Saturday, August 6, 2011

TEORI PROSES PEMBENTUKAN BUMI

Bumi adalah planet tempat tinggal seluruh makhluk hidup beserta isinya. Sebagai tempat tinggal makhluk hidup, bumi tersusun atas beberapa lapisan bumi, bahan-bahan material pembentuk bumi, dan seluruh kekayaan alam yang terkandung di dalamnya. Bentuk permukaan bumi berbeda-beda, mulaidari daratan, lautan, pegunungan, perbukitan, danau, lembah, dan sebagainya. Bumi sebagai salah satu planet yang termasuk dalam sistem tata surya di alam semesta ini tidak diam seperti apa yang kita perkirakan selama ini, melainkan bumi melakukan perputaran pada porosnya (rotasi) dan bergerak mengelilingi matahari (revolusi) sebagai pusat sistem tata surya. Hal inilah yang menyebabkan terjadinya siang malam dan pasang surut air laut. Oleh karena itu, proses terbentuknya bumi tidak terlepas dari proses terbentuknya tata surya kita.

Setelah memahaminya, inilah teori proses pembentukan bumi dari beberapa teori:

1.Theory Big bang

Teori ini adalh yang paling terkenal gan.

Berdasarkan Theory Big Bang, proses terbentuknya bumi berawal dari puluhan milyar tahun yang lalu. Pada awalnya terdapat gumpalan kabut raksasa yang berputar pada porosnya. Putaran yang dilakukannya tersebut memungkinkan bagian-bagian kecil dan ringan terlempar ke luar dan bagian besar berkumpul di pusat, membentuk cakram raksasa. Suatu saat, gumpalan kabut raksasa itu meledak dengan dahsyat di luar angkasa yang kemudian membentuk galaksi dan nebula-nebula. Selama jangka waktu lebih kurang 4,6 milyar tahun, nebula-nebula tersebut membeku dan membentuk suatu galaksi yang disebut dengan nama Galaksi Bima Sakti, kemudian membentuk sistem tata surya. Sementara itu, bagian ringan yang terlempar ke luar tadi mengalami kondensasi sehingga membentuk gumpalan-gumpalan yang mendingin dan memadat. Kemudian, gumpalan-gumpalan itu membentuk planet-planet, termasuk planet bumi.

Dalam perkembangannya, planet bumi terus mengalami proses secara bertahap hingga terbentuk seperti sekarang ini. Ada tiga tahap dalam proses pembentukan bumi, yaitu:

1. Awalnya, bumi masih merupakan planet homogen dan belum mengalami perlapisan atau perbedaan unsur.

2. Pembentukan perlapisan struktur bumi yang diawali dengan terjadinya diferensiasi. Material besi yang berat jenisnya lebih besar akan tenggelam, sedangkan yang berat jenisnya lebih ringan akan bergerak ke permukaan.

3. Bumi terbagi menjadi lima lapisan, yaitu inti dalam, inti luar, mantel dalam, mantel luar, dan kerak bumi.

Perubahan di bumi disebabkan oleh perubahan iklim dan cuaca.

2. Teori Kabut Kant-Laplace

Sejak jaman sebelum Masehi, para ahli telah banyak berfikir dan melakukan analisis terhadap gejala-gejala alam. Mulai abad ke 18 para ahli telah memikirkan proses terjadinya Bumi.

Ingatkah kamu tentang teori kabut (nebula) yang dikemukakan oleh Immanuel Kant (1755) dan Piere de Laplace (1796)? Mereka terkenal dengan Teori Kabut Kant-Laplace. Dalam teori ini dikemukakan bahwa di jagat raya terdapat gas yang kemudian berkumpul menjadi kabut (nebula). Gaya tarik-menarik antar gas ini membentuk kumpulan kabut yang sangat besar dan berputar semakin cepat. Dalam proses perputaran yang sangat cepat ini, materi kabut bagian khatulistiwa terlempar memisah dan memadat (karena pendinginan). Bagian yang terlempar inilah yang kemudian menjadi planet-planet dalam tata surya.

3. Teori Planetesimal

Seabad sesudah teori kabut tersebut, muncul teori Planetesimal yang dikemukakan oleh Chamberlin dan Moulton. Teori ini mengungkapkan bahwa pada mulanya telah terdapat matahari asal. Pada suatu ketika, matahari asal ini didekati oleh sebuah bintang besar, yang menyebabkan terjadinya penarikan pada bagian matahari. Akibat tenaga penarikan matahari asal tadi, terjadilah ledakan-ledakan yang hebat. Gas yang meledak ini keluar dari atmosfer matahari, kemudian mengembun dan membeku sebagai benda-benda yang padat, dan disebut planetesimal. Planetesimal ini dalam perkembangannya menjadi planet-planet, dan salah satunya adalah planet Bumi kita.

Pada dasarnya, proses-proses teoritis terjadinya planet-planet dan bumi, dimulai daribenda berbentuk gas yang bersuhu sangat panas. Kemudian karena proses waktu dan perputaran (pusingan) cepat, maka terjadi pendinginan yang menyebabkan pemadatan (pada bagian luar). Adapaun tubuh Bumi bagian dalam masih bersuhu tinggi.

4. Teori Pasang Surut Gas

Teori ini dikemukakan leh jeans dan Jeffreys, yakni bahwa sebuah bintang besar mendekati matahari dalam jarak pendek, sehingga menyebabkan terjadinya pasang surut pada tubuh matahari, saat matahari itu masih berada dalam keadaan gas. Terjadinya pasang surut air laut yang kita kenal di Bumi, ukuranya sangat kecil. Penyebabnya adalah kecilnya massa bulan dan jauhnya jarak bulan ke Bumi (60 kaliradius orbit Bumi). Tetapi, jika sebuah bintang yang bermassa hampir sama besar dengan matahari mendekati matahari, maka akan terbentuk semacam gunung-gunung gelombang raksasa pada tubuh matahari, yang disebabkan oleh gaya tarik bintang tadi. Gunung-guung tersebut akan mencapai tinggi yang luar biasa dan membentuk semacam lidah pijar yang besar sekali, menjulur dari massa matahari tadi dan merentang kea rah bintang besar itu.

Dalam lidah yang panas ini terjadi perapatan gas-gas dan akhirnya kolom-kolom ini akan pecah, lalu berpisah menjadi benda-benda tersendiri, yaitu planet-planet. Bintang besar yang menyebabkan penarikan pada bagian-bagian tubuh matahari tadi, melanjutkan perjalanan di jagat raya, sehingga lambat laun akan hilang pengaruhnya terhadap-planet yang berbentuk tadi. Planet-planet itu akan berputar mengelilingi matahari dan mengalami proses pendinginan. Proses pendinginan ini berjalan dengan lambat pada planet-planet besar, seperti Yupiter dan Saturnus, sedangkan pada planet-planet kecil seperti Bumi kita, pendinginan berjalan relatif lebih cepat.

Sementara pendinginan berlangsung, planet-planet itu masih mengelilingi matahari pada orbit berbentuk elips, sehingga besar kemungkinan pada suatu ketika meraka akan mendekati matahari dalam jarak yang pendek. Akibat kekuatan penarikan matahari, maka akan terjadi pasang surut pada tubuh-tubuh planet yang baru lahir itu. Matahari akan menarik kolom-kolom materi dari planet-planet, sehingga lahirlah bulan-bulan (satelit-satelit) yang berputar mengelilingi planet-planet. peranan yang dipegang matahari dalam membentuk bulan-bulan ini pada prinsipnya sama dengan peranan bintang besar dalam membentuk planet-planet, seperti telah dibicarakan di atas.

5. Teori Bintang Kembar

Teori ini dikemukakan oleh seorang ahli Astronomi R.A Lyttleton. Menurut teori ini, galaksi berasal dari kombinasi bintang kembar. Salah satu bintang meledak sehingga banyak material yang terlempar. Karena bintang yang tidak meledak mempunyai gaya gravitasi yang masih kuat, maka sebaran pecahan ledakan bintang tersebut mengelilingi bintang yang tidak meledak. Bintang yang tidak meledak itu adalah matahari, sedangkan pecahan bintang yang lain adalah planet-planet yang mengelilinginya

Kesimpulan Teori Proses Pembentukan Bumi

Ada dua kesimpulan yang dapat diambil dari penjelasan mengenai proses terbentuknya bumi, yaitu:

1. Bumi berasal dari suatu gumpalan kabut raksasa yang meledak dahsyat, kemudian membentuk galaksi dan nebula. Setelah itu, nebula membeku membentuk galaksi Bima Sakti, lalu sistem tata surya.Bumi terbentuk dari bagian kecil ringan yang terlempar ke luar saat gumpalan kabut raksasa meledak yang mendingin dan memadat sehingga terbentuklah bumi.

2. Tiga tahap proses pembentukan bumi, yaitu mulai dari awal bumi terbentuk, diferensiasi sampai bumi mulai terbagi ke dalam beberapa zona atau lapisan, yaitu inti dalam, inti luar, mantel dalam, mantel luar, dan kerak bumi.

MISTERI SEKRUP DIDALAM BATU DARI JUTAAN TAHUN YANG LALU



batu sekrup
Foto batu aneh yang ditemukan di pinggiran Kota Moskow dari surat kabar Rusia, tampak beberapa baut dalam lingkaran. (INTERNET)
Sebuah Oopart (Out Of Place ARTifact / Artifak yang tidak pada tempatnya) adalah suatu istilah yang diberikan pada lusinan benda prasejarah yang ditemukan pada berbagai tempat di seluruh dunia dengantingkat teknologi yang sepenuhnya berbeda dengan penentuan usianya bila didasarkan secara fisik, kimia dan atau dengan petunjuk geologisnya. Artifak yang tidak pada tempatnya itu seringkali membuat frustasi para ilmuwan konvensional, namun merupakan hal yang menggembirakan bagi para penyelidik petualang dan individu yang tertarik pada teori-teori alternatif.

Beberapa tahun lalu, sebuah batu aneh ditemukan di daerah pinggiran Kota Moskow. Batu itu telah diuji oleh para penyelidik dari berbagai disiplin ilmu, dan memperlihatkan karakteristik yang tidak biasa, batu itu kelihatannya cukup menentang klasifikasi moderen. Bahkan mungkin bertentangan dengan pemahaman kita sekarang ini terhadap masa lampau.

Sementara itu para penyelidik menemukan spesimen itu berusia beberapa juta tahun sebelum munculnya manusia, ia tampak menahan dua benda seperti sekrup. Dengan rasa ingin tahu, beberapa peneliti setuju bahwa karakteristik yang terdapat pada benda-benda ini tidak tampak secara alami tetapi menunjukkan ciri-ciri materi yang pernah dipabrikasi.

Pada 13 Agustus 2003 surat kabar Rusia, Life, menerbitkan sebuah artikel tentang spesimen tersebut.

Pemberitaan tersebut mengatakan bahwa batu itu telah ditetapkan usianya beberapa juta tahun ia berisikan apa yang oleh beberapa peneliti diyakini hanya dapat diproduksi oleh teknologi maju.

Pemberitaan itu menguraikan obyek-obyek itu, menyerupai sebuah mur dan baut, ditemukan tertancap pada batu itu. Seolah-olah spesimen yang luar biasa ini tidak begitu aneh, bukti selanjutnya menemukan bahwa batu itu mungkin sama sekali bukan berasal dari bumi, tetapi suatu produk dari luar angkasa.

sumber:http://erabaru.net/iptek/55-iptek/8412-teka-teki-batu-rusia

REDENOMINASI 2013, UANG SATU JUTA JADI SERIBU RUPIAH

Sebuah kabar mengjutkan dari Gubernur BI, Ia berencana untuk redenominasi mata uang indonesia sehingga “satu juta jadi seribu rupiah”. Targetnya, sepuluh tahun ke depan redenominasi Rupiah sudah bisa tuntas. Untuk itu, BI telah menyiapkan tahap-tahapan redenominasi Rupiah.

Kepada wartawan di Jakarta, Selasa 3 Agustus, Darmin menjelaskan bahwa rencana penyederhanaan mata uang rupiah alias redenominasi tersebut dilakukan karena pecahan mata uang Rupiah sudah sangat besar. Menurut Darmin, saat ini mata uang Rupiah menjadi pecahan terbesar ketiga di dunia (100.000) setelah mata uang Dong Vietnam (500.000) dan Dolar Zimbabwe (10 juta).

“Selama ini kan tidak efisien. Untuk melakukan pembayaran dalam jumlah besar, harus membawa uang dalam tas. Ini kita sederhanakan nilai uangnya menjadi lebih kecil tanpa mengurangi nilai mata uang itu sendiri,” jelas Darmin.

Darmin menegaskan, redenominasi Rupiah kali ini sama sekali beda dengan apa yang dilakukan di era Presiden Soekarno. Menurutnya, redenominasi bukanlah pemotongan nilai uang yang diikuti penurunan nilai barang (sanering) seperti pernah dilakukan pemerintah pada tahun 1960-an. Sebaliknya, redenominasi adalah penyederhanaan mata uang menjadi lebih kecil tanpa mengubah nilainya.

Artinya, pecahan mata uang disederhanakan tanpa mengurangi nilai dari uang tersebut. Misalnya Rp 1.000 menjadi Rp 1 atau Rp 1 juta menjadi Rp 1.000. Bila sebelumnya membeli minuman seharga Rp 1.000, maka nantinya tetap membeli minuman Rp 1.000 dengan pecahan uang Rp 1.

“Jadi, ini bukan sanering, bukan pemotongan. Sanering dilakukan bila suatu negara dalam situasi merugi dan inflasi tinggi. Artinya karena inflasi tinggi, daya beli mata uangnya merosot makanya perlu dilakukan pemotongan. Tapi sekarang kita kan sebaliknya. Makanya, redenominasi karena hanya bisa dilakukan kalau perekonomian sedang stabil. Kita sekarang sedang stabil,” kata Darmin panjang lebar.

Deputi Gubernur BI Budi Rochadi menambahkan, redenominasi sudah pernah dilakukan Indonesia pada tahun 1966. Namun karena saat itu inflasi di Indonesia sedang tinggi, maka redenominasi yang diberlakukan pemerintah justru gagal mengamankan perekonomian.

Menurut Budi, saat itu uang Rp 1.000 menjadi Rp 1. Karena gagal, tahun itu juga BI sekaligus melakukan sanering, yakni melakukan pemotongan uang di mana yang dipotong hanya nilai uangnya saja.

“Jadi kita sudah pernah redenominasi sekali dan sanering sekali. Waktu itu karena inflasi, redenominasi gagal. Sekarang kita usulkan lagi wacana redenominasi karena inflasi kita sudah terkendali,” kata Budi.

Untuk mendukung langkah redenominasi mata uang Rupiah, BI pun telah menyiapkan tahapan-tahapan redenominasi. Tahun 2011 hingga tahun 2012, akan dijadikan masa sosialisasi kepada masyarakat tentang redenominasi. Di tahun 2013 hingga tahun 2015, menjadi masa transisi. Selama masa ini, nantinya harga barang akan ditulis dalam dua harga yakni terdiri atas Rupiah lama dan Rupiah baru.

Misalnya, barang seharga Rp10.000 akan ditulis dalam dua harga yaitu Rp10.000 dan Rp10 (baru). Selanjutnya, masyarakat akan mengenal yang namanya Rupiah lama dan Rupiah baru. Selama masa transisi ini pula, semua pembayaran termasuk pengembalian akan menggunakan keduanya. Sementara itu, BI perlahan-lahan akan mengganti uang Rupiah lama dengan uang Rupiah baru.

Pada tahun 2016 hingga 2018, BI menargetkan uang kertas yang beredar saat ini atau Rupiah lama, akan benar-benar habis di masyarakat. BI pun akan melakukan penarikan uang Rupiah lama dan menggantinya dengan uang Rupiah baru.

Tahun 2019 hingga tahun 2020, BI menargetkan seluruh uang Rupiah lama sudah tergantikan dengan uang Rupiah baru. Masyarakat Indonesia akan menggunakan uang Rupiah yang ada saat ini namun dengan nilai yang lebih kecil. Untuk mata uang kecil ini nantinya akan berlaku kembali uang koin dan nilai pecahan sen.

Redam Pasar

Isu redenominasi yang dilontarkan bank sentral tersebut langsung memicu gejolak pasar. Sebagai gambaran, kemarin Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) membukukan penurunan tajam di bawah level 3.000, kemarin. Indeks bursa lokal tersebut ditutup melemah 85,32 poin atau 2,79 persen ke posisi 2.973,66. Penurunan IHSG ini tercatat sebagai penurunan terbesar di Asia.

Saham yang mengalami penurunan besar di antaranya PT Astra International Tbk (ASII) yang turun Rp 2.450 ke Rp 47.500 dan PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) turun Rp 600 ke Rp 15.900. Begitu pula saham di sektor konsumsi yang membukukan penurunan terbesar sebanyak 35,53 poin. Saham PT Gudang Garam Tbk (GRGM) juga turun Rp 850 ke Rp 35.450 dan PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) turun Rp 650 ke Rp 16.100.

Kemarin, nilai transaksi di Bursa Indonesia tercatat Rp 4,92 triliun dengan volume sebanyak 4,69 miliar lembar saham. Sebanyak 196 saham melemah, 43 saham menguat, dan 52 saham tidak berubah harga.

Sentimen negatif dari pasar saham dan wacana redenominasi membuat rupiah juga tertekan. Kemarin, rupiah melemah tipis ke level Rp 8.941 per USD, turun dibanding angka pada perdagangan sebelumnya Rp 8.938 per USD.

Atas gejolak tersebut, mantan Gubernur BI yang kini “naik pangkat” menjadi Wakil Presiden, Boediono, langsung turun tangan menenangkan pasar. Ia menegaskan bahwa redenominasi Rupiah masih berupa studi. Untuk itu, Boediono meminta semua pihak menjaga ketenangan dan tidak terpengaruh dengan hasil studi yang belum menjadi sebuah kebijakan.

Hal itu disampaikan Wapres Boediono usai rapat mendadak bersama Menkeu Agus Martowardojo dan Gubernur terpilih BI Darmin Nasution. “Sekarang yang penting jaga suasana kestabilan dan ketenangan, tidak usah terpengaruh oleh hasil studi,” kata Wapres yang saat konferensi pers tidak didampingi Darmin.

Boediono mengatakan, studi mengenai redenominasi sudah lama dilakukan bank sentral. Studi mengenai hal ini dilakukan bersamaan dengan kajian sistem keuangan secara jangka panjang.

Dia mengatakan, redenominasi bukan dilakukan karena perekonomian yang memburuk. Sebaliknya, redenominasi malah dilakukan saat ekonomi membaik. “Redenominasi dilaksanakan justru saat ekonomi bagus di mana bisa dilakukan perubahan,” kata Boediono.

Ia mengakui, salah satu yang harus diperhatikan dalam redenominasi adalah inflasi. “Kita tidak ingin ada dampak berat pada inflasi. Kalaupun di masa depan ada redenominasi, nanti kapan saya tidak tahu, yang jelas kalau ada policy seperti itu, jangan sampai ada dampak negatif memberatkan,” kata Boediono.

Pengalaman dari negara lain juga akan masuk dalam pertimbangan studi. Selain itu, kata Boediono, pemerintah tetap berkomitmen menjaga inflasi dengan memperlancar arus barang. (jpnn)

MISTERI SUNGAI RAKSASA DI DASAR LAUT HITAM

Setelah beberapa bulan yang lalu dihebohkan tentang sungai dibawah lautdi daerah meksiko, kini ada lagi penemuan yang tidak kalah heboh yaitu sungai raksasa di dasar laut hitam. Misteri ini merupakan suatu keindahan alam yang sangat langka terjadi.

Berikut adalah berita lengkap tentang sungai bawah laut di laut hitam:

Sebuah Sungai Raksasa ditemukan di dasar laut Hitam, dan Sungai ini layak dinobatkan sebagai Sungai terbesar Keenam di Dunia.

Sungai raksasa yang luar biasa ini ditemukan di dasar laut hitam, sebuah laut dalam antara Eropa tenggara dan Aisa kecil.

Para ilmuwan dari Leeds University sampai mengerahkan kapal selam robot untuk meneliti dan memindai dasar laut di dekat Turki itu.

Yang menakjubkan, Sungai di bawah laut itu memiliki saluran, anak sungai, dataran banjir, aliran deras dan bahkan air terjun.

Sungai raksasa ini mempunyai kedalaman 115 kaki dan lebarnya lebih dari setengah mil. Bahkan jika didaratan para ilmuwan memperkirakan sungai ini adalah keenam terbesar di dunia dalam hal jumlah air yang mengalir.

Aliran air, yang membawa air asin dan sedimen, 350 kali lebih besar dibandingkan dengan Sungai Thames di Inggris.

Sungai Raksasa Di Dasar Laut Hitam

Sungai ini adalah satu-satunya sungai bawah laut aktif yang ditemukan. Letaknya di Selat Bosphorus yang mengalir dari Mediterania ke Laut Hitam. Aliran air sungai bawah tanah itu disebabkan perbedaan kadar garam.

Ini menyebabkan air Mediterania mengalir seperti sungai, yang menciptakan alur-alur dan genangan yang dalam.

Penemuan sungai bawah laut ini akan menjelaskan bagaimana kehidupan bisa bertahan di kedalaman laut. Hal ini ternyata Sungai bawah laut lah yang bertugas membawa sedimen dan nutrisi.

Menurut Dr Dan Parsons, pemimpin tim peneliti dari Sekolah Tinggi Ilmu Bumi dan Lingkungan, Universitas Leeds, kepada Sunday Telegraph, mengatakan, “Kepadatan air di sana lebih padat dari air laut disekitarnya karena memiliki salinitas yang lebih tinggi dan membawa begitu banyak sedimen.”

“Sungai itu mengalir dari beting laut dan keluar melalui daratan abisial, seperti halnya sungai di darat,” demikian penjelasan Parsons seperti dimuat oleh laman Daily mail,Minggu 1 Agustus 2010.

Dataran abisal di laut mirip seperti di gurun pasir, bedanya dataran air ini bisa menyediakan nutrisi dan bahan-bahan yang dibutuhkan untuk makhluk yang hidup di dalamnya.

Perbedaan utama sungai di bawah laut ini adalah bahwa aliran air berlawanan dengan sungai-sungai di daratan.

Para ilmuwan telah lama menduga bahwa ada sungai dasar laut masuk akal, setelah pemindai sonar mengungkapkan adanya saluran berkelok-kelok dibanyak lautan di dunia.

Saluran di Laut hitam, meskipun jauh lebih kecil dibandingkan dengan sungai bawah tanah di perairan Brazil dimana aliran Amazon memasuki Samudera Atlantik tapi Sungai ini adalah satu-satunya yang ditemukan masih mengalir dan membuktikan bahwa saluran ini misterius dibentuk oleh sungai dibawah laut. ref:Vivanews

FENOMENA API YANG TETAP MENYALA DI DASAR LAUT



api dalam laut

Satu lagi pembuktian kekuasaan Tuhan yang menjadikan sesuatu yang mustahil menjadi mungkin seperti halnya api yang menyala di dasar laut ini. Baru-baru ini muncul sebuah fenomena yaitu terjadi retakan di dasar lautan yang mengeluarkan lava, dan lava ini menyebabkan air mendidih hingga suhunya lebih dari seribu derajat Celcius. Meskipun suhu lava tersebut luar biasa tingginya, ia tidak bisa membuat air laut menguap, dan walaupun air laut ini berlimpah luah, ia tidak bisa memadamkan api. Allah bersumpah dengan fenomena kosmik unik ini. Firman-Nya:

(وَالْبَحْرِ الْمَسْجُورِ) [الطور: 6]



artinya : ada laut yang di dalam tanahnya ada api.

Spoiler for api di dalam laut:

Laut Yang Mendidih

Nabi SAW bersabda:

“Tidak ada yang mengarungi lautan kecuali orang yang berhaji, berumrah atau orang yang berperang di jalan Allah. Sesungguhnya di bawah lautan terdapat api dan di bawah api terdapat lautan.”

Ulasan Hadis

Hadis ini sangat sesuai dengan sumpah Allah SWT yang dilansir oleh Al-quran pada permulaan Surah Ath-Thur, dimana Allah bersumpah (Maha Besar Allah yang tidak membutuhkan sumpah apapun demi lautan yang di dalam tanahnya ada api (Al-Bahr Al-Masjur). Sumpahnya:

وَٱلطُّورِ (١) وَكِتَـٰبٍ۬ مَّسۡطُورٍ۬ (٢) فِى رَقٍّ۬ مَّنشُورٍ۬ (٣) وَٱلۡبَيۡتِ ٱلۡمَعۡمُورِ (٤)وَٱلسَّقۡفِ ٱلۡمَرۡفُوعِ (٥) وَٱلۡبَحۡرِ ٱلۡمَسۡجُورِ (٦) إِنَّ عَذَابَ رَبِّكَ لَوَٲقِعٌ۬ (٧) مَّا لَهُ ۥ مِن دَافِعٍ۬ (٨)

artinya : “Demi bukit, dan kitab yang ditulis; pada lembaran yang terbuka; dan demi Baitul Ma’mur; dan atap yang ditinggikan (langit), dan laut yang di dalam tanahnya ada api, sesungguhnya azab Tuhanmu pasti terjadi, tidak seorangpun yang dapat menolaknya.” (QS. Ath-Thur (52):1-8)

Bangsa Arab, pada waktu diturunkannya Al-quran tidak mampu menangkap dan memahami isyarat sumpah Allah SWT demi lautan yang di dalam tanahnya ada api ini. Karena bangsa Arab (kala itu) hanya mengenal makna sajara sebagai menyalakan tungku pembakaran hingga membuatnya panas atau mendidih. Sehingga dalam persepsi mereka, panas dan air adalah sesuatu yang bertentangan. Air mematikan panas sedangkan panas itu menguapkan air. Lalu bagaimana mungkin dua hal yang berlawanan dapat hidup berdampingan dalam sebuah ikatan yang kuat tanpa ada yang rusak salah satunya?

Persepsi demikan mendorong mereka untuk menisbatkan kejadian ini sebagai peristiwa di akhirat (bukan di dunia nyata). Apalagi didukung dengan firman Allah SWT yang terdapat dalam surah At-Takwir:



وَإِذَا ٱلۡبِحَارُ سُجِّرَتۡ (٦)

artinya : “Dan apabila lautan dipanaskan.” (QS. At-Takwir (81):6)

Memang, ayat-ayat pada permulaan Surah At-Takwir mengisyaratkan peristiwa-peristiwa futuristik yang akan terjadi di akhirat kelak, namun sumpah Allah SWT dalam Surah Ath-Thur semuanya menggunakan sarana-sarana empirik yang benar-benar ada dan dapat ditemukan dalam hidup kita (di dunia).

Hal inilah yang mendorong sejumlah ahli tafsir untuk meneliti makna dan arti bahasa kata kerja sajara selain menyalakan sesuatu hingga membuatnya panas. Dan mereka ternyata menemukan makna dan arti lain dari kata sajara, yaitu mala’a dan kaffa (memenuhi dan menahan). Mereka tentu saja sangat gembira dengan penemuan makna dan arti baru ini karena makna baru ini dapat memecahkan kemusykilan ini dengan pengertian baru bahwa Allah SWT telah memberikan anugerah kepada semua manusia dengan mengisi dan memenuhi bagian bumi yang rendah dengan air sambil menahannya agar tidak meluap secara berlebihan ke daratan.

Namun, hadis Rasulullah SAW yang sedang kita bahas ini secara singkat menegaskan bahwa: Sesungguhnya di bawah lautan ada api dan di bawah api ada lautan.

Setelah Perang Dunia II, para peneliti turun dan menyelam ke dasar laut dan samudera dalam rangka mencari alternatif berbagai barang tambang yang sudah nyaris habis cadangannya di daratan akibat konsumerisme budaya materialistik yang dijalani manusia sekarang ini. Mereka dikejutkan dengan rangkaian gunung berapi (volcanicmountain chain) yang membentang berpuluh-puluh ribu kilometer di tengah-tengah seluruh samudera bumi yang kemudian mereka sebut sebagai “gunung-gunung tengah samudera”.

Dengan mengkaji rangkaian gunung-gunung tengah samudera ini tampak jelas bahwa gunung-gunung tengah samudera tersebut sebagian besarterdiri dari bebatuan berapi (volcanic rocks) yang dapat meledak layaknya ledakan gunung berapi yang dahsyat melalui sebuah jaring retak yang sangat besar. Jaring retak ini dapat merobek lapisan bebatuan bumi dan ia melingkupi bola bumi kita secara sempurna dari segala arah dan terpusat di dalam dasar samudera dan beberapa lautan.sedangkan kedalamannya mencapai 65 km. Kedalaman jaring retak ini menembus lapisan bebatuan bumi secara penuh hingga menyentuh lapisan lunak bumi (lapisan bumi ketiga) yang memiliki unsur bebatuan yang sangat elastis, semi cair, dan memiliki tingkat kepadatan dan kerekatan tinggi.

Bebatuan lunak ini didorong oleh arus muatan yang panas ke dasar semua samudera dan beberapa lautan semacam Laut Merah dengan suhu panas yang melebihi 1.000 derajat Celcius. Batuan-batuan elastis yang beratnya mencapai jutaan ton ini mendorong kedua sisi samudera atau laut ke kanan dan ke kiri yang kemudian disebut oleh para ilmuwan dengan “fenomena perluasan dasar laut dan samudera”. Dengan terus berlangsungnya proses perluasan ini, maka wilayah-wilayah yang dihasilkan oleh proses perluasan itupun penuh dengan magma bebatuan yang mampu menimbulkan pendidihan di dasar samudera dan beberapa dasar laut.

Salah satu fenomena yang mencengangkan para ilmuwan saat ini adalah bahwa meskipun sebegitu banyak, air laut atau samudera tetap tidak mampu memadamkan bara api magma tersebut. Dan magma yang sangat panaspun tidak mempu memanaskan air laut dan samudera. Keseimbangan dua hal yang berlawanan: air dan api di atas dasar samudera bumi, termasuk di dalamnya Samudera Antartika Utara dan Selatan, dan dasar sejumlah lautan seperti Laut Merah merupakan saksi hidup dan bukti nyata atas kekuasaan Allah SWT yang tiada batas.

Laut Merah misalnya, merupakan laut terbuka yang banyak mengalami guncangan gunung berapi secara keras sehingga sedimen dasar laut inipun kaya dengan beragam jenis barang tambang. Atas dasar pemikiran ini, dilakukanlah proyek bersama antara Pemerintah Kerajaan Saudi Arabia, Sudan, dan salah satu negara Eropa untuk mengeksploitasi beberapa kekayaan tambang yang menggumpal di dasar Laut Merah.

Kapal-kapal proyek ini melemparkan stapler barang tambang untuk mengumpulkan sampel tanah dasar Laut Merah tersebut. Stapler pengeruk sampel tanah itu diangkat dalam batang air yang ketebalannya mencapai 3.000 m. Dan jika stapler sampai ke permukaan kapal, tidak ada seorangpun yang berani mendekat karena sangat panasnya. Begitu dibuka, maka keluarlah tanah dan uap air panas yang suhunya mencapai 3.000 derajat Celcius. Dengan demikian, sudah terbukti nyata di kalangan ilmuwan kntemporer, bahwa ledakan gunung vulkanik di atas dasar setiap samudera dan dasar sejumlah laut jauh melebihi ledakan vulkanik serupa yang terjadi di daratan.

Kemudian terbukti pula dengan beragam dalil dan bukti bahwa semua air yang ada di bumi dikeluarkan oleh Allah SWT dari dalam bumi melalui ledakan-ledakan vulkanik dari setiap moncong gunung berapi. Pecahan-pecahan lapisan berbatu bumi menembus lapisan ini hingga kedalaman tertentu mampu mencapai lapisan lunak bumi. Di dalam pisan lunak bumi dan lapisan bawahnya, magma vulkanik menyimpan air yang puluhan kali lipat lebih banyak dibanding debit air yang ada di permukaan bumi.

Dari sini tampaklah kehebatan hadis Nabi SAW ini yang menetapkan sejumlah fakta-fakta bumi yang mencengangkan dengan sabda:

Sesungguhnya di bawah lautan ada api dan di bawah api ada lautan.

Sebab fakta-fakta ini baru terungkap dan baru bisa diketahui oleh umat manusia pada beberapa tahun terakhir.

Pelansiran fakta-fakta ini secara detail dan sangat ilmiah dalam hadis Rasulullah SAW menjadi bukti tersendiri akan kenabian dan kerasulan Muhammad SAW, sekaligus membuktikan bahwa ia selalu terhubung dengan wahyu langit dan diberitahui oleh Allah Sang maha Pencipta langit dan bumi. Maha benar Allah yang menyatakan:



“Dan tiadalah yang diucapkannya itu [Al Qur’an] menurut kemauan hawa nafsunya. (3)Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan [kepadanya], (4) yang diajarkan kepadanya oleh [Jibril] yang sangat kuat, (5) Yang mempunyai akal yang cerdas; dan [Jibril itu] menampakkan diri dengan rupa yang asli, (6) sedang dia berada di ufuk yang tinggi. (7) Kemudian dia mendekat, lalu bertambah dekat lagi, (8)maka jadilah dia dekat [pada Muhammad sejarak] dua ujung busur panah atau lebih dekat [lagi]. (9) Lalu dia menyampaikan kepada hamba-Nya [Muhammad] apa yang telah Allah wahyukan. (10)” (QS. An-Najm (53):3-10)

Tidak seorangpun di muka bumi ini yang mengetahui fakta-fakta ini kecuali baru pada beberapa dekade terakhir. Sehingga lontaran fakta ini dalam hadis Rasulullah SAW benar-benar merupakan kemukjizatan dan saksi yang menegaskan kenabian Muhammad SAW dan kesempurnaan kerasulannya.

Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam.

(Sumber: Pembuktian Sains dalam Sunnah) buku 1, oleh Dr. Zaghlul An-Najjar)

GERBANG NERAKA (LINGKARAN TANAH PENUH API) DI TURKMENISTAN + VIDEO

Inilah sebuah fenomena alam yang sangat menghebohkan yang juga dijuluki Gerbang Neraka. Entah apa yang terjadi dan pastinya masih menjadi misteri dimana tiba-tiba saja muncul linkgkaran tanah atau lubang besar yang didalamnya sangat penuh dengan api.

Gambar gerbang Neraka

Video Gerbang Neraka Turkmenistan:

Berita tentang Gerbang Neraka (Lingkaran Tanah Penuh Api) di Turkmenistan

Gempa ribuan kali itu terjadi tahun 2009. Melanda Harrat Lunayyir, daerah barat laut Arab Saudi, gempa itu mencenggangkan para ahli. Sebab di wilayah terpencil itu tak ada gunung berapi. Jadi sulit menemukan alasan mengapa gempa terjadi sesering itu.

Setahun lebih melakukan penelitian, para ahli itu menemukan alasan mengapa bumi sering bergoyang. Di bawah tanah di lokasi gempa itu, terdapat lava (cairan magma pijar) dengan jumlah yang luar biasa besar. Lava raksasa itulah yang diduga memantik rangkaian gempa.

Sebagaimana dilansir msnbc edisi 27 September 2010, para ilmuwan menyebutkan hamparan lava di daerah itu sangat luas. Saking luasnya hamparat lava itu menyebabkan daerah itu disebut sebagai “Provinsi Lava”. Harrat dalam bahasa Arab artinya hamparan lava.

Hamparan lapangan lava di dalam tanah itu mencapai sekitar 180.000 kilometer persegi. Lapangan lava itu terbentuk sejak 30 juta tahun lalu, atau sejak Saudi memisahkan diri dari Afrika, yang diduga menjadi salah satu pemicu terbentuknya Laut Merah.

Semula hampir semua ahli geologi menduga bahwa bagian barat laut Arab Saudi itu termasuk wilayah yang tenang. Tetapi, beberapa gempa bumi dan letusan gunung berapi yang terjadi belakangan ini mengubah segalanya. Daerah itu kini diduga sebagai lokasi vulkanik aktif.

Pada bulan April dan Juni 2009 lebih dari 30.000 gempa bumi melanda lapangan lava kuno itu. Sebanyak 19 gempa bumi tercatat sebesar 4 pada skala richter.

Puncaknya pada 19 Mei 2009, terjadi gempa berskala 5,4 skala richter yang menyebabkan dinding rumah warga kota Al Mandy mengalami kerusakan. Sensor gempa bahkan menyebutkan tidak menutup kemungkinan akan terjadi letusan gunung berapi. Saat itu, pemerintah Arab Saudi mengevakuasi sekitar 40.000 penduduk dari lokasi.

John Pallister, vulkanologis dan Kepala US Geological Survey (USGS) untuk program bantuan bencana gunung api, mengatakan bahwa proses pembentukan Laut Merah masih berhubungan dengan rantai gunung berapi dan hamparan lava di bawah tanah itu.

MATAHARI TERBIT DARI BARAT DARI SEGI ILMIAH

Sepintas tidaklah mungkin matahari akan terbit dari barat, namun ada penjelasan ilmiah tentang semua itu! “Tidak akan tiba hari kiamat sebelum matahari terbit dari barat”



Investigasi lanjutan mengenai anomali-anomali 2012 tiba pada verifikasi ilmiah yang paling menggetarkan : Prediksi NASA bahwa dalam beberapa tahun ke depan ada kemungkinan terjadi perubahan kutub magnet bumi-yang merupakan siklus ribuan tahun dari planet dan bintang. Meski sulit dipercaya, sebagai contoh NASA mengatakan bahwa pada tahun 2001 bintang kita -matahariku, yang dinyanyikan Agnes- telah mengalami perubahan kutub tersebut. Namun karena massa matahari relatif uniform dan kita tidak tinggal disana maka manusia relatif tidak merasakan perubahan ini.



Seperti kita ketahui bumi dapat diibaratkan sebutir telur dimana kulit telur adalah daratan dan lautan tempat kita berpijak, dan cairan telur adalah material vulkanis logam cair dan inti bumi adalah kuning telur yang merupakan logam padat bersuhu tinggi. Dan inti bumi inilah yang memiliki medan magnet yang keluar dari kutub utara menuju kutub selatan yang dikenal dengan Sabuk Van Hallen. Medan magnet ini melindungi bumi dari sinar kosmis matahari yang memungkinkan kehidupan berjalan dengan normal.



Dalam beberapa dekade terakhir dinyatakan kutub utara telah bergeser dalam derajat yang signifikan, dan tidak ada yang bisa memastikan kapan terjadi pergeseran total kutub Utara menjadi kutub Selatan ini. Bisa dalam hitungan tahun, atau masih ratusan tahun lagi. Bukan berarti bumi yang berputar balik, tapi karena inti bumi dan kerak bumi diisi oleh cairan, posisi inti dan keraklah yang sebenarnya berputar (Seperti kuning telur berputar didalam telur yang sedang diam).



Jadi apakah efeknya terhadap kehidupan di dunia ini? Satu hal yang bisa dipastikan adalah jarum kompas kita tidak akan lagi menunjuk ke arah utara namun mengikuti kutub magnet Utara yang sudah pindah di Selatan.



Cuma jarum kompas berubah arah? Mungkin saja. Worst scenarionya malah kemungkinan terjadi sedikit gangguan magnetik yang bisa merusak peralatan elektronik, satelit, pembangkit listrik atau piranti teknologi lainnya. Ooh, jadi sebenarnya kita tidak perlu khawatir kan? Seperti prediksi badai matahari di tahun 2012 yang diulas kompas, upaya pemerintah mungkin lebih kepada mitigasi terhadap kerusakan peralatan GPS dan sarana telekomunikasi.



Jadi benarkah kita tidak perlu khawatir? Coba dipikirkan lagi, apabila kutub magnetik Utara bumi ada di Selatan, darimanakah Matahari kita akan terbit?