Friday, October 31, 2014
10 fakta Halloween
Meski Halloween tidak begitu populer di Indonesia, perayaan ini cukup diminati di luar negeri, khususnya di benua Amerika dan Eropa. Perayaan ini juga dikenal dengan sebutan Allhalloween, All Hallows' Eve, atau All Saints' Eve. Halloween dirayakan setiap tahun pada tanggal 31 Oktober. Berikut adalah sepuluh fakta menarik tentang Halloween yang patut untuk diketahui.
1. Halloween adalah hari libur komersial terlaris kedua setelah Hari Natal.
2. Rasa takut yang intens dan terus-menerus pada Halloween disebut Samhnainophobia.
3. Burung hantu adalah salah satu bagian dari Halloween. Pada abad pertengahan di Eropa, burung hantu dianggap sebagai penyihir, dan mendengar suara burung hantu berarti seseorang akan mati.
4. Menurut cerita rakyat Irlandia, Jack O'Lanterns adalah sebutan untuk seorang pria pelit bernama Jack. Dia beberapa kali ditipu oleh setan sehingga dilarang masuk ke surga atau pun neraka. Dia kemudian dikutuk untuk mengembara di bumi, melambaikan lenteranya untuk mengarahkan manusia untuk menjauhi jalan mereka.
5. Kata witch berasal dari istilah Inggris kuno wicce, yang berarti wanita bijaksana. Pada kenyataannya, wiccan adalah sosok yang sangat dihormati pada waktu itu.
6. Hitam dan oranye sering dikaitkan dengan Halloween. Orange adalah simbol kekuatan dan daya tahan, bersama dengan cokelat dan emas. Sementara itu, hitam dianggap sebagai simbol kematian dan kegelapan, serta bertindak sebagai pengingat bahwa Halloween adalah festival yang menandai batas-batas antara hidup dan kematian.
7. Halloween dipengaruhi oleh festival Romawi kuno, Pomona, yang memperingati dewi panen dengan nama yang sama. Pada kenyataannya, di masa lalu, Halloween juga disebut sebagai San-Apple Night dan Nutcrack Night.
8. Menurut tradisi, jika seseorang memakai pakaian terbalik dan kemudian berjalan mundur pada malam Halloween, dia akan melihat penyihir di tengah malam.
9. Parade Village Halloween di New York City adalah parade Halloween terbesar di Amerika Serikat. Parade tersebut diikuti oleh 50.000 peserta dan menarik lebih dari 2 juta pengunjung.
10. Di banyak negara, seperti Prancis dan Australia, Halloween hanya dipandang sebagai pengaruh Amerika yang tak diinginkan dan terlalu bersifat komersial.
Sumber :
http://www.merdeka.com
12 Lingkaran Misterius di Yordania
Lingkaran misterius tersebar di Yordania, sekitar 12 struktur lingkaran masih bingungkan peneliti. Lingkaran-lingkaran raksasa tersebut hanya bisa dilihat dari satelit dan foto udara, karena dari tanah hanya berupa gundukan-gundukan batu.
Keduabelas lingkaran besar ini, mempunyai diameter yang berbeda satu dengan yang lainnya, berkisar antara 220 meter hingga 455 meter. Lingkaran ini pertama kali ditemukan tahun 1920, dan tersebar antara Yordania hingga Suriah, berdasarkan penemuan terbaru.
Dari duabelas lingkaran tersebut, delapan di antara terbentang antara Wadi el_Hasa dan tepi lereng Shara, dan dua lagi berada di Azraq, sedangkan yang lebih baru terdeteksi pada citra satelit tahun 2002 di dekat Homs, Suriah.
Pemimpin peneliti Profesor David Kennedy dari University of Western Australia, masih bingung untuk apa lingkaran tersebut dibuatn dan bagaimana mereka membuat lingkaran yang besar tersebut, walaupun sebagian besar lingkaran tidak geometris membentuk bulat.
Struktur batunya pun sangat sederhana, dan dbuat melalui tumpukan batu yang disimpan bergitu saja. Dan untuk tahun pembuatannya, ada peneliti yang memperkirakan berasal dari era Chalcolitic, zaman perunggu awal antara tahun 2.000-4.500 Sebelum Masehi (SM). Dan sejumlah lingaran dibuat pada tahun 1 hingga 7 SM.
Namun karena perluasan kota, sebagian formasi lingkaran tersebut telah rusak, namun lainnya masih utuh dan terawat. Rendahnya curah hujan, juga mengawetkan formasi lingkaran tersebut.
Arkeolog akan perlu untuk menggali situs, untuk mempelajari lebih lanjut tentang konstruksi dan tujuan lingkaran ini dibuat, jelas Profesor Kennedy. Dan timnya akan terus menjelajahi citra satelit untuk penemuan lebih lanjut.
Sumber :
Daily Mail
http://exspresiku.blogspot.com
Sinkhole Siberia, Jawaban Atas Teka-teki Segitiga Bermuda?
Siapa yang tidak tahu Segitiga Bermuda? Kawasan misterius ini dikatakan telah menelan korban sejumlah pesawat dan kapal. Jika selama ini Anda masih mencari-cari penjelasannya, mungkin sinkhole Siberia adalah jawaban atas teka-teki segitiga bermuda.
Sinkhole sendiri merupakan lubang runtuhan yang terbentuk karena batuan dasar penopang tanah dilarutkan oleh air. Ukuran sinkhole dapat mencapai belasan meter dan dalamnya bahkan bisa puluhan meter. Kejadian munculnya sinkhole biasanya juga cukup mendadak.
Saat ini sejumlah orang mulai mengatakan bahwa sinkhole Siberia yang muncul di awal tahun ini merupakan dalang dibalik misteri segitiga bermuda. Tiga lubang rakssasa di Taymyr dan Yamal ini dipercayai terbentuk akibat ledakan gas di bawah tanah.
Orang-orang setempat memanggil sinkhole Siberia, jawaban atas teka-teki segitiga bermuda, dengan sebutan ‘akhir dunia’. Akan tetapi ada juga yang menganggap sinkhole tersebut sebagai tipuan yang dibuat manusia. Pendapat lain malah mengatakan lubang tersebut merupakan tanda serangan alien.
Meski masih terdapat polemik, para peneliti dari Institut Gas Geologi-Minyak Tanah dan Geofisika Trofimuk, mengatakan bahwa sinkhole ini disebabkan oleh letusan gas bawah tanah yang besar. Fakta inilah yang membuat mereka yakin sinkhole tersebut berkaitan dengan segitiga bermuda.
Luapan hidrat metana dari sinkhole dianggap para peneliti sebagai penyebab kecelakaan pesawat dan kapal di segitiga bermuda. Gas metana yang berbentuk es dalam tanah dikatakan akan menguap menjadi gas dan memicu reaksi sekuat letusan nuklir.
Saat gas yang menguap sudah banyak, laut akan memanas dan membuat kapal tersedot ke dalam. Udara yang sangat jenuh dengan kadar metana juga menyebabkan atmosfer kacau sehingga berujung pada kecelakaan pesawat terbang.
Meski Sinkhole Siberia telah dianggap sebagai jawaban atas teka-teki segitiga bermuda, para peneliti masih terus menguji hipotesis tersebut secara ilmiah. Teori bahwa luapan metana merupakan jawaban atas misteri segitiga bermuda pun dianggap cukup masuk akal oleh para ilmuan (News).
Sumber :
http://intisari-online.com
Wednesday, October 29, 2014
Rahasia Tembok Raksasa Cina
Tembok Raksasa Cina sudah ada sejak ratusan tahun. Panjangnya mencapai 8.851 km. Telah menarik perhatian peneliti mengapa tembok ini begitu kuat hingga sekarang.
Menurut ilmuwan China, Dr. Zhang Bingjian, pakar kimia dari Universitas Zhejiang, menyimpulkan rahasianya terletak pada ketan yang digunakan sebagai perekat campuran semen. Para pekerja membangun Tembok Besar pada jaman Dinasti Ming, sekitar 600 tahun silam dengan mencampurkan tepung ketan dengan kapur, sebagai bahan standar campuran perekat.
"Campuran perekat semen kuno tersebut, terdiri dari semacam campuran khusus organik dan anorganik. Komponen organik, amilopektin, berasal dari bubur ketan yang ditambahkan ke dalam campuran semen," ujar Dr. Zhang.
Komponen anorganiknya adalah kalsium karbonat dan komponen organiknya adalah amilopektin yang berasal dari ketan. Amilopektin membantu menciptakan mikrostruktur padat, menjadikan Tembok Besar lebih stabil serta memiliki kekuatan mekanis yang lebih besar.
Dr. Zhang mengatakan, penggunaan ketan, bahan makanan pokok Asia Timur, merupakan salah satu inovasi tekhnis terbesar pada saat itu, yang membantu berbagai pusara, pagoda dan tembok pada jaman Dinasti Ming dari hantaman cuaca, gempa bumi serta bencana alam lainnya.
Friday, October 17, 2014
Misteri Kisah 3 Kursi Presiden dan Wakil Presiden
Selama 33 tahun, sejak 1966 hingga tahun 1999, MPR hanya memiliki tiga kursi jati khusus untuk kursi presiden dan wakil presiden. Kenapa kursi untuk presiden dan wakil presiden hanya ada tiga? Karena sejak Soeharto dilantik pada tahun 1967, presiden tidak pernah ganti, yang ganti hanya wapresnya.
Karena itu, pada setiap pelantikan-pelantikan presiden dan wakil presiden, pihak Setjen MPR hanya menyediakan tiga kursi. Satu kursi untuk presiden, dan dua kursi lainnya untuk wakil presiden yang baru dilantik dan yang baru saja mengakhiri masa jabatannya.
Dua kursi tambahan itu baru digunakan saat pelantikan Presiden dan Wakil Presiden periode 1978-1983, yakni Soeharto dan Adam Malik. Pelantikan itu dihadiri Wakil Presiden periode 1977-1978 yakni Sultan Hamengku Buwono IX.
Pihak Setjen MPR membeli kursi keempat setelah Abdurrahman Wahid dan Megawati Soekarnoputri terpilih sebagai presiden dan wakil presiden, tahun 1999.
Jadi, kursi yang akan diduduki adalah kursi yang juga diduduki oleh presiden-presiden terdahulu ketika menghadiri sidang di MPR/DPR.
Harga tiga kursi kepresidenan yang dibeli tahun 1966 tersebut bisa mencapai Rp 1 miliar per buah.
Ketika dibeli tahun 1966, harga ketiga kursi tersebut tergolong murah. Tapi, kalau sekarang bisa Rp 1 miliar. Sebab, kursi-kursi itu bersejarah. Tentu, banyak kolektor barang antik yang tertarik kalau barang bersejarah itu dilelang.
Fenomena Jokowi
Fenomena Jokowi memperlihatkan bahwa Jokowi memang dicintai rakyat. Ada dua alasan bisa menjelaskan Jokowi bisa dicintai sedemikian rupa.
Pertama, masyarakat berpikir bahwa Jokowi itu seperti rakyat pada umumnya. Bukan seperti dari pejabat atau elite. Tidak ada jarak.
Kedua, rakyat rindu dengan sosok pemimpin yang ditemukan dalam diri Jokowi. Sederhana, bahasanya sederhana juga. Kerinduan itu yang membuat orang jadi 'gila' begitu. Ya salaman, ya menunggu berjam-jam.
Lantas, adakah korelasi antara sosok Jokowi dan harapan rakyat akan sejahtera bila dia terpilih menjadi presiden?
Kesederhanaan penampilan Jokowi, berkorelasi positif dengan komitmen Jokowi untuk membuat rakyat sejahtera.
Jokowi tidak mengutamakan dirinya sendiri. Cita-cita Jokowi melampaui dirinya sendiri. Lihat saja apa yang sudah dilakukan di Solo dan Jakarta, KJS, KJP, penyediaan rumah untuk rakyat. Jokowi mengerti apa yang dimaui rakyat.
Sumber :
http://nasional.kompas.com/read/2014/07/01/0851287/Mengapa.Orang.Menggilai.Jokowi.?utm_source=news&utm_medium=bp&utm_campaign=related&
Asal - Usul Nama Pulau Jawa
Berikut ini adalah beberapa keterangan yang terkait dengan asal usul nama bagi Pulau Jawa :
1. Claudius Ptolomeus dari Alexandria menulis cerita tentang pulau Jawa yang disebut Jabadiur. Ahli bumi bangsa Yunani itu menulis bahwa pulau itu sangat kaya, subur dan banyak mengandung emas. Orang-orang Hindu dikatakan sudah menguasai pulau yang juga disebut Jawa Dwipa itu—selain Sumatera—dan bahkan sudah memerintah disana. Selain itu dikatakan bahwa di barat pulau itu terdapat Argyre atau kota perak. Cerita ini dibuat Claudius Ptolomeus pada abad ke-2 M.
2. Fa Hien, seorang pengembara Cina yang pernah terdampar di Nusantara selama lima bulan (antara Desember 412-Mei 413) karena terserang badai mengatakan bahwa ia sempat tinggal disebuah pulau yang penduduknya belum mengenal Budha. Fa Hien menyebut pulau itu Ye-P’o-ti. Di duga Ye-P’o-ti adalah dialek Cina untuk Jawa Dwipa.
3. Gunawarman, yang sempat mengunjungi Nusantara pada tahun 420 M menyebut Cho-p’o untuk pulau yang disinggahinya. Walau ditafsir sebagai Jawa tapi sebagian kalangan juga menganggap Cho-p’o adalah sebutan bagi Jawa sekaligus Sumatera.
4. Tahun 123 M, sebuah berita Cina menyebutkan bahwa ada utusan Ye-tiao ke Cina. tidak ada keterangan lebih mengenai hal tersebut. Tetapi Ye-tiao disini ditafsir juga sebagai Jawa.
5. Tahun 1343, Ibn Batuttah sang pengelana Arab menyebut Djawah untuk Sumatera dan Moel atau Moela Djawah untuk Jawa. Giava, digunakan Marco Polo, pedagang Venisia yang sempat mendatangi India dan Nusantara untuk menyebut Jawa. Tetapi Jawa di sini dibagi menjadi dua, Jawa Kecil untuk menyebut Sumatera dan Jawa Besar untuk menyebut Jawa. Iauva, kata yang tercantum pada peta yang dibuat bangsa Belanda segera setelah kedatangannya di awal abad 16.
6. Jaoa, istilah yang diberikan oleh penulis Portugis awal untuk menyebut suku bangsa yang berasal atau menetap di Jawa ataupun keturunan mereka yang menetap di pelabuhan-pelabuhan lain di sepanjang kawasan ini.
Arjabhata yang lahir pada tahun 476 M menyebut Jawa Koti dalam bukunya, Ilmu Perbintangan. Buku tersebut berisi cerita perjalanan yang dilakukan pada tahun 234 H dan terbit pada tahun 815 M. Dalam buku itu diceritakan adanya Kerajan Hindu di Pulau Zabedj atau Jawa.
Pada kitaran abad 12, Jawa disebut Jawa Dwipa atau Jambu Dwipa oleh orang-orang Hindu-India. Waktu itu nama-nama daerah memang disebut dengan nama tanaman atau buah-buahan yang banyak hidup di wilayah tersebut. Jawa sendiri berasal dari nama sejenis padi-padian, Jawawut – makanan penduduk Jawa waktu itu. Yawadvipa juga disebut dalam epik Ramayana ketika Sugriwa, panglima bangsa wanara atau kera, bermaksud mengirim utusan untuk mencari Shinta ke pulau itu.
Adapun bangsa Arab menyebut Jawa sebagai Jaza’ir al-Jawi atau kepulauan Jawa. Hingga hari ini jemaah haji asal Indonesia sering disebut “orang Jawa” meskipun mereka berasal dari luar Jawa. Dalam bahasa Arab juga dikenal sebutan Samathrah untuk Sumatera, Sholibis untuk Sulawesi dan Sundah untuk menyebut Sunda, dan seluruhnya dikenal dengan istilah kulluh Jawi atau ‘semuanya Jawa’.
Quote:
Nama Jawa, Jawan, Yawan, Yahwa, Java, Javana, Yavana, dan seterusnya dapat diartikan sebagai putih atau terkait dengan ras-ras berkulit putih. Istilah ini berhubungan dengan Ionian di Yunani yang diduga berasal dari Timur Jauh. Kata tersebut berasosiasi dengan sveta-dvipa atau saka-dvipa atau java-dvipa yang berarti “pulau putih”, dan diartikan pula sebagai “kampung halaman”.
Jika mengikuti akar kata proto-austronesia kata Jawa memang berarti rumah. Yava dalam Sanskerta berarti tanaman jelai; sementara dalam kesusasteraan India pustaka Tamil disebut dengan nama Yavaka Dvipa. Adapun arti dari Javana adalah arif, bijaksana. Dari berbagai sumber disebutkan jika Jawa berasal dari kata Jaú atau jauh; dawa yang bermakna panjang karena sebelum terpecah seperti sekarang, Jawa adalah pulang panjang yang membentang mulai dari Sumatera hingga setidaknya Bali; kata jawa juga berasal dari kata jawi yang berarti sapi atau banteng betina.
Dari banyak asal usul nama Pulau Jawa tsb. maka yang paling benar kiranya adalah seperti dalam kesusastraan2 pustaka Tamil dan bahasa sansekerta yang menyebut Pulau Jawa dengan Yavaka Dvipa atau Jawa Dwipa yang berarti Pulau Jelai atau Pulau Padi karena sejak dahulu kala, Pulau Jawa sudah terkenal akan budidaya tanaman padinya yang berwarna berkilauan seperti warna emas ketika terkena sinar matahari, sehingga sesuai seperti apa yang dikatakan oleh Claudius Ptolemaus yang juga menyebut Pulau Jawa sebagai pulau yang banyak mengandung emas.
Sumber :
http://forum.viva.co.id
Subscribe to:
Comments (Atom)






