panjang disabetkan ke arah Sidik. Sidik pun tersungkur.

Di luar hotel, para pemuda yang mengetahui kejadian itu langsung merangsek masuk ke hotel dan terjadilah perkelahian di ruang muka Hotel. Sebagian yang lain, berebut naik ke atas hotel untuk menurunkan bendera Belanda. Hariyono yang semula bersama Sudirman turut terlibat dalam pemanjatan tiang bendera. Akhirnya ia bersama Kusno Wibowo berhasil menurunkan bendera Belanda, merobek yang biru, dan mengereknya ke puncak tiang kembali. Massa rakyat menyambut keberhasilan pengibaran bendera merah putih itu dengan pekik "Merdeka" berulang kali, sebagai tanda kemenangan, kehormatan dan kedaulatan negara RI.

Peristiwa heroik yang terjadi di Hotel Yamato itu antara lain menandai satu peristiwa besar dari tiga peristiwa lainnya dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan RI di Surabaya. Hebatnya, pertempuran sebesar itu tidak sampai merusak kondisi bangunan, sehingga keaslian hotel ini masih tetap terjaga sepanjang waktu.

Hotel ini semula bernama Oranje-Hotel atau Hotel Oranye. Didirikan pertama kali, 1910, oleh Mr Lucas Martin Sarkies (LMS), seorang bangsa Armenia dengan gaya Colonial dan Art Nouveau Style. Arsiteknya seorang Inggris bernama James Afprey. Lucas Martin Sarkies berasal dari keluarga Sarkies yang terkenal sebagai pemilik kerajaan hotel di Asia. Hotel yang dimilikinya antara lain Raffles Hotel di Singapura, yang hingga kini menjadi salah satu hotel bergengsi di negeri jiran itu, The Strant Hotel di Burma, The Eastern and Oriental Hotel di Penang (Malaysia) dan Hotel Niagara di Lawang (Malang, Jawa Timur).

Hingga kini, bentuk asli dari bangunan pertama Oranje-Hotel tersebut masih tampak pada bangunan ballroom utama yang bernama Balai Andhika. Lantai terasonya masih memakai yang asli, begitu juga ornamen interiornya. Di sisi belakang ballroom masih terdapat halaman dan taman indah peninggalan lama, yang dikelilingi deretan kamar-kamar berlantai dua. Setiap sisi deretan kamar dihubungkan oleh galeri (koridor), yang sisi luarnya dihiasi dengan motif lengkung (arch). Sehingga kalau jendela-jendela kamar dibuka, ruangan atau kamar tersebut akan terlindung dari sinar matahari langsung ataupun dari tempias air hujan.

Karena diperlukan ruang tunggu, informasi dan pelayanan, maka dibangunlah sebuah lobby (1936) dengan gaya Art Deco Style di halaman tengah, di depan ballroom. Untuk keperluan perluasan halaman antara ballroom dengan lobby, maka kedua buah menara yang berada di kiri kanan pintu masuk ballroom terpaksa dipugar.

Ketika pemerintah militer Jepang berkuasa di Surabaya (1942), nama Oranje-Hotel dirubah menjadi Yamato Hoteru atau Hotel Yamato. Fungsinya juga berubah menjadi markas militer Jepang. Setelah bertahan tiga setengah tahun, Oranje-Hotel kembali fungsinya menjadi hotel. Dan untuk beberapa waktu lamanya, setelah insiden perobekan bendera, hotel ini dikenal sebagai Liberty Hotel atau Hotel Merdeka. Selanjutnya, hotel ini kembali dikelola keluarga Sarkies, dan dirubah namanya menjadi Hotel LMS (Lucas Martin Sarkies).

Setelah itu kepemilikan hotel berganti-ganti dan nama hotel juga berubah. Dari Hotel LMS dirubah menjadi Hotel Majapahit (1969) oleh pemilik baru Mantrust Holding Co. Hotel Majapahit kemudian dibeli oleh Sekar Group (1993), perusahaan besar milik konglomerat asal Indonesia yang bergerak di bidang produksi makanan, real estate, dan perusahaan jasa lainnya. Sekitar tiga bulan kemudian dilakukan joint venture antara Sekar Group dan Mandarin Oriental, untuk mengelola dan mengembangkan hotel secara bersama di bawah payung PT Sekman Wisata. Nama hotelpun bertambah menjadi Hotel Majapahit Mandarin Oriental Surabaya.

Dua setengah tahun kemudian (1996), Hotel Majapahit mengalami restorasi besar-besaran, hingga menelan dana 35 juta dollar AS. Hasilnya, Hotel Majapahit memiliki 150 kamar tidur kelas suite, 3 fasilitas restoran bertaraf internasional, toko kue, room service 24 jam, 9 ruang pertemuan dan pesta, tempat parkir dengan fasilitas 200 mobil, kolam renang dengan fasilitas fitnes centre, sauna, whispool, steam, lapangan tenis, business centre, lobby, kios serta halaman taman yang indah pada sisi belakang hotel, yang masih dipertahankan sebagaimana bentuk aslinya.

Standar Hotel inipun terangkat menjadi Hotel Bintang Lima internasional. Pada saat sama, mendapat penghargaan sebagai pengelola yang berhasil menjaga keaslian bangunan dari Walikotamadya Surabaya.

Mungkin tak banyak yang tahu, di hotel ini pernah menginap Charlie Chaplin, Crown Prince Leopold III, Princes Astrid dan Pangeran Albert, ketiganya dari Belgia, bintang lapangan Christian Karembeau dan Adriana Sklenarikova, Annemarie Jorritsma dari Nederlan, Bill Skate dan Rarua Skate asal Papua New Guinea. Nilai kesejarahan yang tinggi dan model arsitektur yang langka, menjadikan bangunan ini masuk cagar budaya yang harus dilestarikan.


Sumber :
http://forum.viva.co.id

Pendeta Inggris Sebut Israel Pelaku Serangan 11 September 2001


Gereja Inggris kini tengah memeriksa seorang pendeta asal Surrey yang dituduh secara aktif menuduh Israel mendalangi serangan teroris pada 11 September 2001 di New York, AS.

Pendeta Stephen Sizer, yang memiliki sejarah panjang perselisihan dengan para pemimpin komunitas Yahudi terkait pandangan kerasnya terhadap Israel dan Zionisme, mengunggah sebuah artikel ke Facebook berjudul "Israel Dalangi 9/11".

Meski Stephen kemudian mencabut artikel itu, dia terus membela tindakannya itu dengan mengatakan dia hanya mendorong sebuah debat tentang sebuah tuduhan serius. Namun, dia menekankan dirinya tidak bisa tidak percaya jika Israel tidak berada di belakang tragedi tersebut.

"Saya hanya mendorong sebuah diskusi. Saya tak pernah mengatakan Israel melakukannya atau tidak melakukannya," kata Stephen kepada harian The Telegraph.

Gereja Inggris memerintahkan keuskupan Dorking yang membawahi wilayah Virginia Water yang dipimpin Stephen untuk melakukan penyelidikan terhadap masalah ini.

Sementara itu, komunitas Yahudi Inggris menilai artikel-artikel yang menyebut atau membuat komunitas Yahudi dituding bertanggung jawab atas tragedi 11 September 2001 merupakan sebuah tindakan anti-Semit yang sangat nyata.


Sumber :
http://internasional.kompas.com/read/2015/01/30/17034481/Pendeta.Inggris.Sebut.Israel.Pelaku.Serangan.11.September.2001

Wednesday, January 21, 2015

Misteri Di Balik Air Zam Zam yang Tidak Pernah Habis


Misteri air zam zam yang tidak pernah habis akan menjadi topik yang akan dibahas untuk pecinta kumpulan misteri. Air zam zam adalah sumber mata air yang paling aneh dan unik di dunia. Pasalnya sejak dulu air tersebut tidak pernah habis. Walaupun memasuki musim haji di mana jutaan orang mengambil air tersebut, sumber air tersebut tidak pernah kering sekalipun. Selain itu, air zam zam juga memiliki banyak keajaiban. Tentu kita merasa penasaran dengan hal tersebut.

Berapa banyak air yang dikuras setiap kali musim haji? Jamaah haji yang datang dari seluruh belahan dunia setiap musim haji umumnya berjumlah sekitar 2 juta jamaah. Semua jamaah mendapatkan 5 liter air zam zam saat pulang ke tempat asalnya. Jika 2 juta orang pulang dengan masing-masing 5 liter air zam zam ke negaranya, setidaknya sudah 10 juta liter air yang diambil. Ini belum termasuk kebutuhan konsumsi para jamaah haji yang berada di sana selama 25 hari di mana tiap orang menghabiskan setidaknya 1 liter air sehari. Jadi totalnya sudah mencapai 50 juta liter.

Mengapa Air Zam Zam Selalu Melimpah?
Seorang doktor asal Mesir pada tahun 1971 mengatakan pada Pers Eropa bahwa air zam zam tidak sehat untuk dikonsumsi. Dasar asumsinya adalah karena kota Mekah berada di bawah garis laut. Menurut dokter Mesir tersebut, air zam zam berasal dari air sisa atau limbah warga kota Mekah yang meresap dan mengendap yang kemudian terbawa bersama dengan air hujan setelah itu keluar di sumur zam zam.

Akhirnya, berita itu sampai ke Raja Faisal. Raja pun mengutus Menteri Pertanian dan Sumber Air agar menyelidiki masalah tersebut. Raja pun kemudian mengirim contoh air zam zam ke berbagai laboratorium di Eropa untuk diuji. Insinyur kimia bernama Tariq Hussain yang bertugas di Jedah mendapatkan mandat untuk menyelidikinya. Saat memulai tugas, Tariq belum memiliki gambaran bagaimana sumber air zam zam dapat menyimpan air yang sangat banyak seolah tidak ada batasnya. Ia ingin memecahkan misteri air zam zam yang tidak pernah habis.

Tariq sangat terkejut saat melihat bahwa ukuran sumur tersebut hanya sekitar 5 x 4 meter. Tentu sulit dibayangkan sumur yang kecil ini dapat mengeluarkan jutaan liter air setiap musim haji. Hal tersebut juga sudah berlangsung selama ribuan tahun silam sejak zaman Nabi Ibrahim AS. Berdasarkan hasil penelitian, mata air zam zam dapat memancarkan air 11 - 18 liter per detik. Jadi setiap menit dapat dihasilkan 660 liter air. Fakta ini tentu sangat mencengangkan.

Berapa Kedalaman Sumur Zam Zam?
Tariq mulai mengukur berapa kedalaman air sumur zam.zam. Beliau meminta asistennya untuk masuk ke dalam. Air sumur itu ternyata hanya mecapai bahu asistennya yang tingginya 5 ft 8 inch. Kemudian ia meminta asistennya untuk memeriksa jika mungkin ada saluran pipa atau cerukan di bawahnya. Namun setelah memeriksa semua tempat ternyata tak ada apapun.

Beliaupun berpikir apakah mungkin air sumur ini disuplai dari luar lewat saluran pompa yang berkekuatan besar. Jika kejadiannya seperti itu, ia dapat melihat naik turunnya permukaan air secara signifikan. Namun dugaan Tariq ini tidak terbukti karena tidak ditemukan adanya gerakan air mencurigakan dan tidak ada alat yang dapat menyuplai air dalam jumlah yang besar.

Kemudian, Tariq meminta asistennya masuk kembali ke dalam sumur kemudian memintanya berdiri dan diam sambil mengamati sekitarnya. Tidak lama setelah itu, asistennya mengatakan bahwa di bawah telapak kakinya pasir halus seolah menari-nari dan air tersebut keluar dari dasar sumur.

Kemudian asistennya diminta untuk mengelilingi sumur saat pemompaan air yang akan dialirkan ke tempat distribusi air. Asisten tersebut merasakan bahwa jumlah air yang keluar dari dasar sumur itu sama besar seperti sebelum dipompa. Aliran air yang muncul jumlahnya sama di tiap titik sehingga permukaan sumur tersebut relatif stabil dan tidak menimbulkan guncangan besar.

Kandungan Air Zam Zam
Setelah air zam zam diteliti di Saudi Arabia dan Eropa, menunjukkan bahwa air zam zam mengandung fluorida yang efektif untuk membunuh kuman seperti sudah mengandung obat. Perbedaan antara air zam zam daripada air sumur biasa di kota Arab dan Mekah adalah dalam hal jumlah garam magnesium dan kalsium. Air zam zam mengandung kedua mineral tersebut sedikit lebih banyak. Ini mungkin sebabnya zam zam memberikan efek yang menyegarkan untuk jamaah yang letih.

Selain itu, komposisi kandungan garam dan rasanya selalu sama sejak sumur ini terbentuk. Rasa tersebut selalu terjaga dan diakui oleh seluruh jamaah haji dan umroh yang selalu ke sana setiap tahun. Berdasarkan penelitian ilmiah di laboratorium Eropa, air zam zam memang lain. Zat yang terkandung di air tidak sama dengan sumur lainnya di sekitar Mekah. Hal mencengangkan lainnya adalah tidak ada lumut sedikitpun di sumur ini sehingga air zam zam selalu bebas dari kuman.

Pada saat sumur-sumur di Mekah kering, sumber air zam zam tetap berair. Selain itu zam zam juga diadikan sebagai obat untuk menyembuhkan penyakit. Demikian sedikit pencerahaan untuk menguak misteri air zam zam yang tidak pernah habis.


Sumber :
http://log.viva.co.id